Showing posts with label Kapal Selam. Show all posts
Showing posts with label Kapal Selam. Show all posts

Kapal Selam 'Mutan' Pesanan TNI AL

Posted by ReTRo on Thursday, November 8, 2012

Mock Up Changbogo (Foto Formil)
Jakarta - Informasi mengenai seperti apa bentuk kapal selam Indonesia yang dibeli dari Korea Selatan, Chang Bo Go (CBG) akhirnya mulai terlihat, walau masih berbentuk mock up.

DSME selaku pemenang kontrak pengadaan tiga kapal selam membawa replika kapal selam CBG U209-1400 yang merupakan pengembangan kapal selam CBG sebelumnya U209-1200 hasil lisensi perusahaan Jerman, HDW.

Menurut Assistant Engineer Naval & Special Ship Design Team/Submarine Machinery Design Group, Seung-Hoon Kim, kapal selam CBG baru ini akan lebih bagus kemampuannya dibanding dengan CBG varian sebelumnya yang dimiliki Korea Selatan.

"Varian terbaru ini memiliki Combat Management System (CMS) yang lebih bagus dari varian sebelumnya, sehingga lebih bagus secara keseluruhan, " jelas Kim kepada itoday, Kamis (8/11).

Menurut rumor yang beredar, CMS yang digunakan kapal selam CBG pesanan Indonesia ini menggunakan CMS yang sama dengan CMS kapal selam U214 milik Jerman. Jika rumor itu benar, maka CBG pesanan Indonesia akan menjadi kapal selam yang menakutkan di kawasan ASEAN.

Selain memiliki CMS baru, kapal selam ini juga memiliki kemampuan menembakan senjata rudal dari bawah air, seperti Sub Harpoon buatan Amerika Serikat dan C-Star buatan Korea Selatan.

Rencananya, pembelian kapal selam dari negeri ginseng ini akan melibatkan PT.PAL, dimana BUMN Strategis ini rencananya akan kevagian jatah untuk membuat satu kapal selam pesanan TNI AL, sebagai bagian dari kerjasama transfer of technology (ToT).

© Itoday
More about → Kapal Selam 'Mutan' Pesanan TNI AL

PT. PAL Cari Ahli Kapal Selam

Posted by ReTRo on Wednesday, November 7, 2012

Surabaya - PT. PAL Indonesia bekerjasama dengan DSME Daewoo sedang menseleksi 206 orang insinyur untuk dijadikan sebagai ahli pembuat kapal selam dan bagian produksi kapal.

Changbogo Submarine
(Foto DSME)
 Manajer Humas PT PAL Indonesia, Bayu Wicaksono, mengatakan bahwa dari 206 orang tersebut akan dipilih 120 sebagai perancang kapal selam dan 186 lainnya di bagian produksi. Sebanyak 20 orang di antara mereka akan memiliki kwalifikasi sebagai desainer.

Menurut Bayu, mereka yang lolos selesksi akan dilibatkan langsung dalam pembuatan kapal selam di Korea Selatan. "Istilahnya learning by doing. Belajar sambil bekerja," katanya Selasa sore, 6 Nopember 2012.

Selama tiga hingga empat tahun mendatang mereka akan terlibat dalam pembuatan tiga kapal selam. Dua kapal selam dibuat di Korea. Pembuatan kapal selam ini dilakukan secara transfer teknologi. "Jika mereka sudah ahli maka satu kapal selam kemudian dibuat di PT PAL," ujar Bayu.

Bayu mengatakan bahwa proses seleksi saat ini masih terus berlangsung. "Orang Korea sudah ada di sini sejak bebeapa waktu lalu," ucapnya. Sebanyak 120 orang yang dipilih sebagai perancang kapal selam akan dikirim ke Korea secara bertahap karena proses pembuatan kapal selam juga dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama dimulai dengan membuat desain. Kemudian diikuti tahap enjinering, serta tahap berikutnya pemasangan persenjataan. Bayu menjelaskan bahwa yang melakukan memorandum of understanding (MoU) dalam kerjasama tersebut adalah pemerintah Indonesia, yakni Kementerian Pertahanan dengan pemerintah Korea yang diwakili DSME Daewoo.

Sebelum kerjasama tersebut, kata Bayu, PT, PAL telah berpengalaman membuat landing platform dock (LPD) sepanjang 125 meter. Dua LPD dibuat di Korea dan dua lainnya di PT. PAL.

LPD yang dibuat di PT PAL bahkan sudah dimodifikasi. Desain pertama yang dibuat di Korea hanya bisa menampung tiga helikopter, tapi setelah dimodifikasi di Indonesia bisa memuat lima helikopter.

Pada saat poyek LPD, kata Bayu, PT. PAL mengirim para pekerjanya ke Korea untuk melakukan transfer teknologi. Setelah paham dan mengusai ilmunya pembuatan LPD dilakukan di PT. PAL.

PT PAL memperoleh dana penyertaan modal negara senilai Rp 1,2 triliun. Sebanyak Rp 648 miliar di antaranya telah dikucurkan pada 2011 dan sisanya Rp 600 miliar masih belum dikucurkan. Tiga kapal selam ini diperkirakan selesai sekitar tahun 2016.

More about → PT. PAL Cari Ahli Kapal Selam

Bikin Kapal Selam, PT PAL Berguru ke Korea Selatan

Posted by ReTRo on Saturday, November 3, 2012

PT PAL sudah mempersiapkan karyawan untuk dikirim ke Korea Selatan. 

KSRI (Foto Formil Kaskus)
PT PAL Indonesia menggandeng Korea Selatan untuk melakukan transfer pengetahuan mengenai perkapalan. Selain itu, Korsel juga digandeng terkait akan dilakukannya pembangunan tiga unit kapal selam untuk TNI AL.

"Dalam waktu dekat, kami mengirim karyawan untuk bekerja sama dengan Korea membangun kapal selam melalui sistem learning by doing," kata Dirut PT PAL, Firmansyah Arifin.

Disebutkan, ada sejumlah karyawan akan dikirim ke Korea Selatan dalam rangka kerjasama memproduksi alutsista. Itu, lanjutnya, melibatkan Kementerian Pertahanan kedua bangsa. Kemenhan, selanjutnya memberi kesempatan kepada PT PAL untuk melaksanakan tugas tersebut.

Sedangkan Humas PT PAL, Bayu Wicaksono, mengungkapkan pengiriman karyawan diawali dengan proses penjaringan. PT PAL sudah memilih karyawan yang layak untuk disertakan dalam transfer pengetahuan di Korea.

"Saat ini DSME Daewoo perusahaan yang ditunjuk pemerintah Korea masih menyeleksi penerimaan. Pengumumannya kami belum tahu, tetapi kuota yang ditetapkan sebanyak 120 pegawai," ungkapnya.

Jumlah itu akan dikirim dalam beberapa gelombang. Selama di Korea karyawan PT PAL mendapat tugas melakukan alih teknologi untuk membangun kapal selam untuk kebutuhan TNI-AL.

PT PAL menyebut, informasi dari Kemenhan RI, sebanyak tiga kapal selam akan dimiliki TNI-AL. Dua kapal selam dengan type DSME 209 dibangun di Korea, sedangkan satu kapal selam lainnya dibangun di Surabaya.

"Ini adalah pengalaman pertama kami membangun kapal selam, setelah sebelumnya kami berpengalaman meng-overhaul (merakit) dua kapal selam KRI Cakra dan KRI Nanggala,” jelasnya.

Kapal selam yang akan dibangun PT PAL dilakukan setelah dua kapal selam selesai dibangun di Korea. Karena seluruh komponen dan teknologi yang dijalankan di Korea akan diwujudkan di Indonesia.

"Karyawan kami tidak membangun on table, tetapi langsung praktek merakit kapal selam. Dari hasil praktek itu akan diimplementasikan saat membangun di Surabaya," jelasnya.
© Viva.Co
More about → Bikin Kapal Selam, PT PAL Berguru ke Korea Selatan

Pangkalan kapal selam di Palu segera beroperasi

Posted by ReTRo on Wednesday, October 3, 2012

(TNI AL)
Palu  - Pangkalan kapal selam TNI AL di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, akan selesai dibangun pada akhir 2012, dan segera beroperasi.

"Pada awal 2013, kapal selam dari Armatim (Armada RI Kawasan Timur) sudah bisa singgah di Teluk Palu," kata Komandan Pangkalan TNI AL Palu, Kolonel Pelaut Boedi Oetomo, di Palu, Rabu.

