Showing posts with label Alutsista. Show all posts
Showing posts with label Alutsista. Show all posts

RI - Singapura Berencana Produksi Alutsista Bersama RWS

Posted by ReTRo on Monday, November 12, 2012

PRODUKSI dan pengembangan perangkat militer terus dilakukan Indonesia, baik secara mandiri maupun kerjasama. Ini diantaranya dilakukan dengan Singapura melalui PT Pindad, Bandung dan Singapore Technologies Kinetics Ltd (ST Kinetics) Singapura, mengembangkan kerjasama produksi perangkat pembidik dan perlindungan individu penembak untuk kendaraan lapis baja atau tank bernama Terrex RSTA.

Perangkat semacam Terrex RSTA adalah sistem pendukung yang dilengkapi perangkat elektronik, baik untuk mengintip maupun memperjelas sasaran serta situasi sekitar. Prajurit tak perlu keluar dari panser untuk menembak, cukup menembak dari dalam ruangan kendali kendaraan tempur lapis baja atau truk.

Ini membuat keamanan personel terlindungi dari risiko serangan musuhnya, dan penglihatan sasaran cukup dilihat dari tampilan layar monitor. Perangkat seperti yang dipasang pada sejumlah kendaraan tempur marinir Amerika.

Menurut seorang pimpinan ST Kinetics, Lim Miah Wee, didampingi Predir PT Inter Korana Inti Adi Sunaryo, selaku mitra, di sela-sela Pameran Industri Pertahanan Indo Defense, di Jakarta, Kamis (8/11) lalu, rencananya Terrex RSTA akan di coba dipasangkan pada panser buatan PT Pindad, pekan ini. Ini sebagai optimalisasi sistem penembakan sekaligus pengamanan individual pada kendaraan lapis baja 6x6 Anoa, produksi PT Pindad.

Terrex RSTA yang digunakan memang pas ukurannya untuk melengkapi senapan mesin berat (SMB) kaliber 12,7 mm x 99 (.50 Browning) produksi PT Pindad yang mengikuti model ST Kinetics, yaitu CIS 50 MG. Panser 6x6 Anoa produksi PT Pindad tengah diuji apakah dapat dioptimalkan dengan dilengkapi perangkat Terrex RSTA tersebut.

Humas PT Pindad, Tuning Rudiyat yang dikonfirmasi, Minggu (11/11), belum memberikan keterangan.

Sumber Pikiran Rakyat

© Garuda Militer
More about → RI - Singapura Berencana Produksi Alutsista Bersama RWS

Bila Ingin Damai, Bersiaplah untuk Perang

Posted by ReTRo

Jakarta - Di tengah sinar matahari memanggang kulit, tua-muda mengerumuni peralatan tempur. Ada yang mengagumi meriam buatan Prancis yang larasnya menyundul langit. Lainnya berfoto dengan latar belakang tank Leopard, lalu bergeser ke kendaraan taktis Komodo buatan Pindad. Tak sedikit yang melihat kendaraan berpeluncur roket buatan Brasil.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4EGjckHgu7busOusEPLXC2AHckmuwU7uQcdavNFE2ayfP39K7gqw2vQXExDCivf7uGzcr9XllEcjWrmhXZ_eNGtltNqq3qsFNwZNrQpu3Mxw9Ze6Va9ON1Ksd8h36T_oXhEY8QO7_OuqU/s1600/P1010033.jpg
Komodo V2 APC (Foto Berita HanKam)
Agak ke tengah sedikit pengunjung antre menaiki kendaraan pengangkut pasukan bikinan Rusia. Para pemuda apalagi anak kecil antusias menikmati perjalanan keliling lapangan. Seorang asing yang mengenakan stelan jas lengkap sibuk memotret kendaraan tempur (Ranpur) yang datang ke Indonesia tahun lalu itu. Tak dinyana, saya pernah bertemu dengannya ketika masih bertugas di kedutaan Jerman di Jakarta. Kolonel Bruno Hasenpusch, atase pertahanan Jerman untuk Indonesia.

“Saya sudah pensiun,” katanya sambil bersalaman. Sekilas terlihat pakaiannya basah kuyup. Dulu ikut Seskoad? Benar-benar, jawabnya dalam bahasa Indonesia beraksen Jerman.

Dia bertutur, Leopard itu dapat berjalan di lahan gambut atau rawa karena di Jerman juga ada lahan berkarakteristik serupa itu. Tambahan lagi, Leopard buatan Jerman sehingga Indonesia dapat langsung melakukan alih teknologi dan berbagai bentuk kerjasama lainnya. Juga lebih modern dari milik Singapura.

Penembak runduk

http://i1102.photobucket.com/albums/g459/binbin1979/CIMG3315.jpg
SS2V5 Pindad (Foto Binbin1979)
Di dalam gedung, lebih banyak peralatan dan kendaraan militer serta jenis senjata yang dipamerkan. Tak semua untuk maksud-maksud perang, tak sedikit yang dapat dipakai untuk tujuan-tujuan damai.

Ruangan yang mirip hangar ini disesaki lebih dari 600 perusahaan dari 55 negara, termasuk Belarusia dan negara yang lebih terkenal dengan kuda Karabakh, Azerbaijan. Agak di sudut, seorang bapak setengah memaksa anaknya supaya mengangkat senapan yang beratnya 4,5 kg. “Ayo bu foto iu dengan HP saja,” katanya.

Di tempat lain, seorang anak tiarap ala penembak merunduk sambil membidik dengan menggunakan senapan mesin, yang larasnya sepanjang satu meteran. Dia mau tiarap saja walaupun lantai karpetnya sudah diinjak-injak ribuan pengunjung.

Pameran IndoDefense ke 4 yang ditutup Sabtu (10/11/2012) memang berwarna warni. Anak-anak itu tidak sadar kalau senjata dan meriam sudah menyalak serta roket telah melesat, mereka bakal menjerit-jerit. Apa yang mereka kagumi itu tak lebih dari penyabut nyawa, memporak porandakan keluarga.

Kesan bahwa benda-benda yang dipamerkan berbahaya memang nyaris tidak tampak, bahkan lebih seperti mainan. Apalagi para penjaga stand berpakaian rapih, suka memberi permen dan cindera mata. Brosurnya juga bagus-bagus.

Industri militer penuh kontradiksi. Di sana berkumpul kaum cerdik pandai untuk membuat peralatan yang makin ringan, jangkauan efektif yang makin jauh dan makin akurat. Mereka juga membuat amunisi yang makin lama makin canggih. Lebih kecil namun berdaya ledak lebih hebat, serta bisa mencari sasaran sendiri.

Kalau dulu bom ‘Fat Albert’ yang dikendalikan komputer atau laser sangat dikagumi, sekarang sudah dianggap biasa. Bila sebelumnya bom hanya dapat meledak di permukaan, sekarang mampu menembus benteng dan meledak di dalam.

Meriam buatan Prancis itu, kalau sudah ditekan tombolnya maka mereka yang sedang makan toge goreng jauh di Bogor sana bisa jadi korbannya. Kalau tipe amunisinya seperti pacar wutah, maka ibu-ibu yang sedang membeli tas di Tajur turut terkena dampaknya. Amunisi serupa ini terurai menjadi makin kecil dan makin kecil lagi lalu kemudian masing-masing meledak hingga radius ledakan meluas, yang terkena makin banyak.

Industri militer memiliki pula nuansa-nuansa ekonomis. AS mengekspor peralatan militer senilai US$ 10 miliar pada tahun lalu. Perekonomian negara bagian Washington, Missouri dan Maryland akan terpengaruh jika proses produksi Boeing dan Lockheed Martin melesu.

Produk-produk militer kendati penuh kontradiksi tetap diperlukan sebagai kekuatan penjera. Meskipun dalam konteks daya tahan nasional, kekuatan militer hanya merupakan salah satu di samping unsur kelekatan nasional, kekuatan ekonomi, sosial dan lain-lain.

