Showing posts with label Korpaskhas. Show all posts
Showing posts with label Korpaskhas. Show all posts

Latgab 2012 libatkan pasukan elit TNI

Posted by ReTRo on Saturday, November 10, 2012

Tarakan – Persiapan latihan gabungan operasi khusus terus dimatangkan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kemarin (9/11) sekitar pukul 13.30 Wita, sebanyak 45 orang komando latihan tiba di Tarakan.

Kedatangan rombongan pertama tersebut bersama pesawat Hercules akan menyiapkan akomodasi, sasaran penerjunan, mengecek kondisi area, melakukan komunikasi dengan pihak terkait dan penilaian terhadap personel latihan gabungan, serta melakukan evaluasi.

“Nanti tidak hanya latihan saja, juga akan dilakukan penilaian dan evaluasi. Sebab dalam rombongan tersebut juga terdapat tiga panglima jenderal,” kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Tarakan, Letnan Kolonel Penerbang Bambang Juniar kepada Radar Tarakan, kemarin.

Ketiga perwira tinggi TNI dimaksud yang siang kemarin tiba di Tarakan adalah Brigadir Jenderal Hinza Siburian (Direktur Latihan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dirlat Kodiklat) TNI), Marsekal Pertama Anang Murdianto (Direktur Pendidikan Kodiklat TNI), dan Marsekal Pertama Mujahidin Harpin Ondeh (Danpuslat Kodiklat TNI).

Lebih lanjut Bambang menyampaikan, latihan gabungan (Latgab) yang dilaksanakan Selasa pagi (13/11) nanti mulai pukul 06.00 Wita di Lanud Tarakan dan kawasan Bandara Juwata Tarakan akan melibatkan pasukan elit TNI AD, Kopassus (Komando Pasukan Khusus), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) yang merupakan detasemen pasukan khusus TNI AL, dan Detasemen Bravo 90 dari TNI AU.

Selanjutnya jelas Bambang, untuk tim penerjun yang terdiri dari 10 orang dari Pasukan Khas (Paskhas TNI AU) akan mendarat pada pukul enam pagi dengan menggunakan empat pesawat Hercules. Lokasi pendaratan di Lanud Tarakan.

“Selain mendarat dan membebaskan Lanud dari musuh, juga akan dilakukan pembebasan Bandara Juawata,” terangnya.

Pasukan khusus masuk Tarakan sebanyak 60 orang, dan bersenjata lengkap 166 orang. “Selanjutnya, pada pukul delapan pagi akan dilaksanakan air landed rudal darat ke udara milik Paskhasau beserta mobil Radar Smart Hunter di Bandara Juwata Tarakan,” katanya.

Mengenai jumlah personel sebanyak 60 orang tersebut dari pasukan khusus dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Untuk personel 166 orang dari Paskhas akan melaksanakan operasi OP3U (Operasi Perebutan Pertahanan Pangkalan Udara).

Dipilihnya pembebasan bandara menurut Bambang, sebab merupakan objek vital keluar masuk pasukan, logistik dan medis. Namun, untuk latihan gabungan secara besar-besaran dipusatkan di Sangatta, Kutai Timur, terdapat marinir serta bom light dari pesawat dan KRI.(*/asm)


© Radar Tarakan
More about → Latgab 2012 libatkan pasukan elit TNI

Prajurit Korpaskhas Mampu Berperan Aktif

Posted by ReTRo on Monday, November 5, 2012

http://www.majalahpotretindonesia.com/images/-462.jpgSATUAN jajaran Korpaskhas mampu berperan aktif serta bersama segenap komponen bangsa lainnya, untuk turut dalam setiap upaya menanggulangi membantu penderitaan masyarakat dengan tetap berpijak kepada aturan dan kemaslahatan.

Hal tersebut disampaikan Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Amarullah, dalam sambutan tertulisnya pada pelaksanaan apel gabungan Korpaskhas, yang dilaksanakan di lapangan Merah Markas Komando Korpaskhas, Lanud Sulaiman, Bandung. Senin (05/11).

Tepatnya 17 Oktober 2012 lalu. Korpaskhas merayakan hari jadinya ke-65 Korpaskhas, kepada seluruh prajurit dimanapun berada dan bertugas, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi, disiplin, semangat dan motivasinya.   hal tersebut senantiasa tetap terpatri disanubari setiap prajurit sepanjang pengabdian menjadi prajurit Korpaskhas. Dankorpaskhas Meningatkan.

Usia ke-65, yang menurut ukuran umur manusia telah berada ditingkat kedewasaan cukup matang, secara jujur harus diakui bahwa selaku alat negara dibidang pertahanan, kita masih menghadapi berbagai kendala dalam  menempatkan Korpaskhas sebagai komponen utama yang dewasa dan matang. Tambahnya.

Dankorpaskhas menegaskan, prajurit Korpaskhas  tentunya harus ingat,  para pelopor, pejuang dan senior yang telah meletakkan dasar-dasar perjuangan. kita harus meyakini bahwa apa yang telah dilakukan para pejuang, pelopor dan senior adalah yang terbaik bagi Korpaskhas.

Menurut Dankorpaskhas, semangat militansi dan patriotisme yang telah ditunjukkan para pendahulu dimasa lalu, jangan sampai luntur bagi generasi muda Korpaskhas  dimasa kini dan akan datang. semangat militansi, patriotisme harus menyertai setiap langkah seluruh generasi penerus yang harus diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai bidang profesinya masing-masing.

Dankorpaskhas berharap setiap prajurit Korpaskhas  jangan terpancing isu-isu berkembang yang dapat menyesatkan, tetapi marilah kita dukung sepenuhnya kebijakan-kebijakan yang diambil  pemerintah, sisi lain kita optimalkan anggaran yang diberikan, agar pembinaan kekuatan dan kemampuan tetap terpelihara dan terjaga baik.

Berbagai keterbatasan, hendaknya disikapi secara positif tetap optimis dalam melaksanakan tugas. hanya melalui kerja keras, kebersamaanserta semangat pengabdian dapat mengatasi berbagai tantangan dan hambatan. program-program kerja harus cermat, teliti dan akurat disesuaikan dengan anggaran dan sumber daya yang dimiliki agar tepat sasaran dan tepat guna. Himbauan Dankorpaskhas.

Dankorpaskhas menigatkan, menyikapi situasi kondisi akan memasuknya musim penghujan  membawa dampak timbulnya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir, yang kemungkinan akan menelan korban jiwa dan harta masyarakat, para agar prajurit paskhas dapat menyiapkan diri untuk segera memberikan bantuan dan pertolongan kepada masyarakat.

Dakorpaskhas tekankan, agar satuan jajaran korpaskhas, dapat meningkatkan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi bangsa dan negara dilingkungan satuan kerja tugas, membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Sebagai prajurit baik dalam melaksanakan tugas dan sebagai anggota masyarakat, dituntut selalu  mengedepankan sikap disiplin,  profesionalisme serta berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI dan 12 Ciri-ciri Prajurit Komando. Tambanya.

Apel gabungan Korpaskhas diselenggarakan dalam setiap awal bulan ini dilaksanakan secara serentak diseluruh satuan jajaran Paskhas, Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Amarullah, sedang memberikan sambutan pada pelaksanaan apel gabungan Korpaskhas, yang dilaksanakan di lapangan Merah Markas Komando Korpaskhas, Lanud Sulaiman, Bandung.(red***)
© Majalah Potret Indonesia
More about → Prajurit Korpaskhas Mampu Berperan Aktif

Pengadaan Senjata PSU Kekuatan Korpaskhas

Posted by ReTRo on Thursday, October 18, 2012

Oerlikon Skyguard system
Soreang - Pengadaan Senjata Penangkis Serangan Udara (PSU) jenis yang dilengkapi radar dan rudal jarak pendek, akan menambah kemampuan dan kekuatan Korpaskhas. Secara bertahap kedatangannya mulai pada tahun 2013 – 2014 sehingga Korpaskhas akan mengirimkan perwakilan perwira, bintara dan tamtama untuk mendapatkan dan melaksanakan pelatihan teknik operasi senjata yang dilaksanakan di pabrik pembuat senjata PSU di negara Swiss.

"Dalam membangun kemampuan dan profesionalisme prajurit Paskhas, akan terwujud bila adanya konsistensi dan kesinambungan upaya pembinaan yang terus dilakukan secara terarah, terprogram dan berkelanjutan baik dari aspek moralitas yang tercermin dalam disiplin, jiwa korsa dan semangat juang yang tinggi maupun aspek olah keprajuritan yang dapat diandalkan," kata KASAU Marsekal TNI Imam Sufaat dalam rilis yang dikirimkan ke "PRLM", Kamis (18/10).