Dia mengatakan saat ini pembangunan tahap dua sudah selesai sekitar 80 persen. Tahap dua itu bangunan fisik di sekitar pangkalan. Selanjutnya masuk ke tahap tiga, yakni pengerjaan fisik yang ringan seperti pembuatan pagar dan proses pengecatan.


Salah satu alasan pemilihan Teluk Palu karena teluk ini cukup strategis di nusantara. Teluk Palu memiliki lebar 10 kilometer dengan lingkar garis pantai sepanjang 68 kilometer. Kedalaman Teluk Palu mencapai 400 meter dan dinilai sangat strategis. "Perlindungan alam" terhadap arus laut yang ekstrim juga dinilai sangat memadai dan menguntungkan untuk dijadikan pangkalan kapal selam.

Sebagai gambaran, pada Perang Dunia II, Angkatan Laut Kerajaan Inggris pernah mengandalkan pangkalan kapal selam Scapa Flow di Kepulauan Orkney, Skotlandia. Walau sempat ditembus flotila kapal selam U-boat Jerman namun eksistensi Scapa Flow tetap dipertahankan.

Boedi mengatakan, di pangkalan kapal selam itu nantinya akan diperkuat dengan pasukan pertahanan pangkalan dengan jumlah personel sebanyak satu peleton atau sekitar 24 orang.

Pangkalan kapal selam TNI AL sendiri berada di lahan seluas 13 hektare di Kelurahan Watusampu, Kota Palu.

Pada awal 2012, Komandan Pangkalan Utama TNI AL IV Makassar, Brigadir Jenderal Marinir M Suwandi Thahir, meninjau pembangunan pangkalan khusus kapal selam di Teluk Palu.

Saat itu, ia mengemukakan bahwa keberadaan pangkalan tersebut sangat strategis untuk pengamanan wilayah NKRI terutama di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II Selat Makassar sampai ke perbatasan dengan negara tetangga Malaysia di Laut Sulawesi.(R026)
© Antara
More about → Pangkalan kapal selam di Palu segera beroperasi

Kapal Selam TNI AL Ujicoba Senjata

Posted by ReTRo

gladi-subJakarta – Latihan puncak TNI AL tahun 2012  yang dikenal dengan Latihan Armada Jaya XXXI/2012 pada pertengahan bulan Oktober ini akan digelar manuver lapangan dengan mengerahkan lebih dari 30 kapal perang berbagai jenis yang menjadi kekuatan TNI AL dan sekaligus  akan dilaksanakan uji coba penembakan senjata  strategis  di perairan Indonesia bagian Timur.

Geladi posko yang digelar dengan tema “Melalui Latihan Armada Jaya XXXI/2012 TNI Angkatan Laut menggelar Operasi Laut Gabungan, Operasi Amphibi dan Operasi Pendaratan Administrasi di Wilayah Timur Indonesia. Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Telah dilaksanakan  sampai pekan lalu  dan telah menghasilkan dokumen perencanaan latihan Armada Jaya XXXI/2012.

Latihan Armada Jaya XXXI/2012 kali ini akan dilaksanakan ujicoba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut seperti rudal Yakhont, rudal Exocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari Kapal Selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran Kapal Permukaan.

Lintas laut dalam latihan  akan dilaksanakan mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya operasi amfibi berupa pendaratan Pasukan Pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur, melibatkan seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan.

Kegiatan latihan tersebut diawali dengan pembukaan latihan Posko (Latposko) oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI  Suparno yang diwakili Wakil Kepala Staf Angatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Marsetio ,M.M di gedung Yos Sudarso Seskoal Cipulir, pekan lalu dihadiri oleh para pelaku, wasdal dan penilai yang tergabung dalam gelada posko latihan Armada Jaya XXXI/2012.

Dalam latihan Armada Jaya XXXI/2012 diawali dengan geladi posko dengan para pejabat sebagai pelaku dijabat Komandan Seskoal Laksda TNI Arief Rudianto, S.E bertindak sebagai Direktur Latihan (Dirlat), Pangarmabar Laksda TNI Sadiman, S.E., bertindak sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi (Pangkogasgabfib), Pangkolinlamil Laksda TNI S.M. Darojatim sebagai Panglima Komando Tugas Pendaratan Administrasi (Pangkogasratmin), Komandan Guspurlaarmabar Laksma Tri Wahyudi Sukarno, S.E, sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Laut (Pangkogasgabla) dan Komandan Pasmar I Kolonel Marinir R Gatot Suprapto sebagai Komandan pasukan pendarat dan Komandan lantamal VI Brigadir Jenderal TNI Marinir M. Suwandi Thahir sebagai Panglima Komando tugas pertahanan pantai (Pangkogashantai)

Geladi Posko yang dilaksanakan di gedung Olah Yudha Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) tersebut melaksanakan kegiatan pengambilan keputusan (Biltus) 14 langkah diantaranya mulai dari tahap perencanaan, paparan konsep umum operasi sampai dengan pengujian rencana Operasi melalui TFG (Tactical Floor Game) yang disampaikan oleh para Panglima Komando Tugas gabungan dan Komandan pasukan pendarat diikuti oleh para staf pelaku, wasdal dan penilai yang tergabung dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012.

Kegiatan pengujian rencana operasi yang lebih dikenal dengan Uji RO melaksanakan kegiatan TFG (Tactical Floor Game) dengan kegiatan paparan secara bertahap  mulai dari kegiatan embarkasi material dan personel di pangkalan Surabaya sampai dengan pelaksanakan hari H Jam “J”  pelaksanaan pendaratan pasukan pendarat di Sangatta, Kalimantan Timur.

Selama kegiatan TFG (Tactical Floor Game)  berlangsung  ditinjau secara langsung oleh Wakasal  Laksamana Madya TNI Marsetio, M.M , didampingi Korsahli Kasal Laksamana Muda  TNI Haribowo ,M.Sc, Asops Kasal Laksmana Muda TNI Didit Herdiawan, MPA. MBA.

Dalam peninjauan tersebut Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, M.M mengikuti jalannya pelaksanaan kegiatan pentahapan paparan mulai kegiatan di Pangkalan Angkatan Laut Surabaya sampai dengan pelaksaaan pentahapan pelaksanaan pendaratan pasukan pendarat  dan pelaksanaan Uji coba penembakan senjata strategis yang akan dilaksanakan oleh kapal perang TNI AL yang dilibatkan dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Kalimantan Timur.

Dalam kegiatan tersebut Wakasal menyampaikan arahan khususnya kepada para pelaku latihan utamanya para Komandan KRI dan para perwira pengawak KRI  serta  para perwira muda yang terlibat latihan yang berkaitan  dengan pelaksanaan manuver lapangan unsur-unsur KRI di perairan Indonesia kawasan timur utamanya perairan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Lebih lanjut disampaikan kepada para perwira muda yang tergabung sebagai pelaku latihan agar latihan kali ini dijadikan wahana pembelajaran secara professional.

Dalam manuver lapangan yang akan dilaksanakan medio Oktober 2012 yang akan datang, Kapal perang TNI AL yang dilibatkan dalam latihan kali ini terdiri  dari berbagai jenis kapal perang diantaranya Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda akan dikerahkan dan 10 kapal perang di antaranya akan menembakkan senjata straegis. Latihan puncak yang melibatkan lebih dari 5 ribu personel ini juga mengerahkan 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta puluhan kendaraan tempur Pasukan Pendarat Marinir.

Dalam latihan kali ini melibatkan sejumlah unsur kapal perang dan personel dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur, Komando Armada RI Kawasan Barat dan Komando Lintas laut Militer. Selain itu melibatkan  personel dari Mabesal, Seskoal, lantamal V dan lantamal VI dan  personel dari Dinas Hukum, Dinas Psikologi, POMAL dan Dinas Penerangan sebagai pelaku dan beberapa Pangkalan Angkatan laut.

Kapal perang Produksi dalam negeri jenis LPD KRI Banjarmasin-592 dan kapal perang terbaru TNI AL kelas SIGMA diantaranya KRI Diponegoro -365, KRI Frans Kaisiepo 368, KRI Sultan Iskandar Muda -367  serta  sejumlah KRI  angkut pasukan jenis Landing Ship tank (LST) dan Froch dilibatkan dalam manuver lapangan.

Usai kegiatan TFG, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Sadiman,S.E Selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 kepada seluruh peserta latihan menekankan  dalam tahap pelaksanaan kegiatan Geladi Lapangan atau Manuver Lapangan pada bulan medio Oktober 2012 di Laut Jawa dan Pantai Sangatta, Kalimantan Timur, agar melaksanakan latihan sesuai dengan prosedur tetap dan wujudkan seluruh rangkaian latihan dengan pencapaian zero accident.