Wajib militer

http://i1102.photobucket.com/albums/g459/binbin1979/CIMG3312.jpg
Rantis P2 SSE (Foto Binbin1979)
Indonesia perlu memiliki kemampuan militer yang tangguh sebab dikelilingi dengan negara-negara yang suka menekan jika Indonesia lemah. Sikap Australia misalnya, suka berubah-ubah sebagaimana ditunjukkan dalam masalah Timor Timur. Bandingkan antara kebijakan Perdana Menteri Gough Whitlam dengan John Howard.

Begitu juga dengan Malaysia dan Singapura terhadap Indonesia. Bila Kapal Malaysia berani berhadapan dengan kapal Indonesia, maka Singapura cerdik dalam berunding dan menjerat dengan pasal-pasal yang mengikat. Contohnya dalam soal gas. Indonesia harus terus mengekspor ke negara itu meski Indonesia kekurangan gas.

Maka dari itu terasa aneh bila ada para pihak di dalam negeri yang tidak ingin militer Indonesia kuat atau keberatan dengan industri militer domestik yang mampu mencukupi keperluan. Apalagi kalau diingat bahwa negara-negara yang maju perekonomiannya itu, rata-rata menerapkan wajib militer bagi warganegaranya.

Melalui wajib militer mereka menjadi warganegara yang disiplin dan tak kenal menyerah. Karakter yang diperlukan buat menghasilkan produk ekspor yang laris dan tidak begitu peka dengan gejolak nilai tukar mata uang. Mereka juga tak mungkin menjual tanah dan air, sekalipun bujukan globalisasi bertubi-tubi sebab merasa bertanggung jawab atas masa depan bangsa dan negaranya.

Kekuatan militer Indonesia boleh dibilang tertinggal dilihat dari aspek jumlah dan kualitasnya. Bila terjadi perang, mungkin saja Indonesia hanya dapat bertahan tiga bulan lalu kabur ke hutan. Itupun hutan sawit.

Sebenarnya tak satu negara pun yang ingin terlibat secara langsung dalam peperangan karena dampaknya sangat merusak. Defisit yang dialami AS dewasa ini, awalnya antara lain lantaran anggaran tidak dipakai kegiatan ekonomi yang produktif, namun digelontorkan bagi industri militer.

Bagi Indonesia, penambahan kekuatan militer perlu sebagai kekuatan penjera dan pembangkit rasa bangga. Sebagaimana diketahui kebanggaan nasional tengah melorot karena ketidakberdayaan birokrasi dan demokrasi yang kebablasan. Bayangkan, orang perorang bisa memaki atau menilai lambang negara dengan seenaknya.

Kekuatan militer juga dapat dipakai untuk keperluan damai mengatasi dampak bencana alam. Jangan sampai pengalaman menangani dampak tsunami di Aceh terulang lagi. Ketika itu, negara-negara asing lebih banyak membantu karena Indonesia kekurangan pesawat angkut akibat embargo AS dan juga tak punya peralatan komunikasi lapangan hingga menggunakan peralatan milik Singapura.

Keharusan memilih

Rantis Garda II (Foto Berita HanKam)
Para pejabat tengah dihadapkan kepada keharusan memilih. Membiarkan Indonesia lemah atau kuat. Tampaknya yang dipilih adalah alternatif kedua. Anggaran militer Indonesia pada 2012 mencapai Rp 64,4 triliun.

Pilihan ini sejalan prinsip, jika ingin damai bersiaplah untuk perang. Atau seperti yang dikatakan Zbigniew Brezezinski…bila tercetus perang nuklir maka dampaknya sudah diketahui. Jadi yang terpenting adalah sebelum terjadinya perang nuklir tersebut.

Bagi Indonesia yang tak memiliki senjata nuklir, kekuatan militer merupakan kekuatan penjera, pembangkit kebanggaan nasional dan penopang lahirnya masyarakat yang sejahtera. Bukankah Hercules juga dipakai buat membawa beras dan terkadang kambing, bukan hanya untuk terjun HAHO (high altitude high opening) dan HALO (high altitude low opening)? [mdr]

© Inilah
More about → Bila Ingin Damai, Bersiaplah untuk Perang

★ Sistem Avionik Pesawat Tempur Buatan Dalam Negeri

Posted by ReTRo on Sunday, November 11, 2012

Jakarta - Sebuah industri swasta yang bergerak dalam bidang sistem pertahanan militer unjuk gigi dalam pameran Indodefence 2012. Perusahaan ini memproduksi peralatan pesawat tempur lokal yang diharapkan mampu membuat Indonesia mandiri, dalam kebutuhan alutsista.

Siapa sangka jika sistem avionik pesawat tempur ini merupakan hasil produksi dalam negeri? Namun ini merupakan hasil karya sebuah perusahaan asal Surabaya, Infoglobal. Avionik merupakan peralatan di sebuah pesawat tempur yang berhubungan dengan sistem navigasi, komunikasi, dan persenjataan.

Peralatan inilah yang ada di dalam kokpit pesawat yang akan menjadi indikator, dan dikontrol oleh seorang pilot pesawat tempur. Adi sasongko adalah orang yang berada dibalik perusahaan yang memproduksi sistem avionik ini. Ia mengaku bukan hal mudah untuk mendapatkan kepercayaan sebuah negara, terutama dalam bidang sistem pertahanan.


Kesempatanlah yang membuat Adi akhirnya memutuskan untuk mengembangkan peralatan avionik ini 12 tahun yang lalu. Kini perusahaan yang ia pimpin sudah memiliki 200 karyawan di Surabaya.


Peralatan yang dimiliki perusahaan lokal ini sudah menjadi perlengkapan untuk pesawat tempur Hawk 100, 200, dan F5. Cukup membanggakan bagi Indonesia, namun Adi berharap pemerintah dapat berperan aktif lagi.


Dengan dukungan penuh dari pemerintah kepada perusahaan lokal, seharusnya Indonesia sudah bisa mandiri dalam pengembangan alutsista tanpa harus membeli peralatan dari luar negeri.


© MetroTV
More about → ★ Sistem Avionik Pesawat Tempur Buatan Dalam Negeri

★ SS2V5 - Kecil kecil ...Cabe Gunung

Posted by ReTRo


Salah satu eksibitor alias peserta pameran setia IDAM dari masa ke masa adalah Pindad, yang dengan setia menjadikan IDAM sebagai ajang pamer system senjata terbaru mereka. Kalau dilihat dari apa yang mereka bawa tiap tahun, polanya ajek… selalu ada barang baru walaupun follow upnya kadang tak terdengar, atau malah suka hilang sendiri dari pasaran dan menjadi sekedar angin lalu.


