Showing posts with label TNI. Show all posts
Showing posts with label TNI. Show all posts

Kelembutan dan Kasih Sayang Dibalik Ketegasan Prajurit

Posted by ReTRo on Thursday, November 15, 2012

Anak-anak asyik bermain kelereng dengan personel Paskhas 462.
(Foto majalahpotretindonesia)
SIKAP perilaku tegas, disiplin dan tidak kenal menyerah yang merupakan doktrin bagi setiap prajurit, dan menjadikannya sebagai ciri khas dan standar kepribadian seorang prajurit dalam setiap tarikan nafas kehidupannya, tanpa batas waktu harus tetap terbina dan terjaga dengan baik.

Dan sebagai bagian dari warga Negara Indonesia yang terpilih, terdidik dan terlatih, seorang prajurit adalah dipersiapkan untuk berada dibarisan paling depan dalam mengawal dan menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia tercinta bersama komponen bangsa yang lain, dari berbagai bentuk ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri.

Sehingga sekecil apapun tugas yang diemban bukan untuk kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan namun berorientasi pada kepentingan bangsa dan Negara yang harus dilakasanakan dengan penuh rasa tanggung-jawab hingga berhasil dan tuntas.

Seorang prajurit apapun tingkatannya, bukanlah seperti yang selama ini dipahami oleh sebagian masyarakat, yaitu sebagai sebuah robot bernyawa. Prajurit yang konotasinya sebagai seorang manusia yang dilatih, dididik, didoktrin dan dipersenjatai, semua kegiatan operasi yang dilaksanakan adalah untuk kepentingan bangsa dan Negara, dan pelaksanaan dilapangan berdasarkan dari jalur komando pimpinan atas yang sudah terencana dan terprogram.

Salah satu fakta membuktikan, berbagai kendala di lapangan harus dihadapi oleh Komandan Lanud (Danlanud) Palembang, Letkol PNB Adam Suharto dan Batalyon 462 Paskhas dalam upaya melaksanakan program kedepan menjadikan Lanud Palembang sebagai Pangkalan Utama penyangga keamanan ibukota Negara.   Namun demikian, berbagai kendala yang muncul tersebut selalu dihadapi dengan kesabaran dan kejernihan pikiran untuk mendapatkan solusi penyelesaian secara aman, damai, tegas dan proporsional.

Seperti yang dilakukan oleh personel Paskhas, untuk menghibur masyarakat baik orang tua, dewasa maupun anak-anak yang tinggal di salah satu wilayah sengketa, selain melaksanakan tugas pengamanan asset, prajurit Paskhas 462 yang tergabung dalam kopel musik ketipung suling baret jingga asuhan Kapten PSK Wisnu Budi Santoso beraksi dengan mendendangkan lagu-lagu kesukaan warga dan beberapa personel juga sempat bercanda sembari bermain kelereng dengan anak-anak warga masyarakat setempat, Selasa (30/10).
© Majalah Potret Indonesia
More aboutKelembutan dan Kasih Sayang Dibalik Ketegasan Prajurit

Pangkogab Latgab TNI on board di KRI Surabaya 591

Posted by ReTRo on Monday, November 12, 2012

Pangkogab Latgab TNI on board di KRI Surabaya-591PANGLIMA Komando Gabungan (Pangkogab) Latihan Gabungan (Latgab) TNI Mayjen TNI Setyo Sularso on board di KRI Surabaya 591 dari Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Senin (12/11/2012), selanjutnya akan melakukan lintas laut menuju Sangatta, Kalimantan Timur. 

KRI Surabaya 591 merupakan Kapal Markas bagi Pangkogab Latgab TNI dalam memberikan komando dan kendali kepada semua pelaku yang terlibat dalam Latihan Gabungan TNI tahun 2012.

Sebelum keberangkatan, Mayjen TNI Setyo Sularso mengatakan bahwa dalam melaksanakan semua kegiatan Latgab TNI 2012 harus sesuai dengan rencana Kampanye Militer. Sementara, tujuan Latihan Gabungan TNI adalah untuk meningkatkan dan menguji kemampuan prajurit dan satuan TNI dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengendalikan mekanisme operasi gabungan TNI secara tepat guna dan berhasil guna dalam rangka menghadapi kemungkinan kontinjensi yang diperkirakan akan terjadi.

Pada saat ini sedang berlangsung latihan lapangan yang dilaksanakan mulai 26 Oktober sampai dengan 30 November 2012 di perairan laut Sulawesi dan pendaratan Amphibi di Pantai Sangatta Kalimantan Timur dengan melibatkan 11.693 personel, terdiri dari 740 personel sebagai penyelenggara dan 10.953 personel sebagai pelaku.

Peralatan yang dilibatkan, dari unsur:
TNI AD: 
- 6 Tank Scorpio
- 2 Stormer APC
- 1 Stormer Co
- 2 Kendaraan Timhar
- 1 RCV
- 10 FRS
- 9 Anoa
- 1 Radar Giraffe
- 1 Ambulan
- 1 Kendaraan Recovery serta 44 Kendaraan Angkut Personel.

TNI AL:
- 35 KRI
- 1 Cassa
- 2 Heli Bell
- 34 Truk
- 5 Tank
- 5 BVP
- 4 Kapa
- 20 Ranfib
- 3 Howitzer
- 2 RM-70 Grad.

TNI AU:
- 4 Pesawat Tempur  SU-27/30
- 6 Hawk SPO
- 8 Pesawat Angkut  C-130  HS/H/B
- 1 Pesawat Angkut C-130 BT
- 2 Pesawat Intai Udara B-737
- 3 Pesawat Intai Udara C-212
- 4 Heli Super Puma Nas-332/Sa-330
- 5 Heli Colibri EC-120B
- 1 Radar Smart Hunter
- 1 Kendaraan Angkut Rudal dan 3 Container Rudal QW 3.

Dansatgaspen Latgab TNI 2012
Letkol Laut (KH) Drs. Edys Riyanto, M.Si

More aboutPangkogab Latgab TNI on board di KRI Surabaya 591

Latgab 2012 libatkan pasukan elit TNI

Posted by ReTRo on Saturday, November 10, 2012

Tarakan – Persiapan latihan gabungan operasi khusus terus dimatangkan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kemarin (9/11) sekitar pukul 13.30 Wita, sebanyak 45 orang komando latihan tiba di Tarakan.

Kedatangan rombongan pertama tersebut bersama pesawat Hercules akan menyiapkan akomodasi, sasaran penerjunan, mengecek kondisi area, melakukan komunikasi dengan pihak terkait dan penilaian terhadap personel latihan gabungan, serta melakukan evaluasi.

“Nanti tidak hanya latihan saja, juga akan dilakukan penilaian dan evaluasi. Sebab dalam rombongan tersebut juga terdapat tiga panglima jenderal,” kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Tarakan, Letnan Kolonel Penerbang Bambang Juniar kepada Radar Tarakan, kemarin.

Ketiga perwira tinggi TNI dimaksud yang siang kemarin tiba di Tarakan adalah Brigadir Jenderal Hinza Siburian (Direktur Latihan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dirlat Kodiklat) TNI), Marsekal Pertama Anang Murdianto (Direktur Pendidikan Kodiklat TNI), dan Marsekal Pertama Mujahidin Harpin Ondeh (Danpuslat Kodiklat TNI).

Lebih lanjut Bambang menyampaikan, latihan gabungan (Latgab) yang dilaksanakan Selasa pagi (13/11) nanti mulai pukul 06.00 Wita di Lanud Tarakan dan kawasan Bandara Juwata Tarakan akan melibatkan pasukan elit TNI AD, Kopassus (Komando Pasukan Khusus), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) yang merupakan detasemen pasukan khusus TNI AL, dan Detasemen Bravo 90 dari TNI AU.