Keberhasilan prajurit Paskhas dalam mengemban berbagai penugasan baik di dalam negeri maupun luar negeri yang telah ditunjukkannya merupakan refleksi dari betapa pentingnya militansi dan profesionalisme bagi seorang prajurit. "Kita tidak boleh terlena dengan keberhasilan yang telah diperoleh, melainkan harus menjadi pemicu semangat untuk segera mewujudkan kesiapan dan kesiagaan dalam menyongsong tugas ke depan karena tantangan tugas yang dihadapi juga semakin tidak ringan," katanya.

Kasau mengharapkan, kedepan, militansi, semangat, motivasi, dedikasi, dan profesionalisme prajurit Paskhas tetap eksis sebagai salah satu Satuan Tempur Darat Angkatan Udara, sebagaimana eksisnya satuan tempur udara dalam mengawal, menegakkan serta mengamankan keutuhan wilayah NKRI di udara.

Sebagai kebulatan tekad untuk melakukan yang terbaik bagi negara dan bangsa, peringatan ulang tahun ke-65 Korpaskas yang jatuh pada Rabu kemarin (17/10) ini bertema ”Dengan Profesionalisme dan Dedikasi yang Tinggi, Korpaskhas Siap Menyongsong Modernisasi Alutsista dan Memberikan yang Terbaik untuk Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. "Tema tersebut harus menjadi acuan setiap prajurit Korpaskhas dalam melaksanakan tugasnya. Dua makna yang harus dipahami dari tema tersebut yaitu pembinaan kualitas diri dan aktualisasi pengabdian," katanya.(A-71/A-147)***

 TNI Pesan Meriam Penangkis Swiss

Triple Gun (googles)
Jakarta - Pasukan Khas TNI Angkatan Udara telah memesan meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) terbaru jenis Oerlikon Contraves 35 mm buatan Swiss. Alat ini untuk memaksimalkan pengamanan pangkalan udara.

"Senjata ini untuk menggantikan PSU Triple Gun buatan 1950 yang telah lama digunakan TNI Angkatan Udara dan sebagian sudah disisihkan secara bertahap sejak 1990," kata Komandan Korps Paskhas TNI AU Marsekal Pertama TNI Harry Budiono di Jakarta, Rabu (16/9).

Ia menambahkan, PSU Oerlikon Contraves 35 mm telah digunakan di 40 negara tersebar di Asia dan Eropa. "Jika Indonesia serius berniat membelinya dan telah tandatangan kontrak, maka mereka baru akan membuatnya. Jadi, nanti kita mendapat barang baru," ujar Harry.

Selain PSU dari Swiss, Paskhas TNI AU juga akan meneruskan pengadaan radar rudal antipesawat QW-3 buatan China. "Kontrak sudah ada di Departemen Pertahanan. Kita akan beli tiga unit dan akan ditempatkan di Madiun dan Jakarta," imbuhnya.

Harry mengatakan, pengadaan sejumlah peralatan itu merupakan bagian dari Program Pengembangan Kekuatan (Propangkuat) TNI AU 2005-2009 yang karena keterbatasan anggaran maka baru dilanjutkan prosesnya pada Probangkuat 2009-2014.

Untuk persenjataan personel dan kendaraan tempur lainnya, Paskhas TNI AU menggunakan standar yang digunakan TNI. "Seperti untuk persenjataan personel individu kita menggunakan senjata SS-1 V1 PT Pindad dan lainnya," tuturnya. [*/sss]
More about → Pengadaan Senjata PSU Kekuatan Korpaskhas

Panglima TNI Tutup Latihan Gultor

Posted by ReTRo on Wednesday, October 17, 2012


tni-subBanten – Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., secara resmi menutup latihan Penanggulangan Teror (Gultor) ke-7 tahun 2012 di Pulau Sangiang, Propinsi Banten, Rabu (17/10/2012).

Pelaksanaan latihan Gultor TNI telah dilaksanakan di tiga tempat berbeda, yaitu Gladi Posko di Cijantung, Latihan Pendahuluan di Pulau Dayung dan Penyergapan sasaran di Pulau Sangiang Banten serta kembali ke daerah penyelaman di Grup I Kopassus, Serang Banten.

Latihan Gultor TNI berlangsung dari tanggal 11 – 17 Oktober 2012, dengan melibatkan pelaku latihan sebanyak 131 personel TNI, terdiri dari Den Gultor Kopassus 61 orang, Den Jaka Marinir 35 orang, dan  Den Bravo Paskhas 35 orang serta para pendukung sebanyak 249 orang.

Panglima TNI dalam amanatnya menyampaikan bahwa, keberhasilan penyelenggaraan Latihan Satuan Gultor TNI, tidak terlepas dari keseriusan para parajurit, yang dilandasi oleh semangat, disiplin, kesungguhan dan motivasi berlatih untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, serta profesionalisme sesuai dengan tuntutan tugas.

Hal ini harus terus dipelihara bahkan ditingkatkan, mengingat aksi terorisme telah menjadi keprihatinan bagi masyarakat di Indonesia maupun masyarakat di dunia Internasional sehingga dikategorikan sebagai salah satu kejahatan terhadap kemanusiaan (crimes against humanity).

“Terorisme terus menjadi ancaman serius bukan hanya terhadap perdamaian dan keamanan Internasional, namun juga berdampak kepada perkembangan sosial dan ekonomi dalam negeri maupun negara lain di berbagai kawasan”, kata Panglima TNI.

Lebih lanjut dikatakan, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama Internasional dalam rangka pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme, baik dalam kerangka multilateral PBB maupun regional, serta bilateral, khususnya dalam bentuk peningkatan kapasitas, penegakan hukum, perbaikan legislasi ataupun kerangka hukum, pertukaran informasi dan berbagi pengalaman, pengiriman pakar, pemberian advis kepakaran, kerjasama teknis lainnya,  serta publikasi strategi Indonesia dalam penanggulangan terorisme di seluruh kawasan dunia.

Disamping itu, pemerintah juga melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme melalui pendekatan “soft power” dan upaya pembinaan deradikalisasi, termasuk melalui upaya kerjasama dalam mengatasi permasalahan mendasar terhadap penyebab terjadinya aksi terorisme (underlying causes of terrorisme).

Pada kesempatan tersebut Laksamana TNI Agus Suhartono juga memberikan penekanan sebagai berikut : Pertama, cermati perkembangan dan fenomena aksi terorisme dengan segala modus operandi yang digunakan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri serta kemungkinan keterkaitan diantaranya. Kedua, evaluasi segala hambatan dan kendala selama latihan, baik yang terkait dengan personel, alat-peralatan maupun piranti lunak yang ada. Adakan terobosan yang inovatif dan kreatif dalam pemenuhan kebutuhan operasional dihadapkan kepada keterbatasan anggaran.

Selanjutnya susun organisasi dan standardisasi alkapsus Satuan Gultor TNI guna optimalisasi dan efektivitas komunikasi, komando dan pengendalian. Ketiga, bulatkan misi dan samakan persepsi antar sesama Satgultor TNI dalam menghadapi aksi terorisme di darat, laut dan udara di wilayah yurisdiksi nasional. Bangun sinergirtas dan soliditas Trimatra terpadu yang lebih efektif dan efisien, pelihara komunikasi yang harmonis serta hindari ego sektoral yang dapat menghambat pelaksanaan tugas pokok.

Turut hadir dalam penutupan Gultor TNI tahun 2012, antara lain Kasal, Kasau, Pangkostrad, Koorsahli Panglima TNI, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI, Danjen Kopassus, Pangdam III/Slw serta sejumlah pejabat di lingkungan TNI.

Kadispenum Puspen TNI
Kolonel Cpl Ir. Minulyo Suprapto, M.Sc.,M.Si.,M.A.
More about → Panglima TNI Tutup Latihan Gultor

Latma Gultor Trimatra VII 2012 dibuka

Posted by ReTRo on Thursday, October 11, 2012

Kasum TNI, Dankormar, Dandenjaka Cek Material Latihan

Denjaka Korps Marinir TNI AL bersama Sat-81 Gultor Kopasus TNI AD dan Den Bravo Kopaskhas TNI AU melaksanakan Latihan Penanggulangan Teror dengan sandi “Latma Gultor Trimatra- VII tahun 2012”. Latihan bersama tersebut telah di buka oleh Kasum TNI Mayjen TNI Daryatmo di Markas Sat 81 Gultor Kopasus TNI AD tepatnya di lapangan Apel Ahmad Kirang Mako Kopasus TNI AD Cijantung ,Jakarta Timur (11/10/12).

