Showing posts with label Robot. Show all posts
Showing posts with label Robot. Show all posts

★ UGM Buat Robot Kapal Tanpa Awak Untuk Patroli Laut

Posted by ReTRo on Monday, November 5, 2012

http://www.ugm.ac.id/headlines/safinah1.jpg
Safinah One
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta melakukan inovasi membuat robot kapal tanpa awak yang diberi nama Safinah One. Robot kapal tanpa awak itu dirancang untuk tujuan memantau serta menjaga pertahanan dan keamanan wilayah perairan laut Indonesia.

"Safinah One merupakan robot kapal tanpa awak yang dapat melaju sejauh satu kilometer," kata Ketua Tim Robot Universitas Gadjah Mada (UGM) Malik Khidir di Yogyakarta, Senin (5/11). Demikian dikutip dari antara.

"Ide awalnya adalah kami ingin membuat robot kapal tanpa awak yang bisa dipakai sebagai media untuk mengawasi wilayah laut Indonesia, terutama wilayah perbatasan dan menggantikan prajurit yang berpatroli," tambah Malik.

Dia mengatakan Safinah One dirakit dari berbagai komponen seperti single board computer (SBC), motor Brushless, elektronic speed control (ESC) dengan daya 2.200 kilovolt, mikrokontroler mbed, dan radiator.

Robot dapat dijalankan dengan dua menu yakni dengan maupun tanpa remote control. Bahan bakar yang digunakan adalah tiga baterai lithium poliner dengan tegangan 12 volt.

Menurut dia robot memiliki berat sekitar 11 kilogram itu juga dilengkapi dengan dua kamera untuk melihat kondisi sekitar. Rangka robot disusun dari fiber yang memanfaatkan sisa dari mobil Semar UGM.

"Untuk komponen utama seperti SBC, motor, dan ESC masih diimpor dari Amerika Serikat (AS) karena belum diproduksi di Indonesia. Pembuatan robot menghabiskan biaya riset sebesar Rp 10 juta," katanya.

Dia mengatakan pihaknya saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan TNI AL untuk mengembangkan robot kapal tanpa awak yang dapat digunakan untuk mengawasi wilayah perairan Indonesia.

"Robot tersebut akan dimodifikasi dengan melakukan sejumlah penambahan komponen seperti teropong, radar, dan menggunakan bahan bakar yang diharapkan bisa menjangkau hingga 30 kilometer," katanya.

Menurut dia robot kapal tanpa awak itu meraih juara II dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2012 yang diselenggarakan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Pantai Kartini Jepara, Jawa Tengah, 30 Oktober 2012.

"Kontes tersebut mempertandingkan dua kategori yakni autonomous dan remote controle. Tim UGM berhasil menang dalam kategori autonomous," katanya.

Tim pengembang robot itu merupakan kolaborasi antara mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Jurusan Elektronika dan Instrumentasi Fakultas MIPA yakni Tito Garry Surya, Ardi Wiranata, Malik Khidir, Erwhin Irmawan, Iqro Kurniawan, Singgih Adhi Susila, Ardi Wiranata, M Irfan Riyadi, dan Febry Mulia Wardhana.(mdk/ian)

More about★ UGM Buat Robot Kapal Tanpa Awak Untuk Patroli Laut

★ Kapal Cepat Tak Berawak UGM

Posted by ReTRo

Kapal robot UGM dilirik TNI AL 

Yogyakarta - Robot kapal buatan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dilirik oleh TNI Angkatan Laut Indonesia. Robot kapal ini menjadi juara 2 Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2012 (KKCTBN) atau Roboboat untuk kategori autonomous.

"Kita sudah mengirimkan proposal terkait kapal robot ini dan akan segera bertemu dengan TNI AL," terang jurus bicara tim robot kapal Safinah One UGM, Malik Khidir di Lembah UGM pada ujicoba robot kapal, Senin (5/11).

UGM sendiri baru pertama kali ini membuat robot kapal. Namun robot seberat 11 kilogram ini berhasil meraih juara 2 di ajang nasional tersebut. Tim Safinah One UGM sendiri beranggotakan mahasiswa Teknik Mesin dan Jurusan Elektronika dan Instrumentasi Fakultas MIPA UGM.

Ada 10 mahasiswa yang tergabung dalam tim ini. Mereka adalah Tito Garry Suryo, Ardi Wiranata, Malik Khidir, Erwhin Irmawan, Iqro Kurniawan, Singgih Adhi Susila, M Irfan Riyadi, Febry Mulia Wardhana, Afriani Soraya Sari, dan Nikite Sulistyana.

"Kendala kita adalah, UGM tidak memiliki jurusan atau prodi perkapalan, jadi kita benar-benar otodidak melalui internet," terang Malik.

Meski otodidak kata Malik, namun melalui riset selama dua bulan tim ini mampu menunjukkan prestasi nasional. Bahkan pada 2013 mendatang mereka bersiap mengikuti ajang yang sama tingkat internasional di Virginia pada Juli mendatang.

Diakui Malik, selain otodidak, kapal robot buatan tim UGM ini dibuat dari bahan-bahan bekas sehingga tidak menelan biaya banyak dalam pembuatannya. Pihaknya hanya menghabiskan dana sekitar Rp 10 juta untuk pembuatan kapal robot tersebut. "Ada beberapa bahan yang harus impor dan itu yang mahal," tegasnya.