Selanjutnya jelas Bambang, untuk tim penerjun yang terdiri dari 10 orang dari Pasukan Khas (Paskhas TNI AU) akan mendarat pada pukul enam pagi dengan menggunakan empat pesawat Hercules. Lokasi pendaratan di Lanud Tarakan.

“Selain mendarat dan membebaskan Lanud dari musuh, juga akan dilakukan pembebasan Bandara Juawata,” terangnya.

Pasukan khusus masuk Tarakan sebanyak 60 orang, dan bersenjata lengkap 166 orang. “Selanjutnya, pada pukul delapan pagi akan dilaksanakan air landed rudal darat ke udara milik Paskhasau beserta mobil Radar Smart Hunter di Bandara Juwata Tarakan,” katanya.

Mengenai jumlah personel sebanyak 60 orang tersebut dari pasukan khusus dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Untuk personel 166 orang dari Paskhas akan melaksanakan operasi OP3U (Operasi Perebutan Pertahanan Pangkalan Udara).

Dipilihnya pembebasan bandara menurut Bambang, sebab merupakan objek vital keluar masuk pasukan, logistik dan medis. Namun, untuk latihan gabungan secara besar-besaran dipusatkan di Sangatta, Kutai Timur, terdapat marinir serta bom light dari pesawat dan KRI.(*/asm)


© Radar Tarakan
More aboutLatgab 2012 libatkan pasukan elit TNI

Panglima TNI Terima Kasau Thailand

Posted by ReTRo on Monday, November 5, 2012

http://www.majalahpotretindonesia.com/images/-458.jpgPANGLIMA TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. didampingi Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, S.Ip., Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W, S.E., Aspam Kasau Marsda TNI Kuswantoro, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E. dan Staf Khusus Panglima TNI, menerima kunjungan kehormatan (Courtesy Call / CC) Chief of Staff Royal Thai Air Force (Kasau Thailand) Air Chief Marshall Prajin Juntong, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (5/11/2012).

Kunjungan Kasau Thailand yang didampingi oleh Air Marshall Phontep Modsuvana, Air Vice Marshall Chaiyapruk, dan GCPT Weetoon dalam rangka silaturahmi dan perkenalan diri sebagai Kasau Thailand yang baru serta meningkatkan jalinan kerjasama dan latihan antar kedua Angkatan Bersenjata di masa yang akan datang, yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Authentikasi: Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl. Ir. Minulyo Suprapto, M.Si, M.Sc, MA.
© Majalah Potret Indonesia
More aboutPanglima TNI Terima Kasau Thailand

TNI - Polri Perketat Perbatasan Indonesia Timor Leste

Posted by ReTRo on Wednesday, October 31, 2012

Perbatasan RI-Timor Leste (ist)GUNA mencegah penyelundupan Narkotika di Nusa Tenggara Timur (NTT), Perbatasan RI-Timor Leste diperketat. Menurut Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Polisi Ricki HP Sitohang, jajaran kepolisian akan memperketat pengamanan dan pengawasan di wilayah perbatasan itu.

Sebelumnya, Polda NTT berhasil menangkap pelaku penyelundupan narkotika dan psikotropika jenis shabu-shabu seberat tiga kilogram senilai Rp 4,5 miliar dari Timor Leste ke NTT, di Pos Motaain, Kabupaten Belu, NTT.

Ricki menyatakan, belum undang-undang yang secara khusus mengatur soal narkotika di Timor Leste, telah menjadikan negara muda ini menjadi tempat transit yang menggiurkan menuju Indonesia. Penyebabnya, karena kurang optimalnya pengawasan di Bandara Eltari Kupang, sehingga dapat memicu terjadinya tindak pidana.

Ditambahkannya, selain masalah penyelundupan narkotika, di wilayah perbatasan NTT-Timor Leste terdapat kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM), penyelundupan pencurian kendaraan bermotor, dan penyelundupan sembako.

Bahan bakar minyak jenis premium di NTT berharga Rp 4.500/liter, sedangkan di Timor Leste mencapai Rp 11.000/liter. Akibatnya, memicu warga NTT untuk melakukan penyelundupan BBM ke Timor Leste.

Pengawasan dan pengamanan di perbatasan ini, dilakukan Polri yang bekerjasama dengan TNI. Soliditas dan sinergitas antara kedua institusi itu terus dijalankan mengingat banyak jalan tikus yang menjadi tempat-tempat aksi penyelundupan.*
Guna mencegah penyelundupan Narkotika di Nusa Tenggara Timur (NTT), Perbatasan RI-Timor Leste diperketat. Menurut Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Polisi Ricki HP Sitohang, jajaran kepolisian akan memperketat pengamanan dan pengawasan di wilayah perbatasan itu.hasil menangkap pelaku penyelundupan narkotika dan psikotropika jenis shabu-shabu seberat tiga kilogram senilai Rp 4,5 miliar dari Timor Leste ke NTT, di Pos Motaain, Kabupaten Belu, NTT.Ricki menyatakan, belum undang-undang yang secara khusus mengatur soal narkotika di Timor Leste, telah menjadikan negara muda ini menjadi tempat transit yang menggiurkan menuju Indonesia. Penyebabnya, karena kurang optimalnya pengawasan di Bandara Eltari Kupang, sehingga dapat memicu terjadinya tindak pidana.ndupan narkotika, di wilayah perbatasan NTT-Timor Leste terdapat kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM), penyelundupan pencurian kendaraan bermotor, dan penyelundupan sembako.Bahan bakar minyak jenis premium di NTT berharga Rp 4.500/liter, sedangkan di Timor Leste mencapai Rp 11.000/liter. Akibatnya, memicu warga NTT untuk melakukan penyelundupan BBM ke Timor Leste.Pengawasan dan pengamanan di perbatasan ini, dilakukan Polri yang bekerjasama dengan TNI. Soliditas dan sinergitas antara kedua institusi itu terus dijalankan mengingat banyak jalan tikus yang menjadi tempat-tempat aksi penyelundupan.
Read more about Narkotika by www.itoday.co.id
Guna mencegah penyelundupan Narkotika di Nusa Tenggara Timur (NTT), Perbatasan RI-Timor Leste diperketat. Menurut Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Polisi Ricki HP Sitohang, jajaran kepolisian akan memperketat pengamanan dan pengawasan di wilayah perbatasan itu.Sebelumnya, Polda NTT berhasil menangkap pelaku penyelundupan narkotika dan psikotropika jenis shabu-shabu seberat tiga kilogram senilai Rp 4,5 miliar dari Timor Leste ke NTT, di Pos Motaain, Kabupaten Belu, NTT.Ricki menyatakan, belum undang-undang yang secara khusus mengatur soal narkotika di Timor Leste, telah menjadikan negara muda ini menjadi tempat transit yang menggiurkan menuju Indonesia. Penyebabnya, karena kurang optimalnya pengawasan di Bandara Eltari Kupang, sehingga dapat memicu terjadinya tindak pidana.mbahkannya, selain masalah penyelundupan narkotika, di wilayah perbatasan NTT-Timor Leste terdapat kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM), penyelundupan pencurian kendaraan bermotor, dan penyelundupan sembako.n bakar minyak jenis premium di NTT berharga Rp 4.500/liter, sedangkan di Timor Leste mencapai Rp 11.000/liter. Akibatnya, memicu warga NTT untuk melakukan penyelundupan BBM ke Timor Lesgawasan dan pengamanan di perbatasan ini, dilakukan Polri yang bekerjasama dengan TNI. Soliditas dan sinergitas antara kedua institusi itu terus dijalankan mengingat banyak jalan tikus yang menjadi tempat-tempat
Read more about Narkotika by www.itoday.co.id
Guna mencegah penyelundupan Narkotika di Nusa Tenggara Timur (NTT), Perbatasan RI-Timor Leste diperketat. Menurut Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Polisi Ricki HP Sitohang, jajaran kepolisian akan memperketat pengamanan dan pengawasan di wilayah perbatasan itu.

