Showing posts with label KRI. Show all posts
Showing posts with label KRI. Show all posts

Latgab TNI 2012: Tujuh KRI Perusak Kawal Rudal dan Angkut Tank

Posted by ReTRo on Monday, November 12, 2012

kri-subSurabaya - Komando Armada RI Kawasaan Barat (Koarmabar)  melibatkan tujuh kapal perang jenis Perusak Kawal Parchim, Patroli cepat jenis Fast patrol Boat dan  angkut tank jenis Froch dalam manuver lapangan latihan Gabungan TNI dan saat ini melaksanakan lintas laut dari Pangkalan Angkatan Laut Ujung Surabaya menuju perairan Sanggata Kalimantan Timur,  Senin (12/11/2012).

Kapal perang tersebut meliputi empat KRI jenis perusak kawal tipe Parchim KRI Patimura 371, KRI Cut Nyak Dien 375, KRI Teuku Umar 385, KRI Silas Papare 386. Dua KRI jenis Froch KRI Teluk Celukan Bawang 532 dan KRI Teluk Sabang 536, sedangkan untuk jenis FPB KRI Todak 631.

Kapal perang jajaran Koarmabar yang tergabung dalam latihan gabungan manuver lapangan dalam latihan Gabungan TNI yang direncanakan akan menempuh rute perjalanan sepanjang kurang lebih 640 mil dari pangkalan Ujung Surabaya menuju daerah sasaran latihan di Perairan Sangatta Kalimantan Timur.

Dalam latihan latihan gabungan TNI, kapal perang jajaran Koarmabar tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Latgab TNI  sebagai unsur Gugus Tugas  bersama sama unsur kapal perang RI dari  Komando Armada RI Kawasan Timur dan Komando Lintas laut Militer.

Kepala Dispenarmabar
Agus Cahyono
Letkol Laut (KH) NRP. 10881/P


Teks Gbr- Unsur KRI jenis Parchim KRI Teuku Umar 385 dengan Komandan Letkol laut (P) Agus Prabowo Adi dan salah satu KRI jenis Parchim dalam Latgab TNI saat lintas laut di perairan laut Jawa melaksanakan manuver taktis.

© Poskota
More aboutLatgab TNI 2012: Tujuh KRI Perusak Kawal Rudal dan Angkut Tank

Indonesia Bakal Miliki Frigate Inggris

Posted by ReTRo on Monday, November 5, 2012

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvBfv1Z1syZ-TrZHNTleItn93mx4_69cjHeGNTMwF7B9bg1Ni6R-MHduWcOrtMOdeZHimmbhuHq63tgYgy1KsnYLXVMOoNlGGEUzo_nS9I-RGzN3Tiy5MpERQb7B3_ibtjWH_GmA_10eZi/s280/Graham+Edwards.jpg
Nahkoda Ragam Class (Foto Graham Edwards)
London – Indonesia bakal memiliki tiga kapal perang canggih jenis multi role light Frigate dari Inggris. Dengan tambahan kapal ini, TNI kini memiliki alutsista yang bisa diandalkan untuk menjaga setiap jengkal wilayah NKRI dari ancaman musuh. Tiga Frigate itu dibeli Indonesia sebesar 20% dari harga jual.

“Inggris mendukung penuh upaya Indonesia menjaga keamanan dan memperkuat pertahanan,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro kepada Investor Daily di London, Jumat (2/11).

Sehari sebelumnya, Menhan Indonesia dan koleganya Menhan Inggris Philip Hammond menandatangani nota kesepahaman bidang pertahanan di kediaman Perdana Menteri Inggris David Cameron di Downing Street No 10, London, Inggris.

Penandatanganan itu disaksikan oleh Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nota kesepahaman itu merupakan sinyal semangat dan keinginan kedua pihak untuk mengembangkan kerja sama keamanan dan pertahanan di masa akan datang. Kerja sama Indonesia-Inggris telah dimulai sejak 1997 saat keduanya berjanji untuk mempererat kerja sama.

Kapal multi role light Frigate yang akan dibeli dari Inggris, kata Purnomo, awalnya hendak dibeli Brunei Darussalam. Namun, negara kecil itu kemudian membatalkan pembelian dengan alasan tidak terlalu dibutuhkan. “Kita beruntung bisa membeli Frigate itu karena harganya hanya 20% dari harga jual kepada Brunei,” kata Purnomo.

© Investor Daily
More aboutIndonesia Bakal Miliki Frigate Inggris

Kolatarmabar Adakan Pelatihan Cawak Kapal Cepat Rudal

Posted by ReTRo on Thursday, November 1, 2012

cawak-subJakarta - Komando Latihan Komando Armada RI Kawasan Barat (Kolatarmabar) dengan Komandan Kolonel Laut (P) Yudo Margono mengadakan program pelatihan Calon Pengawak (Cawak) Kapal Cepat Rudal (KCR) di Markas Komando (Mako) Kolatarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No. 67 Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2012).

Program pelatihan Cawak yang direncanakan untuk mengawaki Kapal Perang baru dengan nama KRI Baladau 643 ini diikuti 35 personel calon pengawak KRI tersebut, dengan Mayor Laut (P) Hari Suyanto sebagai perwira tertua yang mengikuti pelatihan.

KRI Baladau 643 merupakan Kapal Perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) 40 yang pembuatanya dilakukan oleh salah satu galangan kapal di Batam. Kapal tersebut dibuat dengan menggunakan bahan baku dari baja khusus yang bernama High Tensile Steel.

KCR 40 yang dibangun untuk ketiga ini direncanakan terpasang peralatan Sensor Weapon Control (Sewaco) yang modern serta dilengkapi dengan persenjataan meriam Close in Weapon System (CIWS) dan 2 set Rudal (peluru kendali) C-705 yang terletak di buritan kapal.

Pelatihan tersebut,  dilaksanakan dalam rangka meningkatkan professionalisme  para calon pengawak KRI Baladau 643 agar memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam mengoperasionalkan seluruh peralatan yang ada di kapal dalam mendukung tugas.

Kepala Dispenarmabar
Agus Cahyono
Letkol Laut (KH) NRP. 10881/P

Teks Gbr - Cawak KRI Baladau 643 saat menerima program pelatihan dari instruktur di ruang kelas Kolatarmabar, Jakarta Pusat, Kamis (1/11).
More aboutKolatarmabar Adakan Pelatihan Cawak Kapal Cepat Rudal

KRI Sutanto-377 Juara Lomba Cepat Tepat Satkorarmabar

Posted by ReTRo on Wednesday, October 31, 2012

koarmabar-subJakarta - Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkorarmabar) mengadakan kegiatan Cepat Tepat Tingkat Departemen Mesin yang diikuti prajurit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Satkorarmabar di Markas Komando (Mako) Satkorarmabar, Pondok Dayung, Jakarta Utara, Rabu (31/10).

Dansatkorarmabar Kolonel Laut (P) Denih Hendrata yang diwakilkan Pasops Satkorarmabar Mayor Laut (P) Chabib Shofhani mengatakan, kegiatan Cepat Tepat ini bertujuan untuk mendorong Anak Buah Kapal (ABK) KRI Satkorarmabar agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam menunjang kemampuan profesi serta meningkatkan pengetahuan dibidangnya masing-masing dalam penugasan di KRI.

Selain untuk menunjang kemampuan profesi, kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan interaksi antar anggota unsur Satkorarmabar agar tercipta kekompakan dan rasa solidaritas yang tinggi serta terbentuknya keseragaman pola pikir dan pola tindak, aksi di kalangan prajurit.

Kegiatan Cepat Tepat tersebut diikuti tiga regu yang setiap regunya diwakili  tiga ABK dari Departemen Mesin dari tiga KRI Satkorarmabar. Ketiga KRI tersebut masing-masing KRI Imam Bonjol (IBL-383), KRI Sutanto (STO-377) dan KRI Sutedi Senaputra  (SSA-378).

KRI STO-377 keluar sebagai juara pertama pada kegiatan Cepat Tepat tersebut diikuti  KRI IBL-383 sebagai juara kedua, dan juara ketiga diraih KRI SSA-378.

Kepala Dispenarmabar
Agus Cahyono
Letkol Laut (KH) NRP 10881/P


Teks Gbr- Dansatkorarmabar Kolonel Laut (P) Denih Hendrata yang diwakili Pasops Satkorarmabar menyerahkan trophy kepada para pemenang  Cepat Tepat Tingkat Departemen Mesin  Satkorarmabar, Rabu (31/10).
© Poskota
More aboutKRI Sutanto-377 Juara Lomba Cepat Tepat Satkorarmabar

★ Koarmabar Operasikan KRI Buatan Dalam Negeri

Posted by ReTRo on Monday, October 29, 2012

kapal-subJakarta – Komando Arrmada RI Kawasan Barat (Koarmabar) saat ini telah mengoperasionalkan lebih dari 10 Unsur KRI jenis kapal patroli  Fast Patrol Boat (FPB) 57, Patrol Craft (PC) 40 dan Kapal Cepat Rudal (KCR) yang diproduksi putra-putra Indonesia di dalam negeri dalam mendukung kegiatan operasi patroli keamanan laut di perairan Wilayah Indonesia dalam rangka mempertahankan dan menjaga keutuhan NKRI.