Safinah One UGM juarai kontes robot Kapal tak berawak

Robot kapal tanpa awak karya mahasiswa Universitas Gadjah mada (UGM) berhasil meraih juara II kategori Autonomous dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2012 yang diselenggarakan Universitas Diponegoro (Undip) di Pantai Kartini, Jepara, 30 Oktober lalu. Robot kapal yang diberi nama Safinah One tersebut sengaja dirancang untuk dapat digunakan memantau serta menjaga pertahanan dan keamanan wilayah perairan laut Indonesia.

Adalah mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik yakni Malik Khidir, Tito Garry Surya, Erwhin Irmawan, Iqro Kurniawan dan mahasiswa Jurusan Elektronika dan Instrumentasi FMIPA yakni Ardi Wiranata, Singgih Adhi Susila, Ardi Wiranata, M Irfan Riyadi, dan Febry Mulia Wardhana yang merancang robot kapal berwarna kuning ini.

"Idenya, kami ingin membuat robot yang bisa dipakai sebagai media untuk mengawasi wilayah laut Indoensia, terutama wilayah perbatasan dengan maksud mampu menggantikan prajurit yang berpatroli. Kendala utama kami ialah UGM tidak memiliki jurusan atau prodi perkapalan, jadi kami benar-benar otodidak melalui internet," ujar Ketua Tim Robot Malik Khidir, di Lembah UGM, Senin (5/11/2012).

Diakui Malik, selain otodidak, kapal robot pertama buatan tim UGM tersebut dibuat dari bahan-bahan bekas, sehingga dalam proses pembuatannya tidak memerlukan biaya banyak. Tim Malik hanya menghabiskan dana sekira Rp10juta untuk pembuatan kapal robot tersebut.

"Ada beberapa bahan yang harus kami impor dan itu yang mahal. sebut saja elektronik speed control dan single board computer, itulah biaya terbesar yang kami keluarkan, sisanya kami memanfaatkan bahan yang bisa ditemukan. Berat total robot kapal kami mencapai 11kg," imbuhnya.

Dan sebagai kapal pengintai, robot kapal tersebut didesain memiliki dua kamera waterproof dengan jarak pandang 1 km. Hasil monitor kamera lalu dikirim ke single board computer yang dipasang di badan kapal. Setelah itu, hasil monitor diteruskan ke komputer induk yang ada di dermaga melalui sistem telemetri. Robot kapal ini sendiri digerakkan dengan tenaga tiga baterai Litium Polimer berkekuatan 12 volt.

"Baterai ini mampu menggerakkan robot kapal kami dengan kecepatan 30 km/jam. Robot pun dapat dijalankan dengan dua menu yaitu dengan maupun tanpa remote control," tuturnya.

Ditambahkan Tito Garry, rangka robot Safinah One tersusun dari fiber yang memanfaatkan fiber sisa dari mobil Semar UGM. Kemenangan robot kapal ini pun berbuah manis. Tito mengungkap, saat ini mereka tengah menjajagi kerjasama dengan TNI AL. Rencananya, robot kapal tersebut akan dimodifikasi dengan melakukan sejumlah penambahan komponen dan diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah pantai Indonesia.

"Ke depan akan kami tambahkan teropong, radar dan menggunakan bahan bakar bensin atau solar. Harapan kami, dengan memiliki kekuatan ekstra, robot kapal ini bisa dioperasikan dengan jangkau tempuh hingga 30 km," ujarnya.

Selanjutnya, robot kapal yang telah dimodifikasi tersebut juga akan diikutkan dalam kontes robot internasional yang akan digelar Juli 2013 mendatang di Virginia, Amerika Serikat (AS).

© Republika, Okezone
More about★ Kapal Cepat Tak Berawak UGM

★ Robot Penembak Otomatis Buatan Yazid Alqahar

Posted by ReTRo on Friday, October 12, 2012

Robot Penembak Otomatis Buatan Yazid Alqahar
Ilustrasi Robot Militer
TEKNOLOGI robot sudah banyak dikembangkan di negara maju, bahkan sudah diaplikasikan di beberapa bidang, khususnya untuk membantu kaum difabel. Di bidang militer juga sudah dikembangkan pesawat tanpa awak.

Jika robot juga digunakan dalam operasi militer atau sejenisnya, bukan hanya mempermudah, tapi juga bisa mengurangi korban manusia. Hal inilah yang menginspirasi Muhammad Yazid Alqahar (20), mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2010 Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung. Ia menciptakan robot penembak otomatis yang bisa diaplikasikan sebagai senjata sungguhan yang dapat dimanfaatkan di bidang militer.

"Ide awal muncul saat saya melihat di televisi, adanya korban jiwa dari pihak aparat saat menumpas kejahatan. Kenapa tidak dibuat saja sebuah senjata otomatis yang bisa digunakan untuk hal-hal seperti itu. Saya juga berpikir, selama ini TNI kita butuh senjata untuk mempertahankan Indonesia. Bagaimana kita buat sistem yang otomatisasi untuk membantu pertahanan negara atau bantu mempermudah dalam menjaga Indonesia dari pihak luar," kata Yazid, sapaan akrab mahasiswa asal Dumai, Riau, ini saat ditemui di ruang Divisi Robot Unikom, Jalan Dipati ukur, Senin (8/10/2012).

