Showing posts with label Kopassus. Show all posts
Showing posts with label Kopassus. Show all posts

Latgab 2012 libatkan pasukan elit TNI

Posted by ReTRo on Saturday, November 10, 2012

Tarakan – Persiapan latihan gabungan operasi khusus terus dimatangkan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kemarin (9/11) sekitar pukul 13.30 Wita, sebanyak 45 orang komando latihan tiba di Tarakan.

Kedatangan rombongan pertama tersebut bersama pesawat Hercules akan menyiapkan akomodasi, sasaran penerjunan, mengecek kondisi area, melakukan komunikasi dengan pihak terkait dan penilaian terhadap personel latihan gabungan, serta melakukan evaluasi.

“Nanti tidak hanya latihan saja, juga akan dilakukan penilaian dan evaluasi. Sebab dalam rombongan tersebut juga terdapat tiga panglima jenderal,” kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Tarakan, Letnan Kolonel Penerbang Bambang Juniar kepada Radar Tarakan, kemarin.

Ketiga perwira tinggi TNI dimaksud yang siang kemarin tiba di Tarakan adalah Brigadir Jenderal Hinza Siburian (Direktur Latihan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dirlat Kodiklat) TNI), Marsekal Pertama Anang Murdianto (Direktur Pendidikan Kodiklat TNI), dan Marsekal Pertama Mujahidin Harpin Ondeh (Danpuslat Kodiklat TNI).

Lebih lanjut Bambang menyampaikan, latihan gabungan (Latgab) yang dilaksanakan Selasa pagi (13/11) nanti mulai pukul 06.00 Wita di Lanud Tarakan dan kawasan Bandara Juwata Tarakan akan melibatkan pasukan elit TNI AD, Kopassus (Komando Pasukan Khusus), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) yang merupakan detasemen pasukan khusus TNI AL, dan Detasemen Bravo 90 dari TNI AU.

Selanjutnya jelas Bambang, untuk tim penerjun yang terdiri dari 10 orang dari Pasukan Khas (Paskhas TNI AU) akan mendarat pada pukul enam pagi dengan menggunakan empat pesawat Hercules. Lokasi pendaratan di Lanud Tarakan.

“Selain mendarat dan membebaskan Lanud dari musuh, juga akan dilakukan pembebasan Bandara Juawata,” terangnya.

Pasukan khusus masuk Tarakan sebanyak 60 orang, dan bersenjata lengkap 166 orang. “Selanjutnya, pada pukul delapan pagi akan dilaksanakan air landed rudal darat ke udara milik Paskhasau beserta mobil Radar Smart Hunter di Bandara Juwata Tarakan,” katanya.

Mengenai jumlah personel sebanyak 60 orang tersebut dari pasukan khusus dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Untuk personel 166 orang dari Paskhas akan melaksanakan operasi OP3U (Operasi Perebutan Pertahanan Pangkalan Udara).

Dipilihnya pembebasan bandara menurut Bambang, sebab merupakan objek vital keluar masuk pasukan, logistik dan medis. Namun, untuk latihan gabungan secara besar-besaran dipusatkan di Sangatta, Kutai Timur, terdapat marinir serta bom light dari pesawat dan KRI.(*/asm)


© Radar Tarakan
More aboutLatgab 2012 libatkan pasukan elit TNI

Kopassus sekarang lebih Humanis

Posted by ReTRo on Monday, November 5, 2012

Komisi I DPR meminta Amerika Serikat (AS) tak lagi mendiskreditkan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sebagai korps yang kerap melanggar hak asasi manusia. Kopassus saat ini terus berbenah dan semakin humanis. "Bukan saja dari sisi kualitas, namun juga dari sisi pendekatan strategi. Kopassus sudah semakin merakyat," kata anggota Komisi I DPR, Susaningtyas Kertopati, di Jakarta, Minggu (4/11).

Pernyataan tersebut dinyatakan saat sejumlah anggota Komisi I bertemu dengan Senator AS dari Partai Republik, Richard G Lugar, dan Duta Besar AS, Scot Marciel. Dia meminta agar pihak AS juga mempertimbangkan untuk dapat bekerja sama dalam berbagai hal dengan Kopassus, termasuk latihan bersama dengan pasukan khusus AS. 

Menurut dia, saat ini pendidikan di Kopassus sudah memasukkan kurikulum mengenai hak asasi manusia (HAM). "Bahkan Kopassus juga memiliki beberapa program sosial dan program penghijauan yang sangat populer," terang dia. Dubes AS, Scot Marciel, mengatakan bahwa saat ini AS sudah melihat perkembangan dan kemajuan dari Kopassus yang lebih humanis.

More aboutKopassus sekarang lebih Humanis

Komisi I Tinjau Kopassus

Posted by ReTRo on Wednesday, October 31, 2012

Jakarta - Anggota DPR Komisi I mengunjungi Markas Besar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2012) sore kemarin. Rombongan yang diketuai Ramadhan Pohan tersebut, datang dalam rangka meninjau langsung kesiapan personel Kopassus, dan melihat informasi alutsista pengadaan dan informasinya secara lengkap.

“Kunjungan kerja ini dalam rangka melaksanakan fungsi dan wewenang DPR RI dalam konteks untuk pembuatan Undang-undang, Legislasi, pengawasan dan anggaran. Kami disini memastikan anggaran negara itu di gunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan Nasional,” kata Pohan kepada wartawan.

Didampingi Danjen Kopassus, Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo dan pejabat Kopassus, delapan anggota DPR Komisi I yang diantaranya Nurhayati Asegaf, Roy Suryo, Fardan Fauzan, Tri Tamtomo, Tjahjo Kumolo, Evita Nursanty, Susaningtyas NH Kertopati tersebut melihat barak prajurit.

“Pada tahun 2012 ini sudah ada pembahasan dengan Menhan dan Panglima TNI. Hasil kami sudah menjadi bahan kami soal anggaran. Kami sudah datang untuk melihat kondisinya langsung,” tuturnya.

Sementara itu Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo mengungkapkan ucapan terima kasih atas perhatian anggota DPR.
More aboutKomisi I Tinjau Kopassus

Panglima TNI Tutup Latihan Gultor

Posted by ReTRo on Wednesday, October 17, 2012


tni-subBanten – Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., secara resmi menutup latihan Penanggulangan Teror (Gultor) ke-7 tahun 2012 di Pulau Sangiang, Propinsi Banten, Rabu (17/10/2012).

Pelaksanaan latihan Gultor TNI telah dilaksanakan di tiga tempat berbeda, yaitu Gladi Posko di Cijantung, Latihan Pendahuluan di Pulau Dayung dan Penyergapan sasaran di Pulau Sangiang Banten serta kembali ke daerah penyelaman di Grup I Kopassus, Serang Banten.

Latihan Gultor TNI berlangsung dari tanggal 11 – 17 Oktober 2012, dengan melibatkan pelaku latihan sebanyak 131 personel TNI, terdiri dari Den Gultor Kopassus 61 orang, Den Jaka Marinir 35 orang, dan  Den Bravo Paskhas 35 orang serta para pendukung sebanyak 249 orang.

Panglima TNI dalam amanatnya menyampaikan bahwa, keberhasilan penyelenggaraan Latihan Satuan Gultor TNI, tidak terlepas dari keseriusan para parajurit, yang dilandasi oleh semangat, disiplin, kesungguhan dan motivasi berlatih untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, serta profesionalisme sesuai dengan tuntutan tugas.