Kadispen Koarmabar
Agus Cahyono
Letkol laut (KH) Nrp 10881/P

Teks Gbr-Latihan Armada Jaya XXXI/2012 dilaksanakan tahap uji RO dengan TFG (Tactical Floor Game) di gedung Yos Sudarso Seskoal Cipulir. Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio ,M.M tinjau pelaksanaan Geladi Posko  Latihan Armada Jaya XXXI/2012 pada tahap pelaksanaan uji RO dengan TFG (Tactical Floor Game) di gedung Yos Sudarso Seskoal Cipulir.
© Poskota
More about → Kapal Selam TNI AL Ujicoba Senjata

TNI AL Siapkan Calon Awak Kapal Selam

Posted by ReTRo on Tuesday, September 25, 2012

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEituFTiNRRWP5n_Vs8UcDHGKrLYu3iJkqqdxQtJP3ixPNPby18wJCOzM7XLm6aC_rHAxog1ZEkR44kpHZojb7y6sBAe1VPdyLl_Nk3AFYhyphenhyphenlZhrcN4SLUClmgIgvKrdxBVEl5pPTV2E-PJw/s280/5.64.1+seleksi+brevet.jpgSEBANYAK 141 prajurit TNI AL mengikuti seleksi Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (Dikcawakkasel), Pendidikan Pasukan Katak (Dikpaska), Pendidikan Juru Selam (Dikjursel) dan Pendidikan Intai Amfbi (Diktaifib) Marinir, Selasa,(25/9). .

Proses seleksi berlangsung selama sepekan dipusatkan di Gedung Moleljadi Kesatrian Bumimoro Kobangdikal Surabaya. Seleksi meliputi test Kesegaran jasmani (Garjas), kesehatan lengkap, psikologi tertulis dan wawancara, mental idiologi tertulis dan wawancara serta Kesehatan jiwa (Keswa) dan diakhiri sidang Penentuan Akhir (Pantuhir) yang digelar di Mako Kodikopsla, Ujung Surabaya, Jumat (28/9). .

141 calon siswa terdiri 25 orang mengikuti test seleksi Dikcawakkasel, 39 orang Dikpaska, 24 orang Dikjursel dan 53 orang Diktaifib. .

Pada kalender pendidikan 2012, tersedia alokasi peserta pendidikan Dikcawakakasel 15 orang, Dikpaska 30 orang, Dikjursel 15 orang dan Diktaifib 30 orang. .

Para siswa yang lolos seleksi akan menempuh pendidikan di Sekolah Kapal Selam (Sekasel), Dikpaska di Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) dan Dikjursel di Sekolah Penyelam (Seselam) di Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) Kodikopsla. .

Sedangkan Diktaifib Marinir akan menempuh Pendidikan di Sekolah Khusus (Sesus) Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) yang berada di bawah Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Kobangdikal berlokasi di Gunungsari, Surabaya.
© Kobangdikal
More about → TNI AL Siapkan Calon Awak Kapal Selam

Misteri Kapal Selam Indonesia

Posted by ReTRo on Sunday, September 23, 2012

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW_7J13guqAm2AuAPZqlSDe_rbZiXcYbbPtqi7a6V_m-EvSYQ343OGZXHZwrTJBoijQTEgXSZUFMiLv1nsCtJ0XpLOdbziI1DyGQ_wxJBODxQvMaXGupcX7LYSd9gGwDm4AgUGMuXCn2A/s280/KRI-Cakra-401.jpg
KRI Cakra 401
Kalau dipikir-pikir,  ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia.  Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus menjaga wilayah laut  Indonesia yang demikian luas. Bayangkan saja, 2/3 dari wilayah Indonesia adalah lautan.

Hal itu kontras dengan pengadaan alutsista untuk matra darat,  udara maupun permukaan laut.  Lihat saja, alutsista untuk matra permukaan laut  terus ditambah dengan: 4 Korvet Sigma, 3 Nakhoda Ragam Class, 1 PKR Sigma 10514, PKR Trimaran KRI Klewang, 4 Heavy Landing Platform Dock KRI Makassar Class,  KCR-40 dan kapal-kapal patroli lainnya, BMP-3, Ruda C-705 dan lain-lain.

Matra udara ada penambahan: 6 Sukhoi Su30MK2, 16 Super Tucano, 34 pesawat F-16 Block 32++, 9 C-295, 4 Hecules, , Bell 412, CN 235,  Rudal anti udara dan lain-lain.

Sementara untuk matra darat ada penambahan: 100 MBT Leopard Revo, 50 IFV Marder, MLRS Astros II, ATGM, Meriam Caessar 155mm, Rantis Sherpa, Panser Anoa, 12 Helikopter Fennec,  Rudal anti udara Starstreak dan lain sebagainya.

Pengembangan kekuatan bawah laut yang  terkesan ketinggalan, terseok-seok, hanya dijaga  dua kapal selam tua. Apakah keputusan itu masuk akal  ?.

 Kapal Selam Changbogo

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA14-bR6iFrtx8IKrun_h6LF2FxtmhKTzXESXtN5wttWehJTYGoO_xs8JfFPz7RQeYmBKjSmMQWwoepe0U-dESCHbWlMDUEzkJyfULGJsZ8IqWei1H98iZ7HEiy6Xpq6v_SjVdbd5VRKA/s280/Kapal-Selam-Changbogo-Korea-Selatan.jpeg
Kapal Selam Changbogo Korea Selatan
Memang ada rencana pembuatan 3 kapal selam Changbogo dari Korea Selatan. Namun pengadaan kapal selam ini masih menuai kendala, terkait transfer of technology. Korea Selatan meminta dana yang cukup besar untuk ToT. Bukan itu saja, Korea Selatan pun, mengaku tidak mungkin memenuhi syarat yang diajukan Indonesia untuk pengadaan 3 kapal selam Changbogo. Artinya proyek kapal selam Changbogo ini belum jelas.

Dengan demikian, banyak  lubang besar di bawah laut Indonesia yang menjadi titik lemah negeri ini, sekaligus memberikan jalan masuk bagi kapal selam asing. Kondisi ini menempatkan kapal-kapal permukaan TNI AL dalam posisi berbahaya dan menjadi sasaran empuk.  Padahal kita tahu, kapal selam adalah salah satu deteren dalam alutsista militer, karena keberadaannya susah dilacak.

Bahkan negara-negara besar seperti AS, Rusia, Inggris, Perancis dan China terus memodernisasi armada kapal selam mereka.

Dengan kondisi di atas, apakah tidak aneh Indonesia hanya memiliki 2 kapal selam tua, sebagai pertahanan bawah laut ?.

 Kapal Selam Tetangga

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkyQWP5CJnOQImzmmp1gmh1Kemgkcdsa5CRmcKeUeOHzreyMVp92eLkkUdFLu74Za3MrOOt6Kr9zwF85MGTiv3PcQGIbveLaNLviQAipUh6gcQ5P2ejbPQdKRdBQK_Ml_qsl26Al68bC4/s280/kapal-selam-scorpene.jpg
Kapal Selam Scorpene
Sekarang mari kita bandingkan dengan kapal selam negara tetangga, agar kalkulasi yang kita dapatkan lebih cermat.

Negara mini seperti Singapura,  memiliki 6 kapal selam modern. Namun mereka terus memperkuat armada bawah laut  dengan memesan 4 kapal selam Scorpene class SSKs dari DCNS Perancis. Sebentar lagi Singapura akan memiliki 10 kapal selam yang siap tempur dan menggentarkan.

Bahkan Vietnam yang ekonominya masih di bawah Indonesia sedang mendatangkan 6 kapal selam Improved Kilo (Kilo-636 KMV). Kontrak pembelian kapal selam itu dilakukan Vietnam ke Rusia pada tahun 2010, dan akan datang satu kapal selam, setiap tahunnya.

Adapun Malaysia memiliki dua kapal selam modern Scorpene yang dikerjakan Galangan Kapal Perancis DCNS bersama rekannya Navantia Spanyol. Sebelum menerima kapal selam itu, 150 prajurit Angkatan Laut Malaysia dilatih mengenal dan mengoperasikan kapal selam Agosta Class, yang telah dipensiunkan dari Angkatan Laut Perancis. Malaysia sedang mempertimbangkan penambahan jumlah kapal selam, setelah Angkatan laut mereka terbiasa dengan 2 kapal selam Scorpene yang dibeli dari Perancis.