Awalnya, ia mencoba membuat program robot penembak otomatis dengan menerapkan ilmu logaritma. Hanya dengan prosesor sederhana, ia berhasil membuat program tersebut. Setelah program selesai, ia mulai membuat robot senjata dengan membeli senjata mainan sejenis airsoft gun. Lalu dirancanglah senjata ini menjadi sebuah robot senjata yang dioperasikan melalui komputer. Pada senjata tersebut dipasang laser, web cam (kamera kecil), serta kabel yang dihubungkan ke komputer. Untuk menyangga senjata, dibuat penyangga dari besi. Dan untuk mengaktifkan robot senjata ini juga terdapat kotak khusus untuk tempat tombol on/off.

"Yang sulit dari robot senjata ini adalah membuat software-nya, yakni untuk menentukan atau mendeteksi target yang akan ditembak. Selebihnya tidak terlalu sulit, termasuk saat merencang hardware-nya," kata mahasiswa yang hobi membuat program di komputer ini.

Kelebihan robot senjata karyanya ini bisa mendeteksi target secara otomatis. Robot juga secara otomatis mengarahkan sasarannya dan bisa berputar 140 derajat. Bahkan robot senjata ini bisa mendeteksi target yang bergerak. Karena itu, robot senjata ini bisa dimanfaatkan sebagai senjata antirudal. Robot ini bisa mendeteksi rudal dan menembaknya lebih dulu sebelum rudal mengenai sasaran.

"Intinya, robot senjata ini saya buat dengan sistem pengindraan menggunakan teknik pengelolaan citra, yakni bagaimana robot bisa melihat seperti mata manusia. Karena semua komputerisasi yang serba otomatis inilah, robot ini juga saya namakan robot senjata otomatis," katanya.

Meski masih berupa purwa rupa atau seperti mainan karena peluru yang digunakan juga peluru mainan plastik yang biasa dimainkan oleh anak-anak, karyanya ini bisa diaplikasikan menjadi senjata sungguhan yang bisa digunakan TNI sebagai alat pertahanan.

Menurut dia, tinggal mengubah hardware-nya, semisal diganti senjata sungguhan dan peluru sungguhan. Prosesornya diganti dengan prosesor khusus. Adapun programnya tidak perlu diubah, hanya tinggal disesuaikan.

Karyanya ini sudah diuji coba dengan dua puluhan target. Senjata ditembakkan selama sepuluh detik dengan akurasi 90 persen. Untuk menembak target hanya butuh setengah detik dengan kecepatan 300 kaki/detik.

Cara kerja robot senjata seberat 5 kg ini, ujar Yazid, pertama-tama robot akan mengambil gambar target melalui web cam. Setelah itu, gambar yang sudah didapat diolah atau dibaca oleh program di komputer. Setelah dapat dibaca, sistem akan mengarahkan senjata ke target tersebut. Lalu, secara otomatis kokang senjata akan bergerak untuk menembak target.

Meski sudah cukup bagus dan mendapat apresiasi dari juri di ajang Indonesia ICT Award (INAICTA) 2012 dengan meraih medali emas pada September lalu, robot senjata otomatis ini masih memiliki kekurangan, yakni belum bisa membedakan kawan dan lawan. Ke depannya ia akan membuat program tersebut agar bisa mendeteksi target yang seharusnya.

Bahkan robot senjata otomatis ini akan bisa bergerak sendiri dengan memanfaatkan motor penggerak hingga bisa berjalan ke arah mana pun. "Pastinya akan terus dikembangkan. Ini robot karya saya yang pertama, tentu harapan saya bisa dikembangkan lebih bagus lagi agar bisa dimanfaatkan menjadi sebuah karya yang positif," katanya.

Robot senjata otomatis yang meraih medali emas untuk kategori Aplicative Robot for University ini juga pernah diikutkan dalam ajang Robogames April 2012 di Amerika Serikat dan mendapat penghargaan di ajang tersebut. Namun saat itu robot senjata belum bisa mendeteksi benda atau target bergerak. Bila tidak ada halangan, robot senjata otomatis ini akan diikutkan dalam ajang internasional Asia Pasific ICT Award (APICTA) yang akan digelar di Brunei Darussalam pada bulan Desember mendatang.(*)
© Tribunnews
More about★ Robot Penembak Otomatis Buatan Yazid Alqahar

Melek Teknologi Tinggi, Ini Robot-robot Militer Indonesia

Posted by ReTRo on Saturday, September 8, 2012

 Robot ini digunakan untuk tugas yang tak bisa dilakukan manusia.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2011/04/21/109467_personel-gegana-bawa-robot-penjinak-bom_209_157.jpg
Personel gegana bawa robot penjinak bom
Staf Ahli Menteri Riset dan Tekhnologi Bidang Pertahanan Keamanan, Hari Purwanto, mengatakan militer Indonesia sudah sejak lama akrab dengan peralatan berteknologi tinggi.  

"Kalau untuk robot penjinak bom indonesia sudah menggunakannya sejak dulu," jelas Hari ketika ditemui dalam acara olimpiade robot se-Indonesia di gedung SMESCO, Jakarta, Sabtu 8 Agustus 2012.

Menurut Hari, robot-robot dengan teknologi canggil sudah banyak digunakan oleh kepolisian. Bahkan dengan modifikasi yang dilakukan, robot yang dipakai kini lebih kecil dan ringan sehingga bisa menjangkau ruang-ruang sempit.

Selain robot penjinak bom, pihak militer Indonesia juga mulai banyak menggunakan robot jenis lain untuk menunjang aktivitasnya. Salah satunya adalah robot pesawat tanpa awak untuk kegiatan mata-mata.