Hal ini harus terus dipelihara bahkan ditingkatkan, mengingat aksi terorisme telah menjadi keprihatinan bagi masyarakat di Indonesia maupun masyarakat di dunia Internasional sehingga dikategorikan sebagai salah satu kejahatan terhadap kemanusiaan (crimes against humanity).

“Terorisme terus menjadi ancaman serius bukan hanya terhadap perdamaian dan keamanan Internasional, namun juga berdampak kepada perkembangan sosial dan ekonomi dalam negeri maupun negara lain di berbagai kawasan”, kata Panglima TNI.

Lebih lanjut dikatakan, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama Internasional dalam rangka pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme, baik dalam kerangka multilateral PBB maupun regional, serta bilateral, khususnya dalam bentuk peningkatan kapasitas, penegakan hukum, perbaikan legislasi ataupun kerangka hukum, pertukaran informasi dan berbagi pengalaman, pengiriman pakar, pemberian advis kepakaran, kerjasama teknis lainnya,  serta publikasi strategi Indonesia dalam penanggulangan terorisme di seluruh kawasan dunia.

Disamping itu, pemerintah juga melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme melalui pendekatan “soft power” dan upaya pembinaan deradikalisasi, termasuk melalui upaya kerjasama dalam mengatasi permasalahan mendasar terhadap penyebab terjadinya aksi terorisme (underlying causes of terrorisme).

Pada kesempatan tersebut Laksamana TNI Agus Suhartono juga memberikan penekanan sebagai berikut : Pertama, cermati perkembangan dan fenomena aksi terorisme dengan segala modus operandi yang digunakan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri serta kemungkinan keterkaitan diantaranya. Kedua, evaluasi segala hambatan dan kendala selama latihan, baik yang terkait dengan personel, alat-peralatan maupun piranti lunak yang ada. Adakan terobosan yang inovatif dan kreatif dalam pemenuhan kebutuhan operasional dihadapkan kepada keterbatasan anggaran.

Selanjutnya susun organisasi dan standardisasi alkapsus Satuan Gultor TNI guna optimalisasi dan efektivitas komunikasi, komando dan pengendalian. Ketiga, bulatkan misi dan samakan persepsi antar sesama Satgultor TNI dalam menghadapi aksi terorisme di darat, laut dan udara di wilayah yurisdiksi nasional. Bangun sinergirtas dan soliditas Trimatra terpadu yang lebih efektif dan efisien, pelihara komunikasi yang harmonis serta hindari ego sektoral yang dapat menghambat pelaksanaan tugas pokok.

Turut hadir dalam penutupan Gultor TNI tahun 2012, antara lain Kasal, Kasau, Pangkostrad, Koorsahli Panglima TNI, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI, Danjen Kopassus, Pangdam III/Slw serta sejumlah pejabat di lingkungan TNI.

Kadispenum Puspen TNI
Kolonel Cpl Ir. Minulyo Suprapto, M.Sc.,M.Si.,M.A.
More aboutPanglima TNI Tutup Latihan Gultor

Latma Gultor Trimatra VII 2012 dibuka

Posted by ReTRo on Thursday, October 11, 2012

Kasum TNI, Dankormar, Dandenjaka Cek Material Latihan

Denjaka Korps Marinir TNI AL bersama Sat-81 Gultor Kopasus TNI AD dan Den Bravo Kopaskhas TNI AU melaksanakan Latihan Penanggulangan Teror dengan sandi “Latma Gultor Trimatra- VII tahun 2012”. Latihan bersama tersebut telah di buka oleh Kasum TNI Mayjen TNI Daryatmo di Markas Sat 81 Gultor Kopasus TNI AD tepatnya di lapangan Apel Ahmad Kirang Mako Kopasus TNI AD Cijantung ,Jakarta Timur (11/10/12).

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A Faridz Washington bersama dengan Danjen Kopasus, Komandan Kopaska serta Pejabat teras Mabes TNI dan pejabat teras ketiga Pasukan Khusus TNI hadir dalam acara pembukaan tersebut. Upacara ini dipimpin oleh Asops Danjen Kopasus Kolonel (Inf) Yusran Yusuf.


Dalam amanatnya , Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E yang dibacakan oleh oleh Kasum TNI mennyampaikan “ Latihan anti teror merupakan latihan untuk menghadapi kemungkinan gangguan anti teror di seluruh Tanah Air. Disamping itu juga guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bagi setiap satuan anti teror dilingkungan TNI.


Dengan tegas Panglima TNI mengatakan, “Kunci mencegah aksi terorisme adalah keterpaduan dan koordinasi antara matra dan intitusi terkait harus terjalin kuat,”


Sebagai pedoman dalam melaksankan latihan tersebut Panglima TNI memberikan beberapa penekanan.


Pertama : Laksanakan latihan ini sebaik-baiknya,guna menyempurnakan dokumentasi strategis yang bersifat operasional bagi TNI serta komunikasi saling mendukung diantara sesama satuan penenggulangan anti teror.


Kedua : Sebagai sarana untuk menguji prosedur dan mekanisme operasi terpadu, kembangkan TACTICAL FLOOR GAME (TFG),TABLE TO GAME DAN TACTICAL AIR MANOUVER GAME (TAGM).


Ketiga : Jadikan latihan ini sebagai aplikasi prosedur tetap dan tolak ukur terhadap kemampuan TNI dalam mengaplikasikan doktrin operasi penanggulangan teror.


Keempat : Jadikan media untuk menguji analisis data terkait kemungkinan variatifmodus aksi teror, serta menilai kemampuan teknis, taktis, respon dan naluri setiap personil.


Kelima : Jadikan latihan ini sebagai momentum semangat kebersamaan dan ketepaduan sesama satuan TNI dalam mendukung tercapainya tugas pokok TNI.

Latihan diawali dengan pelaksanaan gladi posko dan dilanjutkan dengan TACTICAL FLOOR GAME (TFG) di Maskas Sat- 81 Gultor Kopasus TNI AD. Latihan ini akan digelar hingga 17 Oktober 2012 dengan dengan menggunakan medan berpindah pindah sesuai dengan problem latihan darat, laut dan udara.
© Marinir
More aboutLatma Gultor Trimatra VII 2012 dibuka

Parasut Tak Terbuka, Anggota Kopassus Patah Tulang

Posted by ReTRo on Monday, October 1, 2012

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqvj4eIOhOx5-2QCCWyzCj_8PkNREpbgJ9CkvAIdpbW8a03XkfjoHj7W5UwWKKdXCGhiF8HPjfZwjr8lX2kLd2v-Q7E41nfZ2gwRMfIyNCSuUJr9xOMkDE3_kAP_FdTyY9VGngzg2y9iw/s1600/7890901042_34c8bd6242_b.jpgJakarta - Tiga prajurit penerjun payung yang sedang melakukan free fall Gladi Kotor HUT TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, mengalami kecelakaan. Akibatnya, seorang prajurit harus dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, prajurit yang mengelami patah paha kanan itu diketahui bernama Serda Sukisno dengan NRP 31980399700377. Sukisno berasal dari Gultor Kopassus.