Sebelumnya, Polda NTT berhasil menangkap pelaku penyelundupan narkotika dan psikotropika jenis shabu-shabu seberat tiga kilogram senilai Rp 4,5 miliar dari Timor Leste ke NTT, di Pos Motaain, Kabupaten Belu, NTT.

Ricki menyatakan, belum undang-undang yang secara khusus mengatur soal narkotika di Timor Leste, telah menjadikan negara muda ini menjadi tempat transit yang menggiurkan menuju Indonesia. Penyebabnya, karena kurang optimalnya pengawasan di Bandara Eltari Kupang, sehingga dapat memicu terjadinya tindak pidana.

Ditambahkannya, selain masalah penyelundupan narkotika, di wilayah perbatasan NTT-Timor Leste terdapat kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM), penyelundupan pencurian kendaraan bermotor, dan penyelundupan sembako.

Bahan bakar minyak jenis premium di NTT berharga Rp 4.500/liter, sedangkan di Timor Leste mencapai Rp 11.000/liter. Akibatnya, memicu warga NTT untuk melakukan penyelundupan BBM ke Timor Leste.

Pengawasan dan pengamanan di perbatasan ini, dilakukan Polri yang bekerjasama dengan TNI. Soliditas dan sinergitas antara kedua institusi itu terus dijalankan mengingat banyak jalan tikus yang menjadi tempat-tempat aksi penyelundupan.
More aboutTNI - Polri Perketat Perbatasan Indonesia Timor Leste

Panglima TNI Saksikan Uji Renkam Militer TFG

Posted by ReTRo

http://www.lensaindonesia.com/wp-content/themes/wap_2/img.php?src=http://www.lensaindonesia.com/uploads/1/2012/10/ACK_1264.jpg&h=120&w=90&zc=1BANGLIKODAK - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., didampingi Kasal Laksamana TNI Soeparno, para pejabat Mabes TNI dan Angkatan menyaksikan Uji Rencana Kampanye Militer di atas peta melalui Tactical Floor Game (TFG) yang akan di gelar di Kalimantan Timur dalam rangka Latihan Gabungan TNI tahun 2012, bertempat di Gedung Panti Perwira Armada Koarmatim, Ujung Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/10/2012).

Panglima TNI mengatakan kepada seluruh peserta latihan untuk memperhatikan masalah keterpaduan dan saling mendukung diantara para Komando Tugas Gabungan dan Komandan Satgas, sehingga Renkam Militer di Kalimantan Timur dapat berjalan dengan baik.@badar

http://www.lensaindonesia.com/uploads/1/2012/10/ACK_1269.jpghttp://www.lensaindonesia.com/uploads/1/2012/10/ACK_1327.jpg
http://www.lensaindonesia.com/uploads/1/2012/10/ACK_1292.jpg

© Lensa Indonesia
More aboutPanglima TNI Saksikan Uji Renkam Militer TFG

Benarkah Pesawat TNI Hilang Sejak Kemarin ?

Posted by ReTRo on Tuesday, October 30, 2012

Lanud Abd Saleh Malang Bantah Pesawatnya Hilang

Malang - Pangkalan Udara TNI AU Abdulrachman Saleh Malang membantah kabar jika salah satu pesawat mereka mengalami kecelakaan, setelah tersiar kabar adanya pesawat jatuh di kawasan Bondowoso, Jawa Timur.

"Sesuai informasi dari ruang operasi, semua pesawat dalam kondisi aman tidak ada troubel," tegas Mayor Sutrisno dikonfirmasi wartawan di kantornya, Selasa (30/10/2012), siang.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Pangkalan Udara TNI AU Abdulrachman Saleh ini menambahkan, jika memang terjadi kecelakaan pesawat di kawasan itu (Bondowoso,red), diperkirakan milik maspakai lain atau pesawat sipil. "Kalaupun di sana ada pesawat jatuh mungkin dari maskapai lain," imbuh dia.

Sutrisno mengungkapkan, sudah jelas dan dipastikan pesawat dimiliki pangkalannya dalam kondisi aman dan kini berada di skadron masing-masing.

Ditanya terkait kabar adanya kecelakaan pesawat di Bondowoso, Sutrisno mengaku, tidak dapat memperkirakan kepastian jenis pesawat naas tersebut. "Wuah kalau itu kita tidak tahu. Yang pasti pesawat kita aman," ungkap dia.

Senada juga disampaikan Komandan Skadron 21 Letkol (pnb) James Singal, jika seluruh pesawat Super Tucano dalam kondisi baik, meskipun setiap hari terus menggelar latihan.

"Semua baik mas, tidak ada masalah," ujarnya dikonfirmasi melalui pesawat telepon, Selasa siang.

Benarkan Pesawatnya Hilang Sejak Kemarin

Pesawat milik TNI AU Lanud Abdulrachman Saleh Malang dikabarkan hilang sejak Senin (29/10/2012). Ini dilaporkan Friska dari radio Rama Bondowoso setelah mendapatkan informasi resmi dari pihak Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Selasa (30/10/2012).

Pesawat latih TNI AU ini diperkirakan jatuh di daerah Sumber Wringin Anom, Bondowoso. Saat ini tim gabungan dari Kodim, polisi dan media sedang melakukan pencarian pesawat hilang.

Tim juga dibantu oleh warga sekitar sebagai penunjuk arah dan dibagi menjadi tiga tim. Sampai saat ini tim masih belum dapat titik koordinat pastinya, jadi dilakukan penyisiran secara manual. Bahkan dikabarkan sudah ditemukan serpihan-serpihan.

Meskipun pihak Lanud Abdulrachman Saleh sudah membenarkan tentang ada pesawatnya yang hilang, tapi masih belum disebutkan pesawat itu berasal dari mana dan jenisnya apa.(Suara Surabaya)

Kadispenau: TNI AU Akan Mengabarkan Jika Ada Pesawat Jatuh

http://www.itoday.co.id/images/stories/itoday-images/img110520121083501.jpgKadispenau, Marsekal Pertama TNI Azman Yunus (Foto: IStimewa)

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Azman Yunus kepada itoday, Selasa (30/10) membantah mengenai adanya kabar salah satu pesawat TNI AU yang jatuh di kawasan Bondowoso.

“Tidak ada sama sekali pesawat militer yang jatuh. Kalaupun ada, pasti ada konfirmasi dari pihak terkait, seperti dari bandara setempat, “ jelansnya.

Dirinya juga menginformasikan juga bahwa tidak ada pesawat sipil yang jatuh.

Azman sendiri menyayangkan pihak media tidak mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut.

“Sampai ada media yang minta tolong ke saya untuk bisa meliput ke lokasi kejadian, padahal tidak ada peristiwanya,” ungkapnya.

Azman menambahkan, TNI AU akan mengabarkan jika ada pesawat yang jatuh.