Robot pesawat mata-mata yang dinamai "unman" ini bisa membawa kamera untuk merekam gambar dan foto sekaligus mengirimkannya.

Polri juga memiliki robot helikopter dengan empat baling-baling yang berfungsi sama. Tak jarang helikopter ini juga dipakai untuk memantau kemacetan di jalan raya.

Disamping kegiatan militer, Hari mengungkapkan, kepolisian juga memiliki sejumlah robot karya LIPI yang bisa digunakan untuk memantau kondisi di lokasi bencana alam. Robot ini juga bisa dipakai untuk meninjau keadaan alam seperti gunung berapi.

"Yang jelas saat ini Indonesia sudah mengembangkan robot untuk menggantikan pekerjaan yang kira-kita berbahaya jika dikerjakan oleh manusia," katanya.(umi)
More aboutMelek Teknologi Tinggi, Ini Robot-robot Militer Indonesia

Melek Teknologi Tinggi, Ini Robot-robot Militer Indonesia

Posted by ReTRo on Tuesday, August 28, 2012

 Robot ini digunakan untuk tugas yang tak bisa dilakukan manusia.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2011/04/21/109467_personel-gegana-bawa-robot-penjinak-bom_209_157.jpg
Personel gegana bawa robot penjinak bom
Staf Ahli Menteri Riset dan Tekhnologi Bidang Pertahanan Keamanan, Hari Purwanto, mengatakan militer Indonesia sudah sejak lama akrab dengan peralatan berteknologi tinggi.  

"Kalau untuk robot penjinak bom indonesia sudah menggunakannya sejak dulu," jelas Hari ketika ditemui dalam acara olimpiade robot se-Indonesia di gedung SMESCO, Jakarta, Sabtu 8 Agustus 2012.

Menurut Hari, robot-robot dengan teknologi canggil sudah banyak digunakan oleh kepolisian. Bahkan dengan modifikasi yang dilakukan, robot yang dipakai kini lebih kecil dan ringan sehingga bisa menjangkau ruang-ruang sempit.

Selain robot penjinak bom, pihak militer Indonesia juga mulai banyak menggunakan robot jenis lain untuk menunjang aktivitasnya. Salah satunya adalah robot pesawat tanpa awak untuk kegiatan mata-mata.

Robot pesawat mata-mata yang dinamai "unman" ini bisa membawa kamera untuk merekam gambar dan foto sekaligus mengirimkannya.

Polri juga memiliki robot helikopter dengan empat baling-baling yang berfungsi sama. Tak jarang helikopter ini juga dipakai untuk memantau kemacetan di jalan raya.

Disamping kegiatan militer, Hari mengungkapkan, kepolisian juga memiliki sejumlah robot karya LIPI yang bisa digunakan untuk memantau kondisi di lokasi bencana alam. Robot ini juga bisa dipakai untuk meninjau keadaan alam seperti gunung berapi.

"Yang jelas saat ini Indonesia sudah mengembangkan robot untuk menggantikan pekerjaan yang kira-kita berbahaya jika dikerjakan oleh manusia," katanya.(umi)
More aboutMelek Teknologi Tinggi, Ini Robot-robot Militer Indonesia

★ Mahasiswa UNY ciptakan robot pelacak bom

Posted by ReTRo on Saturday, June 23, 2012

Berita Armabar 

Tim Robot UNY. (www.uny.ac.id/node/7030)
Yogyakarta (ANTARA News) - Sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan robot pelacak bom.

"Robot itu dikendalikan secara manual dengan komputer dari jarak jauh, dan dapat memberikan gambar keadaan di sekitarnya," kata ketua kelompok tersebut, Doni Ermawan, di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, robot itu diharapkan dapat mempermudah pencarian benda yang dicurigai sebagai bom. Namun, robot pelacak itu bukan untuk mencari bom yang diletakkan di beberapa tempat oleh teroris.

Robot itu, kata dia, belum mampu mendeteksi keberadaan bom dalam skala besar yang diletakkan di beberapa ruang tertentu, karena belum peka terhadap sensor dinding.

"Fungsi utamanya adalah mendeteksi adanya benda yang dicurigai sebagai bom pada radius 100 hingga 200 meter," kata Doni.

Ia mengatakan robot itu diciptakan dengan suku cadang yang sudah ada di dalam negeri, di antaranya motor penggerak, motor servo sebagai lengan penjepit benda yang terdeteksi sebagai bom, pengendali, kamera atau webcam, sensor, dan kontroler.

"Selain itu, software yang digunakan untuk mendukung proses kontrol. Perangkat lunak itu berfungsi menggerakkan robot dari jarak jauh," katanya.

Menurut dia, bahan yang paling mahal dan vital digunakan pada robot adalah motor penggerak yang berfungsi sebagai kaki robot. Kekuatan robot terletak pada dua hal, yakni motor penggerak dan webcam yang diletakkan di atas robot.

Motor penggerak bisa menjadi alat penggerak robot melewati jalan berbatu dan berkelok, sedangkan kamera untuk melihat keadaan di sekitar area yang terdeteksi terdapat bom.

"Gambar-gambar yang tertangkap kamera itu nanti akan diproses dan dikontrol melalui perangkat lunak di notebook," katanya.

Anggota kelompok Hadi Sutrisno mengatakan robot kreasi mereka masih berupa prototipe, nanti akan lebih dimodifikasi bentuknya agar terlihat lebih baik dari sebelumnya.