Kepala Penerangan Lanud Halim Perdanakusuma, Mayor Maliti Gerardus, menuturkan, peristiwa terjadi sekira pukul 09.30 WIB, ketika latihan terjun payung dalam rangka HUT TNI.

Parasut utama tiga prajurit tersebut tidak terbuka, sehingga menggunakan parasut cadangan untuk mendarat.

"Mereka diterjunkan dari ketinggian 8 ribu kaki, menggunakan pesawat Hercules," kata Maliti, kepada Okezone, Senin (1/10/2012).

Maliti menambahkan, prajurit yang mengalami luka-luka dilarikan ke RS Pusat TNI AU Esnawan Antariksa.(crl)
© Okezone
More aboutParasut Tak Terbuka, Anggota Kopassus Patah Tulang

TNI Akan Gelar Latihan Anti Teror Trimatra Di Pulau Sangiang

Posted by ReTRo on Thursday, September 27, 2012

Latihan Tempur Pasukan Khusus (TNI AL)
Jakarta - Perwira Staf Intelijen (Pasintel) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten Mayor Marinir Amrul Adriansyah mendampingi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo pada peninjauan Pulau Sangiang, Banten, Rabu (26/9).

Pulau Sangiang yang berada di wilayah Kabupaten Serang Banten adalah pulau yang rencananya akan digunakan untuk Latihan Gabungan Penanggulangan Teror Trimatra pasukan khusus TNI Tahun 2012.

Latihan simulasi penanggulangan anti terror tersebut rencananya akan dilaksanakan selama 7 hari dari tanggal 10 sampai dengan 16 Oktober 2012 serta melibatkan Tiga Matra Pasukan Khusus TNI yaitu Denjaka (TNI AL), Detasemen 81’ Gultor Kopasus (TNI AD) dan Detasemen Bravo Paskhas (TNI AU).

Dalam sesi tanya jawab dan diskusi, Danyon Aksus (Aksi Khusus) Sat 81 Mayor Inf Yudha Erlangga menjelaskan, latihan Gultor Trimatra TNI tersebut tidak hanya menampilkan kemampuan serta kesiapan gelar operasi Pasukan Khusus semata, akan tetapi juga untuk menguji bagaimana antisipasi dan kesiapan serta tindakan awal yang dilakukan dalam menangani keadaan bahaya yang terjadi. Selain pelaksanaan paparan RGB dan diskusi juga dilaksanakan peninjauan medan latihan oleh semua unsur dan koordinator latihan untuk lebih memudahkan dan sekaligus untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan yang sebenarnya.
© Koarmarbar
More aboutTNI Akan Gelar Latihan Anti Teror Trimatra Di Pulau Sangiang

15 Personel Kopasus, Ikuti Hell Week di Pendidikan Pasukan Katak TNI AL

Posted by ReTRo on Tuesday, September 18, 2012

Makan nasi Komando merupakan menu favorit prajurit Kobangdikal sebelum melaksanakan program pendidikan tanpa terkecuali Dikpaska Kopasus angkatan ke-12 yang tengah menempuh pendidikan di Sepaska Pusdiksus Kodikopsla Kobangdikal 

Sebanyak 15 personil Kopasus TNI AD yang tengah melaksanakan Pendidikan Komando Pasukan Katak Komando Pasukan Khusus (Dikkopaska Kopasus) mengikuti orientasi hell week (minggu neraka), di Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) Kodikopsla, Kobangdikal, Selasa, (18/9).

Hell week yang didominasi aktivitas fisik sebagai tolok ukur dan motivasi terhadap mental dan fisik siswa selama menempuh pendidikan komando tersebut, dibuka Komandan Pusat Pendidikan Khusus Kolonel Laut (P) Zaenal Akbar, S.Sos di lapangan Pusdiksus Kesatrian Kodikopsla, Ujung, Surabaya.


Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Sekolah Pasukan Katak (Dansepaska) Letkol Laut (T) A. Purwanto, Komandan Sekolah Kapal Selam (Dansekasel) Mayor Laut (P) Wirawan Ady Prasetya, Komandan Sekolah Penyelam (Danseselam) Mayor Laut (KH) A. Fauzi, serta para pejabat teras dijajaran Pusdiksus lainya.


Adapun 15 personil pasukan elit TNI AD tersebut, terdiri tiga perwira dan 12 bintara yang akan menempuh Pendidikan selama tiga bulan ke depan. Dari jumlah 15 orang tersebut 10 orang diantaranya dari Satuan Detasemen 81 Kopasus sedangakan sisanya 5 personil dari Pusdik Kopasus.


Menurut Danpusdiksus, Hell week selain sebagi tolok ukur dan motivasi juga sebagai upaya untuk membentuk jati diri para siswa agar memiliki fisik yang kuat dan mental juang yang tinggi sesuai medan penugasan.


“Pasukan khusus tidak mudah menyerah, tidak mudah putus asa, dan selalu tabah dalam menghadapi segala rintangan, sehingga wajar jika porsi latihannya berbeda dengan prajurit biasa” terang pamen melati tiga di pundak tersebut.


Berstatus sebagai pasukan khusus, lanjutnya, tidaklah ringan, dibutuhkan tampilan prajurit yang memiliki kemampuan handal, disiplin tinggi dan moral yang bagus. Hal ini berarti, peningkatan profesionalisme prajurit merupakan focus utama yang secara terus menerus diupayakan untuk menambah ilmu pengetahuan, keterampilan, berlatih secara rutin bertahap bertingkat dan berlanjut.


Ia berharap, prajurit siswa mampu memahami dan mendalami semua materi pelajaran, sehingga selepasnya dari pendidikan ini, pasukan khusus yang disandang bukan hanya nama besar, namun betul-betul bisa diandalkan sebagai garda terdepan yang mampu berfikir dan bertindak secara tepat dan benar dalam berbagai situasi untuk bangsa dan Negara.
(Kobangdikal)
More about15 Personel Kopasus, Ikuti Hell Week di Pendidikan Pasukan Katak TNI AL

Latma Dawn Komodo XII/2012 Dibuka

Posted by ReTRo on Tuesday, September 4, 2012

Kopassus
Danpusdikpassus Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pembukaan Latma Dawn Komodo XII/2012 di lapangan upacara Pusdikpassus, Batujajar Bandung, Selasa (4/9/2012).

Latihan bersama antara Kopassus dan SASR Australia tersebut direncanakan akan berlangsung di Pusdikpassus sampai 15 September 2012 mendatang dengan diikuti oleh 30 personel Kopassus dan 18 personel dari pasukan khusus Australia. Dalam latihan selama kurang lebih dua minggu ini, kedua delegasi akan berlatih sejumlah materi diantaranya menembak reaksi Pertempuran Jarak Pendek dan pembebasan tawanan dihutan.

Danjen Kopassus dalam amanatnya yang dibacakan Danpusdikpassus mengatakan Latihan Bersama Dawn Komodo XII tahun 2012 ini adalah kelanjutan dari latihan bersama Dawn Kokaburatahun 2011 yang  lalu, sebagai bentuk dari kerjasama militer antara Kopassus dan SASR Australia yang merupakan perwujudan dari hubungan bilateral antara kedua negara di bidang pertahanan.

Ditambahkan oleh Danjen bahwa tujuan latihan bersama ini selain untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit, juga dimaksudkan untuk membangun keterpaduan antara pasukan khusus Indonesia  dan pasukan khusus Australia.