Sebelumnya tersiar kabar jika ada pesawat milik TNI jatuh dikawasan Bondowoso sejakn Senin (29/10). Dari kabar yang tersiar, pesawat tersebut berasal dari Pangkalan Udara TNI AU Abdulrachman Saleh, Malang.*
© Detik, itoday
More aboutBenarkah Pesawat TNI Hilang Sejak Kemarin ?

Bentrok Warga di Lampung

Posted by ReTRo on Monday, October 29, 2012

 Bentrok Warga di Lampung, Ini Instruksi SBY

Pencegahan bentrok warga tak bisa hanya diserahkan ke Polri dan TNI.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2012/10/30/177506_bentrok-antar-warga-di-lampung_209_157.jpgPolisi berusaha menghalau warga yang terlibat bentrok

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta segenap pemangku kepentingan turut bertanggung jawab mengatasi aksi kekerasan horizontal yg terjadi di beberapa tempat di Indonesia, termasuk yang terbaru di Lampung. Dia minta tanggung jawab itu tidak hanya dibebankan kepada aparat kepolisian dan TNI tetapi juga pemangku kepentingan lainnya.

"Saya menyerukan semua pihak harus ikut bertanggung jawab, semua pihak peduli, semua pihak bekerja," kata SBY di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa 30 Oktober 2012.

Pencegahan optimal tidak bisa hanya diserahkan pada kepolisian dan TNI. "Jangan, sekali lagi, hanya menyerahkan kepada aparat kepolisian dan komando teritorial TNI. Hanya dengan cara itu kita bisa mencegah secara optimal dan efektif," kata SBY.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan, maksud presiden itu agar seluruh pemangku kepentingan seperti kepala daerah, tokoh masyarakat, dan masyarakat sipil, ikut bersama-sama mencegah. "Poinnya adalah jangan semua diserahkan kepada TNI dan Polri. Semua tokoh masyarakat, pemda, gubernur, bupati, itu juga ikut dalam konteks itu," kata Djoko.

Kepala Kepolisian Jenderal Timur Pradopo mengatakan insiden serupa di Lampung sebenarnya sudah berkali-kali. Penyebabnya bisa hal sepele seperti seorang pemudi diganggu kemudian memicu kemarahan. "Sehingga kita harus lebih keras lagi terutama dalam pembinaan wilayah, artinya itu bagaimana mengelola wilayah itu, masyarakat, tokoh, ulama dan pemda harus sinergi," kata Timur.

Menurut Timur, Pemerintah daerah ditempatkan sebagai garda depan untuk menyelesaikan permasalahan di Lampung. "Dan untuk pelanggaran akan kita lakukan penegakan hukum," katanya.

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan pasukannya yang siaga  di Lampung ada 5 Satuan Setingkat Kompi. (umi)

 Konflik Berdarah, Ini Permintaan Kapolri untuk Kepala Daerah

Tujuh orang tewas akibat konflik antar warga di Lampung Selatan.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2012/10/30/177504_bentrok-antar-warga-di-lampung_209_157.jpgKepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Timur Pradopo, meminta kepala daerah berperan aktif dalam mengatasi konflik yang terjadi di Lampung Selatan. "Tentu saja kami akan kedepankan pemerintah daerah. Kami akan tegas demi hukum," kata Timur di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Selasa 30 Oktober 2012.

Bukan hanya di Lampung, konflik yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia juga harus diselesaikan secara bersama-sama. Penegak hukum dan pemerintah daerah. "Tentu saja ada ciri khas masing-masing daerah. Ciri khas itulah yang harus dikedepankan masyarakat untuk tindakan preventif," kata Kapolri.

Sebagaimana luas diberitakan bahwa terjadi bentrokan antar warga yang memakan korban jiwa di Lampung Selatan. Bentrokan itu terjadi semenjak Minggu, 28 Oktober 2012. Antara warga Desa Balinuraga dan Desa Agom. Tiga orang tewas. Enam rumah terbakar.

Senin, 29 Oktober 2012, pecah bentrokan di Kalianda, juga di Lampung Selatan. Tujuh orang tewas. Setidaknya 16 rumah terbakar. Kebanyakan korban tewas ditemukan di areal perkebunan dan persawahan, dengan kondisi tubuh penuh luka bacokan.

Dengan demikian, total ada 10 korban tewas dalam peristiwa bentrok yang terjadi dua hari berturut-turut itu. Sebanyak 1.200 warga Desa Balinuraga terpaksa mengungsi. Mereka ditempatkan di tiga gedung yang sudah disediakan dan mendapat pengawalan ketat aparat.

 Korban Tewas Bentrok di Lampung Jadi 7 Orang

Polda Lampung masih menyelidiki penyebab bentrok antar warga

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2012/10/30/177507_bentrok-antar-warga-di-lampung_209_157.jpgBentrok warga yang terjadi di Lampung Selatan, Senin 29 Oktober 2012, memakan korban tujuh nyawa. Korban terakhir meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.

"Semua korban laki-laki dan meninggal akibat bentrok. Tidak ada yang terbakar," jelas Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih saat dihubungi VIVAnews, Selasa 30 Oktober 2012. Sebelumnya dilaporkan, sekitar 50 rumah di Desa Balinuraga dibakar setelah warga dari Kalianda menyerang.

Dia menambahkan, semua korban tewas sedang di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek, Lampung. "Mereka warga bertikai yang sedang berhadap-hadapan. Mereka lepas dari pengamanan kami karena massa ini mencapai 10 ribu dengan areal bentrok yang luas. Sampai ke sawah-sawah," jelas Kabid Humas.

Sejauh ini, Polda Lampung tengah menyelidiki penyebab bentrok warga yang kerap melanda wilayah tersebut. Hari Minggu lalu, imbuhnya, tiga warga juga tewas dalam bentrok desa yang sama. "Total sudah 10 orang yang tewas sejak hari Minggu," imbuhnya. Polisi kini masih mencari korban-korban lainnya.

Sebanyak 1.200 warga Desa Balinuraga terpaksa mengungsi menyusul bentrok yang terjadi, kemarin. Mereka ditempatkan di tiga gedung yang sudah disediakan dan mendapat pengawalan ketat aparat. (umi)

 Anggota DPR Sesalkan Meluasnya Bentrokan Lampung

Sepuluh warga tewas akibat bentrokan berdarah itu.

Ketua Komisi III Bidang Hukum DPR, Gede Pasek Suardika, menyesalkan bentrok antar kampung di Lampung Selatan yang meluas dan merembet menjadi bentrok antar suku.

Pasek menilai kepolisian harus ikut bertanggung jawab atas bentrokan itu karena tidak berhasil mencegah dan mengatasinya. “Aparat keamanan telah gagal melaksanakan tugasnya di Lampung sehingga bentrokan melebar dan menambah korban jiwa,” kata Pasek, Selasa 30 Oktober 2012.

Politisi Demokrat itu mengatakan, pemicu bentrok Lampung Selatan seringkali berawal dari hal-hal sepele. Namun akibat lengahnya deteksi dini aparat, maka semua hal dengan mudah tersulut menjadi besar. “Ini kan bukan kasus kekerasan pertama di Lampung. Dari kasus tanah sampai kasus antar suku selalu menghiasi Lampung menjadi sejarah kelam,” ujar Pasek.

Kasus kekerasan yang terus berulang di Lampung membuat Pasek berpendapat aparat benar-benar gagal memberikan jaminan rasa keamanan dan keadilan bagi kedua kelompok bertikai di Lampung. “Kalau saja rasa keadilan dan ketegasan untuk jaminan keamanan bisa diberikan aparat, saya yakin kedua belah pihak akan saling menghormati,” kata dia.