Malaysia memang baru memiliki 2 kapal selam, namun jangan salah kapal selam mereka sudah modern. Selain itu luas laut yang harus dijaga kapal selam Malaysia, jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkvv0P8gnpsEibo36wPCKzwXE4djVDdJkTJ6h0timwLZc4Eg1w1cIESoWx3KmJEenNX-GJqsa2Sn_O3oqfyhIDa2VEN4-FSXpNiaJN7P38pMkec9H2hQ5IZzKm4_0nuLuO2WmMR1MQzP8/s280/Kapal-Selam-Collin-Class-Australia.jpg
Kapal Selam Collin Class Australia
Negara tetangga di Selatan, Australia memiliki 6 kapal selam Collin Class yang dibangun bertahap sejak tahun 1996. Kapal selam ini dibuat oleh Australian Submarine Corporation bekerjasama dengan Galangan kapal Kockums, Swedia- Jerman.

Australia sendiri telah mencanangkan penggantian 6 kapal selam mereka sejak tahun 2007, dengan nama Project SEA 100. Kapal selam Collins akan digantikan oleh 12 kapal selam yang lebih modern.

Dengan konstelasi seperti itu, armada kapal selam Indonesia paling kecil secara kualitas-kuantitas dibandingkan negara-negara di sekitarnya.

Jumlah kapal selam Indonesia yang hanya dua unit, memang cukup diragukan oleh berbagai pengamat militer internasional. Alasannya, secara hitung-hitungan militer, jumlah itu sangat minim. Keraguan lain disebabkan, hingga saat ini pihak Indonesia maupun Rusia belum pernah terdengar membatalkan pembelian 2 kapal selam Kilo Class. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin sudah menyetujui kredit ekspor untuk pengadaan kapal selam itu sebesar 700 juta USD.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNRr5SG-pyPzFxrTtgQ8a6EAVyvgmfRit46-B_JeDvh5E_C9D61eOp-GurkKBdx78bbQUwXp0n_ltphnaeGz6iU8UGzI8UrRnOn7eJX0LEYAi2OM5ARt8BOJ_ckVnt3VtqXalbFCgJsBc/s280/kilo-kapal.jpg
Presiden SBY melihat model Kilo Class

Bahkan sebagian pengamat militer negara asing mempercayai Indonesia memiliki 4 hingga 6 kapal selam Kilo Class. Kalaulah dugaan itu betul adanya, beruntunglah Indonesia.

Namun jika dugaan itu tidak benar dan Indonesia hanya memiliki 2 kapal selam tua, tentu kebijakan itu terasa aneh. Yang membuat penasaran adalah, mengapa TNI AL tampaknya tenang-tenang saja, walau hanya memiliki dua kapal selam gaek, sementara armada permukaan laut terus digenjot jumlah dan kualitasnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX7LwAgqvzGoxvwtBivJS2Kvqxjf4O9Vau1KhUREec9srH7zCgGt1yzHc5cDrHLPpk2qNHGJ6_W6F5aUDdpfC7FPZ-9uWXGX99d72mrrxXdUikfU9kb3vDJSMwJyf4sVTdcdLCiUVeBNk/s280/Kapal+Selam+Klas+Kilo+Indonesia+2012.jpg
Penampakan Kapal Selam Kilo Class 412 dalam Sebuah Kalender Militer
© Jkgr
More about → Misteri Kapal Selam Indonesia

Setelah Leopard 2, Pesawat UAV; Kini TNI Targetkan 12 Kapal Selam Tempur?

Posted by ReTRo on Saturday, September 22, 2012

KRI Cakra 401 (TNI AL)

TENTARA Nasional Indonesia (TNI) benar-benar ambisi untuk segera memiliki segala macam alutsista modern yang kini ada di dunia. Penjajakan, penelitian dan juga penelaahan secara mendalam oleh TNI terhadap alutsista modern yang ada di belantara dunia ini telah dilakukan. Pilihan-pilihan pun telah dijatuhkan oleh TNI untuk memiliki segera semua alutsista yang canggih, modern dan yang pasti dapat menjadi armada yang kuat.

Setelah melakukan pilihan terhadap 100 Tank Leopard 2, dan juga akan menjajaki pesawat intai tanpa awak (unmanned aero vehicle/UAV) asal Israel. Kini TNI pun berambisi untuk memiliki 12 kapal selam. Ambisi dalam hal positif itu perlu didukung untuk memperkuat pokok alat-alat persenjataan utama di Indonesia.

Luasnya lautan yang mengelilingi Indonesia membutuhkan dukungan alutsista yang cukup untuk menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedikitnya, negara kepulauan seperti Indonesia memerlukan 12 armada kapal selam.

“Kalau bicara kebutuhan, sudah pasti kami ingin memiliki banyak armada kapal selam, tetapi kami juga paham dengan kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah,” katanya Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Senin (6/2) usai menyambut kedatangan kapal selam KRI Nanggala-402 di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya. Seperti dikutip dari republika.co.id.

Di sini sekarang TNI telah mengungkapkan angka-angka ideal untuk memperkuat wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan sangat jelasnya. Angka 12 dipilih dan disesuaikan dengan idealnya Indonesia memiliki 12 kapal selam guna mengamankan wilayah laut Indonesia. Namun Kasau mengakui kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah belum memungkinkan tercapainya kepemilikan 12 kapal selam dalam waktu dekat.

Untuk Tank Leopard 2, TNI Angkatan Darat dengan sangat terang benderang menjelaskan tentang rencana pembelian 100 tank kelas berat.

Angka 100 dipilih oleh TNI Angkatan Darat untuk memperkuat armada darat, atau dengan kata lain untuk memperkuat wilayah daratan Indonesia. Meskipun kita mengetahui, polemik dan perdebatan masih terjadi dalam pembahasan Tank Leopard 2, ataupun ada alternatif pilihan lainnya dari TNI Angkatan Darat untuk perkuat daratan.

Awal Februari 2012, Ketua Komisi I DPR Mahfud Siddiq melontarkan pernyataannya yang menolak dengan terang rencana Kementerian Pertahanan, yang dalam hal ini TNI Angkatan Udara untuk membeli pesawat intai tanpa awak dari Israel. Alasannya kata Mahfud, Israel merupakan negara yang terkait dengan kasus-kasus pelanggaran HAM dan juga Indonesia memiliki kerjasama diplomatis dengan Israel. Berbeda dari Kementerian Pertahanan yang mengatakan bahwa keputusan untuk membeli pesawat intai tanpa awak dari Israel belum final. Namun Kemhan berharap TNI bisa merealisasikan kebutuhan pesawat intai tanpa awak tahun 2012 ini.

TNI Angkatan Udara, dalam hal ini membutuhkan setidaknya sembilan (9) pesawat intai tanpa awak untuk mengawal perbatasan NKRI. Angka 9 dipilih karena melihat dari tiga wilayah perbatasan Indonesia baik di Papua, Kalimantan dan NTT yang rawan akan tindakan kejahatan trans-nasional dan juga untuk mengantisipasi ancaman dari negara lain. Setidaknya tiap-tiap wilayah perbatasan itu membutuhkan tiga pesawat intai tanpa awak untuk diawasi dari udara.

Pilihan angka 12, angka 100 dan angka 9 untuk memperkuat armada TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara merupakan suatu angka-angka yang dihitung dari luasnya wilayah NKRI yang teramat luas. Baik dari wilayah lautan, wilayah daratan maupun wilayah udara Indonesia.

Cakupan angka-angka itu dipilih adalah merupakan angka-angka yang dilihat idealnya bagi penguatan alutsista TNI yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan TNI untuk memperkuat sistem pokok alutsistanya. Angka-angka 12, 100 dan 9 menurut saya adalah merupakan angka yang dilakukan kajian secara konfrehensif untuk memperkuat sistem pertahanan dalam negeri.

Apapun pilihan TNI untuk perkuat alutsistanya. Tentu saja itu akan memperkuat sistem pertahanan negara, dan juga akan memperkuat sistem kedaulatan negara. Terus terang saya katakan kita mendambakan Indonesia memiliki armada tempur yang tangguh, kuat dan juga disegani negara-negara lain di dunia.
© Kompasiana
More about → Setelah Leopard 2, Pesawat UAV; Kini TNI Targetkan 12 Kapal Selam Tempur?

KRI Nanggala-402 dan KRI Ajak 653 Gelar Latihan Penembakan SUT

Posted by ReTRo on Wednesday, September 12, 2012

KRI Ajak 653 (TNI AL)
Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menggelar Latihan Parsial Penembakan Torpedo Sut yang dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Koarmatim (Kasarmatim) Laksma TNI Darwanto, S.H., M.A.P., Selasa (11/9/2012) siang, di Pusal Latihan Kapal Perang (Puslat Kaprang) Kolatarmatim, Ujung, Surabaya.