Unsur KRI yang telah dioperasikan Komando Armada RI Kawasan Barat meliputi kapal patroli jenis  Fast Patrol Boat (FPB) 57 diantaranya KRI Barakuda 633 yang dioperasikan sejak tahun 1995 dilengkapi dengan heli deck, KRI Todak 631, KRI Lemadang 632 termasuk kapal cepat yang diluncurkann tahun 2003.

Selain itu  sejumlah kapal patroli cepat jenis Patrol Craff (PC) diantaranya KRI Boa 807, KRI Viper 820, KRI Welang 808, KRI Sanca 815 yang diproduksi oleh Fasilitas  pemeliharaan dan perbaikan di jajaran Pangkalan Utama TNI AL. Sedangkan KRI Tarihu 829, memiliki panjang 40 m, lebar 7,3 m, dilengkapi dengan persenjataan meriam kaliber 20 mm dan 12,7 mm dan memiliki kemampuan menempuh kecepatan 25 knot.

KRI Krait 827 diluncurkan tahun 2008 dengan kemampuan kecepatan sampai dengan 28 knot diproduksi oleh fasharkan Mentigi Lantamal IV bekerja sama dengan mitra kerja. Sementara unsur KRI yang dibangun oleh galangan mitra kerja diantaranya KRI Kobra 867 dan KRI Anaconda 868.

Untuk kapal perang Republik Indonesia (KRI) jenis Kapal Cepat Rudal memiliki panjang 40 meter dengan memiliki kecepatan sampai 30 knot diantaranya KRI Clurit 641 diluncurkan tahun 2011 dan KRI Kujang 642 yang diluncurkan tahun 2012.

Sejumlah unsur KRI dibawah jajaran  Komando Armada RI Kawasan Barat tersebut pernah dioperasikan oleh Komando pelaksana Opererasi Gugus Tempur laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurla Koarmabar) dan Gugus Keamanan laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guskamla Koarmabar) dan beberapa unsur KRI ditempatklam di Pangkalan Utama Jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat meliputi Lantamal I,II,III dan IV.

Unsur KRI produksi dalam negeri tersebut telah dilibatkan dalam berbagai operasi keamanan laut dan kegiatan SAR serta latihan Armada Jaya serta latihan bersama dan patroli terkoordinasi dengan Negara tetangga.

Kepala Dispenarmabar
Agus Cahyono
Letkol Laut (KH) NRP. 10881/P

Teks Gbr- Unsur KRI Produksi dalam negeri diantaranya KRI Viper-820 ,  KRI Welang-808, dan KRI Clurit-641saat melaksanakan kegiatan operasi  sandar di dermaga Batu Ampar Batam.
More about★ Koarmabar Operasikan KRI Buatan Dalam Negeri

Tujuh Kapal Perang Koarmatim Ikuti Latgab TNI 2012

Posted by ReTRo on Saturday, October 27, 2012

Kapal Perang sedang isi perbekalan
(Foto TNI AL)
Surabaya - Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) akan menyiapkan beberapa Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), guna mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2012. Beberapa unsur kapal perang yang disiapkan diantaranya, 3 kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal (PKR), 1 kapal perang kelas Sigma, 1 kapal Patrol Ship Killer (PSK), 1 Kapal Cepat Torpedo (KCT) dan 1 kapal Fast Patrol Boat (FPB).

Unsur kapal perang tersebut tergabung dalan Komado Tugas Gabungan Laut (Kogasgabla), yang dipimpin oleh Komandan Gugus Tempur Laut Wilayah Timur (Danguspurlatim) Laksamana Pertama TNI Arie Sudewo. Kemampuan tempur para awak kapal diuji dalam latihan Tactical Floor Game (TFG), di Gedung Panti Cahaya Armada (PTA), Koarmatim, Ujung, Surabaya, Kamis (25/10).


Tahap latihan kering atau TFG ini, disaksikan langsung oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Pangdiv-2 Kostrad Mayjen TNI Styo Sularso, serta para pejabat latihan. Dihadapan Panglima TNI, para pelaku latihan memaparkan tentang apa yang mereka laksanakan pada tahap Manuver Lapangan (Manlap) nanti.


Dalam tahapan ini, para pelaku masih dapat mengevaluasi tugas masing-masing unsur dan personel pada waktu yang telah ditentukan mereka hurus berada dimana dan berbuat apa. Seluruh unsur komando dalam latihan, mulai dari Kogasgabla, Kogasgabrat, Kogasgabfib, Kogasgabud dan Kogasgabratmin, berlatih di TFG guna menyamakan persepsi dan berkoordinasi sesuai sekenario yang akan diaplikasikan di lapangan.


“Sebagai titik berangkat pelaksanaan Latgab ini memilki dimensi taktis dan strategis serta dimensi politis. Dalam dimensi taktis dan strategis, latihan gabungan ini diarahkan guna meningkatkan kemampuan perorangan dan satuan, serta aplikasi doktrin dan protap operasi gabungan, sebagaimana perkembangan operasi militer modern, kata Panglima TNI pada saat membuka latihan ini, Sabtu (20/10).


Sedangkan dimensi politis, lanjut Panglima TNI, latihan ini sebagai bentuk kontinuitas dan deterrence effect dalam penyelenggaraan keamanan negara di masa damai terhadap gangguan kedaulatan negara dan menjaga aset nasional dalam bentuk sumber daya alam dan sumber daya lainnya.

© Dispenarmatim
More aboutTujuh Kapal Perang Koarmatim Ikuti Latgab TNI 2012

Koarmabar Siapkan 9 Kapal Perang Latihan Gabungan

Posted by ReTRo on Thursday, October 25, 2012

armabar-subJakarta – Komando Arrmada RI Kawasan Barat (Koarmabar) direncanakan menyiapkan 9 unsur KRI yang  dilibatkan dan tergabung  dalam latihan gabungan (Latgab) 2012 yang akan melaksanakan manuver lapangan di perairan laut Sulawesi dan pendaratan Amphibi di pantai Sangata Kalimantan Timur.

Sembilan Unsur kapal perang RI yang dilibatkan dari Koarmabar meliputi unsur kapal perang  jenis perusak kawal 5 KRI  terdiri dari KRI Patimurra 371, KRI Teuku Umar 385, KRI Wiratno 379, KRI Silas Papare 386 dan KRI Tjiptadi 381 yang sehari-hari dibawah pembinaan satuan kapal eskorta Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkor koarmabar).

Selain itu jenis FPB 57 KRI Todak 631 dan KRI Barakuda 633 yang sehari-hari dibawah pembinaan satuan kapal cepat Komando armada RI Kawasan Barat (Satkat Koarmabar) dan 2 KRI jenis angkut Tank tipe Froch KRI Teluk Celukan Bawang 532 dan KRI Teluk Sibolga 536, yang sehari-hari dibawah pembinaan Satuan Kapal amfibi Komando Armada RI Kawasan Barat (Satfib Koarmabar).


Dari sejumlah kapal perang RI jajaran Koarmabar tersebut, dua unsur yang dilibatkan jenis Fast Patrol Boat (FPB) 57 m merupakan produksi dalam negeri yang dibuat oleh putra-putra Indonesia yaitu KRI Barakuda 633 mulai dioperasikan tahun 1995 dan saat ini dengan  komandan Mayor laut Arya Delano, sedangkan KRI Todak 631 dengan Komandan Mayor laut (P) Rubiantoro mulai dioperasikan oleh TNI AL pada tahun 2000.

Kepala Dispenarmabar
Agus Cahyono
Letkol Laut (KH) NRP. 108


Teks Gbr- KRI Pattimura -381 dengan Komandan Letkol laut (P) Anang Nurjatmiko dan KRI Teuku Umar-385 dengan komadan Ketkol laut (P) Tomi Erizal  saat melaksanakan pengecekan kesiapan material dan logistik di Dermaga Pondok Dayung Jakarta.
© Poskota
More aboutKoarmabar Siapkan 9 Kapal Perang Latihan Gabungan

TNI AL siapkan pengganti KRI Dewaruci

Posted by ReTRo on Wednesday, October 24, 2012

KRI Dewaruci (Solopos)
Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menyiapkan pengganti kapal perang Dewaruci yang akan pensiun pada 2013.