Komisi III DPR sendiri menurutnya sudah pernah membahas potensi konflik horizontal di Lampung secara khusus, dengan belajar dari kasus Sulawesi Tengah dan Sampang. “Tapi tampaknya rekomendasi kami untuk memberikan dukungan terhadap tindakan tegas tidak dilakukan,” ujar Pasek.

Akhirnya, imbuh Pasek, meski pemicu dan potensi konflik di Lampung sudah terang-benderang, bentrok tetap terjadi. Pasek pun mengimbau warga Lampung agar tidak terprovokasi dan bisa mengendalikan diri, karena bentrok yang terjadi akan merugikan kedua belah pihak.

“Kebersamaan dalam persaudaraan perlu terus dibangun dan dijadikan semangat untuk kemajuan Lampung. Yang bersalah biar diproses hukum secara proporsional. Jangan dengan cara emosional,” kata Pasek.

Sepuluh Tewas

Senin, 29 Oktober 2012, pecah bentrok susulan antarwarga di Kalianda, Lampung Selatan. Dalam aksi tersebut, 7 orang tewas dan 16 rumah terbakar. Kebanyakan korban tewas ditemukan di areal perkebunan dan persawahan, dengan kondisi tubuh dipenuhi luka bacokan. Dua korban yang saat ini sudah bisa diidentifikasi merupakan warga Desa Balinuraga.

Sehari sebelumnya, Minggu 28 Oktober 2012, bentrokan juga pecah antara warga Desa Balinuraga dan Desa Agom, yang mengakibatkan 3 orang tewas dan 6 rumah terbakar. Bentrokan bermula ketika dua gadis asal Desa Agom yang mengendarai sepeda motor diganggu oleh pemuda asal Desa Balinuraga hingga jatuh dan mengalami luka-luka.

Meski Kepala Desa Agom dan Balinuraga telah mengadakan perjanjian damai, namun keluarga kedua gadis itu tak terima. Mereka lantas mendatangi Desa Balinuraga untuk menemui pemuda yang mengganggu itu. Namun setibanya di Desa Balinuraga, mereka langsung diserang warga setempat dengan senjata api. (sj)

 Kapolri: Bentrok Lampung Berawal dari Soal Sepele

Berawal dari dua gadis yang diganggu, merembet menjadi bentrok besar.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2012/10/30/177505_bentrok-antar-warga-di-lampung_209_157.jpgRibuan massa berjalan usai menyerang Desa Balinuraga di Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan, Senin 29 Oktober 2012.

Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menyatakan, bentrok antarwarga yang terjadi di Lampung Selatan sesungguhnya berawal dari masalah sepele.

Timur mengatakan, akar persoalan dapat dirunut “mulai dari kelompok yang mengganggu kegiatan pemudi.” Seperti diketahui, Minggu 28 Oktober 2012, dua gadis asal Desa Agom yang mengendarai sepeda motor diganggu oleh pemuda asal Desa Balinuraga hingga jatuh dan mengalami luka-luka.

Meski Kepala Desa Agom dan Balinuraga telah mengadakan perjanjian damai, namun keluarga kedua gadis itu tak terima. Mereka lantas mendatangi Desa Balinuraga untuk menemui pemuda yang mengganggu itu. Namun setibanya di Desa Balinuraga, mereka langsung diserang warga setempat dengan senjata api.

“Masalah sepele ini mempengaruhi dan melatar belakangi semua,” kata Kapolri di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa 30 Oktober 2012, ketika mengantar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertolak ke Inggris untuk menghadiri pertemuan puncak The Asia-Europe Meeting (ASEM).

Oleh sebab itu Kapolri meminta tokoh-tokoh masyarakat Lampung, ulama setempat, dan pemerintah daerah, bisa ikut meredam bentrok antarwarga di Lampung yang dalam dua hari ini telah menelan 10 korban jiwa dan menyebabkan 22 rumah warga terbakar.

Kapolri mengakui peristiwa bentrok antarwarga di Lampung Selatan bukan terjadi kali ini saja. “Ini sudah terjadi berkali-kali. Artinya kita harus lebih keras lagi, terutama dalam membina dan mengelola wilayah itu. Masyarakat, tokoh, ulama, dan pemda harus bersinergi,” ujar Timur.

Senin, 29 Oktober 2012, pecah bentrok susulan antarwarga di Kalianda, Lampung Selatan. Dalam aksi tersebut, 7 orang tewas dan 16 rumah terbakar. Kebanyakan korban tewas ditemukan di areal perkebunan dan persawahan, dengan kondisi tubuh dipenuhi luka bacokan. Dua korban yang saat ini sudah bisa diidentifikasi merupakan warga Desa Balinuraga.

Sehari sebelumnya, Minggu 28 Oktober 2012, bentrokan juga pecah antara warga Desa Balinuraga dan Desa Agom, yang mengakibatkan 3 orang tewas dan 6 rumah terbakar. Dengan demikian, total ada 10 korban tewas dalam peristiwa bentrok yang terjadi dua hari berturut-turut tersebut.(umi)
© VIVA.co
More aboutBentrok Warga di Lampung

Kisah Jenderal Pramono Edhi dan Makelar Senjata

Posted by ReTRo

Jend Pramono Edhie Wibowo
(Foto Tempo)
Jakarta - Mafia pengadaan juga menggerus dana pembelian alat tempur ke luar negeri. Makelar senjata membuat harga berlipat-lipat. Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengisahkan pengalaman ketika Angkatan Darat hendak membeli 5.000 teropong Trijicon dari Amerika Serikat guna melengkapi senapan serbu SS1 buatan Pindad. 

Rekanan mengajukan harga Trijicon Rp 30 juta per unit. Merasa harga itu tak masuk akal, Pramono mengeceknya di Internet. Ia menemukan harga pasar teropong hanya US$ 1.900 atau sekitar Rp 19 juta.


Mengetahui harganya lebih murah, adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu akhirnya mengutus perwiranya langsung terbang ke pabriknya di Amerika Serikat. Pramono terkejut karena harga dari pabrik itu hanya Rp 9 juta per unit. “Kurang dari sepertiga harga yang ditawarkan rekanan itu,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat ini.

Pramono mengatakan kecewa berat terhadap praktek agen peralatan militer itu. Ia menyebutkan rekanan kadang-kadang diperlukan. Namun, ia meminta mereka tidak mengambil keuntungan yang berlipat-lipat. “Sama-sama bela negara, harusnya jangan gitu-gitu amat,” katanya.

 Siasat Dagang Makelar Senjata

foto
Depo Pemeliharaan Pesawat TNI AU
(Foto Tempo)
Jatuhnya pesawat Hawk di Riau memperjelas kabar yang selama ini terdengar samar: peralatan militer Indonesia sudah ketinggalan zaman. Dari 234 unit pesawat tempur, hanya separuh yang layak terbang. Tiga angkatan TNI menghadapi kondisi yang kurang-lebih sama. Angkatan Darat, misalnya, masih menggunakan sejumlah peralatan tempur yang lebih tua daripada usia jenderalnya. 

Majalah Tempo edisi Senin, 29 Oktober 2012, menurunkan laporan utama berjudul "Repot Mencari Simbah" mengenai pengadaan alat utama sistem senjata. Selain uzur, peralatan itu dibeli dari banyak negara sehingga platform-nya pun berbeda-beda. Itu sebabnya, dalam urusan pembelian senjata, kerap terdengar olok-olok bahwa penentunya bukan angkatan, melainkan rekanan. Peran pihak ketiga alias makelar dalam pengadaan peralatan militer ditenggarai bahkan lebih dominan dibandingkan dengan penggunanya.