Koleksi Varian SS2 Pindad (ARC)

Satu system senjata yang sudah pasti ada adalah SS2, yang iterasi atau variannya sudah sampai ke SS2V5R (R: Railed?) yang terlihat amat modern. Dalam dua tahun terakhir ini pula, Pindad juga sudah ikut tren dunia yang memasangkan berbagai macam optic ke atas SS-2. Jika empat tahun lalu pilihannya hanya KISS, sekarang sudah ada Trijicon ACOG, Trijicon Reflex, dan barang paling baru yang dipamerkan dalam IDAM 2012 ini adalah teleskop gambot Selex-Galileo ASPIS yang nangkring diatas SS2-V5R.


http://i1102.photobucket.com/albums/g459/binbin1979/CIMG3315.jpg
SS2V5R Pindad (Foto Binbin1979)

Teropong yang masuk sebagai item pengembangan program Soldato Futuro Italia dan dibuat oleh Finnmeccanica tersebut menampilkan banyak fitur seperti IR channel yang memampukan penembak untuk melihat dan membidik dalam gelapnya malam. Apabila ditambahi opsi modul kamera, hasil rekaman dari ASPIS  juga dapat ditampilkan di sistem HMS (Helmet Mounted Sight) prajurit Soldato Futuro. Sistem ASPIS juga memiliki laser pointer terintegrasi dengan sistemnya, dan untuk pertempuran jarak dekat, ada Holosight dengan model seperti EOTech yang  memberikan lensa bidik yang cerah dan refleks yang baik terhadap sasaran.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6-Lrprl0ZWHh1lidPGM-ipKJTKRSR7oTO57jHnOUmK5Qzmzp8qNzkticR8tcADU9UVGq1HWdGuG_dBwFpdC_ymVOpcKGdtv-dzLZzEe7G1N_KtkzB39HuyLLc9bdArce8INUA4nmDI_g/s320/17.jpg
SS2V5R terintegrasi dengan Helm (Detik)

Yang mengherankan adalah, kenapa Pindad memasangnya dalam senapan dengan laras komando 10” seperti SS2V5. Apalagi kalau melihat aksesoris lain pada SS2V5 yang terpajang yaitu MagPul AFG (Angled Fore Grip) yang berbentuk segitiga di kuadran bawah sistem rel. AFG merupakan aksesori yang mendukung penggunaan MagPul Shooting Dynamics atau teknik menembak ala MagPul yang mengutilisasikan teknik menembak agresif, salah satu diantaranya adalah menggunakan AFG sedekat mungkin dengan mulut laras sehingga sentakan ke atas bias ditekan oleh tangan yang  menekan AFG.

SS2V5 (ARC)

Untuk senapan laras pendek dengan AFG, penggunaannya jelas adalah untuk pertempuran jarak dekat, bukan untuk misi pertempuran malam pada jarak menengah yang  membutuhkan optic teleskop IR. APSIS yang berat juga mempengaruhi titik berat senjata, membuat  SS2V5 dengan receiver alumunium ini menjadi tidak nyaman digenggam.

Untuk SS2V5 ini Pindad kelihatannya memang MagPul minded. Magasennya menggunakan PMag dan popornya adalah popor tarik MagPul CTR. Enaknya, PMag terkenal tahan banting, sementara CTR menyediakan opsi popor tarik (dan tentunya engsel lipat standar SS2) yang cocok untuk pasukan khusus.  Menggabungkan senapan PJD dan optic malam kelas berat? Hmmm….(Aryo Nugroho)

© ARC
More about → ★ SS2V5 - Kecil kecil ...Cabe Gunung

AS ikut dalam Pameran Indo Defense 2012

Posted by ReTRo

AS Unjuk Gigi di Pameran Indodefence
Salah satu Stand di Indo Defense 2012
Jakarta - Sebanyak 50 negara berpartisipasi dalam pameran internasional industri peralatan pertahanan Indonesia ke-5 tahun 2012 atau Indodefence 2012 Expo and Forum di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran Jakarta, pada 7-10 November 2012.

Ada 600 perusahaan dari berbagai dunia yang berpartisipasi di pameran ini. Salah satunya perusahaan dari Amerika Serikat.

Konon, jarang sekali bagi AS untuk memamerkan teknologi militernya di negara lain. Tapi, di Indodefence 2012 ini, negara adidaya ini ikut serta memeriahkan pameran.

Wakil Duta Besar AS, Kristen F Bauer mengaku gembira bisa berpartisipasi dalam pameran ini. "Kami sangat senang bisa ikut pameran ini. perusahaan-perusahaan kami ingin bermitra dengan perusahaan indonesia. Perusahaan kami menghasilkan perangkat militer terbaik di dunia. Mereka ingin berbagi produk dan bermitra dengan Indonesia dalam industri pertahanan", katanya.

Menurut Bauer, peralatan pertahanan yang disajikan AS sangat beragam. "Produk industri pertahanan kami sangat beragam, dari helikopter, sistem radio. pokoknya kami punya bermacam peralatan yang bisa ditawarkan. itu sebabnya kami senang bisa berpartisipasi", tambahnya.

Tak mau kalah, Rusia dan Jerman juga memamerkan peralatan militernya. Industri Pertahanan Rusia memperkenalkan roket penembak sasaran. Sementara, Jerman memperlihatkan alat pengintai berteknologi infra merah.(RZK)


© Liputan6
More about → AS ikut dalam Pameran Indo Defense 2012

Indonesia Ordered 36 Astros II Rocket Systems

Posted by ReTRo on Saturday, November 10, 2012

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7g0aqx-NJVLhIZCqU39adjxp26GU1TEEtfAxP2PzzRpOfivMEAs-hMxRXBM4JILs1yFZy6M3AnPzpdo7UiXfW5vWmZOPHgNg_RxdSCCVkKtxt2Bda_-hrnbgyRKvU9O-3-fMxSSdF3z9c/s1600/Astros+II_Defense+Studies.JPG
Avibras Astros II Mk 6 MLRS (Foto Defense Studies)
Jakarta - Brazil's "Avibras Industria Aerospacial" signed a contract to supply Indonesia with two batteries MRLS "Astros-2” (ASTROS - Artillery Saturation Rocket System).

According to "Jane's Defence Weekly" in the exhibition held in Jakarta "IndoDefence 2012" representative "Avibras", an agreement was signed with the Ministry of Defense of Indonesia "recently" and provides for the production and supply of two batteries, "Astros" as well as the transfer of technology and their service Indonesian repair industry. Earlier, Indonesian online media reported that one of the MLRS "Astros-2" version Mk.6 was demonstrated during the past 5 October in Jakarta military parade.

Under the agreement Indonesia will receive 36 launchers and a similar number of transport-charging machines, fire control, mobile repair shops, mobile weather stations, control vehicle battery commander. "Avibras" will also provide training facilities, simulators and a package of spare parts.

The Astros system and related vehicle (Foto Defense Studies)

Despite the fact that the cost of the agreement were not disclosed, it can be estimated at 350 million dollars. In June this year, Brazilian Army signed a contract for the purchase of three batteries MLRS "Astros 2020" worth 525 million dollars. In addition, the MLRS "Astros" were delivered in 2002 and 2007 to Malaysia.

According to the signed November 8 Indonesia and "Avibras" memorandum of understanding, a Brazilian manufacturer of the Indonesian state-owned companies will give “PT Pindad” and “PT Dirgantara" as well as the National Institute of Aeronautics and Space Technology and the necessary "know-how".

According to the statement of the Executive Director of "Avibras" Sami Youssef Hassuani (Sami Youssef Hassuani), a technology transfer agreement will strengthen cooperation in Indonesia and Brazil in the field of defense.

Earlier Indonesia signed a contract to buy Brazil 16 light combat / training aircraft EMB-314 (A-29) "Super Tucano". The first four aircraft were delivered in August 2012.

© Armstrade
More about → Indonesia Ordered 36 Astros II Rocket Systems

IndoDefence 2012 Capai Target

Posted by ReTRo

http://www.seputar-indonesia.com/publics/imagecache/detail/11/images/news/10%20November%202012/NASIONAL.jpg
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kanan) didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (ketiga kanan) dan Menteri Perindustrian MS Hidayat (kanan) menandatangani dokumen penamaan kendaraan taktis 4x4 produksi PT Pindad "Komodo" di Jakarta kemarin.

Jakarta – Ajang Indo Defence Expo and Forum 2012 yang memamerkan alat utama sistem senjata (alutsista) dalam negeri cukup memberikan dampak berarti bagi pengenalan dan pemasaran produk mereka. Melalui kegiatan dwi tahunan berharap bisa meningkatkan peluang bagi industri pertahanan dalam negeri untuk lebih berkembang.

Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Kolonel Kav Bambang Hartawan, secara umum target penyelenggaraan Indo Defence 2012 tercapai dilihat dari tingkat partisipannya yang cukup banyak sehingga memberi kesempatan Indonesia untuk sharing dengan negara lain dalam bidang promosi industri pertahanan. “Lewat ini kita juga diakui di dunia, tidak saja di Asia, sebagai penyelenggaran expo produk pertahanan,” katanya di Jakarta, kemarin.

Bambang menerangkan, expo pertahanan berbeda dengan expo produk-produk lainnya seperti furniture, misalnya. Expo semacam ini tidak bisa diketahui nilai transaksi karena pengadaan alat pertahanan membutuhkan proses yang panjang dan dipengaruhi oleh kebijakan politik masing-masing negara, baik penjual maupun pembeli.

Ajang ini, lanjut dia, lebih tepatnya untuk menjembatani bertemunya produsen dengan calon pembeli. “Kalau ada yang berminat, paling mereka mendapatkan contact point. Selanjutnya yang berminat ini pasti akan membicarakan dulu dengan pemerintahannya, kemudian mereka menindaklanjuti sendiri,” terangnya.

Meski demikian, kegiatan ini tetap memberi dampak positif secara ekonomi maupun citra Indonesia. “Banyaknya orang asing itu juga membelanjakan uangnya di sini. Ini juga membawa nama baik industri pertahanan kita dan menunjukkan stabilitas keamanan kita meningkat,” imbuhnya.

Managing Director PT Palindo Marine Harmanto mengungkapkan, selama kegiatan berlangsung, banyak peminat yang ingin bekerjasama dengan perusahaannya dalam penyediaan kapal. Sejauh ini sebagian besar peminat berasal dari luar negeri. “Ada dari Malaysia, ada dari Timor Leste,” katanya mencontohkan.

Dia menuturkan,sejak dibuka pada 7 November dan ditutup 10 November kemarin, ada banyak kunjungan ke stan perusahaannya. “Kunjungan dari luar negeri juga banyak jadi kita bisa mempromosikan produk kita. Kita ada target (kerja sama) tapi tentu itu tidak bisa langsung di sini karena ini bukan barang kecil,” katanya.

http://i1102.photobucket.com/albums/g459/binbin1979/CIMG3312.jpg
Rantis P2 SSE (Foto Binbin1979)

Hal serupa juga terjadi untuk PT Sentra Surya Ekajaya (SSE) yang memproduksi kendaraan tempur. Industri ini tanpa banyak terekspos produknya sudah dipakai TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut, serta digunakan militer Srilanka.

Menurut Operation Manager PT SSE David Agahari, pada ajang ini PT SSE juga memperkenalkan produk terbaru, tak mau kalah dengan PT Pindad yang merupakan industri pertahanan milik pemerintah. Kendaraan tempur yang diproduksi PT SSE juga memiliki kemampuan seseuai kebutuhan TNI, misalnya antipeluru dan memiliki kemampuan manuver yang baik.

Rantis Komodo

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4EGjckHgu7busOusEPLXC2AHckmuwU7uQcdavNFE2ayfP39K7gqw2vQXExDCivf7uGzcr9XllEcjWrmhXZ_eNGtltNqq3qsFNwZNrQpu3Mxw9Ze6Va9ON1Ksd8h36T_oXhEY8QO7_OuqU/s1600/P1010033.jpg
Komodo V2 APC Pindad (Foto Berita HanKam)

Di hari terakhir pameran, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri untuk mengunjungi pameran sekaligus menamai produk kendaraan taktis (rantis) buatan PT Pindad. “Kendaraan taktis karya putra-putri Indonesia yang insya Allah, akan menjadi kendaraan taktis yang handal, bisa bergerak di segala cuaca bertempur di medan-medan Indonesia. Saya beri nama Komodo,” ujar SBY.

Nama Komodo dipilih karena binatang ini sangat perkasa dan populasinya hanya ada di Indonesia.“ Semoga kendaraan taktis ini benar-benar handal, bisa bertempur dan tentu membawa kemenangan dan kejayaan bagi Indonesia,” tambahnya. Kendaraan Komodo ini menggunakan mesin diesel turbo intercooler memiliki transmisi manual enam maju satu mundur.

Kendaraan yang terdiri dari beberapa varian itu memiliki diferensi lock sehingga memiliki kemampuan offroad yang baik. Badan kendaraan taktis ini mengunakan body monocoque dan memiliki ketahanan terhadap tembakan senjata 7,62 mm.[fefy dwi haryanto]

© Sindo
More about → IndoDefence 2012 Capai Target

★ Senjata Murah Buatan China Jadi Saingan Berat Pindad

Posted by ReTRo

SS2 V5 Pindad (Foto Binbin1979)
Jakarta - PT Pindad (persero) menyatakan saat ini bersaing ketat dengan alat-alat militer buatan China yang menawarkan harga murah serta berkualitas.

Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Pindad Teguh kepada detikFinance dalam pameran Indo Defence Expo 2012 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (9/11/2012).

"China menjadi saingan terberat kita soal pemasaran alat perang," kata Teguh singkat.

Menurut Teguh, China dengan produk murahnya mudah untuk membuat calon pembeli tergiur. Tetapi Pindad memastikan akan terus berkompetisi secara sehat.

"Pindad bisa berkompetisi soal harga, kita juga murah dan kita lebih berkualitas. Ini sudah diakui di banyak negara," paparnya.

Saat ini pasaran alat dan kendaraan militer Pindad sudah memasuki negara ASEAN, Australia, dan Korea. Bahkan merambah ke ranah Eropa sebut saja Prancis, Jerman, Turki, dan Bosnia.

Menurut Teguh dari banyaknya pasar Pindad, salah satu negara yang paling setia untuk membeli alat dan kendaraan militer Pindad adalah Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam.

"Produk seperti bom, senjata baik senapan jenis SS2, pistol jenis G2 dan amunisi juga kendaraan tempur laku dijual. Khusus untuk negara Singapura, mereka yang paling setia beli dari kami," cetusnya.

More about → ★ Senjata Murah Buatan China Jadi Saingan Berat Pindad

Perwira Australia Mengagumi Perkembangan Alutsista Indonesia

Posted by ReTRo on Friday, November 9, 2012

Senapan Produksi PT Pindad Indonesia dalam Indo Defence Expo 2012Jakarta - Delegasi Australia mengagumi perkembangan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia yang cukup pesat. Perwira Siswa (Pasis) Sesko AD dari Australia, Major Jason Hewerdine, saat berkunjung ke Pameran Indo Defence mengatakan ketakjubannya. 

"Merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa bagi saya untuk datang ke pameran ini. Karena selain untuk menambah wawasan tentang perlengkapan militer terbaru, juga khususnya untuk melihat langsung produk-produk teknologi terbaru dari industri pertahanan Indonesia," kata Jason, di Jakarta, Jumat (9/11).

Kunjungan Jason ke Indo Defence merupakan permintaan dari rekannya di Sesko AD untuk melihat perkembangan teknologi militer terbaru. Tugas sebagai utusan ini diperolehnya berkat pengetahuan Jason yang lebih di bidang arhanud, infanteri, dan kavaleri.


Sejumlah produk alutsista yang menarik perhatian Jason antara lain senjata laras panjang dan peluru PT Pindad yang kini telah digunakan oleh militer AS sebagai produk unggulan. Dia juga senang saat melihat kendaraan taktis Panser 6x6 Anoa yang sukses menggaet minat Malaysia untuk membeli sebanyak 32 buah.

Jason juga menyatakan apresiasinya terhadap perkembangan alutsista TNI yang dinilainya pascareformasi kian membaik. Ini terlihat dari upaya TNI untuk terus memodernisasi peralatan militernya sesuai dengan tugas pokok TNI untuk mengamankan dan menjaga kedaulatan Indonesia.