"Untuk pengganti KRI Dewaruci ini masih dalam tahap negosiasi. Sekarang masih dalam proses di Kementerian Pertahanan," kata Wakil Kepala Staf TNI A, Laksamana Madya TNI Marsetio, di Jakarta, Rabu.


Menurut dia, ada lima perusahaan dari tiga negara yang siap memproduksi kapal pengganti KRI Dewaruci. Lima perusahaan itu, dua perusahaan dari Spanyol, dua perusahaan dari Belanda dan satu perusahaan dari Polandia.


Kepala Dinas Penerangan AL, Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, menyebutkan, saat ini TNI AL telah menyerahkan rekomendasi tiga perusahaan yang akan memproduksi kapal Dewaruci tersebut.


"Saat ini prosesnya sudah mengerucut menjadi tiga perusahaan. Kami sudah menyerahkan kepada Kementerian Pertahanan sebagai domain yang memutuskan pembuat kapal Dewaruci," katanya.


Menurut dia, kapal latih pengganti ini harus memiliki standar yang sama dengan kapal Dewaruci yang selama ini dikenal tangguh dan telah mengikuti berbagai gelaran maritim internasional.


"Paling tidak memiliki standar yang sama bahkan lebih, baik dari segi fisik, lebar, daya tampung, maupun manuver karena ini merupakan kapal latih," ujar Suropati.


Staf Ahli Menteri Pertahanan bidang Keamanan, Mayjen TNI Hartind Asrin, mengatakan, pihaknya akan mengkaji terlebih dulu melalui Tim Evaluasi Pengadaan (TEP) di bawah Kabaranahan setelah menerima rekomendasi perusahaan pembuat kapal, yakni TNI AL.


Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Kolonel Kav Bambang Hartawan, menyebutkan saat ini Kemhan baru menerima proses penawaran dan akan mengkajinya terlebih dahulu.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, TNI AL sebelumnya telah mengerucutkan lima nama perusahaan calon pembuat pengganti KRI Dewaruci. Penyerahan rekomendasi sebelumnya telah dilakukan oleh TNI AL ke Kementerian Pertahanan namun dikembalikan karena dinilai kurang layak.


Namun penyerahan rekomendasi kedua TNI AL ke Kementerian Pertahanan masih terdiri atas tiga dari lima perusahaan sama yang ditolak.


Lima perusahaan yang sebelumnya bersaing untuk direkomendasikan menjadi calon pembuat kapal latih baru itu adalah Astilleros Gondán S.A dari Spanyol, Bumar SP ZOO asal Polandia, Icon Yachts dari Belanda, Freire Shipyard dari Spanyol, dan DSNS Belanda.


Dari nama tersebut, Astilleros Gondán S.A memiliki penawaran harga terendah, 53,18 juta dollar Amerika namun hanya memiliki panjang kapal 78 meter, sementara Freire Shipyard mengajukan kapal dengan panjang 110 meter namun dengan harga 74,7 juta dolar AS.


Bumar mengajukan penawaran sebesar 64,7 juta dolar dengan panjang kapal dibuat 78 meter. DSNS Belanda mengajukan penawaran dengan nilai 75,9 juta dolar untuk kapal sepanjang 96 meter.


Sedangkan Icon Yachts mengajukan penawaran sebesar 68,9 juta dolar dengan rincian kapal sepanjang 107 meter dan lama pembuatan 18 bulan serta memastikan kesanggupan pembuatan dengan melibatkan banyak bahan baku dan sumber daya manusia dari dalam negeri.

© Antaranews
More aboutTNI AL siapkan pengganti KRI Dewaruci

Dua KRI Bantu SAR Kapal Berbendera Brasil di Perairan Bintan

Posted by ReTRo

armabar-sub
KRI Kalahitam 828
Bintan – Dua unsur kapal perang RI jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat, KRI Kalahitam 828 dan KRI Sanca 815 melaksanakan pencarian dan penyelamatan membantu kegiatan SAR terhadap kapal MT Itaperuna pada posisi kurang lebih 5 Nmil utara Lagoi Pulau Bintan, Riau, baru baru ini.

Dua kapal tersebut berada di lokasi kejadian  bersama dengan unsur intansi terkait  kapal Basarnas 209 dan sea raider dari Pol air Batam pada saat tiba dilokasi kejadian  ditemukan kapal berbendera Brasil tersebut sedang lego jangkar dan buritan dalam keadaan tenggelam sekitar 50 persen dan terlihat bangunan lambung tersisa kurang lebih 1 meter dari permukaan laut.

Pada saat ditemukan kondisi Kapal yang mengalami kebocoran tersebut bernama MT Itaperuna dengan kapten kapal bernama Eudes jenis kapal MT berat 26.639 Ton berbendera Brazil dengan anak buah 29 orang warga brazil mengalami musibah kebocoran pada saar berlayar dari Singapura tujuan Santos, Brazil.

Kapal yang diketahui tanpa muatan tersebut mengalami kebocoran pada ruang mesin, ruang pompa dan tangki ballast di lambung kiri kapal. Selanjutnya dilaksanakan pengelasan bawah air, guna menutup kebocoran yang dilaksanakan dari salah satu perusahaan dari keagenan di Singapura yang mengirimkan Tim Salvage untuk melaksanakan pengelasan bawah air guna menutup kebocoran di kapal MT Itaperuna.

Bedasarakan informasi terakhir dari perwakilan agen pelayaran di Tanjung Uban, kebocoran kapal telah berhasil diatasi dan untuk pengeringan diperlukan waktu sekitar 5 hari.

Akibat kebocoran kapal tersebut, dari hasil pemantauan yang dilaksnakan oleh dua unsur kapal perang RI, di sekitar lokasi kejadian tidak ditemukan indikasi pencemaran laut yang diakibatkan oleh kebocoran kapal MT Itaperuna di perairan sekitar Bintan.

Selanjutnya usai kegiatan SAR, dua KRI melanjutkan kegiatan operasi dalam rangka patroli keamanan laut di bawah kendali dan Komando dari Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlaarmabar) Laksma TNI Tri Wahyudi, S.E.

Kepala Dispenarmabar
Agus Cahyono
Letkol Laut (KH) NRP. 10881/P
More aboutDua KRI Bantu SAR Kapal Berbendera Brasil di Perairan Bintan

Guskamla Koarmabar Tingkatkan Operasi di Perairan Riau dan Natuna

Posted by ReTRo on Tuesday, October 23, 2012

armabar-subBatam – Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guskamlaarmabar) dengan Komandan Laksma TNI Pranyoto S.Pi melaksanakan kegiatan operasi keamanan laut (operasi kamla) dengan melibatkan sejumlah unsur kapal perang RI disekitar perairan Riau, Natuna dan Selat Malaka serta di perairan perbatasan dengan Negara tetangga di Kawasan Barat Indonesia.

Dalam operasi sepanjang tahun tersebut melibatkan sejumlah unsur kapal perang RI jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat diantaranya jenis perusak Kawal tipe parchim KRI Sultan Thaha Saifuddin 376, Tipe kapal cepat Fast patrol Boat (FPB) 57 KRI Barakuda 633, jenis PC Attack Class KRI Siliman 848 dan KRI Sigurot 864 dan jenis PC 40 KRI Sanca 815.

Kehadiran unsur-unsur kspal perang RI secara berlanjut tersebut dihadirkan di wilayah perairan dengan skala prioritas di wilayah perairan yang telah ditentukan dalam rangka menindak bentuk-bentuk pelanggaran dilaut dan sekaligus untuk memberikan rasa aman terhadap para pengguna laut dalam melaksanakan kegiatan pelayaran.

Unsur-unsur kapal perang yang dilibatkan dalam kegiatan operasi yang digelar Gugus Keamanan laut tersebut dipimpin secara langsung oleh Komandan Guskamlaarmabar Laksma TNI Prayoto S.Pi dengan kapal markas di KRI Barakuda 633.

Selama   patroli keamanan laut, Komandan Guskamlaarmabar Laksma TNI Pranyoto S.Pi menekankan kepada para Komandan KRI yang terlibat dalam operasi agar meningkatkan kehadiran di laut dalam rangka meningkatkan hasil operasi dalam melaksanakan pemeriksaan dilakukan dengan lebih teliti terhadap berbagai pelanggaran dan tetap berpedoman pada ketentuan serta hukum yang berlaku.

Lebih lanjut sesuai dengan arahan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Sadiman, S.E kepada seluruh komandan unsur KRI jajaran Koarmabar agar dalam melaksanakan kegiatan operasi tetap mengutamakan keselamatan material dan personel dengan mengedepankan Zerro Accident.