Namun, menurut dia, bentuk robot yang menyerupai mobil perang layaknya tank itu akan terus dipertahankan. Selanjutnya akan ditambah beberapa fasilitas yang mendukung komunikasi dan kontrol terhadap robot yang lebih maksimal.

"Selain itu, ke depan kami ingin menambahkan sensor logam pada robot, sehingga akurasi dalam mendeteksi benda yang diduga bom menjadi lebih baik," kata Hadi.

Anggota kelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) lainnya adalah Dedi Hermawan, Endro Tri Nugroho, dan Hasnanto Riantiarno.(U.B015/M008)
(ANTARA News)
 Robot Pengaman Benda Yang Diduga Bom
 
Teroris di negeri ini tidak hentinya memunculkan cara baru untuk melakukan aksi terror Bom. Kasus bom sendiri dapat membuat cara pandang negara lain terhadap bangsa kita jadi buruk, selain itu juga akan memperlemah perekonomian Indonesia. Hal ini memacu sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY untuk membuat robot pelacak bom. Robot ini dikendalikan secara manual dengan komputer dari jarak jauh dan dapat memberikan gambar keadaan di sekitarnya. Robot ini diharapkan dapat mempermudah pencarian benda yang dicurigai sebagai bom. Tetapi, robot pelacak ini bukan untuk mencari bom yang diletakkan di beberapa tempat oleh teroris. Fungsi utamanya adalah mendeteksi adanya benda yang dicurigai sebagai bom pada radius 100–200 meter.

Kelompok yang terdiri dari Doni Ermawan,Dedi Hermawan, Endro Tri Nugroho, Hasnanto Riantiarno dan Hadi Sutrisno ini menciptakan robot dengan suku cadang yang sudah ada di dalam negeri. Di antaranya, motor penggerak, motor servo sebagai lengan penjepit benda yang terdeteksi sebagai bom, pengendali, kamera atau webcam, sensor, controller, dan software (perangkat lunak) yang digunakan untuk mendukung proses kontrol. Software ini berfungsi menggerakkan robot dari jarak jauh.

Bahan yang paling mahal dan vital digunakan pada robot adalah motor penggerak yang berfungsi sebagai kaki robot. Kekuatan robot terletak pada dua hal, yaitu motor penggerak dan webcam yang diletakkan di atas robot. Motor penggerak bisa menjadi alat penggerak robot melewati jalan berbatu dan berkelok, sedangkan kamera untuk melihat keadaan di sekitar area yang terdeteksi terdapat bom. Gambar-gambar yang tertangkap kamera ini nantinya diproses dan dikontrol melalui software di notebook.

“Robot ini belum mampu mendeteksi keberadaan bom dalam skala besar yang diletakkan di beberapa ruang tertentu, karena belum peka terhadap sensor dinding,” papar Doni. Anggota tim lainnya, Hadi Sutrisno mengatakan robot kreasi mereka ini masihlah prototype, nantinya akan lebih dimodifikasi bentuknya agar terlihat lebih baik dari sebelumnya. Sementara ini, bentuk robot yang menyerupai mobil perang layaknya tank ini akan terus dipertahankan. Selanjutnya akan ditambah beberapa fasilitas yang mendukung komunikasi dan kontrol terhadap robot yang lebih maksimal. “Selain itu, ke depan kami ingin menambahkan sensor logam pada robot, sehingga akurasi dalam mendeteksi benda yang diduga bom menjadi lebih baik, pungkas Hadi. (uny.ac.id/ humasristek)

More about★ Mahasiswa UNY ciptakan robot pelacak bom

★ Quadrotor

Posted by ReTRo on Saturday, April 14, 2012

Perancang Quadrotor 1 Dr Ir Yudhoyono
Peneliti Institut Teknologi Bandung merancang wahana pengintai tanpa awak. Sudah bisa diproduksi massal. Masih ingat drama pengepungan rumah yang diyakini polisi sebagai tempat persembunyian teroris di Jawa Tengah awal Agustus lalu? Selain pasukan khusus, drama belasan jam di Dusun Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, itu melibatkan satu aktor penting: robot yang telah mendongkrak citra Detasemen Khusus 88 sebagai pasukan yang dilengkapi peralatan canggih.

Robot darat di Temanggung itu bahkan boleh dibilang sudah ketinggalan zaman. Andaikan polisi menggunakan robot terbang, boleh jadi drama pengepungan tak akan memakan belasan jam. Soalnya, di Indonesia, robot terbang itu sudah ada. Sebulan sebelum penyerbuan Temanggung, pakar aeronautika Institut Teknologi Bandung, Yudhoyono Kartidjo, mempertunjukkan robot terbang hasil rancangannya.

"Robot ini untuk pengamatan daerah yang berada diluar jangkauan kita," katanya. Saat ini, robot terbang yang disebut Quadrotor karena memiliki empat baling-baling siap diproduksi massal, dan fungsinya bisa dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Quadrotor Type 1 demikian robot terbang itu diberi nama mampu terbang ke segala arah. Sangat praktis karena wahana dengan panjang dan lebar tak lebih dari satu meter itu bisa mengudara tanpa landasan, seperti helikopter. "Robot ini mampu terbang, bergerak vertikal dan horizontal," kata perancangnya.

Badan Quadrotor ini terbuat dari pelat aluminium ringan. Pada tiap ujungnya terpasang satu buah rotor, dan modul elektronik untuk menggerakkan motor dipasang di tengah. Hebatnya, robot ini bisa mengudara sejauh 50 kilometer dari pusat kendali darat.