Diharapkan melalui latihan bersama ini akan diperoleh gambaran sejauh mana kekuatan, kemampuan dan kesiagaan operasi pasukan khusus kedua negara dalam menghadapi setiap ancaman yang akan mengganggu kedaulatan masing-masing Negara.

(Mayor. Inf. Drs. Achmad Munir, Penerangan Kopassus/Dispenad)
More aboutLatma Dawn Komodo XII/2012 Dibuka

Kopassus Terima 315 Pucuk Senapan MK MP5

Posted by ReTRo on Wednesday, August 8, 2012


8 Agustus 2012, Jakarta: Dalam rangka memenuhi kebutuhan alat peralatan militer khususnya senjata yang berstandar internasional serta untuk membangun profesionalitas prajurit TNI Angkatan Darat khususnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Kementerian Pertahanan menyerahkan Senjata Laras Pendek HK MP5 sebanyak 315 pucuk kepada Kopassus.

Penyerahan dilaksanakan secara simbolis oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Agus Sutomo, Rabu (8/8) di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Selatan. Hadir pada acara tersebut Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabesad dan Makopassus.

Senjata Laras Pendek HK MP5 yang diserahkan tersebut merupakan senjata hasil pengadaan Kemhan pada tahun 2010 yang terdiri dari 220 pucuk HK MP5 A4, 48 pucuk HK MP5 A5, 38 pucuk HK MP5K.PWW dan 9 pucuk HK SD6. Senjata Laras Pendek HK MP5 yang merupakan buatan Heckler & Koch (HK) Jerman, memiliki spesifikasi berat 2,6 kg, panjang 680 mm dan kaliber 9 x 19 mm.

HK MP5 A4. (Foto: Heckler & Koch)

Wamenhan dalam sambutannya mengatakan, penyerahan senjata ini merupakan bagian implemantasi tanggung jawab negara dalam membiayai dan melengkapi Tentara termasuk pasukan khusus yang memiliki kebutuhan sangat spesifik.

Lebih lanjut Wamenhan menjelaskan, bahwa pengadaan untuk kebutuhan Alutsista TNI yang merupakan kebutuhan spesifik dilaksanakan secara langsung dan hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres). Oleh karena itu, pembelian peralatan militer untuk kebutuhan pasukan khusus dilaksanakan secara langsung ke produsen agar terjamin kualitas dan akuntabilitas dari peralatan yang digunakan.

Kemhan sejak beberapa periode, dimulai Kabinet Indonesia Bersatu I sampai dengan sekarang telah memberikan perhatian khusus dalam rangka menambah kualitas dan kuantitas dari keperluan peralatan pasukan khusus yang diantaranya pengadaan Senjata HK MP5 ini. Sebelumnya, Kemhan telah menyerahkan kurang lebih 104 pucuk dan kali ini menyerahkan 315 pucuk, dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan operasional Kopassus.

Wemenhan menambahkan, Kemhan akan terus memberikan perhatian terhadap pasukan khusus agar memiliki kualitas internasional, diantaranya adalah dalam berbagai upaya kerjasama pertahanan dengan negara sahabat, Kemhan selalu memberikan suatu ruang bagi pasukan khusus untuk dapat berinterkasi di dalam kerjasama pertahanan antar negara.

Sumber: DMC
More aboutKopassus Terima 315 Pucuk Senapan MK MP5

Kemhan Serahkan 315 Pucuk Senjata Laras Pendek HK MP5 Kepada Kopassus

Posted by ReTRo

http://dmc.kemhan.go.id/images/stories/thumbnails/images-stories-Agustus_2012-kemhan-serahkan-senjata-hk-mp5-kepada-kopassus-200x144.jpgDalam rangka memenuhi kebutuhan alat peralatan militer khususnya senjata yang berstandar internasional serta untuk membangun profesionalitas prajurit TNI Angkatan Darat khususnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Kementerian Pertahanan menyerahkan Senjata Laras Pendek HK MP5 sebanyak 315 pucuk kepada Kopassus.

Penyerahan dilaksanakan secara simbolis oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Agus Sutomo, Rabu (8/8) di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Selatan. Hadir pada acara tersebut Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabesad dan Makopassus.

Senjata Laras Pendek HK MP5 yang diserahkan tersebut merupakan senjata hasil pengadaan Kemhan pada tahun 2010 yang terdiri dari 220 pucuk HK MP5 A4, 48 pucuk HK MP5 A5, 38 pucuk HK MP5K.PWW dan 9 pucuk HK SD6. Senjata Laras Pendek HK MP5 yang merupakan buatan Heckler & Koch (HK) Jerman, memiliki spesifikasi berat 2,6 kg, panjang 680 mm dan kaliber 9 x 19 mm.

Wamenhan dalam sambutannya mengatakan, penyerahan senjata ini merupakan bagian implemantasi tanggung jawab negara dalam membiayai dan melengkapi Tentara termasuk pasukan khusus yang memiliki kebutuhan sangat spesifik.

Lebih lanjut Wamenhan menjelaskan, bahwa pengadaan untuk kebutuhan Alutsista TNI yang merupakan kebutuhan spesifik dilaksanakan secara langsung dan hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres). Oleh karena itu, pembelian peralatan militer untuk kebutuhan pasukan khusus dilaksanakan secara langsung ke produsen agar terjamin kualitas dan akuntabilitas dari peralatan yang digunakan.

Kemhan sejak beberapa periode, dimulai Kabinet Indonesia Bersatu I sampai dengan sekarang telah memberikan perhatian khusus dalam rangka menambah kualitas dan kuantitas dari keperluan peralatan pasukan khusus yang diantaranya pengadaan Senjata HK MP5 ini. Sebelumnya, Kemhan telah menyerahkan kurang lebih 104 pucuk dan kali ini menyerahkan 315 pucuk, dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan operasional Kopassus.

Wemenhan menambahkan, Kemhan akan terus memberikan perhatian terhadap pasukan khusus agar memiliki kualitas internasional, diantaranya adalah dalam berbagai upaya kerjasama pertahanan dengan negara sahabat, Kemhan selalu memberikan suatu ruang bagi pasukan khusus untuk dapat berinterkasi di dalam kerjasama pertahanan antar negara.
(DMC)
More aboutKemhan Serahkan 315 Pucuk Senjata Laras Pendek HK MP5 Kepada Kopassus

169 Personel Kopassus Lulus Kursus Komando

Posted by ReTRo on Monday, July 30, 2012

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/29/1449039p.jpgPenutupan Pendidikan Kursus Komando Angkatan-92 Gelombang 1 Tahun Ajaran 2012 di pantai Permisan Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (29/7/2012).(Foto Penerangan Kopassus)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 169 personel Kopassus termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF) berhasil lolos dalam pendidikan Kursus Komando Angkatan 92 di Pantai Permisan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Minggu (29/7/2012). Upacara penutupan dilakukan langsung oleh Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen TNI Agus Sutomo.

Dalam amanatnya, Agus mengatakan, tidak semua prajurit didik berhasil menjadi Prajurit Komando. Oleh karena itu, setiap prajurit harus bisa bersyukur dan melihat tantangan ke depan.