Kepala Dispenarmabar
Agus Cahyono
Letkol Laut (KH) NRP. 10881/P
© Poskota
More aboutGuskamla Koarmabar Tingkatkan Operasi di Perairan Riau dan Natuna

Kapal Perang RI Terlibat Peperangan Elektronika

Posted by ReTRo on Sunday, October 21, 2012

http://www.poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2012/10/kapal-perang-300x250.jpgKotabaru - Konvoi  unsur kapal perang RI setelah latihan Armada Jaya XXXI/2012 dinyatakan selesai selanjutnya pada saat lintas laut kembali ke Pangkalan Surabaya terlibat peperangan elektronika sejak memasuki perairan Alur Pelayaran Kepulauan Indonesia (AlKI) sampai dengan perairan Laut Jawa, Sabtu (20/10).

Latihan peperangan Unsur kapal perang RI  melibatkan sejumlah KRI melaksanakan latihan peperangan laut guna meningkatkan profesionalisme pengawak kapal perang RI  dengan menggunakan peperangan peralatan elektronika, radar permukaan dan radar udara yang diawali sejak berangkat dari perairan Sangatta sampai dengan sepanjang route lintas laut menuju pangkalan Angkatan Laut Ujung  Surabaya.

Dalam kegiatan lintas laut menuju pangkalan Angkatan laut Surabaya, kekuatan kapal perang RI sejumlah lebih dari 30 tersebut dibentuk dalam tiga gugus tugas dalam pelaksanaan peperangan laut mulai membentuk formasi bersama-sama dengan sejumlah unsur kapal perang RI pada posisi 28 mil sekitar Perairan Tanjung Kemuning, Kotabaru, Kalimantan Timur.

http://www.jurnas.com/fototmp/detail/58061-74463-0-3721-044f907564199772115b45893f74a3d6.jpg?1350803137
Latihan peperangan laut melibatkan sejumlah 17 unsur KRI jenis Fregat, SIGMA, perusak kawal tipe parchim, kapal cepat FBP 57 dan LPD yang secara berkelompok tergabung dalam satuan tugas dengan nama Gugus Tugas Merah dan Gugus Tugas Biru.

Sedangkan kapal perang jenis Landhing ship tank (LST) dan Froch dengan kekuatan lebih dari 10 KRI tergabung dalam Satuan Gugus Lambat.

Unsur Gugus Tugas Biru dengan Komandan Gugus Tugas Kolonel Laut (P) Deni Hendrata  yang sehari-hari menjabat Komandan Satuan Kapal korvet Komando Armada RI Kawasan Barat dengan unsur-unsur dibawah komandonya 8 kapal perang RI jenis Landing Paltform Dock (LPD), serta jenis Fregat, kapal Rumah sakit dan kapal cepat FPB 57 serta jenis angkut tank tipe froch dan 1 pesud U612.

Sedangkan Satuan Gugus Merah dibawah komando Komandan Satuan Kapal Cepat Armada RI kawasan Timur Kolonel Laut (P) Rahmat Eko Raharjo melibatkan jenis LPD KRI Banjarmasin 592, jenis fregat KRI Oswal Siahaan 354 dan KRI Ahmad Yani 351, jenis Sigma KRI Diponegoro 365, jenis parchim KRI Untung Suropati 372, dan kapal cepat FPB 57 KRI Hiu 804 dan 1 pesawat udara nomad U611.

Dalam latihan tersebut Gugus Tugas tersebut Asisten Operasi Pangarmabar Kolonel laut (P) Agung Prasetyawan, Aslog Pangarmabar Kolonel Laut (T) Dani Achdani SE, MAP Asintel Pangarmabar Kolonrel Laut (E) Hendrawan Bayu, Kadiskomlek armabar Kolonel laut (E) Budi Kalimantara dan beberapa perwira yang onboard di KRI Banjarmasin 592.

(Kepala Dispenarmabar Agus Cahyono, Letkol Laut (KH) NRP. 10881/P.)

Keterangan Foto : Konvoi  unsur kapal perang RI jenis fregat Siahaan 354, KRI Oswald dan jenis Sigma  setelah latihan Armada Jaya XXXI/2012, dibentuk Gugus Tugas laksanakan  peperangan elektronika sejak memasuki perairan Alur Pelayaran Kepulauan Indonesia (ALKI) sampai dengan perairan Laut Jawa,Sabtu (20/10).

Foto 2: Asisten Operasi Pangarmabar Kolonel laut (P) Agung Prasetyawan saat memberikan pengarahan di Geladak KRI Banjarmasin-592 saat manuver di perairan laut Jawa,Sabtu (20/10).
More aboutKapal Perang RI Terlibat Peperangan Elektronika

Lantamal III Laksanakan Sea Trial Patkamla Sepa dan Wanara

Posted by ReTRo on Friday, October 19, 2012

lantamal-subJakarta – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut III Brigjen TNI (Mar) Ikin Sodikin AS menyaksikan secara langsung pelaksanaan Sea trial Patkamla Sepa dan Wanara yang merupakan unsur jajaran Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal III di perairan Teluk Jakarta, Jumat (19/10/2012).

Sea Trial ini  dalam rangka ujicoba setelah 2 Patkamla tersebut selesai dalam  perbaikan baik mesin maupun body kapal. Pelaksanaan Sea trial yang dihadiri personel dari Dinas kelaikan material Angkatan Laut (Dislaikmatal) ini berjalan cukup baik. Selama sea trial Komandan Lantamal III yang semula berada di Kal kalagian untuk melihat maneuver kapal, kemudian pindah ke Patkamla Sepa yang diujicoba.

Selanjutnya Komandan merasakan sendiri Patkamla milik Lantamal III dalam acara Sea Trial dengan mengemudi  sendiri Patkamla Sepa sampai dengan kecepatan sampai 25 knot.
Ikut serta dalam acara Sea Trial  Patkamla ini antara lain Wadan lantamal III Kolonel laut (P) Muchammad Richad serta  para asisten Danlantamal III.

Kabagpen Lantamal  III
Agus Susilo Kaeri, S.S., MSi
Mayor Laut (KH) NRP 12996

Teks Gbr- Danlantamal III Brigjen TNI (Mar) Ikin Sodikin AS dan Wadan Lantamal III Kolonel Laut (P) Muchammad Richad menyaksikan pelaksanaan Sea Trial Patkamla Sepa dan Wanara yang dihadiri personel Dislaikmatal (Dinas Kelaikan Material Angkatan Laut,  Jumat (19/10).
© Poskota
More aboutLantamal III Laksanakan Sea Trial Patkamla Sepa dan Wanara

Armada Jaya XXXI/2012: KRI Arun 903 Bekal Ulang Bahan Bakar Kapal Perang di Perairan Sangatta

Posted by ReTRo on Thursday, October 18, 2012

kapal-subSangatta – KR  Arun 903 dengan Komandan Kolonel Laut (P) Joko W, selama kegiatan manuver lapangan latihan armada Jaya-XXXI/2012  melaksanakan bekal ulang bahan bakar terhadap unsur-unsur kapal perang RI pada posisi sekitar 1,5 mil dari Pantai Sangatta Kalimantan Timur.

KRI Arun 903 sebagai unsur Komando Tugas gabungan Amfibi dalam manuver lapangan Armada Jaya XXX)/2012, melaksanakan pengisisn bahan bakar cair terhadap unsur kapal perang RI pada saat berada pengecekan kesiapan pada tahap latihan Umum di Perairan sekitar Pulau laut Banjarmasin dan selanjutnya berperan dalam pengiisian bekal cair di daerah sasaran pendaratan amfibi di Sangatta, Kalimantan Timur.

Kegiatan bekal ulang dilaksanakan dalam rangka mendukung manuver lapangan unsur-unsur KRI diantaranya KRI jenis penyapu ranjau KRI Pulau Rengat 711, KRI Pulau Rupat 712, jenis FrocH KRI Teluk Sibolga 536 dan KRI Teluk Celukang Bawang 532 serta beberapa unsur kapal perang RI lainnya yang tergabung dalam latihan Armada Jaya XXXI/2012.

Dukungan logistik cair dengan melibatkan KRI Arun 903 jenis kapal tanker selama lintas laut manuver lapangan dibawah komando Tugas Gabungan Amfibi latihan Armada Jaya XXXI/2012 turut serta dalam manuver  formasi tempur  konvoi bersama KRI jenis landing Ship Tank (LST) Froch dan pasukan dengan kapal markas  KRI Banjarmasin 592 sebagai markas komando Panglima Kogasgabfib  Laksda TNI Sadiman, S.E yang sehari-hari menjabat Pangarmabar.