Broker, yang mewakili produsen, umumnya menyorongkan peralatan pada awal masa penyusunan anggaran. Angkatan atau Kementerian Pertahanan kemudian menyusun spesifikasi pembelian peralatan militer berdasarkan tawaran itu. Tentu saja, seperti yang terjadi pada pembelian helikopter tempur Mi-17 dari Rusia pada 2007, suap mewarnai proses ini. Analis militer menyebutkan, pembelian model ini berdasarkan desakan pemasok (supplier driven factors) dan tak semata muncul dari kebutuhan (need driven analysis).

Tank Scorpion
(Foto TNI AD)
Potensi korupsi dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan memang sangat besar. Soalnya, peralatan militer memiliki spesifikasi khusus yang acap tidak ada pembandingnya. Produsennya pun terbatas, bahkan pada beberapa peralatan hanya ada produsen tunggal. Apalagi, dengan alasan rahasia, pengadaan dilakukan melalui penunjukan langsung.

Meski dinyatakan telah jauh berkurang, peran makelar -juga korupsi- dalam pembelian senjata ternyata masih cukup besar. Dengan karakteristik peralatan yang dibeli, seperti dikatakan Said Didu, Asisten Bidang Kebijakan Komite Kebijakan Industri Pertahanan, peluang tertinggi terjadinya kebocoran ada pada Angkatan Laut, sementara yang terkecil pada Angkatan Darat.


Peluang korupsi dalam pengadaan alat militer itu semestinya segera ditutup. Peran makelar juga sepatutnya diakhiri. Apalagi anggaran belanja alat tempur ini meningkat setiap tahun. Dari sekitar Rp 28 triliun tahun ini, dua tahun mendatang anggaran itu sudah Rp 43,8 triliun. Pada 2030, alokasi dana untuk belanja alat utama sistem persenjataan akan menembus Rp 100 triliun.
More aboutKisah Jenderal Pramono Edhi dan Makelar Senjata

39 jenderal akan hadiri Latgab TNI di Kutai Timur

Posted by ReTRo on Sunday, October 28, 2012

Sangatta - Latihan Gabungan Setingkat Brigade Tiga Angkatan TNI di kawasan Pantai Sekerat Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur, akhir November 2012 dijadwalkan dihadiri 39 jenderal berbintang empat hingga satu.

"Para jenderal akan melihat langsung prajurit TNI bertempur di lapangan," kata Komandan Distrik (Kodim) 0909/SGT, Letkol (Inf) Husni Mubarak, Minggu.

Selain Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Soeparno dan Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Imam Sufaat, para jenderal yang dipastikan hadir lima orang berbintang tiga, 27 berbintang dua, dan tiga orang berbintang satu, serta sejumlah tamu VVIP dari DPR RI.

Menurut Dandim 0909/SGT Letkol (Inf) Husni Mubarak, Latgab TNI Setingkat Brigade di Kutai Timur, rencananya akan melibatkan melibatkan 11.693 personel dari tiga angkatan, TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

Untuk mendukung pelaksanaan latihan ini TNI, akan melibatkan unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) seperti kapal perang jenis perusak KRI Patimurra-371, KRI Teuku Umar-385, dan KRI Tjiptadi-381,KRI Silas Papare-386 dan KRI Wiratno -379. 

Dikatakannya, latgab 2012 itu dilaksanakan dalam dua bentuk yakni latihan posko dan latihan lapangan. 

Latihan posko digelar di Komando Latihan Armada Timur (Kolat Armatim) mulai 20 hingga 25 Oktober 2012 yang melibatkan 931 personel yang terdiri dari 240 personel sebagai penyelenggara dan 691 sebagai pelaku.

"Latihan Gabungan TNI Tahun 2012 dibuka Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Koarmatim Ujung Surabaya, Sabtu (20/10), dihadiri KSAD, KSAL, KSAU, dan Komandan Korps Marinir, bertujuan meningkatkan dan menguji kemampuan prajurit TNI," katanya.

"Terkait rencana latgab akhir November 2012 mendatang, kami terus melakukan koordinasi dengan Pemkab Kutai Timur dan masyarakat, agar nantinya berjalan sukses seperti latgab yang selama ini dilakukan di Kutai Timur," katanya. (ADI/A013)
© Antara
More about39 jenderal akan hadiri Latgab TNI di Kutai Timur

Anjing Pelacak

Posted by ReTRo on Sunday, October 21, 2012

http://img.beritasatu.com/images/medium/11052012132859.jpg
Tim SAR gabungan dari TNI, Polri dengan membawa anjing pelacak melanjutkan evakuasi menuju lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 untuk di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. FOTO: EPA/ADI WEDA

 Untuk Apa Impor Anjing Pelacak kalau Bisa Breeding Sendiri?

Seekor anjing jenis Root Weiler berumur tiga tahun mengendus setiap barang bawaan penumpang. Ketika mencium  salah satu kardus bawaan penumpang, Onil, panggilan anjing itu, curiga dan langsung mengacak-acak kardus  itu.

Petugas pun bergegas membongkar isi kardus dan menemukan satu paket ganja seberat satu kilogram. Melihat itu, pemilik barang berusaha kabur dan mendorong petugas.

Sontak, Onil dan tiga petugas yang diperlengkapi senjata langsung mengejar pemilik barang itu. Tak sampai 20 meter berlari, Onil menerjang dan membekuk  pengedar itu.

Tidak hanya Onil yang unjuk kebolehan, Raja, anjing jenis Root Wieler berumur lima tahun, juga melakukan sterillisasi. Mengelilingi mobil, membuka pintu depan dan setelah mengendus-endus, meminta pawangnya membuka pintu belakang. Ternyata, ditemukan bahan  peledak di kursi belakang mobil.

Komunitas Pitbull tak mau ketinggalan. Mereka melakukan berbagai atraksi bersama anjing kesayangannya. Ada yang meniru gerakan, mengikuti perintah, berjalan  bersama sambil hormat, mencari barang yang disembunyikan, dan melompat  sampai dua meter sambil bergelantungan mengandalkan kekuatan gigi serta  leher.

Kejadian di atas merupakan simulasi kemampuan seekor anjing pelacak milik Unit K-9 Sabhara Polda Metro Jaya dalam upaya mengungkap kasus narkoba yang digelar sebagai rangkaian HUT Bhayangkara ke-66 pada Juni lalu.

Onil, Raja, dan komunitas Pitbull adalah sahabat para satuan polisi, petugas keamanan, dan tentara nasional Indonesia (TNI) yang menggunakan anjing pelacak sebagai mitra mereka di lapangan.

 Ongkos mahal

Kebutuhan akan anjing pelacak yang semakin tinggi itu juga yang membuat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengajukan usulan pembelian 17 ekor anjing pelacak. Satu anjing berharga US$ 6.000.

Dalam rapat dengan Komisi I DPR, Jenderal Pramono mengatakan anjing-anjing pelacak itu nantinya akan membantu kerja Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Dengan kurs dolar saat ini, total anggaran yang diajukan berarti sekitar Rp 900 juta untuk 17 ekor anjing pelacak. Biaya sebesar itu pun baru untuk mendatangkan anjing saja, belum termasuk biaya perawatan dan pelatihan.

Komandan Jendral Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo mengatakan jenis anjing yang biasa digunakan oleh Kopassus adalah anjing Belgian Shepherd,  atau yang dikenal juga sebagai Belgian Malinois. Anjing jenis itu, katanya, biasanya diimpor tim Kopassus dari Afrika Selatan.