Pameran yang sudah masuk hari ketiga ini tak hanya menyedot perhatian para pengunjung lokal, pengunjung mancanegara juga bersemangat untuk berkunjung. Sebanyak 600 peserta pameran dari 42 negara dengan beragam produk mulai dari persenjataan hingga produk-produk pendukung industri pertahanan ini memang dipersiapkan untuk menjamu tamu-tamu baik dari kalangan militer, profesional, bahkan umum.

Beberapa industri pertahanan nasional utama di Indonesia ikut ambil bagian memamerkan produk-produknya dalam pameran ini, seperti PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia.

Konten Lokal

Sementara itu, PT Pindad bakal memperkaya tank berat buatan Jerman, Leopard Revolution, dengan sejumlah konten lokal. Kepastian itu diperoleh setelah adanya penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Pertahanan dengan produsen Leopard asal Jerman, Rheinmetall Landsysteme.

"Ini sebagai komitmen kita untuk melakukan alih teknologi bagi setiap alutsista yang dibeli dari luar negeri," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, kemarin.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayjen Ediwan Prabowo, menandatangani dua kesepakatan bersama dengan Managing Director Rheinmetall Landsysteme Harald Westermann dan Presiden Avirbrus Industria Aerospacial Brazil, Sammi Youssef Hassuani.

Dengan Rheinmetall, Kemhan menyepakati pembelian Leopard, Marder, dan sejumlah tank pendukungnya. "Selama ini kita belum punya tank berat dan tank medium. Kita baru punya tank ringan," kata Purnomo.


More about → Perwira Australia Mengagumi Perkembangan Alutsista Indonesia

★ Irak Dan Iran Tertarik Senjata Produksi Pindad

Posted by ReTRo

SS2 V5 Pindad (Foto Binbin1979)
Jakarta - Negara Timur Tengah terkenal akan royalitasnya membeli persenjataan berkualitas bagus dalam jumlah yang sangat besar. Belakangan negara dari Timur Tengah yang mulai rajin membeli persenjataan adalah Irak dan Iran.

Kepada itoday, Jum'at (9/11) Legal & Public Relation Manager, Tuning Rudyati mengatakan, Irak sudah menyatakan minatnya membeli produk Pindad, walau belum disebutkan jenis produk dan jumlahnya.

"Irak sudah datang ke Bandung (PT.Pindad-red) dan menyatakan minatnya kepada produk kami, namun belum ada kesepakatan," jelas Tuning.

Iran pun tak mau kalah dengan tetangganya yang pernah berseteru itu. Negara yang dipimpin Ahmadinejad ini langsung mengirimkan wakil menteri pertahanannya (Wamenhan) ke stand BUMN Strategis asal Bandung ini, Jum'at (9/11) di pameran Indo Defense 2012.

"Wamenhan Iran datang ke stand kami (Pindad), untuk melihat produk-produk yang dibuat Pindad, dan kami memberikan beberapa presentasi produk kepadanya, " ujarnya.

Sekedar informasi, kunjungan Iran ke Pindad ini ternyata bukan yang pertama kalinya dilakukan. Pihak Pindad mengungkapkan, ketika Indo Defense 2008 di Lanud Halim Perdanakusumah, Iran sudah datang menandatangani kontrak pembelian magazin senjata dengan Pindad, namun kontrak itu dibatalkan Pemerintah Indonesia karena masalah politis.

Melihat situasi politik Indonesia-Iran yang saat ini terus membaik, Pindad berharap kesempatan kali ini dapat memberikan keuntungan bagi pihaknya.

© Itoday
More about → ★ Irak Dan Iran Tertarik Senjata Produksi Pindad

★ SS Pindad Penggabungan Teknologi M-16 Amerika Dan AK 47 Rusia

Posted by ReTRo

SS2 V5 Pindad (Foto Binbin1979)
Senapan Serbu (SS) PT Pindad Persero telah menyabet penghargaan dalam sejumlah lomba tingkat internasional. Kualitas senapan yang memiliki dua versi, SS1 dan SS2, ini diklaim lebih baik dari M16 buatan Amerika Serikat.

Staf Desain Produk PT Pindad, Windu Paramata, mengatakan SS dibuat dengan menggabungkan sejumlah keunggulan M16 dan senjata asal Rusia, AK47. "Jadi senapan serbu ini dibuat berdasarkan gabungan teknologi di M16 dan daya tahan di AK47," ujar Windu saat berbincang dengan VIVAnews di Indo Defence 2012 Expo & Forum, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat 9 November 2012.

SS, kata Windu, memiliki fleksibilitas teknologi seperti M16, sementara daya tahannya seperti AK47. Teknologi yang diadopsi dari AK47 itu adalah sistem gas buang. Sistem inilah yang tidak dimiliki oleh M16. Dengan sistem itu, SS memiliki daya tahan di segala medan. SS tahan terhadap air atau lumpur. Artinya, SS masih bisa digunakan untuk menembak meski baru saja masuk ke air maupun lumpur.

"Jadi, kalau habis keluar dari sungai atau lumpur, senapan serbu ini tidak macet seperti M16. Paling tembakan pertamanya untuk membersihkan lumpur yang masuk ke moncong senjata," ujar Windu.

Khusus untuk SS2, sudah memiliki sejumlah varian, yakni SS2-V1, SS2-V2, SS2-V4HB, dan SS2-V5. Windu menambahkan, dengan menggunakan SS2-V4HB, TNI sudah lima kali menjuarai lomba tembak tingkat internasional. "SS2-V4HB menggunakan peluru kaliber 5,56 mm dengan jarak tembak efektif 600 meter," kata dia.

Dalam ajang Indo Defence ini, PT Pindad memamerkan beberapa senjata produksinya, di antaranya SS versi 2 (SS2), Hand Gun G-2 versi elite dan Combat, serta Senapan Penembak Runduk (SPR) yang digunakan untuk para penembak jitu.
 
© Vivanews
More about → ★ SS Pindad Penggabungan Teknologi M-16 Amerika Dan AK 47 Rusia

Indonesia sign contract for 37 Caesar

Posted by ReTRo

http://i1102.photobucket.com/albums/g459/binbin1979/CIMG3263.jpg
Caesar 155 mm (Binbin1979)
Indonesian Defense Ministry confirmed 37 procurement contracts Caesar self-propelled 155mm guns from France.

The contract was signed in the framework of Indo Defence 2012 exhibition.

According to a representative of the manufacturer Nexter Systems contract value to $ 240 million, the delivery will be carried out in the period 2013-2014.

Earlier, the Indonesian Ministry of Defense has announced its intention to purchase 37 self-propelled 155mm Caesar from September / 2012, two guns of this type has been moved to Indonesia and join the parade on 5/10/2012 at this country.

Under the terms of the contract, Nexter Systems will provide technology related to PT Pindad of Indonesia to produce the components of this gun in the future.

With this contract, Indonesia became the 4th customer of the self-propelled gun Caesar.

Earlier, the Thai buying 6 exporter team in 2009, Saudi Arabia purchased 32 team gate value of $ 210 million, Denmark has bought 18 gates teams in 9/2012.

Caear 155mm caliber self-propelled gun, was developed in the 1990s as a test of France's own technology. Four prototypes were delivered to the French Army at the end of the 1990 assessment.

The Caesar series production work began in 2006, and widely delivered to the French Army in 2007.

More about → Indonesia sign contract for 37 Caesar

★ Pindad Kembangkan Varian SS-2 Anti Karat untuk TNI AL

Posted by ReTRo

Menggunakan lapisan anti oksidasi, senapan ini tahan air laut.

Kopaska dengan SS1 Antikarat
PT Pindad tak hanya membuat sejumlah varian dari Senapan Serbu (SS) saja, tapi juga berencana membuat varian dari SS versi 2 (SS-2) yang tahan terhadap oksidasi atau anti karat akibat air laut. Varian SS-2 ini khusus dibuat untuk TNI Angkatan Laut.