Kegiatan bekal Ulang pengisian bahan bakar cair dilaksanakan di  Daerah Sasaran Amfibi dalam formasi titik pencar formasi kapal perang RI dalam diagram serbuan yang disimulasikan pada operasi pendaratan amfibi pada manuver lapangn di perairan Sanggata,  Kalimantan Timur.

Kepala Dispenarmabar
Agus Cahyono
Letkol Laut (KH) NRP. 10881/P


Teks Gbr- KRI Arun-903 salah satu Unsur Kapal perang RI yang tergabung dalam latihan Armada Jaya-XXXI/2012 melaksanakan bekl ulang pengisian bahan bakar 2 unsur KRI jenis Froch KRI KRI Teluk Sibolga-536 dan KRI Teluk Celukang Bawang-532  di perairan Sangatta Kalimantan Tumur.
© Poskota
More aboutArmada Jaya XXXI/2012: KRI Arun 903 Bekal Ulang Bahan Bakar Kapal Perang di Perairan Sangatta

★ PC-43 Kapal Patroli Pesanan TNI AL Dari Palindo Marine Shipyard

Posted by ReTRo on Monday, October 15, 2012


Tanpa banyak gembar-gembor serta publikasi, PT. Palindo Marine Shipyard ternyata tengah membangun berbagai jenis kapal pesanan Pemerintah serta TNI-AL. Mereka kini sedang mengejar target menyelesaikan 2 buah kapal patroli milik TNI AL dari jenis PC-43, kapal patroli 48 meter pesanan Bakorkamla serta Catamaran pesanan BASARNAS.

Kapal patroli cepat jenis PC-43 seolah luput dari perhatian dan tenggelam oleh kemunculan Kapal Cepat Rudal 40 meter. Padahal, secara fisik pembangunan 2 kapal patroli ini telah mencapai lebih dari 50 persen. Jika tidak ada aral melintang, 2 buah kapal sekaligus akan diserahterimakan pada maret atau april 2013 mendatang.

PC-43

Namun demikian, PT. Palindo tampaknya masih enggan membeberkan secara terbuka desain dan spesifikasi PC-43. Namun, menurut Managing Director PT. Palindo marine shipyard, Hermanto, secara fisik dan desain, PC-43 mirip dengan KCR-40. Keduanya pun menggunakan bahan campuran yaitu baja serta alumunium alloy.  Bisa diduga, PC-43 juga memiliki kecepatan yang sama dengan KCR-40M, yaitu berkisar antara 28-30 knot.

 
Bakorkamla 48M

Yang membedakan antara PC-43 dan KCR-40 tentunya adalah kapabilitas menggotong senjata. Sebagai Kapal Patroli murni, PC-43 tidak dirancang membawa peluru kendali. Masih menurut Hermanto, PC-43 nantinya hanya akan membawa Kanon kaliber 30 mm sebagai senjata utama di haluan. Persenjataan lainnya kemungkinan dari jenis Senapan Mesin Berat kaliber 12,7 mm bisa ditempatkan pada buritan kapal. Persenjataan ini dinilai sudah cukup untuk menghadapi maling ikan atau perompak. Namun demikian, PC-43 selayaknya juga diberikan perangkat navigasi serta radar yang mumpuni, sehingga keberadaan kapal-kapal nelayan asing bisa terdeteksi dengan mudah.

Basarnas Catamaran

Spesies lainnya yang kini dalam proses pengerjaan adalah kapal patroli Bakorkamla ukuran 48 meter, serta Catamaran pesanan Basarnas.
© ARC
More about★ PC-43 Kapal Patroli Pesanan TNI AL Dari Palindo Marine Shipyard

★ KCR Jadi Andalan Pertahanan Laut RI

Posted by ReTRo

Ilustrasi KCR 60m PAL (incoherent)
Kapal cepat rudal (KCR) yang dipesan pemerintah dari industri galangan kapal PT Palindo Marine, Batam, segera diserahterimakan. Keberadaan kapal jenis tersebut penting untuk pengamanan wilayah laut.

Dari empat KCR yang dipesan, dua di antaranya telah diserahterimakan, yakni KRI Celurit 641 dan KRI Kujang 642. Ini merupakan bagian dari program pengadaan KCR secara besar-besaran TNI Angkatan Laut (AL). Managing Director PT Palindo Marine Harmanto mengungkapkan, KCR yang ketiga sekarang ini tinggal tahap finishing. ”Minggu lalu sudah di-launching dan akhir tahun ini mungkin bisa diserahterimakan,” katanya kepada SINDO kemarin.

Kapal ketiga itu sudah berada di galangan kapal dari pabrik tersebut dan menjalani penyempurnaan. ”Setelah penyempurnaan, akan dilakukan pengujian di laut,” sebut dia. Sembari menyelesaikan kapal ketiga, lanjut Harmanto, pihaknya juga sudah mulai tahapan pengerjaan kapal keempat. ”Kita membuat kapal lengkap, kecuali persenjataannya,” imbuh dia. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Mayjen TNI Hartind Asrin menuturkan, pemerintah akan membeli total sekitar 35 KCR untuk memenuhi kebutuhan sesuai program pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF).

”Sejauh ini baru empat yang kita pesan,” ujarnya. Indonesia butuh kapal-kapal jenis ini untuk pengamanan wilayah laut, terutama di kawasan barat. ”Perairan wilayah barat sangat cocok untuk kapa-kapal kecil seperti ini (panjang di bawah 100 meter) karena perairannya dangkal. Kalau di timur, kita butuh kapal-kapal besar yang panjangnya di atas 100 meter,” terang dia. Untuk kapal berukuran di atas 100 meter, kata dia, Kemhan memesan ke PT PAL Surabaya.

PC-48 m Palindo
”Kita juga punya program korvet nasional,” sebut Hartind yang juga staf ahli Menteri Pertahanan Bidang Keamanan itu. Komandan Satgas KCR-40 dan PC-43 TNI AL Kolonel Nurwahyudi menambahkan, butuh waktu sekitar 12 bulan untuk merampungkan satu unit KCR terhitung sejak penandatanganan kontrak. ”Nanti sebelum diserahterimakan ada uji kelaikan laut dulu oleh TNI AL,” sebut dia.

Kapal ini, kata Nurwahyudi, memiliki spesifikasi yang relatif sama dengan dua kapal sebelumnya, KRI Celurit 641 dan KRI Kujang 642. Untuk diketahui, kapal yang didesain sebagai kapal patroli tersebut memiliki spesifikasi panjang sekitar 44 meter, lebar 7,4 meter, berbobot 250 ton, dan mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 30 knot. Kapal dipersenjatai rudal C-705, meriam kaliber 30 mm enam laras, serta meriam anjungan dua unit kaliber 20 mm.

KSAL Laksamana TNI Soeparno sebelumnya menuturkan, program penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL 2012 adalah pengadaan kapal selam dan kapal permukaan. ”Ada tiga kapal selam, dua kapal permukaan frigat jenis perusak kawal rudal (PKR) dan 20 kapal patroli cepat dan kapal cepat torpedo,” tuturnya.

Hingga 2024, TNI AL butuh 24 unit kapal jenis ini. Kapal ini akan dioperasikan di wilayah armada barat dan Sulawesi Utara. Dalam pemesanan kapal ke PT Palindo itu, diketahui harga per unit kapal sekitar Rp 75 miliar. Pada pengadaan pertama, KRI Celurit, pemerintah bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk pembiayaannya.


KRI Beladau 643
(Foto Silep-04)

 Kemandirian Alutsista

Lahirnya Undang-Undang (UU) Industri Pertahanan dipercaya bakal mempercepat perkembangan industri pertahanan dalam negeri. Sebab, UU yang ditandatangani Presiden saat hari ulang tahun TNI ke-67, 5 Oktober lalu, itu mengatur sinergi antar industri strategis maupun industri pertahanan dalam memproduksi alutsista.

Perkara sinergi ini yang selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi perusahaan. Menurut Hartind, UU Industri Pertahanan memberikan jaminan adanya pembelian produk pertahanan maupun oleh pemerintah. ”Selama ini yang dikhawatirkan industri pertahanan adalah masalah konsistensi pembelian dari user,” beber dia.
More about★ KCR Jadi Andalan Pertahanan Laut RI

KRI Teluk Hading-538 Distribusikan Bantuan SIKIB ke Pulau Terdepan

Posted by ReTRo

Jakarta - Salah satu kapal perang dari jajaran Komando Lintas Laut Militer KRI Teluk Hading-538 mendistribusikan barang bantuan dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) ke pulau-pulau terdepan yang berbatasan dengan negara tetangga di Kawasan Timur Indonesia, Minggu (14/10).