Prototipe robot yang dipertunjukkan memang masih sederhana. Hanya berbentuk dua batang pelat alumunium yang disatukan dan pada tiap ujungnya dipasang baling-baling. Tapi fungsi pengintaian menjadi keunggulan Quadrotor ini.

Pada bagian tengah robot, sekaligus tempat menyatunya dua pelat itu, dipasangkan kamera kontrol untuk mengendalikan arah terbang dan sebuah kamera video untuk merekam obyek yang menjadi sasaran. Selain itu, ada sebuah antena yang menjadi penerima dan pengirim sinyal. Prototipe ini digerakkan dengan tenaga baterai yang bisa bertahan setengah jam.

Menurut Yudhoyono, robot terbang ini merupakan pengembangan teknologi pesawat nirawak yang ia rancang lebih dari lima tahun lalu. Pesawat tanpa awak yang ia kembangkan itu bersifat autonomouse, artinya pesawat bergerak menjaga keseimbangannya sendiri. Inilah yang membedakan pesawat tanpa awak itu dengan pesawat sejenis yang dioperasikan lewat pengontrol jarak jauh (remote control). Pesawat dengan remote control hanya bisa dikendalikan sejauh mata memandang.

Semua gerakan dan keseimbangan pesawat dikendalikan penuh dari darat, sehingga sulit difungsikan sebagai pengintai.Robot yang dikembangkan Yudhoyono itu tahun lalu pernah mendapat penghargaan sebagai rancangan terbaik pada kompetisi robot Korea. Pemakainya, tim Unmanned Aerial Vehicle Indonesia Garuda, menampilkan pesawat yang dirancang dengan tingkat kemandirian tinggi. Seluruh rancangan pesawat, dari desain pesawat nirawak, unit sistem pengendali, navigasi, hingga kontrol darat merupakan hasil rancangan sendiri, dan tidak memakai komponen pabrikan (on-the-shelf) yang dapat dibeli di pasar. Tim lain kebanyakan memakai komponen jadi. Indonesia tak bisa membeli komponen ini karena embargo negara produsen.

Pada lomba itu ada empat misi wajib yang harus dilakukan:
menjatuhkan obyek tertentu pada sasaran yang telah ditentukan,
mengambil gambar obyek yang diletakkan pada area tertentu,
mengambil gambar suatu obyek yang lokasinya telah ditentukan dengan kualitas gambar yang tinggi,
mencari obyek di permukaan laut dalam bentuk boneka orang yang tidak diketahui posisinya.

Misi itu harus dilakukan dalam mode "Autonomous". Artinya, pesawat dikendalikan oleh program komputer yang ada di dalam pesawat tanpa intervensi dari pilot atau operator. Indonesia unggul dalam misi kedua dan ketiga.

Nah, pesawat tanpa awak itu memiliki kelebihan, yaitu stabilitas di udara Quadrotor ini juga dilengkapi sensor terhadap benda di sekitarnya, sehingga bisa digunakan di ruangan tanpa khawatir bakal menabrak dinding.

Yudhoyono mengatakan Quadrotor bisa dirancang sesuai dengan keperluan penggunanya, misalnya untuk keperluan jarak jauh dan lama, tenaga penggerak tidak menggunakan baterai tapi mesinnya bisa diganti dengan yang berbahan bakar bensin. "Alat ini bisa dipakai oleh tentara, polisi, hingga pemadam kebakaran untuk mengurangi risiko kehilangan personil".

Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan robot terbang buatan Yudhoyono itu sangat bermanfaat, terutama di bidang militer. "Sangat penting untuk misi pengintaian. Ini harus terus dikembangkan," katanya.

la mengatakan negara-negara yang militernya terkenal kuat, seperti Amerika Serikat dan Israel, sangat mengandalkan hasil-hasil riset teknologi untuk memuluskan operasi. la berharap riset-riset teknologi seperti ini akan menambah kemandirian alat-alat tempur TNI. "Kita yakin ke depan kita akan mampu memiliki industri pertahanan yang mandiri," ujar Kusmayanto.

Untuk menuju kemandirian itu, Yudhoyono mengatakan Quadrotor sudah bisa diproduksi massal. "Pabriknya sudah ada," katanya. Satu Quadrotor dihargai Rp 850 juta. Dengan teknologi yang lebih canggih, tentu harga itu jauh lebih murah dibanding robot darat yang digunakan polisi di Temanggung.

Selain sebagai alat pengintai, polisi bisa mendapat keuntungan dengan menjual gambar yang diambil. "Misalnya beberapa saat setelah ledakan bom Marriott, siapa yang berani masuk hotel? Alat ini bisa masuk dan mengambil gambar. Gambar eksklusif itu bisa dijual ke stasiun televisi," kata Yudhoyono.