Latihan Parsial Penembakan Torpedo Sut yang dilaksanakan oleh Koarmatim ini merupakan upaya persiapan mendukung latihan Armada Jaya XXXI Tahun 2012 yang akan dilaksanakan di bulan September dan Oktober. Penembakan a
kan dilaksanakan dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402 dari Satuan Kapal Selam dan KRI Ajak-653 dari Satuan Kapal Cepat.

Latihan yang dibagi dalam beberapa tahap itu akan dilaksanakan di Pangkalan Surabaya dan di Perairan Laut Jawa sebelah Timur Pulau Bawean. Pelaksanaan penembakan akan berlangsung pada 27 September 2012, dengan melibatkan 355 personel yang terdiri dari pelaku, pendukung dan staf latihan. Latihan ini juga melibatkan lima kapal perang yaitu KRI Nanggala-402, KRI Ajak-653, KRI Soputan-923 dan dua KRI kelas FPB-57.


Latihan yang bertujuan untuk membina, memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit agar memiliki kecakapan yang memadai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam organisasi tempur KRI itu, dibuka oleh Kasarmatim ditandai dengan penyematan tanda peserta latihan sebagai tanda resmi dimulainya latihan tersebut.


Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Agung Pramono S.H., M. Hum. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasarmatim antara lain mengatakan, setiap latihan yang dilaksanakan sesungguhnya memiliki arti yang sangat penting dalam rangka memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL.


Lebih lanjut menurut Pangarmatim, materi yang dilatihkan merupakan pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam kondisi yang sebenarnya. Oleh karena itu, latihan parsial penembakan torpedo sut oleh KRI Nanggala-402 dan KRI Ajak 653 sesungguhnya dipersiapkan guna mendukung Latihan Armada Jaya XXXI Tahun 2012. Dimana pada latihan tersebut akan dilaksanakan penembakan torpedo sut terhadap kapal permukaan oleh kedua kapal tersebut.
(Dispenal Mabesal)
More about → KRI Nanggala-402 dan KRI Ajak 653 Gelar Latihan Penembakan SUT

Peringatan Ke – 53 Hari Jadi Satuan Kapal Selam TNI AL

Posted by ReTRo

Tanggal 12 September adalah hari jadi Satuan Kapal Selam. Selama 53 tahun Satuan Kapal Selam telah berbakti kepada nusa dan bangsa. Pada tangga 12 September 1959 bangsa Indonesia memperkokoh kejayaannya di samudera dengan menghadirkan kapal selam kelas Whiskey yang sangat disegani saat itu. Kapal selam pertama tersebut diawaki oleh para prajurit TNI AL yang sebelumnya ditugasbelajarkan ke Polandia selama beberapa bulan hingga mendapatkan brevet kapal selam. Peristiwa bersejarah ini kemudian menjadi momentum penting yang melatarbelakangi hari jadi Satuan Kapal Selam.

Sejarah mencatat bahwa kita pernah memiliki 12 kapal selam. Secara bertahap kapal-kapal selam tersebut datang memperkuat armada kita. RI Tjakra adalah kapal selam pertama yang masuk armada kita pada tanggal 12 September 1959. Empat kapal selam berikutnya masuk jajaran kita pada tanggal 29 Januari 1962; masing-masing diberi nama: RI Nagabanda, RI Tjandrasa, RI Trisula, dan RI Nagarangsang. Pada tanggal 15 Desember 1962 armada kasel diperkuat oleh RI Widjaja Danu, RI Hendra Jala, RI Bramasta, RI Pasopati, RI Alugoro, dan satu tender kapal selam yang diberi nama RI Thamrin. Selanjutnya, Armada RI diperkuat oleh kapal selam tipe SS 209/1300. Kasel jenis tersebut datang berturut-turut. KRI Cakra dengan nomor lambung 401 hadir di Indonesia pada tanggal 27 Juli 1981. KRI Nanggala dengan nomor lambung 402 menyusul pada tanggal 9 November 1981.


Pada masa Trikora Satuan Kapal Selam Armada RI telah mampu mewujudkan dirinya menjadi kesatuan yang sangat disegani dan diperhitungkan. Peranannya sangat penting dalam mengembalikan Irian Barat ke pangkuan NKRI; menjadi alat untuk mendukung keberhasilan diplomasi bangsa Indonesia terhadap Belanda.


Sampai periode awal tahun 90-an, Indonesia sangat disegani karena satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki armada kapal selam. Pada perkembangan selanjutnya, Singapura dan Malaysia memperkuat armadanya dengan menghadirkan unsur kapal selam. Singapura, negeri kota itu, telah memiliki 4 unsur kapal selam kelas Sjoormen buatan Swedia, sedang Malaysia kini juga memiliki 2 unsur kapal selam kelas Scorpene buatan Prancis.


Satuan Kapal Selam kita saat ini diperkuat oleh dua kapal selam buatan Jerman, yaitu KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402. Indonesia mulai memesan kapal selam tipe SS 209/1300 ini pada tahun 1977. Kedua kasel ini dibuat oleh galangan kapal Howaldtswerke di Kiel, kawasan Jerman Barat. Pada bulan Juni 1981 KRI Cakra-401 dan KRI Nangggala-402 mulai bertugas memperkuat armada TNI-AL.


Kapal selam memiliki nilai strategis yang sangat tinggi karena karakternya yang sulit dideteksi dan mampu membawa berbagai jenis senjata, seperti torpedo, ranjau maupun peluru kendali. Sejarah peperangan laut membuktikan bahwa hanya kapal selam yang mampu masuk dan menembus jantung pertahanan lawan. Kapal selam dapat menghancurkan sebuah armada tempur juga dapat menjadi center of gravity Angkatan Laut.


Kapal selam juga merupakan senjata strategis yang kehadirannya memberikan dampak penangkalan yang besar bagi pihak lain. Oleh karena itu, Panglima Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum Rabu (12/9) dalam amantanya yang disampaikan oleh Kasarmatim Laksma TNI Darwanto, S.H., M.A.P. pada Upacara Peringatan Hari Lahir ke-53 Satuan Kapal Selam berharap agar program penambahan unsur kapal selam segera dapat direalisasikan. Menurut Pangarmatim, program penambahan kapal selam merupakan upaya mewujudkan kembali kejayaan kekuatan kapal selam seperti pada zaman yang lalu.


Pati TNI AL dengan dua bintang di pundak ini pun berharap agar dalam menyongsong kehadiran kapal selam yang baru, seluruh jajaran keluarga besar Korps Hiu Kencana selalu berupaya meningkatkan kemampuan sehingga memiliki sumber daya manusia yang profesional.


“Dengan profesionalisme yang tinggi maka kita akan mampu mengawaki alutsista tersebut dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi,” tegasnya.


Wira Ananta Rudira! Tabah Sampai Akhir!
(Dispenarmatim)
More about → Peringatan Ke – 53 Hari Jadi Satuan Kapal Selam TNI AL

KRI Nanggala-402 dan USS Oklahoma City latihan bersama di Laut Jawa

Posted by ReTRo on Friday, August 31, 2012

http://img.antaranews.com/new/2012/02/ori/20120206NANGGALA1.jpgJakarta - Bahwa kapal selam bernilai strategis sangat tinggi, semua militer dunia tahu. Di Laut Jawa, kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, dan kolega bertenaga nuklirnya dari Amerika Serikat, USS Oklahoma City SSN-723, berlatih bersama dan saling bertukar perwira untuk sama-sama menambah profisiensi. Ini adalah pertama kali bagi kedua angkatan laut, satu kesempatan bersejarah dan bermakna sangat strategis.

Dalam latihan bertajuk PASSEX/Passing Exercise 2012 itu, TNI AL mengerahkan kapal pendamping, KRI Diponegoro-365 dan satu helikopter Bolkow NBO-202. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, "Latihan ini berlangsung dua hari, 28-29 Agustus lalu. Ini bentuk kerja sama dan kemitraan di antara dua angkatan laut, juga untuk memperluas wawasan kita tentang kesenjataan dan berbagai hal lain terkait ini."

PASSEX 2012 diawali pertukaran perwira dari masing-masing kapal selam. Enam perwira KRI Nanggala-402 on board di USS Oklahoma City SSN-723 selama dua hari, sebaliknya empat perwira USS Oklahoma City SSN-723 on board di KRI Nanggala-402 untuk waktu sama. "Selanjutnya kedua kapal selam tersebut melakukan berbagai manuver di perairan Laut Jawa," katanya.