Kepala Dinas Penerangan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman, melalui pesan elektroniknya yang diterima ANTARA, di Jakarta, Senin, mengatakan, bantuan yang didistribusikan ke pulau-pulau terdepan berupa alat kesehatan, obat-obatan, perlengkapan sekolah untuk anak-anak serta sembako.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Komandan KRI Teluk Hading-538 Letkol Laut (P) Teguh Iman kepada para penduduk dan para prajurit pasukan TNI yang menjaga perbatasan pulau-pulau terdepan di wilayah Indonesia Timur.

"Pulau-pulau tersebut diantaranya Pulau Miangas, Pulau Marore, Pulau Marampit, Pulau Fani, Pulau Fanildo, Pulau Batek, Pulau Dana dan Pulau Rote," kata Letkol Maman.

KRI Teluk Hading-538 bertolak dari dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta utara pada 25 September 2012.

Kapal perang tersebut mengangkut Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) dalam rangka operasi pengamanan ke pulau-pulau terdepan Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga sekaligus barang bantuan dari SIKIB yang akan didistribusikan kepada para penduduk dan pasukan TNI untuk dipergunakan dalam mendukung penugasan.

KRI Teluk Hading-538 yang merupakan kapal perang jenis Angkut Tank tipe Frosch yang berada di bawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta ini, melaksanakan salah satu tugas pokok Kolinlamil, yaitu operasi angkutan laut militer dalam rangka melaksanakan pergeseran pasukan (serpas) pasukan TNI dalam rangka Operasi Pengamanan Pulau-pulau terdepan di wilayah Indonesia Timur.

© Antara
More aboutKRI Teluk Hading-538 Distribusikan Bantuan SIKIB ke Pulau Terdepan

Pengganti KRI Dewaruci Lebih Canggih

Posted by ReTRo

KRI Dewaruci di Surabaya
TNI Angkatan Laut berencana mengganti kapal latih KRI Dewaruci dengan kapal sejenis yang lebih canggih. Maklum usia dari kapal tersebut terbilang lansia alias sudah tua. KRI Dewaruci sendiri sudah di operasikan lebih dari setengah abad atau persisnya selama 59 tahun.


Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Untung Suropati mengatakan pembahasan mengenai penggati kapal Dewaruci sudah dilakukan pihaknya jauh-jauh hari. "Pembahasannya sudah jauh-jauh hari, untuk mencari kapal yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan, lebih besar, dan lebih canggih," kata Untung, di sela-sela acara penyambutan KRI Dewaruci, Kamis (11/10/2012).

Untuk mendapatkan generasi penerus kapal, terdapat lima perusahaan pembuat kapal layar tiang tinggi dari tiga negara yang akan dilakukan tender. Perusahaan yang akan terlibat tender yakni dua dari Spanyol, satu dari Polandia, dan dua dari Belanda. Sementara Jerman tidak lagi disertakan karena sudah tidak membuat kapal layar tiang tinggi.

Menurut Untung, sepesifikasi kapal pengganti yang baru nanti diharapkan mampu menampung 120 kadet. Sementara untuk awak kapal termasuk pelatih berkisaran 60 sampai dengan 80 orang. Kapal baru nanti rencananya akan mampu menampung total hingga 180 sampai dengan 200 orang. Tipe kapal yang akan dipilih yakni dengan tipe Barque.

Mengenai harga, pihak Mabes TNI AL, Mabes TNI, dan Kementerian Pertahanan masih dibahas sebelum putuskan kapal mana yang paling cocok, serta perusahaan dan negara mana yang dipilih.

Untung tidak menyebut besaran pasti harga kapal yang baru nanti. "Kalau soal harga itu pastinya cukup besar," ujarnya.

Sementara mengenai KRI Dewaruci sendiri, Untung mengatakan TNI AL tetap akan menggunakannya. Karena sampai saat ini, kapal masih dalam kondisi laik untuk berlayar. Meski tetap digunakan, pihaknya selalu memperhatikan mengenai keselamatan, mengingat usai KRI Dewaruci yang sudah memasuki 59 tahun. "Setelah kapal latih yang baru datang, KRI Dewaruci tetap dipakai di wilayah Indonesia saja. Bisa dibilang ini perjalanan internasional yang terakhir. Untuk kapal baru, paling lambat (tiba) 2014 nanti," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, TNI Angkatan Laut hari ini menyambut kedatangan KRI Dewaruci di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara. KRI Dewaruci mengikuti Operation Sail 2012 di Amerika Serikat dalam rangka memperingati 200th Anniversary of the War.
More aboutPengganti KRI Dewaruci Lebih Canggih

“Blue Hurricane” Di Laut Mediterranean

Posted by ReTRo

KRI Sultan Hasanuddin-366 “mengamuk”, bertubi-tubi tembakan dikeluarkan dari moncong meriam kaliber 76 mm dan 20 mm. Sesaat kemudian nampak dikejauhan sasaran permukaan laut hancur dan perlahan-lahan tenggelam. Sejenak kemudian terdengar dentuman-dentuman keras suara tembakan yang berasal dari meriam kapal perang lainnya. Air laut pun nampak semburat keatas menandai bahwa amunisi yang dipakai untuk menghancurkan sasaran itu adalah peluru tajam. Akhirnya delapan sasaran permukaan laut berwarna orange dapat dihancurkan. Demikian sekilas gambaran mengenai MTF Live Firing Gunnery Exercise yang dilaksanakan oleh enam unsur Maritime Task Force United Nations Interim Force In Lebanon (MTF/UNIFIL) di area Barbara 2 Laut Mediterranean, Jum’at (12/10). 

Latihan Gabungan MTF-448 UNIFIL menggunakan sandi “Blue Hurricane” sebutan angin topan yang biasa terjadi di daerah tropis, dengan sasaran target permukaan laut dan target udara (Surface and Anti Air Gunfire Exercise). Unsur-unsur MTF yang terlibat terdiri dari tiga kapal Fregate dan tiga kapal patroli yaitu KRI Sultan Hasanuddin-366 (Indonesia), FGS Magdeburg F-261 (Jerman), BRS Liberal F-43 (Brasil), FGS Gepard P-6121(Jerman), BNS Madhumati P911 (Bangladesh) dan HS Kristallidis P-69 (Yunani). Sedangkan dari LAF Navy diikutsertakan beberapa perwira observer dan kadet yang onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366, BRS Liberal  F-43 dan FGS Magdeburg F-261.

Latihan manuvra laut ini juga disaksikan oleh para petinggi LAF (Lebanon Armed Force) dan pejabat UNIFIL yang onboard di BRS Liberal F-43. Latihan ini bertujuan untuk mewujudkan dan meningkatkan inter operability antar unsur-unsur MTF-448 sekaligus menunjukkan kepada Staf UNIFIL dan LAF tingkat profesionalitas dan kesiapan unsur-unsur laut dalam mendukung United Nations Security Council Resolution (UNSCR) 1701. 

Mengawali latihan terlebih dahulu dilaksanakan Identification and Surveilence Recognition (ISR) yang dilakukan oleh Helikopter BO 105 NV 414 yang onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366 untuk melaksanakan pengamatan dan meyakinkan area latihan benar-benar aman dari lalu lintas laut. Surface Gunfire Exercise dilaksanakan pada siang hari dengan sasaran target permukaan berupa delapan Killer Tomatoes. Peletakkan target Killer Tomatoes dilakukan oleh KRI Sultan Hasanuddin-366, FGS Magdeburg F-261 dan FGS Gepard P-6121 di area penembakkan Barbara (Laut Mediterranean). 

Latihan Surface Gunfire ini dibagi dalam lima sesi, pada sesi pertama sampai dengan sesi keempat penembakkan dilaksanakan oleh tiap-tiap unsur yang membentuk formasi garis lurus dengan jarak antar unsur 1000 yards. Sedangkan jarak tembak dari formasi bervariasi dari 1500 – 10.000 yards dengan menggunakan meriam 76 mm dan 20 mm secara bergantian.

Pada sesi kelima KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan manuvra taktis dengan kecepatan 25 knot sambil memuntahkan tembakkan dari meriam 76 mm kearah sasaran sejauh 9000 yards/4,5 nautical mile. Dua dari enam target Killer Tomatoes berhasil dihancurkan oleh meriam 76 mm. Setelah mendekati sasaran pada jarak 3000 yards, meriam 20 mm beraksi dengan memuntahkan amunisinya ke target. Satu target Killer Tomatoes berukuran 3 x 3 meter itupun dapat dihancurkan dengan mudah. Tidak semua target dihancurkan oleh KRI Sultan Hasanuddin-366  karena  tiga target lainnya untuk  latihan penembakan unsur yang lain.