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A Faridz Washington bersama dengan Danjen Kopasus, Komandan Kopaska serta Pejabat teras Mabes TNI dan pejabat teras ketiga Pasukan Khusus TNI hadir dalam acara pembukaan tersebut. Upacara ini dipimpin oleh Asops Danjen Kopasus Kolonel (Inf) Yusran Yusuf.


Dalam amanatnya , Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E yang dibacakan oleh oleh Kasum TNI mennyampaikan “ Latihan anti teror merupakan latihan untuk menghadapi kemungkinan gangguan anti teror di seluruh Tanah Air. Disamping itu juga guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bagi setiap satuan anti teror dilingkungan TNI.


Dengan tegas Panglima TNI mengatakan, “Kunci mencegah aksi terorisme adalah keterpaduan dan koordinasi antara matra dan intitusi terkait harus terjalin kuat,”


Sebagai pedoman dalam melaksankan latihan tersebut Panglima TNI memberikan beberapa penekanan.


Pertama : Laksanakan latihan ini sebaik-baiknya,guna menyempurnakan dokumentasi strategis yang bersifat operasional bagi TNI serta komunikasi saling mendukung diantara sesama satuan penenggulangan anti teror.


Kedua : Sebagai sarana untuk menguji prosedur dan mekanisme operasi terpadu, kembangkan TACTICAL FLOOR GAME (TFG),TABLE TO GAME DAN TACTICAL AIR MANOUVER GAME (TAGM).


Ketiga : Jadikan latihan ini sebagai aplikasi prosedur tetap dan tolak ukur terhadap kemampuan TNI dalam mengaplikasikan doktrin operasi penanggulangan teror.


Keempat : Jadikan media untuk menguji analisis data terkait kemungkinan variatifmodus aksi teror, serta menilai kemampuan teknis, taktis, respon dan naluri setiap personil.


Kelima : Jadikan latihan ini sebagai momentum semangat kebersamaan dan ketepaduan sesama satuan TNI dalam mendukung tercapainya tugas pokok TNI.

Latihan diawali dengan pelaksanaan gladi posko dan dilanjutkan dengan TACTICAL FLOOR GAME (TFG) di Maskas Sat- 81 Gultor Kopasus TNI AD. Latihan ini akan digelar hingga 17 Oktober 2012 dengan dengan menggunakan medan berpindah pindah sesuai dengan problem latihan darat, laut dan udara.
© Marinir
More about → Latma Gultor Trimatra VII 2012 dibuka

TNI Akan Gelar Latihan Anti Teror Trimatra Di Pulau Sangiang

Posted by ReTRo on Thursday, September 27, 2012

Latihan Tempur Pasukan Khusus (TNI AL)
Jakarta - Perwira Staf Intelijen (Pasintel) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten Mayor Marinir Amrul Adriansyah mendampingi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo pada peninjauan Pulau Sangiang, Banten, Rabu (26/9).

Pulau Sangiang yang berada di wilayah Kabupaten Serang Banten adalah pulau yang rencananya akan digunakan untuk Latihan Gabungan Penanggulangan Teror Trimatra pasukan khusus TNI Tahun 2012.

Latihan simulasi penanggulangan anti terror tersebut rencananya akan dilaksanakan selama 7 hari dari tanggal 10 sampai dengan 16 Oktober 2012 serta melibatkan Tiga Matra Pasukan Khusus TNI yaitu Denjaka (TNI AL), Detasemen 81’ Gultor Kopasus (TNI AD) dan Detasemen Bravo Paskhas (TNI AU).

Dalam sesi tanya jawab dan diskusi, Danyon Aksus (Aksi Khusus) Sat 81 Mayor Inf Yudha Erlangga menjelaskan, latihan Gultor Trimatra TNI tersebut tidak hanya menampilkan kemampuan serta kesiapan gelar operasi Pasukan Khusus semata, akan tetapi juga untuk menguji bagaimana antisipasi dan kesiapan serta tindakan awal yang dilakukan dalam menangani keadaan bahaya yang terjadi. Selain pelaksanaan paparan RGB dan diskusi juga dilaksanakan peninjauan medan latihan oleh semua unsur dan koordinator latihan untuk lebih memudahkan dan sekaligus untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan yang sebenarnya.
© Koarmarbar
More about → TNI Akan Gelar Latihan Anti Teror Trimatra Di Pulau Sangiang

Pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 Dukung Latihan Dallan

Posted by ReTRo on Wednesday, August 29, 2012

PESAWAT C- 130 Hercules A-1326 dari Skadron Udara 31 Wing 1 Lanud Halim Perdakusuma dengan Captain Pilot Mayor Pnb Beny A; memberikan dukungan latihan penerjunan Pasukan Pengendalian Pangkalan. Oleh satu peleton Pasukan gabungan Batalyon 461 Paskhas dan Yon 464 Paskhas Malang di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (29/8).

Menurut Lettu Psk Yoga Gautama selaku Komandan Tim Dalpur, latihan penerjunan ini bertujuan untuk pemantapan tiap-tiap satuan. Terjun statis dari ketinggian 1300 feet. Dropping zone nya di Lapangan Terbang Aeromodelling Club Dirgantara III, Lanud Halim Perdanakusumah.

Latihan dengan pesawat Herky ini, dikombinasikan dengan latihan Pengendalian Tempur Dalpur serta latihan untuk Jumping Master. Sehari bisa dua kali penerjunan. Setelah terjun untuk kali pertama, dilanjutkan dengan melipat payung, stand-by kemudian lanjut terjun lagi.

Tanpak dalam gambar satu Peleton Pasukan Dallan dari Batalyon 461 Paskhas saat menerima arahan dari seorang Jumping Master sebelum melakukan penerjunan. (Pentak Lanud Halim P)
More about → Pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 Dukung Latihan Dallan

Batalyon Paskhas 468 Akan Tambah 200-an Personil

Posted by ReTRo on Tuesday, August 28, 2012

BIAK - Prajurit Paskhas di Batalyon 468 Sarotama Biak jumlahnya masih sangat kurang. Sejak diresmikan oleh Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Iman Sufaat, S.IP sejak tahun 2010 lalu, jumlahnya terus ditambah. Hingga saat ini jumlah prajurit untuk pasukan khas TNI AU itu jumlahnya kurang lebih 400-an personil.

Jumlah prajurit sebanyak 400-an untuk level batalyon masih tergolong sangat kurang sehingga tahun 2013 rencanya masih akan ditambah. Sesuai dengan rencana pada tahun 2013 depan akan didatangkan sebanyak 200-an personil. Penambahan jumlah pasukan sebanyak itu setidaknya sudah lumayan jumlahnya meskipun dinilai masih kurang.

“Secara keseluruhan jumlah prajurit Paskas di Batalyob 468 Sarotama ada sebanyak 400 orang, jika melihat sebuah batalyon maka jumlah ini masih tergolong cukup sedikit sehingga penambahan rencananya akan dilakukan tahun depan,” kata Kamanda Batalyon Paskhas 468 Sarotama Biak Letkol. Psk I Made Pasek kepada Cenderawasih Posdi sela-sela peringatan hari bakti TNI AU ke-65 di Lapangan Putra Angksa, Minggu (29/7) kemarin.

Dikatakan, meskipun jumlah prajurit yang ada di batalyon yang dipimpinnya itu masih tergolong sedikit namun peran dan fungsi mereka tetap dioptimalkan. Demikian halnya dengan latihan-latihan rutin dan khusus dilakukan secara berkesinambungan sebagai salah satu kesiagaan prajuritnya dalam menyikapi setiap gangguan keamanan di wilayah tugasnya.

“Jumlah anggota saja memang masih terbatas, namun jumlah yang sedikit ini tetap tidak mengganggu tugas pokok dan fungsi kami. Kapanpun kami siap melaksanakan dan mempertahankan Negara ini sebagai bagian yang tak terpisahkan dari NKRI. Kami siap kapan saja mempertahankan Negara ini dari berbagai gangguan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri,” pungkasnya.(ito/nan)
(Cendrawasih Pos)
More about → Batalyon Paskhas 468 Akan Tambah 200-an Personil

Latancab 2012: Kelompok Depan Operasi Linud Melakukan Infiltrasi

Posted by ReTRo

Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) yang terdiri dari Tim Pengendali Pangkalan dari Batalyon 464 Paskhas dan Tim Keamanan dari Brigif 18 Kostrad melakukan penyusupan dengan cara infiltrasi ke daerah musuh melalui penerjunan malam hari agar tidak diketahui oleh pihak musuh di daerah Sidodadi, Baturaja pada pukul 21.00 (27/8).