Berikut video Quadrotor :



[sumber diposkan audryliahepburn]
More about★ Quadrotor

★ Moro LIPI V1

Posted by ReTRo on Thursday, April 12, 2012

Moro LIPI V1

Bomb Disposal Robot
Moro LIPI V-1 merupakan robot penjinak bom yang mempunyai ciri utama penggerak platform berupa roda dan rantai yang dipasangi sepatu karet pada sisi luarnya dan menghubungkan roda depan dan belakang sehingga tangguh ketika melewati tanggul.
Robot dapat dioperasikan dari jarak jauh dengan komunikasi nirkabel untuk menjinakkan bom dengan cara memotong rangkaian pemicu ledakan bom. Operator dapat mengoperasikan Moro LIPI (Motor Robot) dari jarak jauh menggunakan joystick dengan cara melihat citra pada monitor komputer yang dikirim oleh kamera yang dipasang di Moro LIPI.
Robot versi 1 ini dimiliki kemampuan untuk menaiki tangga dengan slope 15 derajat.
Perhubungan Bambang Susantono dan Kepala LIPI Umar Anggara Jenie mengamati cara kerja mobil robot berlengan Morolipi (Mobil Robot Penjinak Bom LIPI) di Anyer, Banten, 10 Februari 2010. Robot yang diproduksi Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI tersebut dapat digunakan sebagai robot penjinak bom.
Morolipi tidak sekadar bisa berjalan di atas tanah datar saja, tapi dapat naik-turun tangga. Nantinya, mobil robot ini disiapkan sebagai salah satu peralatan militer, sebagai mobil robot yang maju di garda depan kancah pertempuran, robot pengintai, bahkan untuk membantu pasukan anti huru-hara mengatasi kerusuhan.
“Inovasi dan kreasi baru sedang disiapkan oleh para peneliti untuk semakin menyempurnakan kinerja mobil robot yang dioperasikan menggunakan joystick ini,” ujar Dr Eng Estiko Rijanto, peneliti Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (Telimek) LIPI.
Terkait masalah harga, Estiko menjamin mobil robot ini bisa lebih murah hingga 50% dibanding mobil robot penjinak bom impor yang kini mencapai harga sekitar Rp1 miliar per unit. “Diupayakan semua onderdil yang dibutuhkan untuk merakit mobil robot yang dikendalikan secara jarak jauh ini bisa didapatkan dari produk lokal,” ujarnya.
Meskipun untuk beberapa komponen tertentu, pihaknya masih harus mengimpor beberapa onderdil, seperti motor listrik dan sabuk bergigi dua muka. Morolipi merupakan prototipe mobil robot penjinak bom yang telah dikembangkan LIPI sejak 2004.
Mobil robot ini dapat dioperasikan dari jarak jauh memakai kabel untuk menjinakkan bom dengan cara memotong kabel listrik rangkaian pemicu ledakan bom. Operator dapat mengoperasikan mobil robot itu dari jarak maksimal 6 km menggunakan joystick dengan cara melihat gambar di monitor komputer yang dikirim oleh video yang terpasang di mobil tersebut.
Prototipe teknologi itu telah didaftarkan hak kekayaan intelektualnya (HKI) dengan nomor pendaftaran paten P00200500585 (17 Oktober 2005) dan pendaftaran paten P00200600696 (30 November 2006). Namun, lanjut dia, dukungan masih diperlukan untuk melakukan penyempurnaan teknis melalui kegiatan penelitian dan pengembangan selama 1–2 tahun ke depan, agar prototipe mobil tersebut siap ditransfer ke industri swasta dan BUMN atau pengguna lainnya, seperti POLRI dan TNI. Morolipi-V.1 yang sudah berhasil dikembangkan tim peneliti LIPI.
Mobil robot ini memiliki dua ruas lengan yang dapat berputar bebas ke lima arah sehingga bisa menekuk. Masing-masing ruas lengan panjang 70 cm dan bisa bergerak 360 derajat. Tinggi Morolipi-V.1 ini mencapai 1,5 meter, dan didukung elemen- elemen kerja berupa artikulator, pengontrol artikulator, kamera biasa, dan inframerah yang akan mengirimkan gambar lapangan secara nirkabel ke operator melalui layar komputer serta gripper sebagai alat penjepit dan pemotong kabel. Rangkaian elektronik penggerak mulai kontak dengan roda penggerak, lengan, kopling elektronika mekanisme melewati tangga, serta pengontrol supervisor untuk memudahkan pengoperasian.
Dalam suatu uji coba Morolipi dapat memotong kabel berukuran 2 mm yang mengalirkan arus listrik itu sebelum sampai ke bahan peledak. Kecepatan robot itu menjinakkan bom sangat tergantung dari kecepatan operator mengendalikannya. Bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan robot, yaitu aki listrik.
Selain memiliki empat roda vespa delapan inci, robot itu juga dilengkapi sabuk roda, yang membantu robot itu menaiki tangga tanpa harus terpeleset. Kecepatan geraknya sama seperti kecepatan jalan manusia, yaitu 3 meter per detik. “Dari jarak 6 km, robot penjinak bom itu bisa dioperasikan. Jarak tersebut cukup aman untuk menjinakkan bom,” ujarnya.
Dalam uji coba menjinakkan bahan peledak, Morolipi terbukti dapat bekerja efektif, yaitu memotong rangkaian kabel berukuran diameter 2 mm yang dapat memicu ledakan sehingga bahan peledak nonaktif.
Setelah sempat terhenti selama dua tahun, 2007-2008, Estiko dan timnya mulai membuat mobil robot generasi kedua, yaitu Morolipi V.2. Pada Morolipi versi ini robot ditingkatkan kemampuannya untuk membawa senjata api. Robot generasi baru ini dapat dikendalikan untuk mendekati dan menembak sasaran. Selain itu, juga akan dilakukan pengembangan ke arah nonmiliter, yaitu melengkapi robot dengan alat pembersih tangki bahan bakar minyak di pelabuhan.