USS Oklahoma City SSN-723 adalah kapal selam bertenaga nuklir kelas Los Angeles buatan galangan kapal Newport News and Dry Dock, Virginia, Amerika Serikat, pada 1981 dan diluncurkan pada 4 Januari 1984, yang telah bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat US sejak 1988. Kapal selam kelas ini, USS Dallas, pernah terlibat dalam kisah perburuan kapal selam bertenaga nuklir terbesar dan terkuat di dunia milik Angkatan Laut Uni Soviet (saat itu), Red October, dari kelas Typhoon, yang memiliki teknologi propulsi Caterpillar.

Menurut Suropati, "Latihan ini juga meningkatkan kemampuan awak KRI Nanggala-402, KRI Diponegoro-365 dan pilot Bolcow-Blohm 205 kita dalam mendeteksi, menganalisa, dan mengenali lebih jauh tentang kapal selam negara lain.

Sedangkan KRI Nanggala-402 dari kelas U-209 buatan galangan kapal Kiel, Jerman, pada 1981, yang ditenagai diesel elektrik berbobot 1.400 ton dan tidak bisa meluncurkan misil nuklir antar benua laiknya USS Oklahoma City SSN-723. KRI Nanggala-402 baru kembali dari perawatan besar di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan, pada 6 Februari lalu.

Di sana, KRI Nanggala-402 diperbaiki rusuk, kulit, balast, sistem navigasi dan penjejakan, hingga sistem kesenjataannya. Seluruh proses itu memerlukan waktu dua tahun. Kapal selam ini memiliki "kembaran", KRI Cakra-401 yang sama-sama tergabung dalam Satuan Kapal Selam Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL, di Surabaya.

Satuan yang bertanggung jawab dalam pembinaan, penyiapan, dan pengoperasian USS Oklahoma City SSN-723 adalah Skuadron Kapal Selam Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat, berpangkalan di Pearl Harbour, Hawaii. Kapal ini diawaki 134 personel, dengan panjang 110,3 meter, lebar 10 meter, dan kecepatan maksimal selam 20 knot perjam. Secara umum, peluru kendali Tomahawk dan Harpoon menjadi persenjataan standardnya.

Sesuai dengan "aturan main" UNCLOS 1982, selama berada di perairan Indonesia untuk pelayaran damai, USS Oklahoma City SSN-723 berlayar di permukaan dan menunjukkan identitas kapal. Setelah misi latihan dimulai, barulah manuver militer dilakukan bersama. Selama dia hadir di perairan Indonesia, pengawalan dan panduan diberikan oleh jajaran TNI AL, termasuk oleh mitranya, KRI Nanggala-402.(*)
More about → KRI Nanggala-402 dan USS Oklahoma City latihan bersama di Laut Jawa

Indonesia Butuh 12 Kapal Selam

Posted by ReTRo on Wednesday, August 29, 2012

Jakarta, Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan 10 sampai 12 kapal selam untuk mencegah potensi gangguan keamanan laut. Diharapkan target pemenuhan kapal selam dapat rampung sebelum tahun 2024.

"Diharapkan sebelum 2024 target itu dapat terpenuhi," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dalam jumpa pers di Gedung Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (29/8/2012).

Alasan Indonesia membutuhkan kapal selam, lanjut Agus, karena Indonesia berkewajiban menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah maritim. Salah satunya, Indonesia harus berperan aktif dalam menjaga keamanan di Laut Cina Selatan.

"Konflik laut Cina Selatan memang bukan masalah kita. Tapi, kalau ada sesuatu di sana maka akan berdampak ke kita. Untuk itulah kita perlukan," jelas Agus.

"Selain itu, kapal selam juga diperlukan untuk menjaga daerah perbatasan laut Indonesia," sambungnya.

Panglima menambahkan, saat ini Indonesia hanya memiliki 2 kapal selam dan akan hadir 3 kapal selam tambahan dari Korea Selatan. Kapal selam asal negeri ginseng tersebut dilakukan dengan joint production (produksi gabungan).

"Kapal selam itu teknologi yang muktahir, dengan adanya joint production ini diharapkan akan ada transfer teknologi supaya Indonesia dapat menguasai ilmu pembuatan kapal selam," tutup Agus.

 Ilmu Bikin Kapal Selam Dari Korsel

Jakarta, Indonesia tengah melakukan produksi gabungan kapal selam dengan negara Korea Selatan. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat membuat kapal selam sendiri di masa mendatang.

"Kita sedang bangun 3 kapal selam dengan Korea Selatan. Nantinya, transfer teknologi itu mampu membuat Indonesia, untuk membuat kapal selam sendiri," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro, saat jumpa pers di Gedung Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (29/8/2012).

Purnomo menjelaskan sampai saat Indonesia belum mampu membuat kapal selam karena keterbatasan SDM dan infrastruktur. Pembelian kapal selam dengan Korsel, dilakukan karena kedua negara sepakat untuk melakukan transfer teknologi.

"Oleh karena itu diharapkan proses transfer teknologi ini dapat dilakukan, sehingga nantinya PT PAL dapat membuat kapal selam bahkan membuat pusat maintenance dan overhaul sendiri di Indonesia," sambung Purnomo.

Sementara itu, Kapuskom Kemenhan Brijend TNI Hartind Asrind menjelaskan 3 kapal selam yang akan dibeli dari Korea Selatan, akan datang secara bertahap. Kapal selam pertama akan hadir pada tahun 2015, kedua akan hadir 2016 dan ketiga akan hadir 2018.

"Untuk tahap 2 dan tahap 3, kapal selam itu dilakukan dengan joint production. Total ketiga kapal selam itu seharga USD 1,07 miliar," jelas Hartind.(rvk/mad)
More about → Indonesia Butuh 12 Kapal Selam

Satsel Koarmatim dan Kapal Selam US Navy Akan Gelar Latihan Bersama

Posted by ReTRo on Wednesday, August 8, 2012

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjY4xOTWO18An4bthGK0Ej9rzy2pyJxRoTllz-QE78GTHoVXg08dDdK_09Y42RC_j6hK_4gKEgfv8Pk_M4RLhtXKpDicg4Lsc9MCQLCKbQb842y2XtTwB874N_FEy7IBCIt2wrkC0fgD2k/s1600/KRI+402+Nanggala+2.jpg
KRI Nanggala - 402

Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur (Satsel Koarmatim) dalam waktu dekat akan menggelar latihan bersama dengan kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Untuk menindaklanjuti rencana latihan tersebut, hari ini, Rabu (8/8), Commander Submarine Group 7 US Navy Rear Admiral Philip Sawyer mengadakan kunjungan ke Koarmatim.

Kedatangan Rear Admiral Philip Sawyer tersebut diterima Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Darwanto. SH, M.AP dengan didampingi Komandan Guspurlatim Laksamana Pertama TNI Ari Soedewo dan beberapa pejabat teras Koarmatim di Gedung Laksamana Nala Koarmatim Ujung Surabaya.

Kapal selam Koarmatim yang akan terlibat dalam latihan ini yaitu KRI Nanggala-402, didukung dengan kapal atas air Sigma Class KRI Diponegoro-365 dan satu Helikopter BO-105. Sedangkan Kapal Selam US Navy yang terlibat adalah USS Los Angeles (SSN/688).

USS Los Angeles
Latihan manuvra laut ke dua kapal selam tersebut, rencananya akan dilaksanakan disekitar Laut Jawa. Namun sebelum melaksanakan manuvra lapangan (Manlap), terlebih dahulu akan dilaksanakan pertukaran perwira dari masing-masing Kapal Selam untuk on board di ke dua Kapal Selam tersebut.

KRI Nanggala-402 adalah Kapal Selam Kelas 209/1300, merupakan salah satu senjata strategis TNI AL yang merupakan Kapal Selam Kelas Konvensional (Battery Electric) Kedua Kapal Selam berbeda jenis ini sama-sama merupakan senjata strategis bagi masing-masing Negara, baik Indonesia maupun Amerika Serikat.

Latihan Passing Exercise dengan USS Los Angeles di sekitar perairan Laut Jawa ini adalah dalam rangka menjalin kerjasama antara TNI AL dan US Navy, lebih khusus lagi untuk menjalin kerjasama antara Satuan Kapal Selam Koarmatim dengan CTF 7 (Squadron Kapal Selam), Armada ke-7 US Navy. Latihan ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan ABK KRI Nanggala-402, KRI Diponegoro-365 dan Pilot Heli BO-105 dalam mendeteksi, menganalisa dan mengenali lebih jauh tentang Kapal Selam USS Los Angeles.
(Dispenarmatim)
More about → Satsel Koarmatim dan Kapal Selam US Navy Akan Gelar Latihan Bersama

Tiga Kapal Selam yang Dibeli Indonesia Masih Dibuat

Posted by ReTRo on Tuesday, August 7, 2012

Chang Bo Go
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) terus memperbarui alat utama sistem persenjataan (alutsista) di tubuh TNI.