Tugas KDOL melaksanakan penyiapan depan untuk penerjunan satuan Linud (Lintas Udara) sehingga saat penerjunan pasukan Linud dari Batalyon 501/18 Kostrad tidak menemukan hambatan.  Tugas lainnya melaporkan situasi cuaca, medan dan musuh serta mengendalikan pesawat yang akan menerjunkan satuan Linud ke titik berkumpul dan memandu dalam rangka pembentukan rencana taktis darat. Menurut rencana Batalyon 501 akan diterjunkan di daerah latihan untuk merebut sasaran.

KDOL menerjunkan 29 personel dari Batalyon 464 Paskhas yang dipimpin oleh Lettu PSK Ridwan dan Brigif 18 yan g dipimpin oleh Letda Inf Putra Wardani.

Demikian rangkaian kegiatan Latihan Antar Kecabangan tingkat Brigade TNI AD yang saat ini sedang dilaksanakan.  Latihan berlansung pada tanggal 26 Agustus sampai dengan 4 September 2012 di Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD Baturaja Sumatera Selatan. Latihan terbesar selama 20 tahun terakhir ini mengambil tema “Brigade Tim Pertempuran melaksanakan operasi Militer untuk perang dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI”. (Dispenad)
(TNI AD)
More about → Latancab 2012: Kelompok Depan Operasi Linud Melakukan Infiltrasi

Batalyon 461 Paskhas AU Latihan Bersama US Air Force

Posted by ReTRo on Thursday, June 28, 2012

Ilustrasi HAHO
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Batalyon 461 Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara terjun dari ketinggian 15.000 feet dalam latihan bersama antara TNI AU dan US Air Force dengan nama Cope West 2012.

Latihan digelar di lapangan terbang Jakarta Aeromodelling Club, Dirgantara III, Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (29/6/2012).

Latihan terjun dengan teknik HAHO (High Altitude High Opening) ini didukung oleh pesawat Hercules A-1317 dengan kapten pilot Eko Sudjatmiko yang juga menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 31 Wing I Lanud Halim Perdanakusuma.

Wakil Komandan Batalyon 461 Paskhas AU Mayor Kutoyo sebagai Koordinator Paskhas dalam latihan ini, mengatakan, teknik penerjunan dengan HAHO ini sangat jarang dilakukan kecuali dalam misi khusus seperti infiltrasi ke wilayah musuh.

"Terbang tinggi agar tidak mudah terdeteksi musuh. Teknisnya, pada saat loncat dari badan pesawat , langsung menarik tali parasut, dan pada saat mendarat segera berlari ke area yang aman dengan jarak dua puluh kilometer," kata Mayor Pasukan Kutoyo.

Lebih lanjut dikatakan, infiltrasi ini dilakukan dengan tujuan utama menyiapkan daerah dropping zone. Penerjunan ini dilakukan oleh tiga belas personel Paskhas dari Batalyon 461 yang berkedudukan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

Dari pihak USAF, Jump Master yang ikut menyiapkan pasukan adalah Master Sgt J. Gaona dan Master Sgt Sean Flynn.

Agenda kegiatan latihan hari ini salah satunya adalah terbang statik oleh pesawat Hercules dari USAF yang melaksanakan dropping personel di daerah Gorda Banten Serang.

Diakhiri dengan penerbangan USAF C-130s dengan misi CDS (Container Delivery System) Dropping.(Tribunnews)
More about → Batalyon 461 Paskhas AU Latihan Bersama US Air Force

☆ Sugondo, Prajurit Selamat Dalam Operasi Pembebasan Irian Barat

Posted by ReTRo on Saturday, June 16, 2012

 Laporan : Rahmawati Nasri

Pembebasan wilayah Irian Barat yang sekarang disebut Papua dan Papua Barat tampaknya menjadi momen paling menarik bagi  Kopral (purn) Sugondo. Dia rela mempertaruhkan jiwa raganya dalam operasi yang berlangsung pada 19 Desember 1961-15 Agustus 1962.

BANGGA: Sugondo,Prajurit Trikora memperlihatkan seragam dan nama foto monumen Trikora di Irian Barat.
 Bertempur Mati-matian, Sempat Ditawan Belanda

Sugondo (79) kini tinggal di rumah dinas (rumdin) Paspampres di kawasan Sukasari Kota Bogor. Di masa senjanya ini, dia aktif sebagai ketua rukun warga (RW) di tempat tinggalnya. Saat Radar Bogor menyambangi kediamannya kemarin, dia sibuk menyiapkan acara maulid di kompleksnya.

Namun Sugondo masih semangat menceritakan pengalamannya saat berjuang merebut kembali tanah Papua dari penjajah Belanda. Baginya, operasi itu merupakan dedikasi dan rasa cinta tanah air yang begitu besar.

Sugondo merupakan satu dari 81 anggota Pasukan Gerak Tjepat (PGT) Angkatan Udara (AU) yang diterjunkan dengan misi mengibarkan bendera merah putih di tanah Papua pada 21 Mei 1962.

Dia terbang dengan pesawat  C-130 Hercules pada 19 Mei 1962 di wilayah Teminanbuan di bawah pimpinan Letnan Muda Utama (LMU) I Suhadi.

Misi dibagi menjadi  tiga  peleton, yaitu Komandan Batalion (Dan Ton) I LMU I Suhadi merangkap Dan Tim, Dan Ton II Sersan Muda Utama (SMU) Ngarbingan dan Dan Ton III Sersan Utama (SU) I Mengko.

Sugondo menceritakan, tepat pukul 02:30 penerjunan dilaksa­nakan. Sebagian besar pasukan di antaranya Pasukan Utama (PU) I Lili Sumarli dan PU I Gunarso terkejut karena mendarat di atap seng yang ternyata asrama tentara Belanda. Kontak tembak terjadi, dan pasukan Belanda mengundurkan diri ke Kota Teminanbuan.

Kopral Utama (KU) II Alex Sangido dan KU II Wangko gugur serta KU II Liud tertangkap. Menjelang siang, pasukan bergeser ke hutan untuk bergabung dengan induk pasukan yang posisinya juga tercerai-berai.

“Siang harinya baru terkumpul dan dengan dipimpin Dan Ton SMU Ngarbingan. Sore hari pasukan yang terkumpul ada sekitar 30 orang, di antaranya PU I Gunarso, PU I Sunarto, PU I Misno, PU I Kosim dan beberapa pasukan dari peleton LMU I Suhadi,” tuturnya.

Pada 21 Mei 1962 pasukan PGT AU pimpinan LMU I Suhadi berjumlah sekitar 40 orang berkumpul di Kampung Wersar. Atas inisiatif SU I Mengko di tempat inilah bendera Merah Putih dikibarkan. Hal ini merupakan pengibaran bendera merah putih yang pertama kali di Bumi Irian Barat. Pukul 10:00, SU I Mengko dengan dibantu beberapa orang lainnya mengibarkan sang Merah Putih.

Pasukan kemudian meninggalkan tempat tersebut menuju ketinggian untuk menghindari serangan Belanda. Selang beberapa lama ternyata insting prajurit tersebut menjadi kenyataan, pesawat Neptune Belanda membombardir daerah tersebut. Namun berkat kesigapan anggota pasukan dapat menghindar sambil terus melakukan perlawanan.

“Serangan tersebut tidak menim­bulkan korban jiwa dan semua pasukan selamat, tidak ada yang cedera. Belanda terus melakukan serangan, baik dari udara dengan menggunakan pesawat Neptune dan pesawat Firefly maupun dengan menggunakan pasukan darat,” bebernya.

PGT AU melakukan perlawanan secara sengit, namun akhirnya pasukan terpecah menjadi beberapa kelompok kecil. Kelompok PU I Gunarso beserta empat orang yang lainnya terlibat baku tembak yang menyebabkan PU I Kardi terluka pada tangannya dan kemudian tertangkap. Dan pada akhirnya KU II Ngatijan, KU II Hadi Suprapto, KU II Radar dan KU II Basri tertawan Belanda sedangkan PU II Sugondo berhasil meloloskan diri.

Pada 24 Mei 1962, pasukan LMU I Suhadi yang sedang berusaha melakukan pengunduran pasukan meninggalkan pertempuran di Teminanbuan mendapat serangan dari Belanda. Pertempuran jarak dekat terjadi dan LMU I Suhadi gugur dengan luka tembak di kepala, termasuk SU I Sukardji. PU I Lili Sumarli. PU I Roedjito sempat menguburkan jenazah LMU I Suhadi.

Sebelum melanjutkan kembali bergerilya dan bertemu dengan kelompok KU I Samingan beserta dua anggotanya. Belanda terus melakukan pengejaran dan terjadi lagi kontak senjata dan akhirnya KU I Samingan dan dua orang anggota lainnya gugur. Sisa pasukan kembali melawan sambil terus berusaha untuk melakukan pengunduruan.