"Prajurit Komando yang telah dilatih secara khusus maka para prajurit harus mampu menjawab tantangan tugas, seiring dengan bertambahnya tanggung jawab menghadapi kompleksitas dalam tantangan tugas," kata Agus, Minggu (29/7/2012), seperti yang tertulis dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Ia berharap agar seluruh prajurit Kopassus di mana pun berada dan bertugas selalu berupaya untuk memberi arti dan peduli terhadap lingkungannya serta memberi solusi terhadap berbagai permasalahan.

Selain itu, prajurit Kopassus harus selalu berlatih dan berlatih untuk mencapai berprestasi demi keharuman korps baret merah.

Adapun, penutupan pendidikan ini ditandai dengan Serangan Regu Komando (Seruko) yang dilaksanakan pada waktu fajar di Pantai Permisan yang merupakan rangkaian kegiatan terakhir dari keseluruhan tahapan Pendidikan Kursus Komando. Pendidikan yang telah berlangsung selama tujuh bulan tersebut terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap basis, tahap gunung hutan, tahap rawa laut.

Pendidikan Kursus Komando Angkatan 92 ini telah berhasil meluluskan 169 personel termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF). Keluar sebagai peserta didik terbaik antara lain Perwira terbaik Letda Inf Denny Sopyan, Bintara terbaik Serda Bambang SB, dan Tamtama terbaik Prada Anas Rifai. Upacara penutupan juga dihadiri oleh Athan Kamboja, para pejabat teras Kopassus dan pejabat Muspida serta orangtua siswa.
Kompas
More about169 Personel Kopassus Lulus Kursus Komando

Kopassus Luluskan 165 Personel dan 4 Tentara Kamboja

Posted by ReTRo

Para prajurit Komando Pasukan Khusus yang lulus meluapkan kegembiraannya pada penutupan Pendidikan Kursus Komando angkatan 92 Gelombang -1 TA 2012 di pantai Permisan Cilacap,jawa Tengah, Minggu (29/7). Pada Pendidikan angkatan 92 ini telah berhasil meluluskan 169 personel termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan kamboja (RCAF) Berhasil sebagai peserta pendidikan yang dinyatakan terbaik antara lain Perwira terbaik letnan dua Inf Denny Sopyan, Bintara terbaik Serda bambang SB, Tamtama terbaik Prada Anas Rifai. (Foto: ANTARA/ho/ss/pd/12)

30 Juli 2012, Cilacap: Sebanyak 164 peserta pendidikan kursus komando angkatan 92 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) gelombang I TA 2012 berhasil lulus setelah menempuh pendidikan tujuh bulan.

Dalam daftar lulusan itu, terdapat empat prajurit dari angkatan bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF). Menurut pejabat bagian penerangan Kopassus Mayor Inf Achmad Munir dalam siaran pers mengatakan, dalam pelatihan tersebut keluar sebagai peserta didik terbaik adalah Letda Inf Denny Sopyan, bintara terbaik Serda Bambang SB, serta tamtama terbaik Prada Anas Rifai.

Pendidikan yang telah berlangsung selama tujuh bulan tersebut terbagi menjadi tiga tahap, yakni tahap basis, tahap gunung hutan, dan rawa laut.

Penutupan resmi Pendidikan Kursus Komando Angkatan- 92 Gelobang I TA 2012 itu dilakukan oleh Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo di Pantai Permisan Cilacap, Jawa Tengah, kemarin. Penutupan ditandai dengan Serangan Regu Komando (Seruko) pada waktu fajar di Pantai Permisan yang merupakan rangkaian kegiatan terakhir dari keseluruhan tahapan Pendidikan Kursus Komando.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo mengatakan, keberhasilan yang diraih menjadi seorang prajurit komando merupakan sebuah kebanggaan yang patut disyukuri karena tidak semua prajurit peserta didik berhasil menjadi prajurit komando. Karena itu, kebanggaan dan rasa syukur tersebut hendaknya selalu diikuti dengan kesungguhan dan dedikasi untuk membawa organisasi Kopassus menuju keadaan yang lebih baik, lebih maju, dan lebih berkualitas di masa yang akan datang.

“Seluruh prajurit Kopassus di mana pun berada dan bertugas harus senantiasa berupaya untuk memberi arti dan peduli terhadap lingkungannya serta memberi solusi terhadap berbagai permasalahan,” tandasnya.

Sumber: SINDO
More aboutKopassus Luluskan 165 Personel dan 4 Tentara Kamboja

Kopassus dan PLA Bebaskan Sandera di Jinan

Posted by ReTRo on Sunday, July 15, 2012

http://p4.img.cctvpic.com/program/asiatoday/20120714/images/1342279615743_1342279615743_r.jpgJinan: Sekitar 70 personel Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) dan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Cina (People's Liberation Army/PLA) menggelar latihan pembebasan sandera dari teroris.

Dalam latihan tersebut diskenariokan kedua tim pasukan Indonesia dan Cina bergerak menuju Gunung Kelang, tempat tiga pejabat tinggi Indonesia dan Cina disandera teroris. Tiga pejabat yang terdiri atas delegasi Indonesia dan China itu ditangkap dan disandera 25 teroris saat mengikuti konferensi tingkat tinggi ekonomi dan perdagangan di Jinan, Shandong, Cina, Minggu (15/7).

Dalam latihan tersebut, komando operasi membentuk beberapa tim, antara lain tim intai, tim pembebas, tim penembak, tim penyerang dan tim medis. Berdasar hasil analisa lapangan yang dilakukan tim intai, maka tim pembebas masuk secara senyap ke kuil di Gunung Kelang, tempat para sandera disembunyikan. Perlahan namun pasti, pasukan khusus kedua negara masuk dan melumpuhkan para teroris yang berada di kuil, untuk segera membebaskan dan mengevakuasi para sandera ke tempat yang aman.

Setelah sandera dibebaskan, operasi khusus dilanjutkan dengan pemusnahan, penghancuran segala fasilitas di kompleks persembunyian milik teroris yang dikelilingi bukit dan memilliki lorong bawah tanah.

Upaya evakuasi dilakukan melalui darat, sedangkan penerjunan pasukan khusus lanjutan dilakukan menggunakan helikopter. Demikian sekilas latihan pembebasan sandera sebagai bagian akhir latihan bersama antiteror antara Kopassus dan Komando Pasukan Khusus PLA yang berakhir Minggu (15/7).

Kepala Staf Kodam Jinan Letnan Jenderal Zhao Zhongqi mengatakan latihan bersama antara Kopassus dan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata China merupakan tonggak baru bagi hubungan kedua negara, khususnya angkatan bersenjata kedua pihak.

Zhongqi mengatakan latihan bersama itu meruakan salah satu bentuk reaksi dan antisipasi terhadap berbagai ancaman yang terjadi di kawasan dan internasional.

Kopassus dan pasukan khusus Cina untuk kedua kalinya menggelar latihan bersama dengan sandi Sharp Knife II/2012 di Pangkalan Latihan Terpadu di Kodam Jinan, Shandong, Cina sejak 3 Juli hingga 15 Juli 2012.
Sumber : Liputan 6
More aboutKopassus dan PLA Bebaskan Sandera di Jinan

Enam Prajurit Kopassus jadi Penembak Terbaik di China

Posted by ReTRo on Tuesday, July 10, 2012

Ilustrasi
Salah satu aksi prajurit Kopassus dan Special Force China dalam latihan bersamanya.