Namun, staf Penjualan dan Pemasaran PT Pindad, Mutiara Erning, menjelaskan varian ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga belum diketahui kapan resmi diproduksi. "Belum diproduksi, masih dalam pengembangan antara PT Pindad dengan Angkatan Laut," kata Mutiara kepada VIVAnews di Indo Defence 2012 Expo & Forum, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat 9 November 2012.

PT Pindad, kata Mutiara, memang sengaja terus mengembangkan beberapa varian lainnya. Salah satunya adalah varian yang anti karat. "Pindad nanti bikin varian yang anti oksidasi. Caranya dengan menggunakan marinisme atau pelapisan yang tahan karat dan air laut. Pelapisan ini tentu beda dengan pelapisan SS-2 varian sebelumnya," ucap dia.

Senapa Serbu produksi PT Pindad sendiri sudah memiliki dua versi, SS-1 dan SS-2. Khusus untuk SS2, sudah memiliki sejumlah varian, yakni SS2-V1, SS2-V2, SS2-V4HB, dan SS2-V5.

Staf Desain Produk PT Pindad, Windu Paramata menambahkan, dengan menggunakan SS2-V4HB, TNI sudah lima kali menjuarai lomba tembak tingkat internasional. "SS2-V4HB menggunakan peluru kaliber 5,56 mm dengan jarak tembak efektif 600 meter," kata dia.

Di ajang Indo Defence ini, PT Pindad memamerkan beberapa senjata produksinya, di antaranya SS versi 2 (SS2), Hand Gun G-2 versi elite dan Combat, serta Senapan Penembak Runduk (SPR) yang digunakan untuk para penembak jitu. (ren)

More about → ★ Pindad Kembangkan Varian SS-2 Anti Karat untuk TNI AL

★ Senapan Penembak Jitu Buatan Pindad Mampu Tembus Tank Baja

Posted by ReTRo

Ketiga senapan penembak jitu itu sudah dilengkapi peredam suara.

PT Pindad Persero tak hanya memproduksi Senapan Serbu versi 1 dan 2 (SS1 dan SS2). Tapi juga membuat senjata Senapan Penembak Runduk (SPR) atau senjata khusus penembak jitu yang diproduksi sejak tahun 2007.

Staf Desain Produk PT Pindad, Windu Paramata menjelaskan, ada tiga versi SPR. Yakni SPR-1 (produksi 2007), SPR-2 dan SPR-3 (produksi 2010). Ketiga senapan itu sudah didesain menggunakan peluru yang bisa menembus lapis baja pada kendaraan tempur, seperti tank.

"SPR-1 menggunakan peluru kaliber 7,62 mm, peluru SPR-2 dan SPR-3 berkaliber 12,7 milimeter x 108," kata Windu saat berbincang dengan VIVAnews di Indo Defence 2012 Expo & Forum, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat 9 November 2012.

Untuk SPR-1, kata Windu, dengan peluru kaliber 7,62 mm dapat menembak efektif sampai jarak 700-900 meter. Namun, pada jarak tembak 400-500 meter, SPR-1 ini bisa menembus baja dengan ketebalan 5 mm. "Dengan jarak tembaknya cuma 400-500 meter, baru baja itu bisa bolong," kata Windu.

Sementara, SPR-2 dan SPR-3 bisa menembak dengan jarak hingga 1,5 km. Secara keseluruhan SPR-2 dan SPR-3 bisa menembak efektif meski musuh berada pada jarak 2 km. Namun karena keterbatasan teropong pada senapan ini, sehingga hanya efektif menjangkau sampai 1,5 km.

"Dengan peluru 12,7 mm x 108 ini, SPR-2 bisa bikin bolong lapis baja tank dengan ketebalan 1 cm. Kalau SPR-3 bisa merobek ketebalan baja sampai 3 cm. Itu semua dengan jarak tank ada di 1 sampai 1,5 km," Windu menjelaskan.

Ketiga senapan penembak jitu itu sudah dilengkapi dengan peredam suara. Meski tidak secara signifikan menurunkan suara letusan senapan. "Tapi area aman si penembak jitu itu kan di bawah radius 1 km. Karena biasanya penembak jitu selalu ambil posisi tembak dengan jarak 1-2 km, jadi tidak kedengaran suara tembakannya kalau jaraknya segitu," kata dia.

Senapan ini terilhami produk-produk senapan tembus baja tank yang sudah ada. Namun untuk SPR ini PT Pindad sudah mendesain sendiri bentuknya dengan harga yang relatif murah. Walaupun pada sebagian sosok masih mengambil desain dari Black Arrow M93 dan NTW-20 produksi Afrika Selatan yang harganya berada di atas Rp 1 miliar.

Produk senjata sejenis sudah ada. Misalnya Gepard M1/M2 (Hongaria, kaliber .50), Barret M82, M90 dan M95, M99, serta M-107 (Amerika, kaliber .50), SVN-98 (Rusia, kaliber 12,7 mm x 108), Steyr IWS-2000 (Austria, kaliber .50 dan 12,7 mm x 108), PGR UM-Hecate (Prancis, kaliber .50), AI AS (Inggris, kaliber .50), dan NTW-20 (Afrika Selatan, kaliber 20 mm).

Penggunaan senapan penembak jitu antimaterial tembus lapis baja tank ini sudah digunakan sejak Perang Dunia II pada tahun 1939-1945 oleh pasukan Nazi Jerman yang menggunakan Mauser Tank-Gewehr Model 1918 kaliber .51, Jepang dengan Tipe 97 kaliber 20 mm, dan Inggris dengan Boys Antitank Rifle kaliber .55.

Ketiga pasukan tersebut menggunakannya untuk menghantam masing-masing musuhnya, yang berlindung di balik tembok atau berada dalam kendaraan lapis baja.

Usai perang, berbagai negara terutama Amerika, Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa Timur kemudian mengembangkan dengan menggunakan peluru kaliber .50 atau biasa disebut dengan kaliber 12,7 mm x 99 dan kaliber 12,7 mm x 108, yang menjadi standar senapan mesin berat mereka. Dari berbagai negara yang ikut memproduksi senapan antimaterial ini, Jerman, Amerika, dan Rusia yang paling banyak membuat aneka produk sejenis. (eh)

More about → ★ Senapan Penembak Jitu Buatan Pindad Mampu Tembus Tank Baja

Kerjasama Indonesia-Inggris diharapkan ke Pengembangan Kapal Perang

Posted by ReTRo

Nahkoda Ragam Class (Foto Audrey)
Jakarta - Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berharap tercapainya peningkatan kerja sama pertahanan RI-Inggris beberapa waktu lalu mesti diarahkan atau difokuskan untuk mempertajam dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri, khususnya alutsista tertentu.

Menurut Mahfudz, Inggris merupakan negara yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan produk kapal perang. Kapal perang kerajaan Inggris saat ini merupakan salah satu yang tercanggih di dunia. Karena itu, Mahfudz berharap peningkatan kerja sama militer dengan Inggris dapat diarahkan dan difokuskan untuk pengembangan kapal perang dalam negeri.


"Kita tahu Inggris ini sudah sangat maju dan industri kapal perangnya itu kan sudah tua dan paling canggih kalau kita bandingkan dengan negara lain," ujar Mahfudz kepada Jurnalparlemen.com, Jumat (9/11).


Sehingga, kata Mahfudz, memang menjadi penting bagi Indonesia, khususnya PT PAL, untuk membangun kerja sama strategis dengan Inggris terkait pengembangan kapal perang. "Dengan demikian, target-target pengembangan industri pertahanan kita bisa lebih cepat. Saya kira ke dapan kita kan memang perlu armada AL yang lebih banyak lagi, bukan hanya kapal selam, juga kita kerja sama dengan Jerman," ujarnya.