Selain membeli Tank Leopard 2, Kemenhan tengah menunggu tiga kapal selam dari Korea Selatan (Korsel) berteknologi canggih.

"Saat ini masih dibuat di Korsel," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, saat meninjau proses penyelenggaraan bazaar murah yang digelar di kementeriannya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2012).

Purnomo menjelaskan, pembelian tiga kapal selam tak hanya membeli, namun ada proses transfer teknologi antara pihak Korsel dan Indonesia. Sehingga, nantinya Indonesia bisa membuat kapal selam sendiri.

"Memang satu dibuat di Korsel. Nanti kami bertahap dibuat bersama-sama, dan kemudian cita-cita kita bisa dibuat sendiri di Indonesia," jelas Purnomo.

Ketika ditanya oleh wartawan terkait teknologi tiga kapal selam lebih canggih dari yang dimiliki Malaysia, Purnomo hanya menjawab pihaknya ingin kapal selam yang dapat beroperasi dengan baik.

"Tentunya dengan teknologi yang mutakhir untuk menghadapi tantangan ke depan," cetus Purnomo.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno menjelaskan, kapal selam dari Negeri Ginseng pada awal 2015 diperkirakan masuk ke Indonesia.

"Tahun berikutnya kapal selam yang kedua," tutur Laksamana TNI Soeparno usai penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana di Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis (4/6/2012).

Ia memaparkan, kapal selam yang ketiga pembuatannya diharapkan bisa dikerjakan di Indonesia, bekerja sama dengan Korsel.

Soeparno berharap, kehadiran kapal selam akan meningkatkan alutsista yang dimiliki TNI
AL. Sehingga, daya tempur dan daya tangkal TNI AL juga akan semakin kuat. (*)
(Tribunnews)
More about → Tiga Kapal Selam yang Dibeli Indonesia Masih Dibuat

3 Kapal Selam Baru Segera Tiba di Indonesia

Posted by ReTRo

Satu akan di buat di Indonesia.

Chang Bo Go
Kementerian Pertahanan RI resmi memesan tiga kapal selam dari Korea Selatan. Pembelian kapal selam tersebut dilakukan dengan skema transfer of technology (TOT).

Rencananya, satu buah kapal selam akan dibuat di Korea Selatan, satu dibuat bersama-sama, dan satu dibuat di Indonesia.

"Kontraknya sudah diteken. Jadi tahapannya nanti ada masa transisi di mana kemudian kita ingin bisa dibuat di Indonesia," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, di Gedung Kemenhan, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2012.

Purnomo berharap ketiga kapal selam ini dapat memperkuat armada tempur TNI Angkatan Laut, dan mampu menghadapi tantangan ke depan. "Kita tentu inginkan kapal selam ini dapat beroperasi dengan baik dengan teknologi yang muktahir," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno mengatakan saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam.

Untuk memperkuat armada, diperkirakan pada awal tahun 2015 tiga kapal selam buatan Korea Selatan sudah bisa masuk jajaran armada TNI AL. "Awal tahun 2015 satu kapal selam sudah masuk dan tahun berikutnya kapal selam yang kedua," ujarnya usai penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana di Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis 4 April 2012 lalu.

Dia berharap, kehadiran kapal-kapal selam tersebut akan meningkatkan kualitas alat utama sistem senjata utama (alutsista) yang dimiliki TNI AL. Daya tempur dan daya tangkal TNI AL juga akan semakin kuat.

Untuk pengadaan alutsista, TNI AL juga mengembangkan produk dalam negeri untuk pembuatan kapal perang taktis ukuran 40 hingga 70 meter. Dengan menggunakan teknologi serta sistem persenjataan yang modern, saat ini TNI AL sedang mempersiapkan kapal sekelas fregat.
© VIVA.co.id
More about → 3 Kapal Selam Baru Segera Tiba di Indonesia

TNI Prioritaskan Pengadaan Pesawat & Kapal Selam

Posted by ReTRo on Thursday, August 2, 2012

Sukhoi TNI AU di Darwin (Foto RAAF)
JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI akan diarahkan pada pengadaan pesawat tempur dan kapal selam.

Hal ini sesuai dengan rencana strategis yang telah dicanangkan Kemhan untuk periode 2010-2024. "Untuk mewujudkan profesionalitas TNI, tentunya Alutsista yang digunakan harus memehuhi standar spesifikasi teknis sesuai kebutuhan TNI sebagai pengguna," ujar Purnomo di sela-sela acara buka puasa bersama wartawan di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kantor Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2012).

Purnomo menjelaskan, Kemhan sesuai tugas dan fungsinya telah menyusun Minimum Essential Force sebagai tahapan pembangunan postur pertahanan negara yang dilaksanakan selama tiga periode rencana strategis (Renstra), yaitu pada 2010-2014, 2015-2019, dan 2020-2024.

Dalam kesempatan ini, Purnomo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada insan pers yang telah membantu menyosialisasikan program-program Kemhan ke khalayak luas.

Hadir dalam acara buka puasa bersama, para pejabat Eselon I dan II dan staf Kementerian Pertahanan, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, dan Irjen Kemhan Laksdya TNI Sumartono.
(Okezone)
More about → TNI Prioritaskan Pengadaan Pesawat & Kapal Selam

Dua Prajurit Gugur dalam Latihan Evakuasi Kapal Selam

Posted by ReTRo on Saturday, July 7, 2012

 Kadispenal: Dua Prajurit Gugur dalam Latihan Evakuasi Kapal Selam

Terjadi kecelakaan dalam latihan simulasi penyelamatan kapal selam yang digelar di Pasir Putih Situbondo. Akibat kecelakaan itu, dua prajurit TNI AL gugur dalam latihan.

"Kondisi terakhir gugur, penyebabnya belum diketahui, masih dalam penyidikan," kata Kadispenal Laksamana Pertama Untung Suropati saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (7/7/2012).

"Kedua korban sekarang sudah dievakuasi ke rumah duka masing-masing," lanjutnya.

Untung menjelaskan dalam latihan yang digelar di Perairan Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur, hari ini, KRI Cakra 401 sengaja ditenggelamkan untuk kemudian dievakuasi bersama dua orang prajurit TNI AL yang berlaku menjadi korban. Simulasi yang dilakukan hari ini merupakan simulasi hari kedua setelah hari sebelumnya dilakukan simulasi tanpa ada kendala.

"Hari pertama sukses, hari kedua baru ada masalah tadi," tutur Untung.

Untung mengaku belum mengetahui penyebab dari kecelakaan tersebut. Ia masih menunggu hasil penyelidikan. Dia juga menegaskan bahwa seluruh prosedur sudah dilakukan.

"Seluruh prosedur mulai dari tahap pelaksanaan, latihan kering di chamber, di darat, sudah dilaksanakan semua. Semua prosedur sudah kita laksanakan, termasuk kita latihan penyelamatan. Begitu persiapan beres, lalu diadakan latihan basah. KRI Cakra sengaja menyelam dan duduk di perairan Situbondo. Satu persatu diselamatkan dari conning tower kapal selam. Hari pertama sukses," paparnya.

Saat ini kedua jenazah korban sudah dievakuasi ke rumah duka masing-masing. Belum diketahui kapan kedua jenazah akan disemayamkan.

Sumber : Detik

 Dua Perwira TNI AL di Simulasi Cakra

Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo Liting (46), warga Jl Brigjen Katamso IV Blok C- 9, Waru, Sidoarjo, dan Kolonel Laut (P) Jefri Sangel Liting (35), warga Jl Pulau Dewata Kavling D1 No 7, Kelapa Gading, Jakarta, dikabarkan tewas .

Keduanya diduga mengalami de kompresi Tipe I, saat latihan evakuasi penenggelaman awak kapal selam KRI Cakra 401 yang disimulasikan karam di perairan Situbondo, Sabtu (07/07) pagi tadi.

Belum diperoleh konfirmasi resmi dari pihak Koarmatim TNI AL terkait insiden tersebut. Informasin yang diperoleh keduanya mengalami kecelakaan di laut ketika proses penyelamatan berlangsung sekitar dua jam.

Namun, secara tiba-tiba, dua penyelam tersebut terlambat muncul ke permukaan.

Insiden itu berawal dari lepasnya tabung oksigen dan menelan banyak air. Mulut mengeluarkan busa, dan harus segera diberi nafas buatan.

Parahnya, hidung dan kedua telinga mereka juga mengeluarkan darah.