Kelompok SU I Mengko beserta anggotanya pada 26 Mei 1962 mengalami kontak senjata dengan pasukan Belanda dan mengakibatkan empat prajurit PGT AU gugur. Setelah mengembara beberapa hari, akhirnya kelompok SU I Mengko bertemu dengan sisa pasukan kelompok PU I Roedjito.

Pada 14 Juni 1962 pasukan tersebut mendapat serangan dari Belanda yang pada akhirnya SU I Mengko dan beberapa anggota tertawan oleh Belanda. Namun tiga orang yaitu PU I Roedjito, PU I Istat dan PU I Gunarso dapat meloloskan diri. Pada 22 Juni 1962 mereka mendapat serangan yang menyebabkan mereka tertawan dan dimasukkan ke kamp tahanan Belanda, termasuk Sugondo.

Sugondo akhirnya dibebaskan pada September 1962 melalui perjanjian Indonesia dengan Belanda. Dia mengaku bangga karena bisa mengibarkan bendera merah putih dengan susah payah dan pertaruhan nyawa. “Alhamdulillah saya bisa selamat dari pertempuran itu. Padahal senjata kami tidak seimbang. Kami dibombardir bazoka dari pihak musuh,” ujarnya.(*)(Radarbogor)
More about → ☆ Sugondo, Prajurit Selamat Dalam Operasi Pembebasan Irian Barat

☆ Robertus Sutarmono

Posted by ReTRo on Thursday, June 14, 2012

Tanggal 17 Mei 1962 satu flight terdiri pesawat Dakota T-480 dan T-440 take off meninggalkan landasan Pangkalan Angkatan Udara Pattimura, Ambon menuju daratan Irian Barat melakukan operasi lintas udara menerjunkan prajurit PGT ke Irian Barat

Pilot Dakota T-480 Kapten Udara Hamsana merangkap sebagai Flight leader, kopilotnya Letnan Udara Dua (LU 2) Alboin Hutabarat, Sedang Pilot Dakota T-440 adalah Kapten Udara Djalaluddin Tantu, Kopilotnya LU 2 Sukandar.
 
 ★ Diterjunkan di Teminabuan

Flight Dakota T-440 dan T-480 menerjunkan prajurit Pasukan Gerak Tjepat (PGT) di daerah Sorong, Teminabuan dan Fak-fak dipimpin Komandan kompi 3 PGT Letnan Udara Manuhua bermarkas di Pangkalan Angkatan Udara Margahayu. Letnan Udara Manuhua sendiri diterjunkan dengan Dakota T-440 di Teminabuan bersama anak buahnya antara lain Sersan Udara 1 (SU 1) Angkow, Kopral Udara 1 (KU 1) Muis, KU 1 Hamid Umar, KU 1 Kusairi, KU 1 Kusno, Prajurit Udara 1 (PU 1) Slamet H, PU 1 Supoyo, PU 1 Hidayat, PU 1 Robertus Sutarmono, dan seorang sukarelawan Silitubun.

Para prajurit PGT yang diterjunkan disaat alam masih gelap, jatuh berpencar di rawa, tersangkut di pohon dan terbentur di batu karang. Setelah mendarat masing-masing berupaya mencari kawan-kawanya untuk berjuang bersama. Setelah empat hari berada di hutan belantara Sutarmono menjumpai Letnan Manuhua, dan selama seminggu berkumpul teman-temannya berjumlah 15 orang. Prajurit Udara 1 (PU1) Slamet H dijumpai dalam keadaan diam tertindih kayu besar kering dalam kedaan patah pinggang. Selama beberapa hari PU1 Slamet digendong bergantian, tapi akhirnya meninggal di hutan.
 ★ Gugur dalam pertempuran

Pada suatu hari Letnan Manuhua membagi anggotanya dalam dua kelompok. Kelompok 1, ia pimpin sendiri bertugas mencari jalan dan melakukan sabotase, beranggotakan PU1 Sutarmono yang merangkap sebagai pengawalnya, SU1 Angkow, KU1 Muis, KU1 Hamid Umar, KU1 Kusairi, PU2 Sugiyanto dan sukarelawan Silitubun. Kelompok 2 bertugas stand by, menunggu instruksi lebih lanjut.

Beberapa hari kemudian, rombongan Letnan Manuhua tiba di tempat terbuka, ada lima rumah sederhana dan sebuah gereja, di kampung Klamono. Kedatangan mereka di terima penduduk setempat dengan ramah, dijamu minum dan sagu. Mereka beristirahat di satu gubug, dan senang dapat merebahkan tubuh, karena selama ini beberapa minggu berjalan terus, tidur di bawah pohon beratap ranting dan dedaunan dari pohon-pohon dalam hutan, yang kadang kala akan basah disiram air hujan.

Walaupun dapat beristirahat, Letnan Manuhua menekankan untuk tetap waspada. Sekitar jam 03.00 penduduk asli menyuruh rombongan Manuhua untuk pindah kelain tempat (rumah panggung) yang dikatakan lebih aman, sambil memberi sagu dan pisang.

Sekitar pukul 05.00 dari lubang dinding yang dibuat dari daun nipah, Manuhua melihat beberapa orang serdadu Belanda yang jaraknya tidak jauh. Belum sempat berbuat sesuatu, tiba-tiba terdengar suara tembakan gencar disertai peluru berdesing. Sugiyatno gugur seketika badanya ditembus peluru dan kaki kopral Muis tertembak. Kawan-kawan lainnya berupaya meninggalkan tempat secepat mungkin. Sutarmono bersama Letnan Manuhua dan Sersan Angkow sangat cepat meloncat keluar gubuk langsung menuju hutan.

Tiba di suatu tempat, Sutarmono melihat dua serdadu Belanda sedang menembaki kawan-kawannya sesama PGT dengan bren berlaras putih. Dengan senjata G-3, senjata organik PGT, Sutramono langsung menembak mati dua serdadu Belanda itu. Dengan cepat Robertus Sutarmono menyambar bren berlaras putih milik serdadu Belanda yang baru saja dirobohkannya dan menembakan kembali ke arah serdadu Belanda yang jaraknya hanya beberapa langkah dari Manuhua yang tangannya berdarah kena ditembak. Ditengah ajang pertempuran, Letnan Manuhua memerintahkan Sutarmono agar segera lari meninggalkan dirinya. Di tempat itulah akhirnya Letnan Manuhua jatuh berlumuran darah dan gugur dalam pertempuran.
 ★ Satu-satunya yang masih hidup

Prajurit TNI ditahan Belanda di Irian Barat
Sutarmono dengan cepat menghilang masuk kedalam hutan yang lebat. Lalu bertiarap di tanah dan menutupi seluruh tubuhnya dengan sampah dedaunan yang membusuk. Ia diam sambil berdoa Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Beberapa langkah dari tubuhnya ada beberapa serdadu Belanda dan orang-orang KNIL yang mengejar dirinya. Ia mendengar dengan jelas yang dibicarakan serdadu-serdadu Belanda. Serdadu-serdadu Belanda mengatakan semua pasukan Indonesia telah tewas, hanya seorang yang berhasil meloloskan diri yang sedang diburu mereka, yaitu Sutarmono. lama kelamaan suara serdadu Belanda itu tidak terdengar lagi. Setelah merasa keadaan sudah aman benar, ia merayap mundur dan beristirahat. tak terasa sangking capenya ia pun tertidur disitu tanpa tahu berapa lamanya.

Saat bangun ia melihat kakinya di kerubuti pacet. Dalam keadaan badan sakit, Sutarmono berjalan terus entah kemana dan berharap bertemu teman-teman sesama prajurit PGT yang lain.

Untuk bertahan hidup di hutan yang lebat, ia terpaksa memakan daun-daunan. Tiga hari kemudian ia dengan senangnya bertemu dengan Prajurit Padjam dan beberapa lainnya dari kelompok 2. kawan-kawannya dari kelompok 2 menyusul karena menunggu lama tanpa ada berita. mereka pun kaget mendengar komandannya gugur bersama kawan-kawannya, hanya tersisa Sutarmono dan masih hidup dari kelompok 1.

Di suatu kampung, Sutarmono dan kawan-kawannya melihat beberapa polisi setempat. Kedatangan Sutarmono dan kawan-kawannya diketahui oleh polisi tersebut, maka terjadilah kontak senjata. Kopral Kusairi dan seorang kawannya tertembak masuk ke sungai. Pihak Sutarmono akhirnya kehabisan peluru dan akhirnya ditangkap. Sutarmono berserta kelima kawannya ditahan oleh Belanda. Mula-mula di tahan di Sorong, lalu Biak terakhir penjara di Pulau Wundi dekat Pulau Biak.