Agus menolak untuk menjawab alasan di balik tingginya anggaran pengadaan anjing pelacak. Namun, Ketua Klub Belgian Shepherd Indonesia (KBSI) Leowardi mengatakan harga US$ 6.000 untuk satu anjing Shepherd memang tergolong mahal.

Pasalnya, di Indonesia sendiri sudah ada yang mengembangkan ternak anjing Shepherd. "Di sini dijual sekitar Rp 8 juta hingga Rp 15 juta," kata Leowardi.

Perawatan untuk Shepherd juga tidak mudah dan tentunya perlu ongkos tambahan karena Shepherd asli yang di Eropa dipengaruhi empat musim, berbeda dengan di Indonesia yang hanya memiliki dua musim.

"Kalau di sini kemarau, mereka kepanasan dan gak doyan makan, jadinya tidak sekuat anjing impor," katanya. Sedangkan kalau musim hujan, bakteri dan kuman berkembang di tubuh mereka.

Solusinya, anjing-anjing impor itu harus dimasukkan di ruangan ber-AC. Tapi karena AC cenderung kering udaranya, kata Leowardi, perlu tambahan humidifier untuk menjaga kelembaban antara 60%-70%.

Menurut Leowardi, seharusnya pemerintah membeli anjing pelacak jenis Belgian Malinois dari Belanda karena di sana lah pertama dikembangkannya anjing polisi, walau asal anjing itu dari Belgia.

"Saya tidak tahu kenapa TNI memilih Afrika Selatan, tapi tapi  memang masing-masing negara punya ciri khas sendiri. Tergantung dari pelatihannya," katanya.

Selain harga anjing dan perawatannya, masih ada juga ongkos kirim. Leowardi mengatakan kalau beli dari Belanda, ongkos kirim dengan Lufthansa sekitar 800 euro, plus asuransi 80 euro. Kalau Pakai Qatar lebih murah sekitar 600 euro. "Tapi biasanya sudah jadi bangkai sampai sini karena kargonya kurang mendukung,"ujarnya.

"Saran saya, polisi sama militer itu harusnya breeding sendiri di sini. Kalau impor pastikan mereka tidak disteril sehingga bisa punya keturunan. Daripada impor terus mending breeding sendiri," pungkasnya.

 Anjing Pelacak, Prajurit Terlatih dalam Memerangi Narkoba

Anjing adalah salah satu alat terbaik dalam memerangi penyelundupan narkoba berkat insting dan nalurinya yang kuat dalam mengendus zat terlarang.

Sejak tahun 1981, anjing sudah digunakan untuk mendeteksi penyelundupan narkoba di bandara, pelabuhan, dan daerah perbatasan. Anjing-anjing ini ditangani oleh Departemen K-9 Direktorat Bea Cukai. Departemen ini memiliki 29 ekor anjing dan 30 pawang.

"Anjing adalah alat utama dan tidak dapat tergantikan dalam memerangi penyelundupan narkoba. Mereka bisa pergi ke tempat-tempat di mana kami tidak bisa membawa peralatan kami, misalnya di pelabuhan," ujar Ronny Rosfyandi, Deputi Direktur Sub Direktorat Narkotika di Bea Cukai, akhir pekan lalu.

Sementara itu salah satu instruktur anjing pelacak, Theo Dorus, mengatakan bahwa anjing sangat praktis karena bisa digunakan untuk melacak narkoba di bagian-bagian sempit dalam pesawat atau kendaraan.

"Mesin X-Ray dapat diakali tapi indera penciuman anjing bisa melacak narkotika," ujarnya.

Theo menambahkan  anjing pelacak juga memiliki kelemahan.

"Terkadang mereka sakit atau konsentrasi mereka terganggu karena ada kucing. Terkadang mereka juga merasa kepanasan atau kebosanan," ujar Theo.

Terlepas dari kelemahan-kelemahan ini, kemampuan anjing pelacak ini sangat mengesankan. Salah satu tangkapan terbesar anjing pelacak terjadi pada tahun 2007, ketika seekor anjing menemukan 336 kilogram ephedrine, bahan pembuat sabu-sabu, yang disembunyikan dalam 13 dari 400 paket makanan udang di sebuah kapal dari China di pelabuhan Tanjung Priok.

Daerah perbatasan Medan dan Bali merupakan daerah-daerah di mana tim anjing pelacak paling sering menemukan penyelundupan narkoba. Theo mengatakan para penyelundup menghindari daerah Jakarta tetapi tim anjing pelacak juga memperketat penjagaan di daerah-daaerah di luar Jakarta.

Theo mengatakan tantangan terbesar dalam pekerjaannya adalah menepis anggapan anjing adalah najis bagi umat muslimin dan orang-orang takut oleh gonggongan dan gigitannya.

"Orang Indonesia tidak familiar dengan anjing dan memiliki anjing sebagai binatang peliharaan bukanlah pemandangan umum," ujar Theo.

Dia menambahkan kesalahpahaman mengenai anjing juga adanya anggapan anjing pelacak akan menggigit orang seperti halnya anjing kepolisian.

"Anjing pelacak ini tidak galak. Ketika mereka mencium narkoba, mereka akan duduk, sedangkan yang lebih agresif akan menggaruk tas yang diduga menyimpan narkoba," ujar Theo.

http://img.beritasatu.com/images/medium/21102012162350.jpg
Prajurit TNI dan anjing pelacak sedang berjaga-jaga di Stasiun KA Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Jakarta Globe/Safir Makki)

 Petugas Anjing Pelacak Memiliki Hubungan Dekat Dengan Anjingnya

Kedekatan dengan pelatih dan pelatihan khusus dibutuhkan untuk menjaga kepekaan anjing pelacak terhadap zat narkotika.

Dalam memberantas kejahatan, ada satu unsur penting penegakan hukum yang perlu diberi apresiasi: para anjing pelacak. Tak hanya sebagai atribut pelengkap, para anjing pelacak punya andil besar dalam menggagalkan banyak operasi penyelundupan narkotika.

Meski terlihat jinak dan cerdas, butuh banyak pelatihan dan upaya agar mereka bisa bekerja baik. Tidak sembarang anjing bisa mendapat kesempatan bekerja dan dilatih sebagai anggota penegak hukum. Ada beberapa pertimbangan.

Theo Dorus, instruktur anjing pelacak di Departemen K-9 Direktorat Bea Cukai mengatakan, unit anjing pelacak pada umumnya terdiri dari jenis Labrador dan German Shepherds yang diimpor dari Australia.

Walau begitu, ras anjing bukan hal yang paling menentukan dalam melacak narkoba, melainkan temperamen si anjing tersebut.

“Mereka tidak boleh takut air, suara keras seperti bunyi tembakan, atau kegelapan. Mereka harus kuat dan mau dibawa ke mana-mana dengan kendaraan,” ujar Theo.

Theo menambahkan, unitnya mencari anjing yang lebih muda karena, seperti halnya manusia, semakin muda anjing tersebut maka dia akan lebih cepat belajar.

Para pawang anjing juga harus lolos sejumlah tes sebelum bisa masuk ke unit anjing pelacak. Mereka harus mampu bekerja dengan anjing serta lulus ujian fisik dan psikologis.

Theo mengatakan, butuh waktu satu bulan untuk menentukan apakah seekor anjing cocok dijadikan anjing pelacak. Setelah itu, anjing tersebut akan dilatih selama tiga bulan oleh pawangnya. Dalam periode ini, terciptalah hubungan yang erat antara anjing dengan pawangnya.

Salah satu agen unit anjing pelacak Bea Cukai, Ganda Purba mengatakan, dia memilih masuk ke unit anjing pelacak karena dia menyukai anjing sejak kecil.