TNI pun berbangga dengan profesionalitas dan kemampuan prima prajurit yang dinilai telah mampu mengharumkan nama Indonesia.

Dalam rangka untuk mempererat jalinan kerja sama antara dua angkatan bersenjata, yakni TNI dengan Angkatan Bersenjata China, keduanya kembali menjalani Latihan Bersama (Latma) Sharp Knife ke-2 Tahun 2012 di China, pada bulan ini.

Sebagaimana disampaikan pihak TNI melalui rilisnya, berbagai macam kegiatan pun digelar dalam Latma yang melibatkan Kopassus TNI dan Special Force China itu. Di antaranya yakni menembak reaksi cepat pistol di Pangkalan Latihan Terpadu Jinan, pada Senin (9/7) kemarin.

Dalam latihan kali ini, kedua pasukan khusus saling berlaga untuk mencapai hasil yang maksimal. Lantas di akhir latihan, diadakan lomba menembak reaksi cepat perorangan, dengan peserta enam orang dari masing-masing kelompok sebagai penembak terbaik dari pasukan khusus kedua negara.

Dari hasil perlombaan tersebut, keluarlah enam orang yang dinilai sebagai penembak pistol terbaik yang berasal dari Kopassus TNI AD. Mereka adalah Serka Muhammad Nun, Serka Safril, Sertu Lantik Ikhsan, Serda Balubun, Praka Mulyadi, dan Prada Rohman Sidik.

Pihak TNI menyebut, kemenangan keenam orang prajurit Kopassus dalam latihan menembak pistol ini menunjukkan bahwa para prajurit senantiasa menunjukkan profesionalitas dan kemampuan yang prima, sehingga mampu membawa nama harum Indonesia di mata internasional.

Sementara, meskipun latihan tersebut hanya merupakan bagian dari kerja sama bilateral antara Indonesia dan China, namun pengalaman yang didapat di sana dinilai sangat bermakna, guna terus meningkatkan kemampuan dan profesionalitas TNI di masa mendatang. Latma bersandikan Sharp Knife ini disebutkan bertujuan untuk lebih saling mengenal dan mempererat hubungan antar kedua pasukan khusus, utamanya dalam penanggulangan teror. Selain itu juga untuk membangun kesamaan persepsi dan langkah bersama dalam penanganan ancaman terorisme, kejahatan lintas negara, penyelundupan senjata, hingga pelintas batas ilegal yang merugikan negara.

Latma Sharp Knife ke-2 Tahun 2012 ini disebutkan akan berlangsung sampai 15 Juli 2012. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya bersama-sama dengan Kepala Staf Kodam Jinan (China) Mayjen Ma Qiu Xing, beberapa waktu lalu, di Pangkalan Latihan Terpadu Jinan.l
Sumber : BeritaSatu
More aboutEnam Prajurit Kopassus jadi Penembak Terbaik di China

Kopassus Kedepankan Langkah Persuasif Di Papua

Posted by ReTRo on Thursday, July 5, 2012

Jinan, China (ANTARA News) - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya menegaskan pasukannya tetap mengedepankan pendekatan persuasif untuk mengatasi gangguan keamanan di Papua.

"Permasalahan di Papua itu kompleks. Tidak saja menyangkut keamanan tetapi juga kesejahteraan," katanya, saat berbincang dengan ANTARA di Jinan, Shandong, China, Rabu.

Berbincang usai membuka dan meninjau Latihan Bersama Kopassus dan Komando Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata China (People`s Liberation Army/PLA), ia mengatakan untuk mengatasi segala permasalahan di Papua, harus dilakukan hati-hati.

"Kita, utamanya Kopassus tidak bisa mengambil langkah seenaknya untuk mengatasi persoalan keamanan di Papua, kita harus hati-hati karena masalah di sana tidak sekadar masalah keamanan, tetapi kesetaraan, kesejahteraan," katanya.

Karena itu, lanjut Wisnu, pasukan korps baret juga akan selalu berhati-hati dan tetap mengedepankan langkah persuasif dalam menyelesaikan masalah keamanan di Papua.

Dicontohkannya, TNI telah melakukan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Papua beberapa waktu lalu.

"Kopassus juga akan melakukan kegiatan ekspedisi di Papua untuk melihat langsung potensi wilayah, kondisi masyarakat secara lebih dalam sehingga dapat diketahui apa sebenarnya yang terjadi dan apa yang masyarakat Papua inginkan," katanya.

Sebelumnya, Kopassus melaksanakan Ekspedisi Bukit Barisan (Sumatera) dan Ekspedisi Khatulistiwa (Kalimantan). "Hal serupa sedang kita agendakan untuk dilakukan di Papua," ujar Wisnu.

Danjen Kopassus menegaskan,"Kopassus tidak sembarang, hati-hati dan komit untuk mengatasi persoalan keamanan di Papua melalui pendekatan persuasif dan humanis,".

Sebelumnya Wakil Koordinator Kontras Indria Fernida, Ketua Sinode Gereja Kingmi Papua Pdt Benny Giay, dan Sekretaris Foker LSM Papua Septer Manufandu kepada Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Albert Hasibuan mengatakan pendekatan militer masih dikedepankan oleh Pemerintah dalam mengatasi persoalan di Papua.

Pendekatan kesejahteraan yang selama ini didengungkan belum dilaksanakan maksimal untuk menjawab aspirasi masyarakat Papua.
(ANTARA)
More aboutKopassus Kedepankan Langkah Persuasif Di Papua

TNI-PLA Jajaki Kerjasama Anti-teror Laut dan Udara

Posted by ReTRo on Tuesday, July 3, 2012


3 Juli 2012, Jinan, China: TNI tengah menjajaki kerja sama antiteror di laut dan udara dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (People's Liberation Army/PLA), mengingat modus kejahatan terorisme makin beragam.

Kopassus TNI AD dan Komando Pasukan Khusus PLA melakukan latihan bersama untuk yang kedua kalinya dengan sandi Sharp Knife 2012. yang diikuti 144 personel dari kedua pihak, di Pangkalan Latihan Terpadu Kodam Jinan, Shandong, China.

Panglima TNI dalam amanat tertulis pembukaan Latihan Bersama Antiteror Kopassus TNI AD dan Komando Pasukan Khusus PLA, yang dibacakan Komandan Jenderal Kopassus TNI AD, Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, di Jinan, Shandong, China, Selasa, mengatakan, tindak kejahatan terorisme kini semakin beragam termasuk kemungkinan terjadi di laut dan udara.

Terkait itu dalam Latihan Antiteror Kopassus dan Komando Pasukan Khusus PLA kali ini, TNI mengirimkan peninjau dari Korps Pasukan Khas TNI AU dan Detasemen Jala Malangkara Korps Marinir TNI AL.

"Pada 2011 pola kejahatan terorisme cenderung menyerang institusi asing, pusat bisnis, aparatur keamanan, tempat peribadatan dan ruang publik. Tidak menutup kecenderungan itu akan mengarah pada aksi terorisme di wilayah maritim dan udara seiring dengan perkembangan teknologi," satu petikan sambutan panglima TNI itu.

Pola pada 2011 adalah pesan yang dilempar para pelaku. Hal ini harus dianalisa secara cermat baik bagi kepentingan realitas latihan maupun sebagai langkah antisipasi kemungkinan terjadinya terorisme, baik di darat, laut maupun udara.