DI penjara di Pulau Wundi, ia bertemu dengan Pilot berserta awak pesawat Dakota T-440 yang menerjunkannya. Semua awak pesawat Dakota T-440 setelah berhasil menerjunkan pasukan di Irian Barat, sekembalinya menuju Ambon, diperjalanan pesawatnya ditembak sampai tenggelam dengan pesawat pemburu Neptune Belanda. Robertus Sutarmono bebas dari penjara Pulau wundi berserta tahanan lainnya, setelah Belanda menandatangani penyerahan Irian Barat kepada Republik Indonesia.(mar)
(hasil wawancara penulis dengan almarhum Kapten Robertus Sutarmono di Biak tahun 1985)

Sumber :
◆ edisi koleksi Angkasa ◆
More about → ☆ Robertus Sutarmono

Dedikasi Batalyon 467 PASKHAS dalam pencarian dan evakuasi korban Sukhoi Superjet 100

Posted by ReTRo on Saturday, June 9, 2012

Tragedi Dirgantara menyentak dunia internasional pada bulan Mei 2012 abad ini, peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 mengalihkan perhatian dunia kepada Indonesia. Kecelakaan ini menyatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia dalam kesatuan gerakan kemanusiaan SAR (Search and Rescue) suatu usaha mencari dan menolong atau menyelamatkan manusia dan benda berharga yang hilang atau dikhawatirkan akan hilang dalam penerbangan. Dan setelah Operasi SAR digelar oleh Badan SAR Nasional dalam rangka pencarian, pertolongan, dan penyelamatan personel dan materil pesawat Sukhoi, turut pula dalam pencarian dan evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 adalah satuan tim SAR Tempur dari Batalyon 467 Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara yang saat ini dikomandoi oleh Letkol Pasukan R. Harys Soeryo M; lulusan SEPA PK tahun 1995 dan Seskoal Angkatan 47 tahun 2009. 

Batalyon 467 Paskhas 'Terdepan Dlm Pertempuran'
Seperti yang tertera didalam Buku Petunjuk Prosedur Tetap TNI AU tentang Mekanisme Kerja Satuan Paskhas dalam Operasi SAR Tempur tahun 2007. Keberhasilan kegiatan pencarian, pertolongan, dan penyelamatan sangat ditentukan oleh kemampuan personil dan sarana prasarana yang menunjangnya. Batalyon 467 Paskhas adalah satuan tempur yang berada dibawah kendali Operasi Wing I Pasukan Khas TNI Angkatan Udara sama seperti satuan TNI lainnya, selama ini terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan prajurit agar senantiasa siap melaksanakan tugas-tugas kemiliteran. Dan salah satu kemampuan prajurit Pasukan Khas (Paskhas) adalah Search And Rescue Combat atau SAR Tempur dalam kegiatan operasi mencari dan menolong Survivor.

Penyelenggaraan Operasi SAR Tempur oleh Flight SAR Tempur Paskhas dilaksanakan oleh Tim Penolong dan Tim Pengaman yang mempunyai syarat kemampuan dan organisasi tugas tertentu, walaupun tentu saja, keberhasilan penyelenggaraan SAR Tempur dipengaruhi pula oleh faktor cuaca, medan di mandala operasi. Seperti kemampuan meteorologi, komunikasi elektronika dan kerja sama pesawat terbang; kemampuan untuk melindungi, memberikan pengamanan unsur pesawat yang akan melakukan penjemputan Tim Penolong dalam evakuasi korban (Survivor) serta melaksanakan peran komunikasi elektronika dan KSPT.

Dalam hal ini diperlukan beberapa kemampuan lainnya yakni kemampuan taktik dan teknik menuju lokasi musibah, mengatasi ancaman dan melaksanakan pelolosan serta kemampuan melaksanakan pertolongan medis dan penyelamatan korban keluar dari lokasi kejadian untuk dibawa ke daerah yang lebih aman.

Batalyon 467 Paskhas dlm barisan
Berdasarkan Surat Telegram Asisten Operasi Kasau Nomor T/ 468/ 2012/ tanggal 9 Mei 2012 tentang pengerahan personil Paskhas untuk SAR hilangnya pesawat Rusia di Gunung Salak, maka pada Rabu (9/5) pukul sembilan malam, Tim SAR tempur Batalyon 467 Paskhas yang berjumlah sembilan puluh lima personil bergerak menuju ke Gunung Salak Bogor, dengan Team Leader Lettu Pasukan Mochamad Adi Firdaus Sabara, yang sehari-harinya menjabat Komandan Peleton Pan 1 Kipan 2 di Batalyon 467 Paskhas. Mulanya Tim SAR menuju ke Pangkalan TNI AU Atang Sendjaya Bogor; baru pada Pukul 10.00 melaksanakan briefing di Lanud ATS Bogor.

Dengan berbekal perlengkapan SCRU, Tali Karmantel 50m, GPS, Senter Lapangan, Panel, Bad Parking, Sarung Tangan, Pule Single,_ Protector_, Penggaris, Kompas, Wibing (ini untuk Jump Master). Dan ½ Body Harnest, Senter Besar, Teropong Siang (khusus untuk Full Body Harnest); pas tenga malam menuju ke desa Cidahu dimana adanya Posko I SAR. Dilanjutkan briefing jam 3 dini hari dengan Basarnas, bersama-sama Wanadri (Club Pecinta Alam). Kelompok inilah yang bahu-membahu berusaha menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Dari kesaksian Komandan Tim SAR Paskhas Lettu Pasukan Mochamad Adi Firdaus S diketahui, ada beberapa jalan menuju lokasi kecelakaan.

Dengan tekad dan niat tulus untuk menolong, Tim SAR Paskhas melangkah memulai pencarian dengan membuka jalan melalui jalan kiri Posko Cidahu, tindakan ini dilakukan walaupun hanya sedikit informasi yang diperoleh tentang kondisi dan situasi medan pencarian di Gunung Salak yang menjulang di tepian Kota Bogor. Ternyata medan terlalu curam dengan tingkat kemiringan hingga sembilan puluh derajat. Punggungan Gunung Salak ternyata tidak mendaki lurus dari dasar hingga puncak. Punggungan-punggungan itu banyak diapit oleh lereng curam belasan, puluhan, bahkan ratusan meter. Sehingga diputuskan untuk mengambil rute lain yakni melalui daerah Cimelati. Kondisi medan ternyata sama persis seperti dengan yang dilalui dari Posko Cidahu, tebing-tebing gunung yang curam sehingga sungguh tidaklah mungkin untuk bertindak sendirian tetapi haruslah dibantu oleh Tim SAR lainnya, dengan melakukan turun tebing. Untuk pindah punggungan, harus lebih dulu menuruni lereng yang teramat curam yang kedalamannya sering tak dapat diprediksikan.

Bersama Wanadri daki Gn.SalakHari berikutnya, Kamis pagi (10/5) diawali dengan briefing, Komandan Tim memimpin rapat, bersama-sama membuat rencana gerak untuk melakukan evakuasi nantinya, merencanakan taktis pertolongan di darat, serta rencana penetrasi udara. Pada saat ini, Komandan Tim Lettu Pasukan Mochamad Adi Firdaus S mengecek kelengkapan personel dan materiil lain yang akan digunakan dalam operasi SAR serta mengadakan koordinasi dengan satuan/ unsur SAR lain yang terkait. Setelah semuanya ini dilakukan, tim menuju lokasi pencarian korban, selang tidak beberapa lama, pada Pukul 10.00, terdengar kabar Tim SAR Udara telah menemukan serpihan-serpihan jatuhnya pesawat. Dengan bantuan penelusuran dari unsur SAR Udara yakni dengan adanya foto udara (baca Berita Pers: Komandan Lanud Halim: pimpin langsung pengambilan gambar tempat jatuh pesawat Sukhoi dari udara (10/5) merupakan alasan kuat mengapa Tim SAR Tempur Batalyon 467/ Korpaskhas merupakan tim yang pertamakali mampu meluncur ke lokasi kejadian kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100.

Hal ini terbukti dengan pemberitaan Kompas, Sabtu (12/5) halaman 15 kolom 3. (foto tebing dari udara). Langsung juga pada saat itu, Pukul 14.00 tim kembali ke Posko Cidahu untuk mengikuti informasi terakhir. Sehingga pada pukul 16.00 seluruh personil SAR bergerak menuju posko induk yang baru dibentuk di desa Cipelang. Hari itu diakhiri dengan rapat untuk menyusun kekuatan, serta merencanakan kegiatan untuk esok harinya.