“Saya menyukai anjing dan bisa berteman dengan mereka sejak saya masih anak-anak,” ujarnya.

Partner Ganda adalah seekor German Shepard bernama Shadow.

“Shadow sifatnya agresif dan pintar. Dia sangat teliti ketika melakukan pemeriksaan narkoba,” ujar Ganda.

Arnie Widodo, seorang agen unit anjing pelacak, mengatakan karena sering bekerja seharian dengan anjing dan tinggal bersama-sama, maka para agen menjadi sangat dekat dengan anjingnya.

“Kalau Shadow diajak jalan-jalan, dia pasti mencari Ganda,” ujarnya.

Para agen harus berkonsentrasi penuh ketika bekerja dengan anjing karena mereka harus mampu membaca reaksi anjing mereka dengan jelas. Karena itu, mereka tidak diperbolehkan membawa telepon seluler yang dapat mengganggu konsentrasi.

Theo mengatakan, obat-obatan yang paling sering diselundupkan di Indonesia adalah kokain, heroin, dan ganja. Ephedrine, bahan pembuat shabu, juga semakin sering diselundupkan.

Untuk melatih anjing-anjing ini, Theo memberikan sekantong zat sintetis non-adiktif yang memiliki bau sama dengan narkoba. Hal ini dilakukan supaya tidak merusak indera penciuman anjing karena hidung mereka sangat sensitif.

Cara melatih kepekaan anjing ini adalah melalui semacam permainan. Jika mereka mampu mengenali zat narkotika, maka anjing-anjing ini akan diperbolehkan bermain “tarik tambang” dengan instrukturnya. Pada akhirnya, mereka akan hapal dengan baunya dan akan langsung bermain “tarik tambang” dengan penyelundup ketika mencium zat narkotika.

“Kami mencuci otak mereka supaya mereka berpikir bahwa mereka sedang bermain,” tukas Theo.
© Berita Satu
More aboutAnjing Pelacak

Panglima TNI Buka Latgab di Surabaya

Posted by ReTRo on Saturday, October 20, 2012

latgab-subSurabaya – Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. secara resmi membuka Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2012, di Dermaga Koarmatim, Ujung Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (20/10/2012), bertindak selaku Komandan Upacara Panglima Divisi (Pangdif) 2  Kostrad Mayjen TNI Setyo Sularso, dan dihadiri oleh para Kepala Staf Angkatan, pejabat TNI dan Polri serta pejabat Sipil setempat.

Tujuan Latgab TNI adalah untuk meningkatkan dan menguji kemampuan prajurit dan satuan TNI dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengendalikan mekanisme Operasi Gabungan TNI secara tepat guna dan berhasil guna dalam rangka menghadapi kemungkinan kontinjensi yang diperkirakan akan terjadi.

Latihan Posko dilaksanakan di Komando Latihan Armada Timur (Kolat Armatim) mulai tanggal 20-25 Oktober 2012, dengan melibatkan 931 personel terdiri dari 240 personel sebagai penyelenggara dan 691 sebagai pelaku. Sedangkan Latihan Lapangan akan dilaksanakan mulai 26 Oktober sampai dengan 30 November 2012 di perairan laut Sulawesi dan pendaratan Amphibi di pantai Sangata Kalimantan Timur, melibatkan 11.693 personel terdiri dari 740 personel sebagai penyelenggara dan 10.953 sebagai pelaku.

Adapun peralatan yang dilibatkan adalah kendaraan tempur 

TNI AD : 
6 Tank Scorpion, 2 Stormer APC, 1 Stormer Commando, 2 Kendaraan Timhar, 1 RVC, 10 FRS, 9 Panser Anoa, 1 Radar Giraffe, 1 Ambulan dan 1 Kendaraan Recovery serta 44 Kendaraan Angkut Personel. 

TNI AL :
35 KRI, 1 Cassa, 2 Heli Bell, 34 Truk, 5 Tank, 5 BVP, 4 Kapa, 20 Ranfib, 3 Howitzer dan 2 RM-70 Grad.

TNI AU : 
4 Pesawat Tempur  SU-27/30,  6  Hawk SPO,  8  Pesawat  Angkut  C-130 HS/H/B, 1 Pesawat Angkut C-130 BT, 2 Pesawat Intai Udara B-737, 3 Pesawat Intai Udara C-212, 4 Heli Super Puma NAS-332/ SA-330, 5 Heli Colibri EC-120b, 1 Radar Smart Hunter, 1 Kendaraan Angkut Rudal dan 3 Container Rudal QW 3.

Panglima TNI dalam amanatnya mengatakan, sejarah yang menjadi dasar dalam merumuskan Doktrin Pertahanan Kepulauan, Doktrin TNI dan Strategi Militer Nasional. Penetapan Doktrin Pertahanan Kepulauan dan Doktrin Militer Nasional yang komprehensif, cepat dan tepat menjadi bagian terpenting dalam penetapan Strategi Militer Nasional dan Perumusan Pembangunan Kekuatan, demi tercapainya Postur TNI, serta memastikan tercapainya prioritas, kebutuhan keunggulan, spesifikasi, serta kebutuhan kemandirian.

Dalam konteks konsep Minimum Essential Forces (MEF), maka konsep gelar militer pertahanan kewilayahan dan penyiapan Komando Gabungan yang memiliki Inter-Operability tinggi, serta pemilihan Alutsista  yang tepat dan cepat, merupakan kata kunci keberhasilan tugas TNI dalam menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, pada konteks Doktrin Operasi Militer Modern,  terdapat unsur-unsur penting yang menjadi perhatian, antara lain : 

- Pertama, strategi militer atau doktrin pelaksanaan sebagai metode. ini adalah Doktrin Militer Nasional dengan  turunannya sebagai Field Manual untuk setiap unit TNI.

- Kedua, Markas Komando yang memberikan tujuan, pengawasan, evaluasi dan otorisasi aset kepada rantai komando, dimana tujuan harus terkait dengan doktrin dan strategi militer.

- Ketiga, Pusat Komando dan kendali sebagai pengelola aset dan penentu metode. Hal ini terkait erat dengan Doktrin Operasi Gabungan yang harus diintegrasikan dalam konsep K4IPPMP, yaitu Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, Pengamatan, Pengintaian dan Manajemen Pertempuran.

- Keempat, unit militer sebagai aset operasional dan aset tempur, baik tingkat Divisi, Brigade, Resimen, Batalyon, Detasemen, Kompi dan tingkat tim, sampai dengan tingkat perorangan yang melaksanakan operasi intelijen khusus, merupakan unsur kekuatan yang harus dikembangkan dan diintegrasikan secara bulat.


Pelaksanaan Latgab TNI tahun 2012 ini, memiliki dimensi Taktis dan Strategis, serta dimensi Politis dalam konteks pertahanan dan keamanan negara. Dalam dimensi Taktis dan Strategis, Latihan Gabungan ini  diarahkan guna meningkatkan kemampuan perorangan dan satuan, serta aplikasi doktrin dan protap operasi gabungan, sebagaimana perkembangan operasi militer modern. Sedangkan dimensi politis, latihan ini sebagai bentuk kontinuitas dan Deterrence Effect dalam penyelenggaraan keamanan negara di masa damai terhadap gangguan kedaulatan negara dan menjaga aset nasional dalam bentuk sumber daya alam dan sumber daya lainnya.

Dansatgaspen Latgab TNI 2012
Letkol Laut (KH) Drs. Edys Riyanto, M.Si
More aboutPanglima TNI Buka Latgab di Surabaya