Kata Mahfudz, untuk kapal selam sendiri, kini Indonesia telah mengadakan kerja sama dengan Korsel untuk pengadaan tiga unit. "Saya kira dengan Inggris ini untuk kapal perang kawal rudal, frigate dan sejenisnya," katanya.


Lebih lanjut Mahfudz mengatakan, saat ini sesungguhnya TNI AL juga telah berencana membeli tiga unit kapal fregard dari Inggris. Sehingga hal ini dapat menjadi awal yang baik untuk pengadaan kapal perang berikutnya, Indonesia minta Inggris melakukan transfer teknologi.


"Tiga kapal yang kita mau beli itu sudah ready, yaitu kapal yang semula dipesan Brunei Darussalam, namun dalam perkembangannya pihak Brunei (dengan alasan tertentu) membatalkan pembelian kapal tersebut," ujarnya.


© Jurnal Parlemen
More about → Kerjasama Indonesia-Inggris diharapkan ke Pengembangan Kapal Perang

★ 4 Kendaraan Pindad terbaru

Posted by ReTRo

Variasi Komodo Pindad (Foto Formil Kaskus)
Jakarta - PT Pindad (persero) siap meluncurkan produk terbaru berupa kendaraan tempur. Empat kendaraan gagah ini rencananya akan segera diberi nama oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Nunggu Pak SBY untuk kasih nama 4 kendaraan tempur terbaru buatan Pindad," kata staf ahli PT Pindad (persero) Teguh saat ditemui detikFinance di JIE Kemayoran Jakarta, Jumat (8/11/2012).

Kendaraan semi tempur ini rencanya akan diberi nama oleh Presiden SBY besok dalam kunjungannya ke pameran Indo Defence 2012 di JIE Kemayoran. Selain 4 kendaraan semi tempur, Pindad juga mengeluarkan senjata SS2-V5.

http://i1102.photobucket.com/albums/g459/binbin1979/CIMG3315.jpg
SS2V5 Pindad (Foto Binbin1979)
"Kita juga akan keluarkan senjata SS2-V5," imbuhnya.

Senjata SS2-V5 adalah senjata yang diperuntukan bagi tentara. Senjata ini adalah seri ke lima dari yang pertama SS2-V1 yang diperdagangkan ke Australia.

"Ada SS2-V1, V2, V3, V4 dan terbaru itu SS2-V5," tuturnya.

Ada satu lagi produk baru yang disembunyikan PT Pindad (persero). Sebuah panser besar dengan dilengkapi teknologi canggih dan senjata besar juga siap diproduksi dan menunggu Presiden untuk melihat apakah ini bagus atau tidak.

"Yang ini jenis panser terbaru, semuanya serba canggih. Dari mulai teknologi hingga senjata. Nunggu Pak SBY untuk kasih nama dan bilang layak atau tidak," cetusnya.

© Detik
More about → ★ 4 Kendaraan Pindad terbaru

★ Litbag TNI AU Kembangkan Prototipe Smart Bomb JDAM

Posted by ReTRo

Indo Defense 2012

Jakarta - Divisi Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbang AU), pamerkan berbagai macam produk hasil penelitiannya di Indo Defence Expo and Forum 2012. Salah satu produk andalannya adalah smart bomb.

Seperti namanya, smart bomb merupakan bom pintar karena telah dilengkapi peralatan sensor elektronik berupa guidance kit. Guidance kit yang terletak di bagian ujung belakang bom ini dilengkapi GPS yang siap dioperasikan oleh pilot.

Menurut petugas jaga stand Dislitbang AU, Mashuri, sirip bom yang berwarna orange ini dapat berubah posisi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan baterai.

"Pilot akan mengendalikan dengan langsung menentukan berapa koordinat sasaran. Sehingga tingkat akurasi jatuhnya bom lebih tepat," terangnya dalam pameran yang digelar di JIE, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2012).

Bom yang memiliki panjang lebih dari 1 meter ini adalah buatan Jerman dan telah digunakan pada pesawat NATO dan Hawk. Namun sayangnya belum pernah dilakukan uji coba di Indonesia.

"Kami baru melakukan penelitian. Memang tahun ini sasarannya prototype dulu," ucap Mashuri.

Walau mengusung kata 'smart' yang berarti pintar, produk ini juga masih memiliki keterbatasan yakni belum mampu digunakan untuk sasaran yang bergerak. Sebab kendalinya disetting sebelum bom diluncurkan. Sehingga ketika koordinat sasaran berubah, bom ini belum mampu mendeteksi pergerakannya.

Menurut Mashuri, smart bomb akan diuji coba tahun depan. Selanjutnya akan dibuka tender untuk produksi bom baru ini.


© Detik
More about → ★ Litbag TNI AU Kembangkan Prototipe Smart Bomb JDAM

Di PRJ Ada 'Perang' Rudal Anti Tank

Posted by ReTRo on Thursday, November 8, 2012

Indo Defense 2012

http://m.itoday.co.id/timthumb.php?src=http://www.itoday.co.id/images/stories/itoday-images/rudal.jpg&h=auto&w=140&a=tlTak bisa dipungkiri, ajang pameran Indo Defense 2012 yang diselenggarakan di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta 7-10 Nopember 2012. Salah satu persaingan yang ada pameran senjata itu adalah perang mendapatkan kontrak pengadaan alat utama system senjata jenis Anti Tank Guided Missile (ATGM).

Di lokasi pameran, ada beberapa perusahaan perwakilan negara asing membawa produk andalannya, seperti SAAB Swedia yang membawa RBS-70, Rosonboron Exports Rusia yang membawa beberapa varian ATGMnya seperti Kornet EM, MBDA yang membawa Millan dan Eryx, Ukraina, dan Belarusia yang membawa ATGM SKIF D dan lainnya.

Dari banyak perusahaan yang menawarkan produknya, itoday, Kamis (8/11) sempat berbicang-bincang dengan dua negara produsen ATGM asal Belarusia dan Rusia mengenai ATGM yang dibawanya.

Kelebihan SKIF D adalah memiliki dua launcher yang dapat menembakan dua rudal secara bergiliran dalam jenjang waktu yang sangat singkat," jelas Deputy Chief of High Power Radiation Sources Department Belarusia, Polonevitch Alexander, kepada itoday.

Alexander juga menjelaskan kelebihan lain dari SKIF D yang dapat ditembakan secara otomatis dari jarak jauh, dengan menggunakan sebuah perangkat berbentuk seperti laptop yang dilengkapi joystick untuk menggerakan tube launcher dan layar untuk melihat hasil pencitraan kamera yang terdapat di launcher.

"Dengan kendali otomatis jarak jauh ini, prajurit tidak akan mendapatkan serangan balik akibat harus memanggul ATGM tersebut yang memancarkan jejak laser untuk penunjuk rudal yang ditembakan, ujarnya.

Di sisi lain, Rosonboron Exports dari Rusia mengunggulkan system anti tanknya yang bernama Kornet EM, dimana salah satu kelebihannya adalah jarak tembaknya yang mencapai 10.000 meter atau setara 10 km, dengan ketepatan sasaran mencapai 97-98 persen, tergantung dari besaran targetnya sendiri.

Kornet EM sendiri terkenal dengan kemampuannya yang sudah battle proven di pertempuran, dimana Mujahidin Hisbullah pernah menggunakan ATGM ini untuk menghancurkan Main Battle Tank (MBT) milik Israel, Merkava. Padahal, Merkava adalah salah satu MBT terbaik di dunia.

More about → Di PRJ Ada 'Perang' Rudal Anti Tank

Industri Pertahanan Harus Komprehensif

Posted by ReTRo

Indo Defence 2012

http://i1102.photobucket.com/albums/g459/binbin1979/CIMG3315.jpg
SS2V5 Pindad (Binbin1979)
Jakarta - Pembangunan industri pertahanan dalam negeri harus komprehensif. Demikian salah satu pesan yang diangkat Wakil Presiden Boediono saat membuka pameran industri pertahanan Indo Defence V di Jakarta International Expo, Kemayoran, Rabu (7/11). Menurut Boediono, industri pertahanan adalah salah satu industri yang mengedepankan teknologi. 