Sukhoi Crash - Breakfast First
Dengan adanya foto udara, telah diketahui secara pasti titik koordinat jatuhnya pesawat Sukhoi, Tim SAR ini diikuti oleh Wanadri, turut pula dalam rombongan, _crew_TV Trans7 dan wartawan Radio, mulai bergerak pada Jumat pagi (11/5) pukul lima pagi hari, menuju lokasi kecelakaan melalui desa Cijeruk dengan menggunakan GPS berpatokan pada peta menuju sasaran, saat itu pula tim aju Batalyon 467 Paskhas sudah masuk kedudukan.Hingga Jumat pagi, helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaya batal menurunkan satu regu Paskhas. Pukul 10.35, tim SAR Paskhas yang terdepan melaporkan telah berada di tubir jurang sejarak 150 meter dari lokasi puing.

Walaupun, kenyataannya kendala dilapangan sangat ekstrim, tertutup dengan cuaca yang selalu berubah-ubah. Sayang, mereka terhalang kabut tebal. Hal ini menyulitkan tim SAR untuk jarak pandangnya.

Ketika kabut tersingkap, setapak demi setapak Tim SAR mendekati lokasi jatuhnya pesawat. Sehingga cara satu-satunya yang ditempuh adalah dengan memaksimalkan fasilitas yang ada dengan senantiasa berkoordinasi dengan satuan atas. Selalu berkoordinasi dengan posko tentang keadaan medan dan cuaca serta berupaya untuk membuka jalan baru demi memudahkan evakuasi dari lokasi kecelakaan.

Evakuasi Korban Sukhoi SJ100 - Istirahat Sejenak
Tim yang telah diperlengkapi dengan berbagai kemampuan ini salah satunya kemampuan melakukan penetrasi untuk mengatasi berbagai rintangan medan; kemampuan memberikan pertolongan medis terhadap korban pada kecelakaan, juga kemampuan melakukan “SERE” (Survival, Evasion, Resistance, Escape) serta kemampuan menentukan titik pendaratan pesawat terbang di daerah pelolosan untuk melaksanakan evakuasi korban.

Telah berhasil merangsek maju membuka jalur yang belum pernah dilalui oleh pendaki gunung sekalipun. Saat pendakian dilakukan, pada saat itu pula Tim SAR Batalyon 467 telah membawa alat pemotong kayu seperti chainsaw metal untuk membuka jalan dengan memotong ranting-ranting kayu pohon. Sehingga tim inilah yang lebih dahulu menemukan mayat-mayat bergelimpangan dengan reruntuhan badan pesawat yang berserakan. Kerja keras dan upaya yang dikerahkan berbuahkan hasil dengan ditemukannya sepuluh mayat di lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Jet 100. Dan pada pukul tiga sore harinya, tim mencapai salah satu puncak Gunung Salak. Berita ditemukannya tempat kecelakaan merupakan berita yang paling dinanti-nantikan oleh seluruh rakyat Indonesia, yang sejak awal mengikuti perkembangan kejadian tragedi ini.

Sebenarnya, menurut Komandan Tim Lettu Pasukan Mochamad Adi Firdaus S, ada beberapa alternatif jalur pencarian, yang dimulai dari tiga tempat sebagai tempat start yaitu pertama, bertitik-tolak dari desa Cidahu. Didesa ini sudah ada jalur pendakian. Hal ini tidaklah mengherankan sebab kawasan ini menjadi bagian dari rimba perawan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan banyak para pendaki ataupun pencinta alam menapaki jalur ini. Jalur kedua, melalui desa Cimelati, jalannya masih sangat alamiah, sehingga harus dibuatkan jalur yang baru. Dan yang ketiga, start dari Cipelang yang dapat dilalui walaupun dengan tingkat kesulitan tersendiri.

Buka Peta tentukan rute
Serpihan-serpihan badan pesawat bercampur-baur dengan bagian-bagian tubuh korban yang tidak berbentuk jasad lagi berserakan, aroma pembusukan menyengat hidung menyambut kedatangan Tim SAR Paskhas dan Wanadri serta media pers.

Potongan-potongan jasad dikumpulkan dalam kantong dengan menggunakan sarung tangan. Dan semua barang-barang yang dapat dijadikan identifikasi jasad dikumpulkan dan langsung diserahkan kepada Penanggungjawab (personil yang paling tertua) di Posko. Selanjutnya, pihak rekan-rekan yang di Posko-lah yang akan memilah-milah antara badan-badan penumpang yang sulit dikenali dengan barang-barang penumpang berupa kartu identitas ataupun kartu yang lainnya.

Sementara itu, pesawat helikopter SAR dari Skadron Udara 8 Pangkalan TNI AU Atang Sendjaya telah berupaya untuk mendekati lokasi kecelakaan, penetrasi melalui udara dilakukan dalam rangka mendapatkan ruang gerak yang leluasa bagi Tim Penolong untuk persiapan pelaksanaan evakuasi.

Sukhoi Crash - Rescue team carries
Namun cuaca yang berubah-ubah dan tidak dapat diprediksikan, saat pagi hari, kabut naik dari bawah, naik dan selalu menutupi puncak Gunung Salak. Gunung ini mirip tumpeng dengan mahkota berpucuk tiga. Pucuk itu adalah Puncak Salak I, Puncak Salak II yang terletak diutaranya (2.180mdpl), dan Sumbul (1.926 mdpl) yang bercokol diantara keduanya. Cuaca saat itu sangat tidak mendukung untuk dapat dilakukan pendaratan, maka dilakukan penerjunan dengan cara HAHO/ HALO, dengan ketentuan ketinggian pesawat 8000 feet AGL ataupun peluncuran menggunakan tali (rapelling dan fast rope) ataupun alternatif lainnya yaitu dengan penggunaan hoist. Ataupun alternatif lain yang sama berbahayanya adalah melakukan penetrasi dengan_ Air Landed_. Penetrasi dengan Air Landed dilakukan untuk mendaratkan pasukan pada dasar/ daratan yang dapat didarati pesawat helikopter. Tim evakuasi atau SAR Udara sangat menolong pekerjaan evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR darat, apalagi dengan bantuan hoist. Cara ini digunakan untuk menjangkau tim SAR darat yang berada di lereng gunung yang curam, terutama menyuplai dukungan logistik demi memelihara dan menjaga moril seluruh personil yang telah berada di tebing gunung.

Sabtu (12/5) dimulai pagi hari pukul 05.00, lima personil dari masing-masing satuan melaksanakan pencarian, dibantu sepuluh personil yang melakukan evakuasi. Hal ini sangat menguras tenaga sebab kondisi korban yang sudah berhari-hari tergeletak didasar jurang dan membengkak. Berat mayat menambah tingkat kesulitan tim dalam melakukan evakuasi, apalagi diambil dari dasar jurang. Menilik dan mempelajari kondisi dan situasi yang terjadi, maka diputuskan untuk membuat area pendaratan pesawat Helikopter. Keputusan ini tepat sekali sebab menolong meringankan pekerjaan evakuasi, dibandingkan dengan mengangkut jasad melalui rute darat dengan medan yang menyangsikan.

Sukhoi Crash - Rescue Team
Kesibukan pembuatan Helicopter pad inilah yang paling mencolok, setelah penemuan lokasi kecelakaan. Komandan Tim memikirkan bagaimana caranya mencari tempat pendaratan yang aman bagi pesawat heli untuk memudahkan tim SAR udara mengevakuasi. Pembuatan Heli pad ini sangat membutuhkan kejelian mata oleh tim didalam memilih lokasi pendaratan, sebab sebagian besar area berada dalam keadaan yang terjal dan curam.

Sekaligus berupaya sekuat tenaga menyiapkan landasan pesawat dengan menebang pohon-pohon ditempat yang datar bagi evakuasi melalui jalur udara. Tenaga prima juga dibutuhkan dan dengan bantuan Tim SAR lainnya, dimulailah kegiatan pembukaan hutan dengan memotong pohon-pohon untuk keamanan pendaratan Helikopter dari Skadron Udara 8 Pangkalan TNI AU Atang Sandjaya Bogor. Heli pad haruslah pada lokasi pendaratan yang aman dan dapat didarati oleh alat utama sistem persenjataan ini. Lokasi pendaratan haruslah dekat dengan lokasi terjadinya kecelakaan.