Baru beberapa tahun terakhir pasukan-pasukan elit TNI memulai kerja sama pelatihan dengan China setelah selama ini cenderung ke Barat. Model pembinaan dan operasi yang terjadi pada SAS (Inggris) dan GSG-9 (Jerman), dan Navy SEAL (Angkatan Laut Amerika Serikat), sempat menjadi "model".

Korps Pasukan Khas TNI AU mendahului pemakaian senjata dari China --yang sering dianggap menjadi "kopian" arsenal Rusia-- yaitu peluru kendali panggul QW-1 yang dibeli awal 2000. Peluru kendali ini sekali pakai dan diklaim memiliki performansi tidak kalah dengan peluru kendali Mistral buatan Perancis.

China juga mengenal struktur organisasi kewilayahan bagi Angkatan Darat PLA. Latihan bilateral ini dikomentari (setara) Kasdam Kodam Jinan, Mayjen Qiuxing, "Tindak kejahatan terorisme telah menjadi musuh internasional. Setiap negara termasuk Indonesia dan China harus bekerja sama untuk mengatasi terorisme."

Sumber: ANTARA News
More aboutTNI-PLA Jajaki Kerjasama Anti-teror Laut dan Udara

90 personel Kopassus tiba di China

Posted by ReTRo on Sunday, July 1, 2012

Jinan (ANTARA News) - Sekitar 90 personel Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) tiba di Jinan, Ibukota Propinsi Shandong, China, untuk melakukan latihan bersama dengan pasukan khusus China.

Ke-90 personel korps baret merah itu tiba di Jinan Internasional Aiport dengan menggunakan pesawat Hercules 9-130 dari Skadron Udara 32 TNI Angkatan Udara.

Atase Pertahanan Kedubes RI di China Kolonel (Lek) Surya Margono kepada ANTARA, di Jinan, Senin mengatakan latihan bersama Kopassus dengan Komando Pasukan Khusus China akan dibuka resmi pada Selasa (3/7).

"Ini merupakan latihan bersama yang kedua kali yang digelar oleh Kopassus dan Komando Pasukan Khusus China," katanya.

Latihan bersama pasukan khusus dua negara kali pertama digelar pada Juni 2011 di Pusat Pendididkan Kopassus Batujajar, Jawa Barat.

Kegiatan yang bersandikan "Sharp Knife II/2012" itu bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan dan profesionalisme dari para prajurit pasukan khusus militer kedua negara.

"Prajurit pasukan khusus kedua negara dapat saling bertukar pengalaman, dan keterampilan, kemampuannya, sehingga didapat sebuah bentuk kerja sama pasukan khusus kedua negara yang lebih komprehensif, baik dari segi teknik dan taktik operasional," kata Surya.

Latihan bersama Kopassus dan Komando Pasukan China akan berlangsung hingga Minggu (15/7) di Pangkalan Latihan Terpadu Kodam Jinan, China.(R018*S035)(Antara)

 Pelepasan Kontingen Latma Sharp Knife II/2012

Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya melepas kontingen Kopassus yang akan mengikuti latihan bersama Sharp Knife II/2012 dengan People’s Liberation Army (PLA) Special Force China di lapangan apel Makopassus Cijantung Jakarta Timur, Kamis (28/6).

Latihan bersama tersebut direncanakan akan berlangsung mulai tanggal 1 – 15 Juli 2012 di Markas PLA China. Kontingen Kopassus berkekuatan 85 orang dipimpin komandan kontingen Asisten Intelijen Danjen Kopassus Kolonel Inf Teguh Muji Angkasa. Menurut rencana kontingen akan bertolak ke China tanggal 30 Juni 2012 melalui Bandara Soekarno Hatta.

Danjen Kopassus dalam amanatnya meminta agar setiap peserta latihan bersama senantiasa dapat menjaga harkat dan martabat serta kehormatan satuan maupun bangsa Indonesia dengan menunjukkan semangat dalam latihan .

“Dalam kondisi apapun jangan pernah mengeluh dan patah semangat. Tunjukkan bahwa kita memang prajurit-prajurit pilihan yang mampu mengatasi segala rintangan dan hambatan”, tambah jenderal bintang dua tersebut.

Menutup amanatnya Danjen Kopassus menekankan agar dalam pelaksanaan latihan tetap mengedepankan faktor keamanan, karena keberhasilan latihan tidak hanya diukur pada terlaksananya materi latihan akan tetapi juga berdasar pada parameter yang lain yaitu keamanan baik personel maupun materiil.

Tampak hadir adalam acara pelepasan tersebut sejumlah pejabat teras Kopassus seperti Inspektur Kopassus Kolonel Inf Madsuni, Para Asisten Danjen Kopassus dan sejumlah Kabalak di jajaran Kopassus.(Kopassus)

More about90 personel Kopassus tiba di China

Latihan Bersama Pawang Anjing Pelacak Bahan Peledak Berlanjut di Sydney

Posted by ReTRo on Thursday, June 28, 2012

SYDNEY - Dua anggota dari Tim Cakra dan dua anggota dari Tim Jihandak dari Satuan 81 Kopassus, yang masing-masing memiliki fokus pelatihan tentang Anjing Pelacak, Bahan Peledak atau Explosive Dog Detection (EDD) dan Pelacakan Bahan Peledak Explosive Ordnance Detection (EOD), berpartisipasi dalam latihan dua minggu bersama dengan Resimen Zeni Operasi Khusus atau Special Operations Engineer Regiment (SOER) di Holsworthy. Pelatihan ini dilakukan selama dua minggu dari tanggal 28 Mei sampai dengan 9 Juni 2012. Dalam sambutan pembukaan Komandan SOER, LTCOL Scott Corrigan menyambut anggota dari Tim Cakra. Tim tersebut telah bekerja sama dengan SOER pada tahun lalu dan memberikan perhatian khusus pada latihan bersama yang dilakukan pertama kali dengan Tim Jihandak di Australia.

Selama minggu pertama, anggota dari Tim Cakra menerima pelajaran teori dan praktek mengenai aspek dasar dan aspek lanjutan untuk mempertahankan kemampuan EDD. Pada pelatihan ini, pelajaran mencakup seleksi dan proses perekrutan anjing, kelincahan dan pelatihan ketaatan, dasar-dasar menemukan bau bahan peledak, serta pencarian pada area gedung, daerah, kendaraan, dan jalanan publik. Ada juga pelatihan mengenai kebiasaan sehari-hari di kandang termasuk pembersihan kandang, pembersihan anjing, persyaratan makanan untuk anjing, dan perawatan hewan. Pelatihan ini telah direncanakan pada program tahun sebelumnya antara anggota SOER dan Tim Cakra di Australia dan saat latihan bersama pada awal tahun ini di Satuan 81 Kopassus di Cijantung, Jakarta, pada Maret 2012

Minggu kedua dipusatkan pada pencarian dalam sebuah stadion olahraga setempat bernama Warwick Farm di mana pawang dari Tim Cakra bersama pawang EDD Australia menggunakan keterampilannya yang didapatkan dalam minggu sebelumnya untuk melakukan pencarian sistematis pada sebuah bangunan bertingkat dua dan daerah sekitarnya. Pawang dari Tim Cakra berhasil menemukan semua bahan peledak yang disembunyikan oleh komandan latihan Sersan Dave. Beliau sangat terkesan pada kemampuan komunikasi Letda Discon dengan anjing Australia dan keahliannya dalam melakukan pencarian di gedung , yang menurutnya, sangat efektif dan menyeluruh.