Kedua penyelam tersebut langsung dievakuasi ke kapal penyelamatan, Kapal Ponton Lumba-Lumba, sekitara pukul 11.00 WIB. Sementara simulasi penyelamatan KRI Cakra 401, langsung dihentikan.

“Karena terlalu lama di dalam air, serta oksigen yang dikenakan lepas, mereka sempat menelan air laut,” terang seorang penyelam singkat.

Karena tidak sadarkan diri, kedua penyelam tersebut di masukkan ke dalam sebuah alat bernama chamber, untuk menetralisir suhu badan mereka.

Namun, hingga satu jam berada di dalam alat berbentuk tabung raksasa tersebut, keduanya masih tidak sadarkan diri.

“Mereka akan dikeluarkan, kalau sudah siuman. Selama masih dalam keadaan pingsan, mereka masih tetap berada di dalam,” kata dia lagi.

Beredar kabar menyebut kedua anggota TNI AL itu meninggal dunia sekitar pukul 13.30 WIB.

Tidak satupun perwira laut yang berada di lokasi kejadian, bisa dimintai keterangan.

Sebelumnya, TNI-AL menggelar penyelamatan kapal Selam KRI Cakra 401 yang tenggelam di Perairan Pasir Putih.

Kegiatan ini merupakan pelatihan perdana oleh kesatuan TNI AL Indonesia.@panji

Sumber. : Lensa Indonesia

 Komandan Satuan Kapal Selam Meninggal dalam Latihan

Komandan Satuan Kapal Selam Armatim, Kolonel Laut (P) Jeffry Stanley Sanggel, yang meninggal dunia dalam kecelakaan saat latihan dengan kapal selam KRI Cakra 401 di Pasir Putih, Situbondo, akan disemayamkan di Kelapa Gading, Jakarta.

Sementara, Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo akan dimakamkan hari Minggu (8/7/2012) ini di Jakarta.

Penyebab meninggalnya kedua perwira kapal selam ini masih diselidiki. Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu Jeffry dan Eko dan empat personel lain berperan sebagai anak buah kapal yang terjebak di dalam kapal selam.

Skenario latihan, mereka harus dievakuasi. Rupanya terjadi kecelakaan, sehingga keduanya naik dalam kondisi darurat, diduga terjadi gas embolism.

"Masih diselidiki di RSAL, belum ada hasilnya," kata Kepala Dinas Penerangan Armatim Letkol Laut (P) Yayan Sugiana.

Jeffry Sanggel akan disemayamkan di Jalan Pulau Dewata Kav D1 Nomor 7, Kelapa Gading, Jakarta. Sementara Eko Idang Prabowo di Jalan Brigjen Katamso IV Blok J Nomor 90, Waru, Sidoarjo.

Pekan lalu, saat dihubungi, Jeffry menceritakan kalau latihan KRI Cakra 401 pada tanggal 7 dan 8 Juli itu terkait penyelamatan kapal selam. Beberapa rangkaian latihan telah dilakukan di Armatim.

Jenis latihan ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh TNI AL sejak memiliki kapal selam. Menurut rencana, latihan yang dilaksanakan diantaranya prosedur pencarian kapal selam yang mengalami kedaruratan atau Distress Submarine Communication Exercise (Dissub Comex), Air Joining Procedure (AJP) yang dilaksanakan oleh Pesud Cassa TNI AL dengan KRI Diponegoro dan KRI Pulau Rupat, serta latihan Petunjuk Pelaksanaan SAR kapal selam Publication Exercise (PUBEX).

Selanjutnya melaksanakan latihan indikasi kapal selam sedang mengalami kedaruratan Distress Submarine Indication Exercise (Dissub Index), yaitu dengan menyalakan lampu puncak dan lampu pengenal, menembakkan lampu suar (pyrotechnic) berupa asap warna hijau, membuang oli dari dalam kapal (lensen) dan melaksanakan hull tapping serta membuang sampah lewat (TPS).

Sumber. : Kompas

 Armatim: Simulasi Kapal Selam di Situbondo Lewati Persiapan Panjang

Sidoarjo - Simulasi penyelamatan Kapal Selam KRI Cakra 401 di Perairan Pasir Putih -- yang menewaskan dua prajurit -- telah menempuh persiapan cukup lama. Armatim menegaskan bahwa simulasi yang digelar Sabtu (7/7/2012) lalu itu merupakan waktu yang tepat.

"Simulasi ini (penyelamatan kapal selam) memang sudah diagendakan. Para prajurit sebelumnya telah melalui persiapan yang lumayan panjang," kata Kadispen Armatim Letkol Yayan Sugiana usai menghadiri pemakaman Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo di pemakaman khusus warga TNI Angkatan Laut wilayah timur, Juanda, Sidoarjo, Minggu (8/7/2012).

Kabar yang berhembus, tentara angkatan laut luar negeri pun belum tentu berani melangsungkan simulasi penyelamatan kapal selam semacam ini. Lalu mengapa Komando Armada Timur (Koarmatim) TNI AL berani menggelar simulasi tersebut?

"Usaha ini justru untuk menemukan sikap profesionalisme prajurit. Yaitu satu-satunya dengan cara berlatih. Yang namanya prajurit harus tetap berlatih," jawabnya.

Menjelang hari simulasi, lanjut Yayan, para prajurit dan seluruh anggota TNI AL yang terlibat juga terus-menerus dilatih keterampilan. Termasuk keterampilan selam.

"Latihan sudah berkali-kali dilaksanakan, termasuk keterampilan selam. Salah satunya, latihan diving di dalam tangki selam milik Dislambair," jelas Yayan.

Namun, adanya kecelakaan yang menimpa Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo dan Kolonel Laut (P) Jeffri hingga tewas di luar prediksi. Yayan berharap semoga keluarga yang ditinggalkan tabah.

Diberitakan sebelumnya, simulasi penyelamatan Kapal Selam KRI Cakra 401 mengalami gangguan. Akibatnya, dua orang perwira tewas. Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo dan Kolonel Laut (P) Jeffri mengalami pendarahan pada hidung dan telinga saat muncul ke permukaan laut.

Simulasi yang digelar pada Sabtu pagi hingga siang ini melibatkan banyak kru. Selain 1 unit Kapal Selam KRI Cakra 401, juga ada tiga unit kapal atas air, 2 tim Satuan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair), 1 unit Kapal Ponton Lumba-Lumba, 1 tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska), 2 tim kesehatan dari Lakesla dan RSAL dr Ramelan Surabaya serta Pesawat Cassa dan 1 unit Helikopter BO-105.

Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo dimakamkan di pemakaman khusus warga TNI Angkatan Laut wilayah timur, Juanda. Tepatnya di Desa Gebang, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Sumber : Detik

 Gugur Saat Latihan Kapal Selam, Mayor Laut Eko Idang Dinaikkan Pangkatnya
 
Sidoarjo - Untuk menghormati dan menghargai jasa almarhum Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo, Komando Armada Timur (Koarmatim) TNI AL memberikan kenaikan pangkat satu tingkat. Pangkat perwira yang meninggal dalam simulasi Kapal Selam KRI Cakra 401 ini menjadi Letkol Laut (T) Anumerta.

Hal ini disampaikan Kepala Staf Koarmatim TNI AL Laksamana Pertama Darwanto usai menghadiri pemakaman Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo di pemakaman warga TNI Angkatan Laut Wilayah Timur Juanda, Sidoarjo, Minggu (8/7/2012).

Menurut Darwanto, kenaikan pangkat sebagai penghargaan dari pemerintah sudah sepantasnya diterima almarhum.

"Almarhum dinaikkan pangkat satu tingkat dari Mayor menjadi Letkol Laut Teknik Anumerta. Kenaikan pangkat ini merupakan penghargaan dari pemerintah," kata jelasnya.

Ia menjelaskan, almarhum Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo merupakan salah satu anggota TNI AL yang berprestasi. Pada Februari 2012 kemarin, pria kelahiran tahun 1978 ini berhasil menunaikan tugasnya selama 6 bulan berlayar ke Korea.

Saat ditanya soal perkembangan penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan yang menimpa Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo dan Kolonel Laut (P) Jeffri, Darwanto enggan berkomentar karena harus menunggu hasil penyelidikan di lapangan.

Dua perwira TNI AL gugur dalam simulasi penyelamatan kapal selam KRI Cakra 401 di Perairan Pasir Putih, Situbondo Jawa Timur, Sabtu (7/7/2012) kemarin. Mereka adalah Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo dan Kolonel Laut (P) Jeffri. Keduanya mengalami pendarahan dari hidung dan telinga serta mulut yang berbusa.

Sumber : Detik
RIP
More about → Dua Prajurit Gugur dalam Latihan Evakuasi Kapal Selam