Sukhoi Crash - Ground Guide
Kelebihan lainnya dari Tim SAR Batalyon 467 Paskhas ini adalah dilengkapinya tim dengan keahlian khusus seperti Parking Master. Para Penerbang pesawat Helikopter sangat bergantung kepada kehandalan tim ini didalam memandu maupun menuntun mereka menempatkan badan pesawatnya tepat di garis Heli pad. Sebagai ketua tim aju, Lettu Pasukan Mochamad Adi Firdaus S telah membagi tugas setiap anggota tim SAR Paskhas. Setiap harinya ada Parking Master yang dengan jeli memberi kode pendaratan ataupun untuk rafling bagi pasukan yang lainnya. Sebagai ground-crew, tugas ini sangatlah penting bagi keselamatan semua anggota SAR di udara maupun yang berada di darat. Dukungan peralatan dari Lanud Atang Sendjaya seperti tambahan alat pemotong kayu/ chain saw, tool-kid lainnya, sangatlah membantu membangun Heli pad di puncak Gunung Salak 1 yang tingginya 2.211 meter di atas permukaan laut (mdpl). Apalagi dukungan logistik bagi personil di gunung, sangatlah menentukan keberhasilan evakuasi. Seandainya pesawat heli tidak dilibatkan, maka mungkin saja personil akan terpaksa puasa dua hari. Padahal dinginnya iklim di ketinggian Gunung Salak merupakan satu tantangan yang sangat menguji keteguhan hati para Tim SAR darat yang berusaha menaklukkan puncak Gunung Salak.

Sukhoi Crash - Remains Airlifted“Sebenarnya ada sumber mata air di Pos tiga desa Cimelati, namun jarak tempuh dan medannya terlalu beresiko bagi personil untuk kembali ke desa dan mengambil logistik”, kata Lettu Pasukan Adi Firdaus Sabhara menjelaskan.

Kemudian, setiap harinya ada lima orang pertama yang berangkat sejak jam enam pagi sebagai tim pencari korban. Ini dilakukan sampai dengan sore harinya. Kemudian kembali diluncurkan sepuluh personil pada pukul tujuh sampai dengan dua belas tengah hari sebagai tim evakuasi. Bergantian dengan tim selanjutnya yang meneruskan tugas evakuasi dari jam 12 sampai dengan 16 setiap harinya. Hal ini patut dilakukan sebab mengingat beratnya medan serta beratnya korban yang telah berhari-hari terabaikan. Belum lagi mengingat bau tajam yang menusuk hidung. Dibutuhkan mental dan jiwa besar didalam melakukan kerja kemanusiaan ini. Sehingga pada Minggu (13/5) tim melakukan pergantian tenaga evakuasi dengan personil yang baru di lokasi kecelakaan, dan kemudian hari itu ditutup dengan evaluasi oleh pemimpin tim. Demikian selanjutnya, sampai dengan selesainya kegiatan evakuasi.

Dengan tidak mengingat diri sendiri, seluruh tim mengumpulkan satu persatu serpihan serpihan pesawat dan anggota-anggota badan korban. Cuaca yang dingin, medan yang terjal, bau yang menyengat menuntut kesigapan yang tinggi dari personil TNI.

Sukhoi Crash - Remains Airlifted
Untung saja, hal ini didukung dengan adanya suply logistic melalui udara. Melalui darat tidak dapat diharapkan sebab jalur yang sangat curam. Jika tim SAR lainnya dibagi dalam dua kelompok yang secara bergantian naik-turun ke puncak Gunung Salak, namun Tim SAR Paskhas tetap stand-by di puncak gunung sebab adanya Parking Master yang mampu menuntun Tim SAR Udara didalam menyuplai makanan serta dalam melaksanakan evakuasi melalui udara.

Menurut Lettu Pasukan Mochamad Adi Firdaus S, pengalaman SAR ini tidak akan dilupakannya, saat ketika menemukan korban pertama dengan semampunya berbuat maksimal walau hanya dengan perlengkapan seadanya. Uniknya lagi, jasad korban atas nama Pamela Rompas ditemukan pas bertepatan dengan hari ulang tahunnya 16 Mei. Hal ini tertera pada kartu identitasnya yang ditemukan tidak jauh dari jasadnya. Tim SAR telah berhari-hari merangsek naik kearah puncak Gunung Salak I mulai dari tanggal 9 Mei sampai dengan tanggal 16 Mei. Dan pada tanggal inilah korban ditemukan disaat seharusnya ia merayakan HUT-nya. Pengalaman yang paling berkesan lainnya ketika terpaksa bermalam dengan posisi tidur seadanya dan berdampingan dengan kantong-kantong mayat di puncak gunung sebab cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi oleh Tim SAR Udara, pada sore harinya. Sebab kabut telah perlahan naik dan menutupi puncak gunung sehingga harus menunggu sampai keesokan harinya. “Kedengarannya janggal malam itu tidur bersama mayat korban, tetapi ini benar-benar terjadi, namun kami tidak lagi memikirkan yang lainnya, sebab badan semuanya penat tak terhingga”, ungkap perwira kelahiran Malang tahun 1986 yang lalu.

Sukhoi Crash - Crash Site“Kami selesaikan tugas sampai tuntas dengan stand-by senantiasa di Posko Cipelang. Total keseluruhan tim SAR berjumlah sembilan puluh lima personil yang merupakan gabungan SAR Udara maupun SAR Darat”, ujar Perwira yang masih lajang ini.

“Halangan yang paling berat adalah cuaca yang berubah-ubah dengan suhu kelembaban yang tinggi, disertai hujan berkepanjangan. Ini merupakan tantangan berat yang harus mampu dihadapi oleh anggota tim SAR, selain tentunya medan yang sangat asli dan alamiah, pepohonan yang rapat menjulang yang tingginya mencapai 45 meter, sehingga tak ada peluang sedikitpun untuk melihat lokasi kecelakaan dari kejauhan. Kabut yang selalu mengikuti dan menutupi wilayah pencarian di Gunung Salak menjadikan pengalaman ini sangat berharga. Bahwa kita harusnya menghargai hidup yang telah dianugerahkan Tuhan bagi kita” , kata Adi dengan berfilsafat.

Dengan adanya pengalaman dalam Save and Rescue korban pesawat Sukhoi Superjet100 ini menjadi wacana pemikiran selanjutnya agar dapat menyiapkan Heli-Pad sebagai salah satu alternatif mengantisipasi kemungkinan terjadinya keadaan luar-biasa di wilayah Gunung Salak tepian kota Bogor yang terkenal dengan lereng-lerengnya yang terjal dan curam. Serta menyilaukan. Berwarna perak, salaka dalam bahasa Sanskerta. Si Perak ini, sebenarnya dapat dilihat utuh dari berbagai sudut pandang, mulai dari ujung kaki hingga puncak gunung, jika langit cerah, bahkan dapat dipandang utuh dari Jakarta. Kawasan Gunung Salak luasnya 6,5 kali Jakarta Pusat dan 2,5 kali Kota Bogor.

Dedikasi dan kerja keras Tim SAR Batalyon 467 Paskhas bersama tim SAR lainnya menuai pujian dan empati dari rakyat dan pemerintah Indonesia. Dalam hal ini Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat HR Agung Laksono dan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Daryatmo memberikan sebentuk penghargaan kepada tim SAR Batalyon 467 Paskhas pada saat upacara penyerahan jenasah dari Menteri Perhubungan kepada keluarga korban di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sukhoi Crash - Rescue Team Sukhoi Crash - Rescue team carries
Sukhoi Crash - Evacuating Remains Sukhoi Crash - Evacuating Remains

Atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan dalam pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban-korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 9 Mei 2012.

Sukhoi Crash - Offloading of remains Sukhoi Crash - Offloading of remains
Sukhoi Crash - Offloading of remains Sukhoi Crash - Offloading of remains

Lettu Pasukan Mochamad Adi Firdaus S, Komandan Tim SAR, mengatakan (Dikutip dari pemberitaan Kompas, Sabtu (12/5) halaman 15 kolom 4): “Bagi TNI dalam operasi SAR tidak ada kata kembali. Sekali berangkat, tim harus menemukan lokasi biarpun bermalam di hutan dengan logistik dan air yang mungkin minim. Namun untuk kondisi itulah mereka telah dilatih”. Bravo Batalyon 467 Paskhas, Jinggamu perisai Dirgantara. (Penulis: Kapten Sus Michiko Moningkey; Kaur Pen Pasum Lanud Halim P). ***

Mars Batalyon 467 Paskhas
Wahai prajurit Hardha Dedali
Patriot Pembela Pancasila
Tetap pandang ke depan menuju kejayaan
Meraih cita-cita Nan mulia

Wahai prajurit Hardha Dedali
Kreatif Inovatif dan Terlatih
Prajurit Korpaskhas yang tak kenal lelah
Berjuang bergerak dan bertempur

Dimedan laga kau tetap terdepan
Berjuang merebut dan kau menang
Pantang menyerah dan tak putus asa
Berjiwa satria andalan Baret Jingga
Rela berkorban demi Indonesia
Jinggamu perisai Dirgantara.+

More about → Dedikasi Batalyon 467 PASKHAS dalam pencarian dan evakuasi korban Sukhoi Superjet 100