Pengembangan robot penjinak bom atau mobil robot, baik oleh Endra maupun Estiko, dapat mengurangi ketergantungan pada pihak asing. Pembuatan robot di dalam negeri juga dapat menekan biaya hingga setengahnya dibandingkan impor mobil robot penjinak bom. Harga robot impor bisa mencapai sekitar Rp 1 miliar per unit.
Pengembangan robot penjinak bom atau mobil robot, baik oleh Endra maupun Estiko, dapat mengurangi ketergantungan pada pihak asing. Pembuatan robot di dalam negeri juga dapat menekan biaya hingga setengahnya dibandingkan impor mobil robot penjinak bom. Harga robot impor bisa mencapai sekitar Rp 1 miliar per unit.
Menurut dia, untuk mencapai tahap itu diperlukan waktu beberapa tahun lagi sehingga prototipe Morolipi dapat difabrikasi oleh industri dan digunakan oleh berbagai pihak, antara lain Polri dan TNI serta industri manufaktur dan migas.
Robot pengintai tersebut diberi nama Morolipi v1.0, sebuah mobil robot penjinak bom yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di tahun 2004, kemudian dilanjutkan hingga tahun 2008.
Mobil Robot LIPI (Moro LIPI)
Sebenarnya penggunaan robot oleh pasukan penjinak bahan peledak atau Tim Gegana Polri sudah dilakukan sejak lama. Sayangnya, robot-robot yang digunakan masih produk impor, antara lain berasal dari Israel dan Inggris.
Pemanfaatan security robot semacam itu yang paling menghebohkan akhir-akhir ini tentu saja terjadi ketika penggerebekan teroris di Dusun Beji, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Robot penjinak bom tersebut berjalan perlahan melintasi halaman dan menyelinap ke dalam rumah target. Robot ini mampu mengambil gambar, video bahkan memindahkan benda. Dengan pergerakannya membopong kamera, robot ini memuluskan langkah polisi dalam membekuk orang yang bersembunyi dalam rumah di tengah ladang jagung yang berhawa dingin tersebut, yang diduga sebagai mastermind dari serangkaian tindakan terror yang terjadi di Indonesia selama satu dekade terakhir (termasuk terror bom yang terjadi di Hotel The Ritz-Carlton dan JW Marriott, kawasan Mega kuningan, Jakarta 17 Juli lalu).
Robot yang digunakan ketika itu didatangkan khusus dari Israel dengan harga yang cukup tinggi, harga per unitnya bisa mencapai 1 Milyar Rupiah. Namun demikian, sebenarnya Estiko Rijanto, seorang peneliti mekatronika dan sistem kontrol di Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), telah berhasil menemukan dan merakit robot penjinak bom, yang diperkenalkannya pada tahun 2006. Robot pengintai tersebut diberi nama Morolipi v1.0, mobil robot penjinak bom yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Prototipe Morolipi yang telah dipatenkan itu desain awalnya dirancang pada tahun 2004 yang kemudian dilanjutkan hingga tahun 2008. Namun demikian, menurut Menteri Riset dan Teknologi saat itu, Kusmayanto Kadiman, robot tersebut mungkin belum bisa digunakan karena masih tahap pengembangan.
Morolipi adalah unit mobil robot berlengan penjepit yang memiliki kemampuan memotong putus kabel yang juga robotik. Dalam uji coba menjinakkan bahan peledak, Morolipi terbukti dapat bekerja efektif, yaitu memotong rangkaian kabel berukuran diameter 2 mm yang dapat memicu ledakan sehingga bahan peledak nonaktif.
5 Keunggulan Moro LIPI V-1 :
➀ Rancangan berbasis pesanan sesuai kebutuhan pengguna.
➁ Memaksimalkan potensi dalam negeri.
➂ Perbaikan dan perawatannya lebih mudah dilakukan karena merupakan produksi dalam negeri.
➃ Mampu melewati tanggul dan tangga dengan slope 15ยบ.
➄ Mampu memotong kabel diameter 3 mm untuk menjinakan bom.
Spesifikasi :
Mampu berjalan di permukaan yang datar ataupun menaiki tangga dengan kecepatan 3 meter per detik tanpa menggunakan energi karena menggunakan kopling elektrik.
Memiliki dua ruas lengan dengan panjang 70cm dan dapat bergerak bebas ke lima arah, berputar 360 derajat, juga menekuk, Terdapat gripper sebagai alat penjepit dan pemotong kabel di bagian ujung lengannya, Didukung dengan camera, sensor inframerah, pengontrol artikulator dan artikulator yang dapat mengirimkan detail gambar ke komputer, Dikendalikan dengan jarak maksimal 6km dengan menggunakan tongkat pengendali atau joystick.
Memiliki rangkaian elektronik penggerak mulai kontak dengan roda penggerak, lengan, kopling elektronika mekanisme melewati tangga, serta pengontrol supervisor untuk memudahkan pengoperasian. Bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan robot berupa aki listrik, Memiliki 4 roda vespa delapan inci, plus sabuk roda untuk membantu menaiki tangga tanpa terpeleset,
Dimensi : 105 cm X 92 cm X 120 cm
Berat : 80-100 kg
Kamera : CCD Camera with infared illumination
Tenaga : Baterai 4 X @ 12 volt
Alat Komunikasi : RF (Fully digital 2.4 Ghz / 900 Mhz)
Durasi Misi : 1 Jam
Kecepatan Maksmum : 0,68 m/detik
Menristek Suharna Surapranata bersama Wakil Menteri

[Sumber LIPI]
More about★ Moro LIPI V1