"Jadi, dalam membuat rencana dan rancangan, harus diintegrasikan dengan kemampuan secara luas, baik dari industri itu sendiri maupun dengan universitas sebagai motor riset. Kalau tidak, tidak tentu industri pertahanan kita akan mandek," kata Boediono. Pengalaman di banyak negara, Boediono menyebutkan industri pertahanan berkembang sukses karena tumbuh berbarengan berkembangnya industri lain dan riset di perguruan tinggi. 

Industri pertahanan, tambah dia, tak bisa tumbuh sendiri tanpa dukungan dari industri lain. Keberadaan UU Industri Pertahanan, lanjut Boediono, bisa menjadi pemandu bagi semua pelaku industri pertahanan. "Tentu sekarang masalahnya bagaimana UU ini diterjemahkan dan direalisasikan dalam program yang lebih operasional dan konkret. Tapi, soal cost dan quality-nya tidak bisa dikesampingkan," lanjut Wapres. 

Dia juga menyoroti agar industri pertahanan dalam negeri bekerja sama dengan industri pertahanan di luar negeri yang sudah mapan. Boediono mengatakan banyaknya persetujuan antara pemerintah maupun DPR dengan sejumlah negara dalam mengembangkan industri pertahanan merupakan celah yang bagus untuk mengembangkan industri di kedua belah pihak. 

Wapres mengapresiasi penyelenggaraan pameran ini. Menurut dia, dari pameran ini pelaku industri pertahanan bisa mendapatkan banyak insipirasi untuk meningkatkan kualitas produknya di masa mendatang. Industri pertahanan, lanjut dia, merupakan salah satu omzet terbesar.

Merujuk pada pengeluaran anggaran militer pada 2011 yang mencapai 1.735 miliar dollar AS, bisnis pertahanan cenderung stabil. Jumlah tersebut, menurut Boediono, adalah 2,5 kali lipat pendapatan domestik bruto Indonesia atau hampir 10 kali lipat APBN Indonesia. "Jadi, ini peluang yang luar biasa bagi suatu negara," kata dia. 

Saat ini, belanja pertahanan Indonesia baru 0,7 persen dari PDB dalam negeri. Ke depan, Boediono berharap dapat terus meningkat dan memberikan peluang bagi pelaku industri pertahanan. Jika dilihat statistik impor alutsista, Indonesia menempati urutan ke-15.

50 Negara

Sebanyak 600 perusahaan dari 50 negara berpartisipasi dalam pameran ini, di antaranya PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT Pindad, PT LEN, PT Lundin, Lockheed Martin, Damen Schelde Naval Shipbuilding, DSME, EADS, Team Australia, Russian Technologies, Bel Tech Export, SSM, Ukrspecexport, Rheinmetall, dan Renault Truck Defense. 

Pameran ini dirancang dapat menampung 20 ribu pengunjung, praktisi industri pertahanan, serta praktisi militer. Adapun delegasi resmi dari luar negeri yang ikut serta dalam pameran ini antara lain Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Malaysia, Singapura, Th ailand, Vietnam, Azerbaijan, Belanda, Bosnia Herzegovina, India, Korea Selatan, Prancis, Republik Ceko, Turki, China, Brasil, Republik Kongo, Ukraina, Pakistan, Qatar, Belarus, Ekuador, dan Iran. nsf/N-1 

More about → Industri Pertahanan Harus Komprehensif

PT DI – Airbus Military Tandatangani Kerjasama Luncurkan NC212 Versi Upgrade

Posted by ReTRo

Jakarta - Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso dan Airbus Military yang diwakili Senior VP Komersil, Strategi dan Hubungan Industri untuk Kawasan Asia Ignacio Alonso, Kamis (8/11) menandatangani Kesepakatan Kerjasama (MoU) untuk meluncurkan NC 212-400 versi upgrade sebagai langkah lebih lanjut dalam perjanjian jangka panjang, di JIExpo Kemayoran Jakarta. Pesawat tersebut selanjutnya akan dinamai NC212 dan akan ditawarkan kepada pelanggan sipil serta militer. 

Penandatanganan kesepakatan kerjasama yang merupakan rangkaian dari kegiatan pameran Indo Defence Expo and Forum 2012, disaksikan Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, S.Ip., M.A., Dirtekind Ditjen Pohan Kemhan Brigjen TNI Sukimin serta pejabat dari Kedutaan Spanyol.

Kesepakatan kerjasama dalam pengembangan, manufacturing, komersialisasi dan dukungan pelanggan ini untuk memenangkan kompetisi memenuhi kebutuhan pasar di segmen pesawat kecil, baik untuk sipil, militer dan kargo, pada dekade berikut. Potensi pasar pada segmen ini diperkirakan akan mencapai sekitar 400-450 pesawat dalam 10 tahun kedepan. Final Assembly Line di fasilitasi PT. DI di Bandung. Kesepakatan ini selangkah lebih maju dalam tahapan hubungan kerjasama antara dua mitra lama.

NC212 upgrade ini akan dilengkapi dengan avionik dijital dan sistem autopilot terkini. Pesawat upgrade ini memiliki interior sipil terbaru yang mampu membawa sampai dengan 28 penumpang dibandingkan dengan versi saat ini yang hanya dapat membawa 25 penumpang yang dapat meningkatkan efisiensi biaya. Semua pesawat upgrade tersebut akan menempatkan NC212 ini pada posisi tawar yang sangat kompetitif di segmen pasar pesawat kecil dan medium dan akan disertifikasi oleh EASA dan FAA sesuai dengan FAR 25.

PT DI - Airbus Kembangkan Varian Baru C-212-400

Hari ini, bertempat di Ajang Indodefence 2012, PT.DI dan Airbus sepakat mengembangkan tipe baru C-212-400. Kesepakatan kerjasama ini ditanda tangani langsung oleh Dirut PT.DI, Budi Santoso dengan Senior VP Airbus Military Asia, Igancio Alonso.

Varian terbaru Aviocar ini nantinya akan mampu mengangkut penumpang sebanyak penumpang, yaitu sebanyak 28 orang. Pada versi standarnya C-212-400 hanya mampu membawa maksimal 25 orang saja. Selain itu, pada varian terbaru ini C-212-400 akan mengadopsi full digital glass cockpit. Dengan demikian, pekerjaan pilot akan semakin dimudahkan. Hanya saja belum tahu pasti modifikasi lanjutan yang akan dilakukan. Seperti apakah Ramp Door tetap dipertahankan atau tidak, serta jenis mesin yang akan dipasang.

Sumber dari PT.DI menjelaskan, keberadaan C-212-400 sendiri tidak akan bersaing langsung dengan N-219 yang saat ini masih dirancang PT.DI. Pasalnya, N-219 berada di FAR kelas Commuter, sementara C-212-400 ada di kelas Transport. Selain itu harga N-219 diprediksi lebih murah, karena lebih kecil dan segmentasinya diutamakan untuk dalam negeri.


Sebelumnya, pada februari 2012, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah ditunjuk oleh Airbus Military sebagai produsen tunggal pesawat C212-400 satu-satunya di dunia. Keseluruhan peralatan yang diperlukan untuk memproduksi C-212-400 telah dipindahkan dari Spanyol ke Bandung, Jawa Barat. PT.DI sendiri telah memproduksi sekitar seratusan C-212 versi 100 maupun 200. Pesawat ini dipakai secara luas oleh TNI-AU maupun TNI-AL, serta beberapa maskapai sipil di Nusantara.


© DMC
More about → PT DI – Airbus Military Tandatangani Kerjasama Luncurkan NC212 Versi Upgrade