04 EOD EDD Sydney 2012
Sementara itu, Tim Jihandak melakukan pelatihan bersama Tim EOD dimana anggotanya sangat terlatih dalam mengatasi ancaman Kimia, Biologi, Radiologi, Nuklir atau Explosif atau Chemical, Biological, Radiological, Nuclear or Explosive (CBRNE). Pelatihan yang dilakukan antara Tim Jihandak dan Tim EOD di Australia merupakan latihan lanjutan dari latihan bersama yang dilakukan pada bulan Maret 2012 di Satuan 81 Kopassus Cijantung, Jakarta.

Pelatihan pada minggu pertama meliputi keterangan mengenai pengidentifikasian bahan peledak, peralatan dan perlengkapan EOD yang digunakan oleh SOER termasuk robot EOD. Terdapat pula latihan di mana Tim EOD dan Tim Jihandak ditugaskan untuk melakukan penyisiran sebuah lapangan udara dari bahan peledak dalam jangka waktu yang singkat untuk memungkinkan pendaratan pesawat. Pada minggu kedua pelatihan berkonsentrasi pada ancaman CBRNE dengan fokus lebih rinci pada aspek Kimia. Tim Jihandak juga berpartisipasi dalam suatu kegiatan untuk meledakkan sebuah simulasi perangkat ledak dengan mengikuti prosedur Tim EOD Australia.


Selama di Australia, anggota Tim Cakra dan Tim Jihandak juga sempat melakukan kunjungan wisata di Sydney dan Canberra, ibukota Australia. Di Sydney, para anggota dari Kopassus tersebut melakukan kunjungan ke Opera House dan Sydney Harbour Bridge yang merupakan lambing kota Sydney. Sementara di Canberra, mereka melakukan kunjungan wisata ke Parliament House, Australian Defence Force Academy, Royal Military College dan Australian War Memorial. Para anggota juga melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Australia dan bertemu dengan Atase Pertahanan Indonesia di kediaman resminya.(
Ikahan)
More aboutLatihan Bersama Pawang Anjing Pelacak Bahan Peledak Berlanjut di Sydney

Semangat Yang Tak Pernah Padam

Posted by ReTRo on Sunday, June 17, 2012

Semangat juang yang tertanam pada diri para prajurit Grup-2/Parako Kopassus di dalam tugas - pantang mundur dalam pertempuran hingga titik darah penghabisan - benar-benar mereka buktikan, meski sebagian anggota badan harus rusak karenanya...

erma Niko, ketika bertugas di Ambon, Maluku (2001) sebagai bagian dari Yongab-2 (berisi personil Kopassus, Marinir dan Paskhas) mendapat perintah utuk membantu membebaskan personil Yonif 408 yang terkepung dan tidak dapat keluar dari suatu tempat ketika mereka sedang mengadakan patroli, karena dihadang dan dibarikade oleh salah satu kelompok yang berkonflik disana.

Dalam upaya pembebasan rekan-rekannya yang terkepung itu, di sekitar PAM Haur Kuning dia bersama pasukannya  dari Batalyon Gabungan (Yongab) dihadang lalu terjadi kontak senjata dengan kelompok yang membarikade lokasi pasukan Yonif 408. Namun mereka dapat dan berhasil mengurung lawan, sehingga personil 408 dapat keluar dengan aman.

Selanjutnya pasukan melakukan penelusuran dengan menaiki sebuah tebing sehingga pandangan menjadi luas. Di atas tebing, terlihat sebuah rumah yang dijadikan pos oleh salah satu kelompok bersenjata yang bertikai di Ambon.

Pos itu lalu diserang dan terjadilah baku tembak. " Saat menyerbu ke rumah itu, pasukan dihadang dengan senjata mesin Minimi, tapi berhasil dilumpuhkan sehingga rumah itu dapat dikuasai. Di dalam rumah tersebut banyak mayat tergeletak akibat baku tembak, " katanya. Sedikitnya 15 orang personil lawan terkena tembakan.

Pasukan dari Yongab-2 itu lalu mengadakan pembersihan ke dalam rumah. Selesai pembersihan, sesaat sebelum keluar dari rumah, ternyata lawan melempar granat dan masuk ke dalam rumah. Niko lalu teriak "Granat" dan pasukan yang ada di dalam segera lari keluar, sehingga granat itu tidak sempat mengenai mereka.

Namun tanpa diduga, di luar rumah kembali mereka dilempari granat. Dua granat secara berturut-turut dilempar. Granat pertama tidak mengenai pasukan, tapi granat ketiga mengenai salah satu personil pasukan  Batalyon Gabungan (Yongab).

Secara spontan, Bintara Kompi yang sekarang menjabat Bintara Tinggi Logistik Grup-2 ini lalu mengendong rekannya yang terluka, berlari mencari tempat berlindung, karena tembakan masih gencar menghujani mereka.

"Saya dan rekan dari Paskhas AU yang saya gendong berguling-guling untuk menghindari tembakan. Sebagai prajurit Komando, saya tidak gentar dan pantang menyerah, walaupun saat itu musuh yang menembaki sangat banyak. Saya harus lolos dari maut, walaupun hati kecil pesimis, karena melihat kondisi maupun situasi medan yang susah dan lawan yang kuat tersebut. Bahkan, karena gencarnya tembakan, kami tidak dapat membalasnya," katanya.

Begitu mendapat tempat berlindung berupa bangunan kios kecil berdinding dan beratap seng, dia dan pasukannya melakukan tembakan balasan. Namun kembali seorang rekannya kena tembak di punggung dan ketika akan menolongnya, sebutir peluru mengenai helmnya. "menurut saya, tembakan itu berasal dari Sniper. Peluru itu terasa berputar-putar lalu mengenai mata kanan saya hingga pecah. Serpihan peluru juga mengenai mata kiri saya." kenangnya.

Peristiwa kontak senjata di Haur Kuning itu mengakibatkan satu prajurit gugur dan beberapa lainnya luka-luka, termasuk Niko.

Kini, mata kanan lelaki bertubuh besar itu mengalami kebutaan dan terpaksa dia menggunakan mata palsu. Untung saja mata kirinya bisa berfungsi kembali dengan normal, sehingga dia masih tetap bergabung di Kopassus, Niko yang pernah ditugasi dalam tugas di Timor Timur (1993-1994), Irian Jaya/Papua (1996-1998), juga akhirnya bertugas kembali ke Ambon pada tahun berikutnya.

Atas keberhasilan dan pengorbanannya itu, dia mendapat kenaikan pangkat dua tingkat, melalui KPMT (Kenaikan Pangkat Medan Tempur) pada Januari 2005, yakni dari pangkat Sertu (Sersan Satu) menjadi Serma (Sersan Mayor). Dan, atas cacat mata kanannya yang sudah tidak dapat berfungsi lagi, maka membuat Serma Niko menjadi penembak kidal, karena musti membiasakan diri menembak dengan mata kirinya untuk membidik sasaran target.

“ DWI DHARMA BIRAWA YUDHA ”
(dikutip dari Majalah Defender, April 2007)
More aboutSemangat Yang Tak Pernah Padam