Sedangkan Anti Air Gunfire Exercise dilaksanakan pada malam hari dengan menggunakan meriam 20 mm. Sasaran berupa flare ditembakkan dari BRS Liberal F-43, setelah flare menyala di udara, setiap unsur dapat menembak sasaran tersebut secara bergantian. Latihan penembakan pada malam hari tersebut berakhir pada pukul 21.00 local time dengan berjalan lancar dan aman.

Dalam latihan ini, KRI Sultan Hasanuddin-366 mendapat apresiasi yang tinggi dari para pejabat UNIFIL dan Lebanon Armed Force maupun dari sesama unsur MTF karena tingkat profesionalisme para prajuritnya sehingga dapat melaksanakan latihan manuvra taktis dan penembakkan secara tepat dan aman. Dengan adanya kegiatan latihan ini KRI Sultan Hasanuddin-366/TNI AL juga memberikan kesan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki Angkatan Laut yang profesional dan terlatih dengan baik dan sangat layak untuk mengemban misi-misi internasional dibawah bendera PBB.

Latihan ini diawali dengan Pre Sail Gunnery Exercixe Briefing yang dilaksanakan sehari sebelumnya di BRS Liberal F-43 yang dihadiri oleh MTF Commander Rear Admiral Wagnen  Lopes  de  Moraes  ZAMITH, Chief of Staff MTF Kolonel Laut (P) Dwi Sulaksono, para Deputy MTF dan  para Komandan Unsur-unsur  MTF yang terlibat latihan serta dari LAF Navy. Dalam sambutannya, MTF Commander menekankan bahwa semua unsur harus mengutamakan keamanan latihan pada setiap sesi latihan. Selain itu setiap sesi latihan menjadi tanggung jawab penuh Komandan kapal dengan tetap mengacu pada standar prosedur dan  peraturan yang berlaku di negaranya masing-masing. Bravo Zulu. (Dispenarmatim).
© Koarmatim
More about“Blue Hurricane” Di Laut Mediterranean

Teluk Gilimanuk Class

Posted by ReTRo on Sunday, October 14, 2012

KAPALpengangkut personel dan tank atau landing ship tank (LST) tipe frosch TNI AL jenis Teluk Gilimanuk ini masuk ke Indonesia tahun 1993-1995, dan baru aktif tahun 1995 karena perlu perbaikan kembali di Indonesia. Kapal pertama yang sampai di tahun 1993 adalah KRI Teluk Peleng 535, kemudian disusul KRI 536 pada tahun yang sama di bulan Desember 1993.

 Spesifikasi Kapal Teluk Gilimanuk Class :

Berat kotor: 1.900 ton
Hull Dimensi: 90,70 x 11,12 x 3,4 meter
Mesin Diesel: 2 poros 2 persimpangan jalan
Tenaga: 12.000 bhp
Kecepatan: 18 knot Awak: 42
Kapasitas Angkut: 400-600 ton
Radar: Curve MR-302/Strut udara / surfing.
Persenjataan: Senjata Mesin
Negara pembuat: VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur

Konon, PT PAL Indonesia mendapat proyek perbaikan kapal-kapal bekas Jerman hanya sebagai subkontraktor. Menurut seorang perwira TNI AL, tender perbaikan armada bekas itu dimenangi oleh PT Mitra Bala Satya. Perusahaan rekanan Markas Besar (Mabes) TNI itu ternyata tidak memiliki peralatan yang memadai untuk me-repowering kapal sehingga kemudian disubkontrakkan ke PT PAL Indonesia.

Dari 39 unit kapal bekas Jerman yang dibeli Indonesia pada awal tahun 1993, 16 unit di antaranya berada di Armatim. Kapal itu terdiri dari 10 unit korvet atau kapal perusak kawal terpedo tipe Parchim, empat unit kapal pengangkut personel dan tank atau landing ship tank (LST) tipe Frosch, dan dua unit kapal penyapu ranjau (mine sweeper) tipe Condor. Parchim memperkuat Skadron Kapal Patroli, Frosch melengkapi Skadron Kapal Amfibi, dan Condor menjadi bagian Skadron Kapal Ranjau. Total jenderal kapal bekas Jerman yang masuk ke jajaran TNI AL terdiri dari 16 Parchim buatan tahun 1981-1985, 14 Frosch buatan tahun 1976-1979, dan sembilan Condor buatan tahun 1971-1973.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Bernard Kent Sondakh kepada Kompas pertengahan September waktu itu menyebutkan, dari keseluruhan kapal bekas Jerman itu, enam korvet, dan empat LST telah mengalami penggantian mesin (repowering) dan sudah dapat beroperasi. Sisanya, enam korvet sedang dalam proses repowering sehingga pada Januari 2003 diharapkan sudah 12 korvet yang "hidup". Pada tahun yang sama, empat korvet dan lima LST dianggarkan untuk perbaikan tahap berikutnya. Dan diharapkan sudah dapat berpatroli di perairan Indonesia.

http://www.sciencetronics.com/geocities/bilder/images/ships/frosch02.jpg
9 unit Frost Class kapal pendarat waktu pensiun di Jerman Timur [Foto Uwe zimmerman]

Kapal yang melengkapi Skadron Kapal Amfibi ini termasuk dalam kelas Teluk Gilimanuk, antara lain :

 531 Teluk Gelimanuk  1976/94 PAC ex-611

Kapal KRI Teluk Gilimanuk (531) merupakan kapal kelas (Frosch-I - Type 108) perbekalan/logistik. KRI Teluk Gilimanuk berperan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. Ia dinamakan seperti sebuah teluk di Bali. KRI Teluk Gilimanuk dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1976.

KRI Teluk Gilimanuk pada asalnya merupakan kapal pendarat kelas 'Frosch-I' (611) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada 1994. Kapal ini sampai pada tanggal 12 Juli 1994.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAaxuCgD6oK-2BcDaxJxW2tUH8VlTZRV6aIXfXQVDQU5vt55szI7fQ946n38R_0cv6g8vmLZYuI3H3eo0xhAHOZ0UUzjKeTjVWdUOXg_0V8f2PNlxCvg9CMUVj0KKLzV5lOfnVoKMdclF9/s400/KRI+TELUK+GILIMANUK+531.01.jpg
KRI Teluk Gilimanuk 531

 532 Teluk Celukan Bawang 1976/94 PAC ex-632

Kapal KRI Teluk Celukan Bawang (532) merupakan kapal perbekalan/logistik. KRI ini berperanan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Teluk Celukan Bawang dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1976.

KRI Teluk Celukan Bawang pada asalnya merupakan kapal pendarat kelas 'Frosch-I' (611) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada 1994. Merapat Ke Indonesia pada tanggal 25 Februari 1994.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5TOOYkUr32Gl4OAJb6O4H7hFonxuLWpp4y0_xuVxnNeF4PztH2Ron0S9lhXRq_N9cdu-okES_dzEzvLjwvUzGWsD9BcxeqKGr1at0Tj5ewcXH7hntmmfZmfh3rq0uJpcgpZ9C54WmLCuj/s1600/532+KRI+TELUK+CELUKAN+BAWANGa.jpg
KRI Teluk Celukan Bawang 532

 533 Teluk Cendrawasih  177/94 PAC ex-613

Kapal KRI Teluk Cendrawasih (533) merupakan kapal perbekalan/logistik. KRI ini berperanan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Teluk Cendrawasih dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1977.

KRI Teluk Cendrawasih pada asalnya merupakan kapal pendarat kelas 'Frosch-I' (611) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada 1994. Sampai Ke Indonesia pada tanggal 9 Desember 1994.

http://pbr26.photobucket.com/albums/c113/kopraljono/Kapal/KRI/KRITELUKCENDRAWASIH533.jpg?t=1242663283
KRI Teluk Cendrawasih 533

 534 Teluk Berau  1977/95 PAC ex-634

KRI Teluk Berau (534) merupakan kapal perbekalan/logistik. KRI ini berperanan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Teluk Berau dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1977.

KRI Teluk Berau pada asalnya merupakan kapal pendarat kelas 'Frosch-I' (611) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada tanggal 10 Maret 1995.

KRI Teluk Berau dipensiunkan tahun 2012, kapal ini telah tenggelam di Perairan Laut Sulawesi pada tanggal 13 Oktober 2012, setelah hancur terbelah dua di hajar rudal Yakhont TNI AL dalam latihan Armada Jaya XXXI/2012.

http://i202.photobucket.com/albums/aa105/dsofandi/KRITelukBerau534.jpg
KRI Teluk Berau (dsofandi)

 535 Teluk Peleng  1978/93 PAC ex-632

Kapal KRI Teluk Peleng (535) merupakan kapal perbekalan/logistik. KRI ini berperanan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI ini dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1978.

KRI Teluk Peleng pada asalnya merupakan kapal pendarat kelas 'Frosch-I' (611) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada 1993. KRI Teluk Peleng 535 ini sampai di Indoneisa tanggal 23 September 1993, dan merupakan kapal pertama dari kelas Teluk Gilimanuk ini yang sampai di Indonesia.

KRI Teluk Peleng 535 (foto ketika masih aktif di Jerman)

 536 Teluk Sibolga  1977/93 PAC ex-612

Kapal KRI Teluk Sibolga (536) merupakan kapal perbekalan/logistik. KRI ini berperanan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Teluk Sibolga dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1977.

KRI Teluk Sibolga pada asalnya merupakan kapal pendarat kelas 'Frosch-I' (611) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada 1993. Sampai di Indonesia yang kedua pada tanggal 15 Desember 1993.


http://www.tnial.mil.id/Portals/0/Gallery/Album/1/KRI_TELUK_SIBOLGA_536.jpg
KRI Teluk Sibolga 536

 537 Teluk Manado  1977/95 PAC ex-633

Kapal KRI Teluk Manado (537) merupakan kapal perbekalan/logistik. KRI ini berperanan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Teluk Manado dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1977.

KRI Teluk Manado pada asalnya merupakan kapal pendarat kelas 'Frosch-I' (611) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada tanggal 2 Juni 1995.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMBRPH2AmhzYkGAUg3s2C2T74nXN5NQirxhp7Lrdc44WSGv1XkVVbHrli24SnaKBunBcSnJFYf5VgN3GvjTpnKQPtqnXuHc3ngg8h-aS1QbzFPSoyPtRetKvzJZCrWBf6Dw2imgdk90Pw/s400/KRI+TELUK+MANADO+537.jpg
KRI Teluk Manado 537

 538 Teluk Hading  1978/94 PAC ex-614

Kapal KRI Teluk Hading (538) merupakan kapal perbekalan/logistik. KRI ini berperanan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Teluk Hading dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1978.

KRI Teluk Hading pada asalnya merupakan kapal pendarat kelas 'Frosch-I' (611) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada tanggal 12 Juni 1994 dan merupakan kapal keenam dari Jenis yang sama sampai di Indonesia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtqNq6tojniA0gN3pdvGOjQV8kRLUsDQ_6x3CCTgBUmEnDSQxVMkZZWOdJPczCmj41b1MLejHqiHrRCpPjF1WyDT3CFgw-743uIfk5Gh681xbAnIQbxJl3LWVmE4F5swReZ2nhMdqotQs/s1600/KRI+TELUK+HADING+538.01.JPG
KRI Teluk Hading 538

 539 Teluk Parigi  1978/95 PAC ex-635

KRI Teluk Parigi (539) merupakan kapal kesembilan dari kapal perang jenis kapal pendarat kelas Teluk Gilimanuk milik TNI AL. Dinamai menurut nama sebuah teluk di Nusantara.

KRI Teluk Parigi dibangun oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur pada tahun 1978 untuk Angkatan Laut Jerman Timur dengan nomor lambung 635. Kapal berjenis Frosch-I/Type 108 ini kemudian dibeli pemerintah untuk TNI Angkatan Laut dan masuk armada pada tahun 1995. KRI ini termasuk dalam paket pembelian sejumlah kapal perang eks Jerman Timur pada masa pemerintahan Presiden Suharto.

KRI Teluk Parigi bertugas sebagai armada pendarat bagi pasukan Marinir TNI AL dan juga sebagai kapal pengangkut logistik. Sampai di Indonesia pada tanggal 21 Juli 1995,


http://info.tnial.mil.id/kolinlamil/Portals/0/KRI%20Teluk%20Parigi.JPG
KRI Teluk Parigi 539

 540 Teluk Lampung  1979/94 PAC ex-636

Kapal KRI Teluk Lampung (540) milik Indonesia merupakan kapal perbekalan/logistik. KRI Teluk Lampung memenuhi keperluan Indonesia dan berperan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Teluk Lampung dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1979.

KRI Teluk Lampung pada asalnya merupakan kapal pendarat kelas 'Frosch-I' (611) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada 1994.

Dalam waktu pengiriman ke Indonesia, KRI Teluk Lampung 540 mengalami kerusakan berat dihajar ganasnya laut di Bay of Biscay. Dan berhasil ditolong Kapal spanyol dan sampai tanggal 26 April 1994 di tanah air, merupakan kapal keempat yang sampai di Indonesia.

Fail:KRITLampung540.jpg
KRI Teluk Lampung 540

 541 Teluk Jakarta  1979/94 PAC ex-615

Kapal KRI Teluk Jakarta (541) merupakan kapal perbekalan/logistik milik tentera laut Indonesia. KRI Teluk Jakarta berperan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Teluk Jakarta dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1979.

KRI Teluk Jakarta pada asalnya merupakan kapal pendarat kelas 'Frosch-I' (611) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada 1994. Tepatnya tanggal 19 September 1994 dan merupakan kapal ke tujuh dari jenis Teluk Gilimanuk yang sampai di Nusantara.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAifuTWQQciSVHWvHhfnpCxqf7L36GnGtXKvAOEerGXfsHgq769Iz6wxvukdhEJq5CdqJKLgnYpHNxw432N7OqvNRa-9OneOH8IBhbCE9timHh1yNBDI8PxpJwoqHbnGhR1nZ3tm1wRVc/s1600/KRI+Teluk+Jakarta.jpg
KRI Teluk Jakarta 541

 542 Teluk Sangkulirang  1979/94 PAC ex-616

Kapal KRI Teluk Sangkulirang (542) milik Indonesia merupakan kapal perbekalan/logistik. KRI Teluk Sangkulirang memenuhi keperluan Indonesia dan berperanan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Teluk Sangkulirang dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1979.

KRI Teluk Sangkulirang pada asalnya merupakan kapal pendarat serdahana jenis 108, kelas 'Frosch-I' (616) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan pembuangan persenjataan untuk dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada 1994. Merupakan kapal kedelapan yang sampai di Nusantara pada tanggal 9 Desember1994.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkpxu6RsHugmZc60uHWbc26eGfY7cPmIIr-Jbsaewh3GtmawXCumSJVZjPgQexpaYM0kV7hGw6g56yLgEkIk-Q_pmmQ4alHF4AdYzZk9-C9At2aalfCGXqxW1qwHoBGFg_HrFdI4IPlU4p/s400/KRI+TELUK+SANGKULIRANG+542.01.jpg
KRI Teluk Sangkulirang 542
Fail:KRITelukSangkulirang542.jpg
KRI Teluk Sangkulirang 542

 543 Teluk Cirebon  1979/95 PAC ex-E35

KRI Teluk Cirebon (543) milik Indonesia merupakan kapal perbekalan/logistik. Kapal ini memenuhi keperluan Indonesia dan berperanan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. Ia dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur dan diluncurkan pada tahun 1979.

KRI Teluk Cirebon pada asalnya merupakan kapal pendarat serdahana jenis 108, kelas 'Frosch-I' (E35) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan pembuangan persenjataan untuk dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada 1995. KRI Teluk Cirebon telah dilengkapkan dengan kren besar di bahagian hadapan kapal bagi pengendalian kargo.


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/6/66/Tni-kri-telukcirebon-543.jpg
KRI Teluk Cirebon 543

 544 Teluk Sabang  1980/95 PAC ex-E36

Kapal KRI Teluk Sabang (544) milik Indonesia merupakan kapal perbekalan/logistik. KRI Teluk Sabang memenuhi keperluan Indonesia dan berperanan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Teluk Sabang dibuat oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur. Ia diluncurkan pada 1980.

KRI Teluk Sabang pada asalnya merupakan kapal pendarat serdahana jenis 108, kelas 'Frosch-I' (E36) milik Jerman Timur. Ia telah dirubah dengan pembuangan persenjataan untuk dijadikan sebagai kapal perbekalan/logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada 1995. Ia telah dilengkapkan dengan kren besar dibahagian hadapan kapal bagi pengendalian kargo.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZp1Svnj84YepcMxZNbMCO7z-2Ol7kk5FmWzLeumiSr5vAcuMdUdP1rY4PJb7m9DucjhkV-DbnXm62SBIAbE3Ck7SA3aa5Ddvsj5ZcZZugBSJjO04KCqxbHIFF7hp6d2kiHDGdJuK3c3dB/s400/544+KRI+Teluk+Sabang.jpg
KRI Teluk Sabang 544
http://adiewicaksono.files.wordpress.com/2009/02/kri-teluk-sabang-544-angkut-lebaran.jpg
KRI Teluk Sabang 544 (adiwicaksono)
()
© Wikipedia, Kompas
More aboutTeluk Gilimanuk Class